KWT Semi Asri Tumut Sumbersari Wakili Moyudan dalam Evaluasi KWT se-Kabupaten Sleman

Sleman – Guna melihat dari dekat kegiatan dan membuktikan administrasi kegiatan KWT Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Bidang Penyuluhan Kabupaten Sleman melakukan evaluasi KWT se Kabupaten Sleman. Salah satunya adalah KWT Semi Asri di Padukuhan Tumut Sumbersari, Moyudan, Sleman yang mewakili Kapanewon Moyudan, untuk KWT tingkat Pemula. Evaluasi sendiri dilaksanakan pada hari Selasa ( 11/6/2024).

Lurah Sumbersari, Sukadi dalam sambutannya menyampaikan atas nama pemerintah Kalurahan Sumbersari dan Masyarakat Tumut mengucapkan selamat datang dan terima kasihnya atas kedatangan tem evaluasi. Sukadi juga menambahkan mengapresiasi atas kerja keras PPL Sumbersari dan Anggota KWT Semi Asri untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk evaluasi.

“Semoga kerja keras PPL dan Anggota KWT Semi Asri mendapatkan hasil yang terbaik, yang nantinya  mendapatkan nomor yang terkecil,” tutur Sukadi.

Ketua KWT Semi Asri Estate Suryandari dalam pemaparan profilnya menyampaikan bahwa KWT Semi Asri berdiri pada tanggal 18 Oktober 2022 dan sampai saat ini mempunyai anggota berjumlah 30 orang.

Ia juga memaparkan program kerja dan kegiatan yang sudah dilakukan, baik secara kelompok maupun secara pribadi oleh anggotanya.

“Kami selalu mohon bimbingan dari Dinas terkait dan PPL agar KWT Semi Asri lebih maju dan berdaya guna,” ungkap Esty.

Sedangkan Tim Evaluasi dalam sambutannya yang disampaikan oleh Jumari menuturkan bahwa tujuan evaluasi adalah untuk melihat dari dekat kegiatan KWT dan melihat langsung administrasinya. Selain itu juga untuk mengetahui permasalahan yang ada di bawah.

“Yang akan kami evaluasi adalah mengenai 3 aspek yaitu, perencanaan dan kemampuan Organisasi, Kemampuan melaksanakan kegiatan dan kemampuan mengembangkan KWT,” tutur Jumari.

Setelah melakukan evaluasi baik administrasi dan peninjauan lapangan Jumari dalam kesan pesannya menyampaikan bahwa KWT Semi Asri bagus, anggotanya kompak, administrasi bagus dan kegiatan berjalan dengan baik.

“Semoga KWT Semi Asri bisa maju evaluasi di tingkat berikutnya,” harap Jumari.

Dirinya juga menyampaikan saran agar KWT Semi Asri dalam kegiatan usaha yang dilakukan oleh anggota dibuat SOP sehingga bisa disebarkan ke anggota. Selain itu juga perlu dibuat program jangka pendek, program jangka menengah dan program jangka panjangnya.

Selesai melakukan evaluasi di KWT Semi Asri melanjutkan evaluasinya ke KWT Mekar Sari di Padukuhan Mergan, Sendangmulya, Minggir untuk KWT tingkat lanjut, dan dilanjutkan ke KWT Tunas Manunggal di Padukuhan Celungan, Sumberagung, Moyudan untuk KWT tingkat Madya. (Giek/KIM Moyudan)




PPS Trihanggo Sosialisasikan Bentuk Badan Adhoc Pemilihan 2024

Untuk menginformasikan kepada masyarakat luas tentang adanya kesempatan agar dapat berpartisipasi dalam proses tahapan pemutakhiran data pemilih pada perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman bulan November 2024 mendatang, maka Panitia Pemungutan Suara (PPS) Trihanggo melakukan sosialisasi bersamaan dengan kegiatan Coffee Morning yang diselenggarakan Pemerintah Kalurahan Trihanggo di Pendapa Kantor setempat, Senin (10/6/2024).

Sosialisasi mengenai pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dihadiri oleh Carik Trihanggo, Ridhan Wahyuti beserta Pamong Kalurahan Trihanggo, serta para Kepala Padukuhan se-Kalurahan Trihanggo yang mengampu wilayah Padukuhan Kronggahan I, Kronggahan II, Ngawen, Trini, Mayangan, Baturan, Jambon, Biru, Panggungan, Nusupan, Salakan, dan Bedog. 

Ketua PPS Trihanggo, Adnan Iman Nurtjahjo yang didampingi Dewi Safitri Ariani selaku anggota PPS Trihanggo Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumberdaya Manusia, serta Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan Gamping berharap kepada para Dukuh untuk membantu menyampaikan informasi mengenai perekrutan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih kepada masyarakat di masing-masing padukuhan yang memenuhi syarat dan berminat dapat mendaftar di Sekretariat Panitia Pemungutan Suara Trihanggo.

“Dengan melakukan sosialisasi secara terbuka, proses rekrutmen Petugas Pemutakhiran Data Pemilih menjadi lebih transparan dan akuntabel yang akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024,” jelas Adnan.

Adapun jadwal lengkap pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih sesuai dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 638 Tahun 2024 tentang pedoman teknis pembentukan Badan Adhoc yaitu pengumuman pendaftaran (13 – 17 Juni 2024), penerimaan pendaftaran (13 – 19 Juni 2024), penelitian administrasi (14 – 20 Juni 2024), pengumuman hasil seleksi (21 – 23 Juni 2024), penetapan nama hasil seleksi calon Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (23 Juni 2024), serta pelantikan yang akan dilaksanakan pada 24 Juni 2024.

Adnan menambahkan bahwa sosialisasi rekrutmen Petugas Pemutakhiran Data Pemilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman ditujukan untuk memastikan proses pemutakhiran data pemilih dapat berjalan lancar, akurat, dan partisipatif sehingga mendukung terciptanya pemilihan yang demokratis dan berintegritas.

Selain itu, melalui sosialisasi yang intensif dan merata diharapkan informasi mengenai rekrutmen Petugas Pemutakhiran Data Pemilih dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah padukuhan sehingga tidak ada yang merasa ketinggalan informasi.

“Dengan mendapatkan Pantarlih yang berkualitas sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, terlatih dan kompeten melalui proses rekrutmen yang baik maka kualitas data pemilih yang dimutakhirkan dapat lebih akurat dan valid menjadi Hal yang sangat penting untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilihan,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




FLH Berbah Gelar Pengajian Sholawat Peduli Lingkungan

Sleman – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah  menyelenggarakan pengajian  Sholawat pada hari Minggu (9/6/2024) berlangsung di Lapangan Tanjung, Kalitirto, Berbah, Sleman, DIY.

Hadir dalam pengajian Sholawatan Panewu Berbah, Lurah Kalitirto, Kapolsek Berbah, Danramil Berbah, Kepala Jawatan Memakmurkan, Kepala Jawatan Sosial, Kepala Jawatan Keamanan, RCK Kalitirto, Banser, Denwatser, Garfa kabupaten Sleman, IPNU dan IPPNU Kapanewon Berbah serta serta ribuan jamaah warga Berbah.

Ketua FLH kapanewon Berbah Kusnadi menyampaikan bahwa pengajian Sholawatan masih dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia.  Pengajian ini, lanjutnya, mendatangkan penceramah Al-Habib Musthafa Syayyidi Bin Abdurrahman Baraqbah yang memang terkenal peduli dengan lingkungan, dan diiring hadrah Sabilal Muhtadien Berbah Prambanan.

“Sangat jarang menemui penceramah pengajian  yang peduli lingkungan,” kata Kusnadi.

Al-Habib Musthafa Syayyidi Bin Abdurrahman Baraqbah dalam mengawali tausyiahnya mengajak jemaah untuk peduli lingkungan, jangan membuang sampah sembarangan, menempatkan sampah pada wadah yang sudah disediakan panitia.

“Karena menjaga alam,peduli kepada lingkungan tidak merusak lingkungan adalah salah satu bentuk rasa syukur kita Kepada Allah yang telah memberikan tempat hidup yang indah untuk kita tinggali bersama”, jelas Habib Sayyidi.

Di depan jamaahnya Habib Sayyidi juga mengajak jamaah untuk berbuat baik kepada Allah, berbuat baik kepada orang tua, kepada guru dan berbuat baik kepada alam lingkungan.

“Yang juga tidak boleh ditinggalkan adalah berbuat baik kepada Negara Repubik Indonesia,” tambahnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




KORMI Sleman Terima Dana Hibah dari Pemkab Sleman

Sleman – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) menerima dana hibah sebesar Rp. ,-. Penerimaan dana tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor tanggal 2 Januari 2024 tentang Penerima Hibah Berupa Uang Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan Kabupaten Sleman tahun 2024.

SK tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sleman Nomor: 900/005/ DISPORA SLEMAN/III/2024 dan 002/  tanggal 27 Maret 2024 bahwa  KORMI Kabupaten Sleman menerima hibah sebesar Rp. ,- (lima ratus juta rupiah).

Suparman APP, Ketua KORMI menuturkan, Pemberian dana hibah diantaranya bertujuan untuk membantu pemerintah daerah di bidang olahraga masyarakat.

“Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran masyarakat,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengurus KORMI di Kantor Sekretariat KORMI Sleman, Rejodani, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Minggu (9/6/2024).

Sementara itu Sekretaris Umum KORMI Kabupaten Sleman Slamet Sasongko menjelaskan lebih detail bahwa dana hibah tersebut penggunaannya telah tertuang dalam dokumen kegiatan dan anggaran KORMI 2024 diantaranya untuk biaya operasional, meningkatkan kebugaran masyarakat dengan senam masal, mensupport KORMI Kapanewon dan mensupport kegiatan Inorga (Induk Organisasi Olahraga) yang sudah menjadi anggota penuh.

“Inorga KORMI yang sudah menjadi anggota penuh dan disupport pembiayaannya untuk tahun 2024 yaitu Taiji Atni, Taiji Adyti, Porpi (Persatuan Olah Raga Pernafasan Indonesia) Sleman Barat, Pelangi (Perkumpulan Pelayang Indonesia), Senam Tera, Gateball, IDCA (Indonesia Drum Corps Association), ULD (Universal Line Dance) LSPSN (Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara) dan KBI (senam pernafasan Komunitas Be Per Indonesia),” ujarnya.

Ia menuturkan, Inorga atau lebih tepatnya cabang olahraga masyarakat yang tetap menjadi anggota harus memiliki beberapa peryaratan diantaranya  memiliki AD ART KORMI di tingkat Pusat, ada kepengurusan, memiliki sekretariat, memiliki binaan sanggar minimal 5, memiliki akta pendirian yang menginduk di pusat, serta memiliki nomor rekening organisasi.

“Terhadap pengurus, semoga semua kegiatan yang sudah tertuang dalam DKA (Dokumen Kegiatan dan Anggaran) KORMI dilaksanakan sesuai rencana, dan semoga kegiatan yang dilaksanakan oleh KORMI betu-betul bermanfaat bagi masyarakat luas dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan bugar,” pungkasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Lurah Balecatur Kukuhkan Pokja Dukung Gerakan Nasional PAUD

Sleman – Lurah Balecatur, Andri Septiyanto, Sabtu (8/6/2024) melakukan pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Ibu Pendidikan Anak Usia Dini Tingkat Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping di Cafe Kopi Ro Teh Sedayu. Pengukuhan dihadiri oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo didampingi Panewu Gamping, Tamzis Sarwana.

Usai pengukuhan dilanjutkan penandatanganan berita acara program nasional dalam gerakan pendidikan anak usia dini yang berkualitas sebagai anak panah yang dibentangkan di gendewa menuju titik Indonesia emas demi menciptakan sumberdaya manusia yang unggul dan berdaya saing serta mampu membawa Indonesia menjadi negara yang makmur, adil, dan berkelanjutan pada tahun 2045.

Dalam sambutannya, Lurah Balecatur, Andri Septiyanto sangat mendukung program gerakan nasional pendidikan anak usia dini yang berkualitas yang bertujuan untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan awal yang baik dalam pendidikan yang akan membantu anak dalam mencapai potensinya sehingga berkontribusi secara positif bagi perkembangan sosial dan ekonomi negara di masa depan.

“Sebagai pendidik anak usia dini saya berharap ibu-ibu dan bapak-bapak dapat terus meningkatkan kinerja dan peranannya sebagai tokoh sentral gerakan nasional pendidikan anak usia dini di tingkat Kalurahan Balecatur,” harap Andri dihadapan peserta kegiatan.

Senada hal tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo juga berpesan kepada tenaga kependidikan agar dalam mendidik anak pada usia dini dapat memberikan materi pendidikan anak yang berakhlakul kharimah dan berkearifan lokal menuju masyarakat Sleman yang sejahtera sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Sleman.

Menurutnya, pendidikan anak yang berakhlakul karimah atau berakhlak mulia dan berkearifan lokal memiliki berbagai manfaat yang signifikan bagi individu, masyarakat, dan bangsa salah satunya adalah pembentukan karakter yang baik karena anak-anak yang dididik dengan nilai-nilai akhlak mulia cenderung memiliki moral yang baik antara lain kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, dan empati yang akan membantunya menjadi individu yang berintegritas dan dapat dipercaya.

“Dengan mengintegrasikan akhlakul karimah dan kearifan lokal dalam pendidikan, kita tidak hanya membentuk individu yang baik dan berkarakter, tetapi juga memperkuat pondasi budaya dan sosial masyarakat yang pada akhirnya akan berkontribusi pada kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” imbuhnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)