DMI Kapanewon Berbah Gelar Sarasehan dan Sosialisasi MTQ 2024

Sleman – Bertempat di Resto Omah Dahar Mbah Wanto kuton, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Dewan Masjid Indonesia (DMI) kapanewon Berbah menyelenggarakan kegiatan sarasehan dan sosialisasi  MTQ kapanewon Berbah tahun 2024, Minggu (23/6/2024).

Kepala Jawatan Sosial Andi Kurniawan, menyampaikan rencana kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kapanewon Berbah yang akan di selenggarakan pada hari Sabtu 27 Juli 2024 bertempat di komplek perkantoran  kapanewon Berbah.

“Cabang yang dilombakan cabang  Tilawah Al Qur’an, cabang Tahfidz Al Qur’an, cabang Fahm Al Qur’an  dan cabang Syarh Al Qur’an,” ungkapnya.

Tempat pendaftaran kantor KUA  Berbah pada jam kerja. Adapun Syarat peserta adalah warga  penduduk Kabupaten Sleman diutamakan warga Berbah dibuktikan dengan KTP atau kartu keluarga yang berlaku. Usia dibatasi sesuai cabang lomba yang diikuti.

“Batasan usia pendaftar akan berbeda di setiap cabang lomba karena nantinya pemenang lomba MTQ tingkat, kapanewon akan diikutkan lomba tingkat kabupaten, tingkat propinsi sampai lomba MTQ tingkat nasional,” jelas Andi.

Adapun sarasehan dipimpin sekretaris DMI Berbah Prof. Dr. Imam Machali, menampung saran masukan, harapan dari ketua takmir masjid. Ada beberapa hal usulan yang langsung mendapatkan  tanggapan dari mbah Wanto sebagai salah satu pembina DMI Berbah untuk peningkatan  kesejahteraan Takmir masjid.

“Harapannya dengan apresiasi bagi takmir masjid menambah semangat untuk menjadikan masjid sebagai tempat menampung  permasalahan dan mencari solusi dalam mewujudkan kesejahteraan umat,” tutup Imam Machali. (Kusnadi/KIM Berbah)




Tiga Kelompok Kesenian Religi Margomulyo Mendapat NIK dari Dinas Kebudayaan Sleman

Sleman – Bertempat di halaman Masjid Kamaliman Padukuhan Kamal Kulon Margumulyo Seyegan, pada hari Sabtu (22/6/2024) diserahkan Nomor Induk Kesenian (NIK) bagi tiga kelompok Kesenian religi Kamal Kulon yaitu Seni Tari Badui Kamaliman, Jamaah Hadrah Al Islah dan Jamaah Hadrah Habbunabi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Paser (Paguyuban Seni Religi) Sleman, Lurah dan staf Kalurahan Margomulyo, Babinsa/Babinkamtibmas, Ketua BPKal, Ketua LPMKal, dan tokoh masyarakat, dihadiri juga anggota DPRD DIY, Syukron Arif Mutagin dan Mantan sekda Sleman, Harda Kiswaya.

Sambutan dari Dukuh Kamal Kulon dan Lurah Margomulyo selain mengucapkan selamat datang kepada tamu undangan yang hadir, juga berterima kasih kepada pengurus 3 kesenian religi yang mendapat NIK dari Dinas Kebudayaan Sleman karena sudah melestarikan kembali Kesenian religi terutama seni tari Badui yang hampir 20 tahun mengalami kevakuman.

Khusus mengenai seni Hadrah, Eko Puji Mulyanto, selaku Lurah Margomulyo juga sangat mendukung mengingat di jaman sekarang dengan merajalelanya dunia media sosial, berdampak negatif pada generasi muda yang dapat diredam dengan seni religi Hadrah sebagai benteng bagi remaja yang banyak mengidolakan artis luar.

“Dengan bertambahnya kelompok kesenian Religi yang mendapat NIK ini, akan menambah kelompok kesenian yang bisa eksis di Margomulyo,” ujar Eko.

“Bangkitnya seni religi ini juga bisa meningkatnya perekonomian masyarakat dengan kegiatan UMKMnya,” imbuhnya.

Eko juga mengapresiasi dengan pelibatan anggota Karang Taruna untuk ikut melestarikan seni budaya tradisionil.

“Dalam perjalanannya, dengan pelibatan generasi muda ini, bisa dilakukan modivikasi yang menjadi daya tarik bagi generasi milenial,” tambah Eko.

Syukron dalam sambutannya menyampaikan  bahwa malam itu merupakan malam yang yang sangat membanggakan, mengingat banyaknya generasi muda yang mempunyai tanggung jawab untuk melestarikan kesenian tradisionil. “Terutama kesenian Hadrah yang syarat dengan muatan religi,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Syukron sedikit bercerita tentang asal usul seni tari Badui yang berasal dari Arab dan kemudian dibawa oleh warga Sleman yang dipadukan dengan seni budaya lokal.

Menyinggung dengan pemberian NIK bagi 3 kelompok seni religi yang ada di Kamal Kulon, Syukron berharap untuk eksis dalam event event kegiatan yang ada di tingkat Kalurahan, Kapanewon, Kabupaten bahkan di tingkat Propinsi.

Pada acara puncak pemberian NIK 3 Kelompok kesenian religi didahului dengan pemberian SK Pengukuhan yang langsung dibacakan oleh Ketua Paser Sleman, Afnan Hariyadi. Sebelumnya pembacaan ikrar yang ditirukan oleh perwakilan 3 kelompok kesenian religi. Masa bakti pengurus masing masing kelompok kesenian selama 3 tahun yaitu periode 2024 – 2027. Sedangkan pemberian NIK disampaikan oleh Lurah Margomulyo kepada masing masing Ketua 3 kelompok seni.

Mardiana dari pengurus Paser Sleman, membacakan peraturan peraturan yang bersifat mengikat kepada kelompok seni. Sebagai hiburan akhir, disajikan tari Badui yang sangat ditunggu tunggu masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Rakor FKIM Sembada Rumuskan Mekanisme Pembentukan Kepengurusan 2024-2029

Sleman – Ditujukan untuk merumuskan mekanisme pembentukan struktur organisasi pengurus Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman masa bakti 2024 – 2029, Pengurus FKIM Sembada masa bakti 2019 – 2024 menggelar rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Wirasuta Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Sabtu (22/6/2024).

Rapat yang dipandu Sekretaris FKIM Sembada, Adnan Iman Nurtjahjo dihadiri Ketua Tim Kerja Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten sleman, Agastya Dedy Kusuma dan Ketua II FKIM Sembada, Suharno diikuti oleh perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat tingkat kapanewon se-Kabupaten Sleman.

Dalam sambutan pembukanya, Agastya Dedy Kusuma mengapresiasi terlaksananya pertemuan rutin bulanan Forum KIM Sembada yang saat ini membahas mekanisme pembentukan kepengurusan Forum Kelompok Informasi Masyarakat periode 2024 – 2029 yang berlangsung secara terbuka bagi seluruh anggota tanpa ada intervensi dari manapun.

Karena menurut Agas, pada prinsipnya Kelompok Informasi Masyarakat merupakan kelompok yang dibentuk oleh, dari, dan untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif yang aktivitasnya melakukan pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan nilai tambah.

“Adapun fungsi KIM antara lain sebagai sarana meningkatkan literasi masyarakat di bidang informasi dan media massa serta teknologi informasi dan komunikasi di kalangan anggota KIM dan masyarakat, serta sebagai mitra dialog dalam mendukung pelaksanaan semua kebijakan publik dan memonitoring pelaksanaannya,” imbuhnya.

Sementara hasil diskusi dan musyawarah antar pegiat Kelompok Informasi Masyarakat yang dipimpin oleh Ketua II FKIM Sembada, Suharno menyepakati mekanisme pembentukan kepengurusan Forum KIM Sembada periode mendatang akan dilakukan melalui Tim Formatur yang dibentuk oleh anggota KIM yang terdiri dari beberapa orang yang dipercaya dan memiliki kemampuan dalam mengorganisasi pemilihan dan merupakan perwakilan dari setiap kapanewon se-Kabupaten Sleman.

Sebelumnya, Tim Formatur menyusun tata tertib atau aturan main mengenai proses pemilihan pengurus yang mencakup kriteria calon pengurus, prosedur pencalonan, dan cara pemilihannya. Proses pemilihan dapat dilakukan melalui musyawarah atau voting. Jika melalui musyawarah, anggota KIM berdiskusi dan mencapai kesepakatan bersama mengenai personil yang akan menjadi pengurus.

“Jika melalui voting, setiap anggota memberikan suaranya dan calon dengan suara terbanyak akan terpilih. Selanjutnya, Tim Formatur mengumumkan hasil pemilihan kepada seluruh anggota KIM dan pengurus yang terpilih kemudian diberikan mandat untuk menjalankan tugasnya,” jelas Suharno. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




KWT Maju Jaya Belajar Cara Pemanfaatan Limbah Galon Air Minum Sekali Pakai

Sleman – Prihatin dengan banyaknya galon air mineral sekali pakai, Kelompok Wanita Tani Maju Jaya mengadakan pelatihan membuat pot dari dari galon bekas. Acara berlangsung pada hari Sabtu (22/6/2024) bertempat di rumah Sunarni Maredan, Sendangtirto, Berbah  Sleman.

Ketua KWT Maju Jaya Irupi Praswati menyampaikan bahwa kelompok yang terbentuk sejak tahun 2011 dan beranggotakan 35 orang ini rutin mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk menambah wawasan anggota serta membuka peluang baru .

“Untuk kali ini materinya pemanfaatan galon sekali pakai yang ada banyak di warga,” ungkap Watik yang juga Ustazah pengajar baca Al Quran.

Kusnadi dari Forum lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah yang juga ditemani Sri Tahayu, Awang dan Yani mengingatan pentingnya mengelola sampah dari sumbernya. Mengingat sekarang sampah menjadi masalah besar bagi pemerintah dan masyarakat.

“Sebenarnya  sampah itu akan bisa bernilai kalo bersih tidak tercampur. Ketika sampah organik dan anorganik bercampur sehingga menjadi residu,” kata Kusnadi sedikit menyinggung akan pentingnya pengolahan sampah.

Disampaikan Kusnadi sebenarnya ada beberapa jenis sampah yang bisa dimanfaatkan menjadi barang bernilai lebih.

“Seperti galon sekali pakai yang banyak terdapat di warga masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, galon bekas bisa dimanfaatkan berbagai barang bisa  menjadi LOSIDA (lodong sisa dapur) berguna untuk memproses sampah organik dari dapur menjadi kompos. Juga bisa dibentuk GABEL (Galon Barbel) karna mirip seperti barbel yang fungsinya sama dengan ember tumpuk untuk mengelola sampah dapur .

“Banyak kegunaan dari galon bekas tergantung kemampuan dan kondisi masing-masing,” tambahnya.

Pemanfaatan galon bekas bagi KWT yang sesuai adalah sebagai pot tanaman sebagai upaya pemanfaatan lahan kosong.

Untuk membuat pot ada beberapa peralatan yg perlu disiapkan pisau, gunting, tang, amplas, solder. Sedang bahanya menyesuaikan dengan kebutuhan . Bisa berupa kawat, tali tis, lem tembak, kuas dan Cat.

“Sebenarnya membuat pot dari galon bekas itu mudah, tergantung kreativitas dari yang paling sederhana sampai dibentuk dengan model binatang atau menyerupai tokoh komik,” jelas kusnadi.

“Untuk finishing juga tergantung imajinasi karena sudah masuk ke ranah seni,” kata Kusnadi mengakhiri penjelasan. (Kusnadi/KIM Berbah)




PPK Tempel Adakan Rakor Persiapan Pelantikan Pantarlih dengan PPS se-Kapanewon Tempel

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tempel menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelantikan Pantarlih dengan PPS se-Kapanewon Tempel, Sabtu (22/6/24) di Kapanewon Tempel, Sleman.

Rakor diikuti Ketua dan Anggota PPS serta perwakilan Sekretariat PPS se Kapanewon dalam rakor tersebut Ketua dan Anggota PPK  Kapanewon Tempel, juga turut hadir Sekretaris PPK Tempel yang sekaligus Penewu Anom, Dyah Purwanti.

Rakor persiapan pelantikan Pantarlih dibuka oleh Ketua PPK Hartono, dilanjutkan sambutan dari Sekretariat PPK.

Dalam kesempatan tersebut Dyah Purwanti menyampaikan terkait Kebutuhan Pelantikan Pantarlih diantaranya yang menyangkut logistik, pendanaan, serta persiapan administrasi yang dibutuhkan seperti Daftar Hadir, Undangan, notulen dan lainnya.

Aji Sadewo, selaku Kepala Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat mengatakan berdasarkan jadwal pembentukan, Pantarlih terpilih sudah harus ditetapkan besok 23 Juni  2024, setelah pengumuman penetapan nya sudah di lakukan hari Sabtu ini. Untuk itu kelengkapan kebutuhan pelantikan diantaranya Berita Acara dan Surat Keputusan (SK) Penetapan pantarlih harus sudah disiapkan.

Ditambahkan pula oleh Aji  tentang teknis pelantikan dan apel Pantarlih yang akan dilaksanakan pada hari Senin, 24  Juni 2024 yang diselenggarakan di masing-masing desa/kalurahan.

Sementara itu Ketua Divisi Data dan Informasi Heru Krisdiantara,  menyampaikan materi tentang Kerja-Kerja Pantarlih dalam melaksanakan e-Coklit.

Lebih lanjut , Heru menjelaskan bahwa sebelum Pantarlih melaksanakan Coklit harus mengikuti Bimtek tentang penyusunan daftar pemilih yang dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota dibantu oleh PPK atau PPS.

“Harapannya dengan mengikuti Bimtek, Pantarlih dapat mengetahui dan memahami terkait tugas, dan kewajiban Pantarlih,” ujar Heru.

Selanjutnya, Heru juga mengatakan bahwa mulai Senin (24/6/2024) sesuai tahapan Pilkada tahun 2024 adalah awal dimulainya masa kerja Pantarlih Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024

“Untuk memulai kerja tersebut, besok secara serentak Pantarlih seluruh Indonesia akan dilantik oleh masing-masing PPS dengan masa kerja selama 1 bulan, mulai 24 Juni-24 Juli 2024,” ujarnya memberi penjelasan.

“Coklit dilaksanakan oleh 148 orang Pantarlih se kapanewon Tempel dengan jumlah TPS sebanyak 85 TPS tersebar di  delapan Kalurahan,” imbuhnya.

Heru juga mengatakan bahwa seluruh persiapan pelantikan Pantarlih sudah hampir seratus persen rampung baik persiapan tempat, maupun persiapan lainnya. PPS dan Sekretariat PPS tinggal menyelesaikan kebutuhan administrasi kegiatan pelantikan.

“Semua petugas pelantikan sudah kita siapkan semuanya, yang jelas besok sangat spesial karena tidak hanya pelantikan tetapi dilanjutkan dengan bimbingan tehnis kepada Pantarlih yang di lantik, serta dilanjutkan dengan apel kesiapan dalam rangka memulai coklit Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman,” tutur Heru Krisdiantara diakhir pembicaraan.(sbd_kimtempel)