MTsN 6 Sleman Wisuda 159 Siswa serta Tahfidz dan Boarding

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Sleman menggelar Wisuda Purnasiswa, Tahfiz, dan Boarding pada Senin (10/6) di Rocket Convention Hall (RCH) Sidomoyo Godean. MTsN 6 Sleman yang beralamat di Sinduadi Mlati itu mewisuda 159 siswa kelas 9, 18 siswa boarding, dan 39 tahfidz kelas 8.

Supriyoto, Wakil Kepala Madrasah Bidang (Wakabid) Humas yang juga ketua panitia wisuda mengungkapkan tema yang diusung tahun ini adalah Semangat Menuju Kesuksesan dengan Cinta Ilmu dan Akhlak Mulia. “Harapan kami, siswa memiliki kesan tersendiri dalam momen wisuda ini,” ungkapnya.

Sementara Anang Sumarna selaku Wakabid Kurikulum mengumumkan capaian prestasi siswa dalam berbagai kriteria. 

“MTsN 6 Sleman dalam capaian nilai ASPD masih teratas di Daerah Istimewa Yogyakarta secara rata-rata. Ke depan kami akan terus meningkatkan mutu lulusan siswa kami,” tegasnya.

Dari hasil yang direkap, 10 besar ASPD diraih oleh Annisa Nur Fahmida, Muhammad Rizky ABW, Luthfiya Devi Andriya, Khanza Malika A Muhammad, Azzayana Farosa Shofa, Mirzafani Qariana A, Fathin Hanif RA, Qinan Fatima PB, dan Ameera Nahwq A. Di samping itu diberikan juga penghargaan capaian tahfiz, boarding, asesmen madrasah dan nilai terbaik masing-masing mata pelajaran literasi, numerasi, dan sains. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kapanewon Tempel Gelar Pertemuan Forkompim Juni

Pemerintah Kapanewon Tempel menggelar Pertemuan Rutin Bulanan Forum Komunikasi Pimpinan (Forkompim) Kapanewon Tempel 2024 pada Senin (10/6) di Aula Kapanewon Tempel.

Dalam sambutannya, Bara Hernowo Natali selaku Plh. Panewu Tempel menyampaikan keinginannya untuk turut terjun ke kalurahan untuk membersamai dan membantu yang membutuhkan walau hanya sementara menggantikan Panewu Tempel, Agung Dwi Maryoto yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji.

Sementara Danramil Tempel menekankan tentang kamtibmas di wilayah Tempel yang secara umum kondusif. “Tapi tetap perlu ditingkatkan kewaspadaan terutama dalam minggu depan ada perayaan hari besar islam yaitu Idul Adha,” jelasnya.

Perwakilan dari Puskesmas Tempel 1 dan Puskesmas Tempel 2 melaporkan tentang stunting dan penanganannya. Sehingga diharapkan tingkat stunting di tempel semakin sedikit nantinya. Diperlukan adanya kerjasama lintas sektoral, pelatihan kader kesehatan, dan himbuan untuk masyarakat khususnya yang memiliki balita untuk datang ke posyandu. (KIM Tempel/Herlambang)




Pisah Sambut Babinsa Kalurahan Condongcatur

Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar apel rutin pamong kalurahan sekaligus perkenalan anggota baru dan pamitan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Condongcatur di halaman kantor Kalurahan Condongcatur, Senin (10/6).

Dalam perkenalannya, Serda Totok Nur Wahyudi selaku Babinsa baru menyampaikan bahwa ia ditugaskan oleh Dandim melalui Danramil 11 Depok sebagai Babinsa di Kalurahan Condongcatur. “Saya siap 24 jam bersama Babinsa yang lain dan Bhabinkamtibmas Condongcatur bertugas menjaga ketertiban dan keamanan khususnya di wilayah Kalurahan Condongcatur,” ucapnya.

Lurah Condongcatur mengucapkan Selamat bergabung dan bertugas kepada Serda Totok Nur Wahyudi di Condongcatur menemani Serda Jati Hary Prayudi sebagai Babinsa dan mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya kepada Serma Supaat yang telah bertugas di kalurahan Condongcatur sejak 2009.

“Hari ini Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang pertama menerima surat tugas baru dari Serda Totok Nur Wahyudi sebagai Babinsa baru semoga dapat amanah dan bisa bersinergi bekerja sama dengan semua Pamong Kalurahan Condongcatur. Yang kedua, kami melepas Serma Supaat yang telah bertugas selama 15 tahun. Semoga di tempat yang baru dapat berjalan dengan baik dan semoga silaturahmi tetap terjalin dan terjaga dengan baik” pungkasnya.

Sementara Babinsa yang bertugas di Kalurahan Condongcatur saat ini adalah Serda Jati Hary Prayudi dan Serda Totok Nur Wahyudi serta Bripka Bagiyo dan Aiptu Bastian Sapta Adhi sebagai Bhabinkamtibmas. (Wasana/KIM Depok)




Kebun Toga Banyu Husada Banyuraden Terima Kunjungan TP PKK Kelurahan Danyang

Bercocok tanam dapat dilakukan walaupun di lahan sempit dengan sistem hidroponik, memanfaatkan wadah bekas, fertikultur, dan memanfaatkan lahan terbuka. Cara ini yang dilakukan Komunitas Kebun Toga Banyu Husada Dusun Dukuh, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping.

Hal tersebut sangat menarik perhatian Pemerintah Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari Lurah Danyang beserta jajarannya, Tim Penggerak PKK, Bidan Puskesmas Purwodadi I, Bintara Pembina Desa, Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Purwodadi untuk mengunjunginya.

Rombongan disambut dan diterima langsung oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman di Gedung Serbaguna Kantor Pemerintah Kalurahan Banyuraden, Jumat (7/6/2024) yang didampingi Ulu-Ulu, Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Dukuh, serta Ketua Kelompok Wanita Tani Dusun Dukuh untuk menerima paparan materi tentang Tanaman Obat Keluarga sebelum mengunjungi kebun.

Dalam sambutannya, Lurah Danyang, Jami berharap melalui kegiatan tersebut ibu-ibu PKK Kelurahan Danyang dapat menimba ilmu dalam memanfaatkan lahan pekarangan kosong untuk ditanami tanaman obat keluarga seperti yang dilakukan oleh Komunitas Kebun Toga Banyu Husada.

“Tujuan utama dari kunjungan ini untuk memperoleh wawasan baru dan mempelajari praktik-praktik pemberdayaan wanita tani yang telah terbukti berhasil di Komunitas Kebun Toga Banyu Husada Banyuraden khususnya mengenai pembudidayaan tanaman obat keluarga untuk meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan ekonomi anggota,” tutur Jami.

Sementara, Ketua Kelompok Wanita Tani Dusun Dukuh, Khotimah mengatakan bahwa budidaya tanaman obat keluarga menggunakan sistem hidroponik dapat menjadi pilihan yang menarik karena memungkinkan pertumbuhan tanaman dalam lingkungan yang terkontrol tanpa menggunakan media tanah tanpa memerlukan lahan yang luas.

Menurutnya, bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik memiliki sejumlah keuntungan diantaranya penggunaan air dapat lebih efisien daripada budidaya konvensional karena tanaman diberi air langsung melalui akarnya sehingga tidak ada pemborosan air melalui drainase seperti pada tanaman yang ditanam di tanah, serta kontrol terhadap tanaman menjadi lebih baik terkait jenis dan jumlah nutrisi yang diberikan kepada tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan produktif karena nutrisi disuplai langsung ke akar tanaman melalui larutan nutrisi yang terukur. “Yang paling pokok adalah sistem hidroponik memungkinkan tanaman ditanam lebih rapat karena tidak perlu mempertimbangkan ruang untuk sistem akar yang berkembang di dalam tanah. Hal ini memungkinkan penggunaan ruang yang lebih efisien dan peningkatan produksi tanaman per satuan luas lahan,” tegasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Sukseskan Pemilihan 2024 PPS Trihanggo Lakukan Koordinasi Lintas Sektor

Koordinasi lintas sektor dilakukan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) Trihanggo untuk menciptakan sinergi dengan Badan Permusyawaratan Kalurahan Trihanggo dan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Trihanggo demi menyukseskan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024.

Dalam kunjungannya, Ketua PPS Trihanggo, Adnan Iman Nurtjahjo diterima oleh Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan Trihanggo, Joko Widodo bersama anggotanya dan Bhabinkamtibmas Trihanggo, Aiptu Rusmanto di Ruang Kerjanya Komplek Kantor Pemerintah Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Jumat siang (7/6/2024).

Jalinan kerjasama lintas sektor sangat penting dalam menyukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman yang akan berlangsung pada bulan November 2024 mendatang karena proses pemilihan tersebut melibatkan berbagai aspek dan pemangku kepentingan yang berbeda untuk memastikan proses pemilihan berjalan lancar dan kondusif.

“Koordinasi antara sektor keamanan, termasuk kepolisian dan aparat keamanan lainnya, sangat diperlukan guna memastikan keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan. Hal ini mencakup pengamanan lokasi pemungutan suara, pengawasan terhadap potensi kerusuhan atau kecurangan, serta penanganan potensi ancaman keamanan,” imbuh Adnan.

Menanggapi kunjungan dari PPS Trihanggo tersebut, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan Trihanggo, Joko Widodo menyambut baik adanya koordinasi lintas sektor menyongsong Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman demi memastikan proses pemilihan berlangsung secara adil, aman, dan efisien, serta hasilnya mencerminkan kehendak dan kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Menurutnya, pendidikan pemilih yang baik mengenai proses pemilihan, hak dan kewajiban pemilih, serta informasi tentang calon bupati dan wakil bupati yang berkontestasi akan membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan.

“Proses pemilihan yang transparan dan akuntabel, mulai dari proses pemilihan anggota Pantarlih hingga pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara sangat penting dilakukan untuk memastikan kepercayaan masyarakat pada hasil pemilihan,” ujarnya.

Kerjasama yang baik antara berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun media massa dalam mendukung proses pemilihan bupati dan wakil bupati akan memperkuat integritas dan keberhasilan pemilihan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)