Pentingnya Peran Kader Posyandu untuk Anak Tumbuh Sehat dan Kuat

Sleman – Untuk memainkan peran yang krusial dalam memastikan anak-anak tumbuh dengan sehat dan kuat serta meningkatkan kapasitas Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Balita Kalurahan Banyuraden, maka Puskesmas Gamping II menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kalurahan Banyuraden menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) pemberian makan bayi dan anak bagi 12 Kader Kesehatan, Selasa (4/6/2024).

Kegiatan yang direncanakan digelar di Puskesmas Gamping II selama 5 hari tersebut dibuka secara resmi oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman yang didampingi Kamituwa Banyuraden, Muhajir dan Bhabinkamtibmas Banyuraden, Aiptu Ifanudin.

Menurut Ayu Wulandari selaku Ahli Gizi Puskesmas Gamping II, Kegiatan dilakukan dengan tujuan agar Kader Posyandu Balita dapat melakukan bimbingan konseling terhadap ibu balita mengenai pemberian makan bayi dan anak, sehingga dapat membantu para ibu mengatasi kesulitan dengan memberikan saran dan strategi yang sesuai.

Di dalam bimbingan konseling tidak hanya menyampaikan informasi tentang jenis makanan yang tepat, namun juga memberikan edukasi tentang pentingnya kebiasaan makan yang sehat dan cara mengajarkan anak-anak untuk makan dengan baik, serta membantu membangun dasar yang kuat untuk kebiasaan makan yang sehat sepanjang hidup.

“Tanpa disadari sebagai orang tua terkadang kurang memperhatikan pola makan untuk sikecil lantaran sibuk bekerja atau beraktivitas lain. Hal ini membuat hampir sebagian besar anak telat makan hingga tidak tercukupinya gizi seimbang di dalam tubuhnya,” tutur Ayu dihadapan para Kader Kesehatan.

Hal senada diuraikan oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman bahwa anak merupakan permata hati, karenanya perlu memberikan perhatian penuh terhadap anak dan mencukupi kebutuhan gizinya demi perkembangan pertumbuhan tubuh anak.

Melalui bimbingan konseling, seorang ibu dapat merasa lebih percaya diri dalam memberikan makanan pada bayi dan anaknya karena dapat belajar cara mengenali tanda-tanda kelaparan atau kekenyangan, memilih makanan yang tepat untuk anaknya, dan mengatasi tantangan sehari-hari terkait dengan pemberian makan.

Pemberian makan yang tidak tepat atau tidak seimbang gizinya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada bayi dan anak, seperti kekurangan gizi, obesitas, atau gangguan pertumbuhan. Dengan adanya bimbingan konseling akan membantu para ibu untuk memahami kebutuhan nutrisi anaknya dan mencegah timbulnya masalah kesehatan.

“Makanan yang tepat diberikan pada bayi dan anak sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Dengan bimbingan yang baik, ibu dapat memastikan bahwa anak-anak mendapatkan nutrisi yang cukup agar tumbuh dengan sehat,” imbuhnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Gelar Literasi dan Sosialisasi, Bank Sleman Syariah Kenalkan Produk Keuangan Syariah Kepada Masyarakat

Sleman – Bank Sleman Syariah menyelenggarakan Literasi Keuangan Syariah dan Sosialisasi Promo Pembiayaan ASN, PPPK, Guru dan Pegawai PT. BPRS Sleman (Perseroda) pada Rabu (4/6/2024) di Aula Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama ASN, PPPK, guru, dan pegawai tentang keuangan syariah sekaligus memperkenalkan produk-produk milik Bank Sleman Syariah.

Bonti Yuliarto, Kepala Bagian Marketing Bank Sleman Syariah dalam paparannya menyampaikan beberapa produk unggulan salah satunya adalah pembiayaan. Produk tersebut terdiri atas permbiayaan berkah pegawai, kepemilikan emas, oto (kendaraan), kesehatan, sekolah, umroh, tanah/lahan/rumah, dan modal kerja. Pembiayaan tersebut memiliki jangka waktu 8 tahun dengan nominal hingga 250 juta rupiah.

“Bagi nasabah sendiri, manfaat dari pembiayaan syariah di Bank Sleman Syariah yaitu nasabah dapat menentukan jangka waktu pengembalian sesuai kemampuan sendiri, fasilitas pembiayaan lebih beragam dan pastinya sesuai dengan syariat Islam, nasabah dapat mengembangkan usaha dengan efisien tanpa harus melanggar aturan agama, dan pembiayaan yang menerapkan prinsip-prinsip Islam tidak membebankan biaya tak wajar kepada nasabah,” jelas Bonti.

Sementara untuk produk penghimpunan, Bonti menyampaikan beberapa jenis yaitu Tabungan Sembada iB Wadiah, Tabungan Sembada iB Mudharabah, Tabungan Sembada iB Haji dan Umrah, Tabungan Sembada iB Rencana, Tabungan Sembada iB Qurban, Simpel iB, dan Tabungan Ukhuwah iB.

Selain itu, Bonti juga menjelaskan bahwa saat ini Bank Sleman Syariah juga bekerja sama dengan Bdan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman sebagai Unit Pengumpul Zakat. Tidak hanya menerima, Bank Sleman Syariah juga menyalurkan zakat, infaq, dan shodaqoh kepada masyarakat yang membutuhkan.




Warga Penen Inisiatif Terra Ulang Timbangan di Wilayahnya

Sleman – Sebanyak 76 buah timbangan dengan berbagai model milik Warga Padukuhan Penen dilakukan terra ulang oleh Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman pada Senin dan Selasa tanggal 3 dan 4 Juni 2024. Kegiatan terra ulang UTTP (ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapannya) diselenggarakan di Aula Masjid Baitul Hasanah Penen Donoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta.

Kegiatan terra ulang ini diselenggarakan atas inisiatif dan permohonan masyarakat yang diprakarsai oleh takmir Masjid Baitul Hasanah Penen.

“Biasanya yang punya kerjaan kami. Kami minta Kalurahan atau Kapanewon  mengumpulkan timbangan untuk di terra ulang. Tapi kali ini masyarakat yang aktif meninta secara tertulis ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” jelas sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan, Senin (3/6/2024).

“Mudah mudahan selama dua hari ini bisa melaksanakan tugas di penen. Kami berharap setelah kami lakukan terra ulang agar dijaga baik-baik agar barokah,” tandas Rasyid.

Sementara Itu Dukuh Penen, Maryanto menyampaikan bahwa target awal kegiatan berjumlah 20 timbangan.

“Setelah kita sampaikan ke masyarakat ternyata antusias masyarakat sangat tinggi sehingga terdaftar sebanyak 76 buah timbangan,” ungkapnya.

“Melihat antusiasme masyarakat, dapat dilihat bahwa program dari Disperindag sangat diperlukan. Untuk itu kami mohon agar dapat menjadi kegiatan  berkelanjutan setiap satu tahun sekali atau dua tahun sekali. Barangkali Disperindag masih ada program yang lain, masyarakat sangat antusias menerima program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kami,” tutup Maryanto. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Terima Aksi Damai Pemilik Apartemen Malioboro City, Pemkab Sleman Berkomitmen Terbitkan Izin Sesuai Peraturan Perundang – Undangan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menerima peserta aksi damai yang dilakukan perwakilan pemilik Apartemen Malioboro City di Lobi Gedung Baru Kantor Bupati Sleman pada Senin (3/6). Peserta aksi damai diterima secara langsung oleh Sekretris Daerah (Sekda) Sleman Susmiarto beserta jajarannya.

Sebelumnya, Pemkab Sleman telah menerima perwakilan pemilik Apartemen Malioboro City dalam aksi damai yang dilakukan pada tanggal 1 Mei 2024 terkait permasalahan yang tengah dihadapinya yaitu belum adanya Sertifikat Hak Milik (SHM) Satuan Rumah Susun (Sarusun) Apartemen Malioboro City yang berlokasi di Padukuhan Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal, Depok.

Pada pertemuan tersebut, Pemkab Sleman berkomitmen untuk membantu proses perizinan (sesuai aturan) dan juga memediasi pihak-pihak terkait permasalahan Apartemen Malioboro City.

Kali ini, perwakilan pemilik Apartemen Malioboro City kembali menyampaikan aspirasinya kepada Pemkab Sleman untuk mengetahui tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya.

Menyikapi hal tersebut, Sekda Sleman Susmiarto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman sudah bersurat kepada PT Inti Hosmed (pengembang pertama), PT Bank MNC (pemilik baru) untuk segera menyelesaikan permasalahan Apartemen Malioboro City dengan tenggat waktu yang telah disepakati kedua pihak.

“Intinya Pemkab Sleman berkomitmen membantu dalam proses perizinan. Terlebih, proses perizinan sudah berjalan sampai dengan penerbitan IMB,” ujarnya.

Kemudian, untuk melanjutkan tahapan perizinan selanjutnya (Sertifikat Laik Fungsi, DELH, Pertelaan, dan SHM Sarusun), Susmiarto mengaku pihaknya masih menunggu kesepakatan antara PT Inti Hosmed dan PT Bank MNC untuk menentukan diantara keduanya yang akan melanjutkan proses perizinan sesuai dengan ketentuan perundang – undangan.

Kesepakatan antara kedua pihak ini dinilai penting mengingat, adanya Putusan Pengadilan Niaga Nomor 21/ Smg, Pihak Inti Hosmed mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan perizinan 30 bulan sejak putusan PKPU tanggal 22 Maret 2022. 

“Permasalahannya memang di situ (pengajuan izin). Selebihnya, jika kedua pihak sepakat, Pemkab Sleman akan membantu percepatan proses izin namun tetap sesuai kewenangan dan perundang – undangan,” imbuhnya.

Kemudian, dalam pertemuan ini juga Susmiarto mendukung apabila perwakilan pemilik Apartemen Malioboro City akan berkomunikasi kepada PT MNC terkait kesanggupan pihaknya untuk melanjutkan proses perizinan yang tertunda.

“Kami siap jika sudah ada kesepakatan dan akan melanjutkan proses perizinan. Nanti kami bantu dan kami jelaskan proses selanjutnya selama pemohon memenuhi syarat pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.




Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Kebencanaan Kepada 29 Warga Terdampak Bencana

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan kebencanaan kepada warga Kabupaten Sleman yang terdampak bencana angin kencang dan kebakaran dalam kurun waktu Februari sampai April.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo kepada perwakilan penerima bantuan, pada Senin (3/6) didampingi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Suparmono dan Kepala BPBD Sleman, Makwan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa bantuan yang diberikan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemkab Sleman kepada masyarakat Sleman yang tertimpa musibah bencana alam.

“Ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Sleman kepada masyarakat yang tertimpa musibah. Saya harap bantuan yang diberikan mampu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meringankan beban dan menjadi motivasi untuk bangkit kembali dari musibah bencana alam,” ujar Kustini.

Lebih lanjut, Kustini menjelaskan wilayah Kabupaten Sleman termasuk dalam wilayah rawan bencana, sebagaimana yang beberapa tahun ke belakang terjadi berbagai bencana seperti erupsi gunung Merapi, gempa bumi, angin kencang, tanah longsor, banjir, kebakaran dan lain sebagainya. Kustini berpesan kepada masyarakat untuk selalu siaga dan memahami mitigasi bencana jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

“Sleman termasuk kawasan rawan bencana, oleh karenanya penting bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk memahami mitigasi bencana dan selalu siaga terhadap potensi bencana kedepannya,” ujar Kustini.

Kepala BPBD Sleman, Makwan dalam laporannya melaporkan bahwa bantuan diberikan kepada 29 warga Sleman yang berasal dari 7 Kapanewon, 7 Kalurahan, dan 10 Padukuhan dengan total bantuan yaitu berupa uang sebesar Rp .

Lebih lanjut, Makwan menjelaskan pemberian bantuan ini dilakukan setelah verifikasi oleh BPBD Sleman kepada warga terdampak bencana untuk periode Februari hingga April 2024.

Verifikasi tersebut menurutnya bertujuan untuk memastikan bantuan yang diserahkan tepat sasaran serta untuk mengetahui tingkatan kerusakan yang dialami warga. Sehingga nominal yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami masing-masing warga terdampak bencana alam.