Kesbangpol Sleman Gelar Penyuluhan Bahaya Napza di Condongcatur

Sleman – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dab Zat Adiktif lainya) di Ruang wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Rabu (19/06/2024).

Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari ketika membuka acara berharap kegiatan yang diikuti oleh 80 orang ini dapat mengantisipasi adanya penyalahgunaan narkotika dilingkungan masyarakat, sekolah, kampus maupun instansi pemerintahan.

“Penyuluhan ini untuk meningkatkan pemahaman akan bahaya penyalahgunaan narkotika serta menyelamatkan generasi milenial untuk tidak lagi mendekati narkotioka setelah mengetahui akan dampak dan bahayanya,” ungkapnya.

Achmad Raharjo, mewakili Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman menyampaikan maksud dan tujuan penyuluhan ini adalah sebagai upaya preventif dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sehingga masyarakat mampu secara mandiri menangkal dampak negatif narkotika

“Dengan penyuluhan ini memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat kalurahan condongcatur terkait narkotika psikotropika dan zat adiktif lainya, kebijakan Pemda Sleman dalam mencegah penyalahgunaan NAPZA, Peran BNNK Sleman dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di kabupaten Sleman, juga memberikan pemahaman mengenai NAPZA ditinjau dari sisi kesehatan dan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat condongcatur mengenai Adiksi dasar, rehabilitasi dan konseking,” jelasnya.

Ditambahkan lebih lanjut Achmad Raharjo, permasalahan penyalahgunaan Narkotika mempunyai dimensi yang luas dan kompleks, baik dari susut pandang medik, psikiatri, Kesehatan jiwa maupun psikososial (ekonomi, politik, sosial budaya, kriminalitas). Penyalahgunaan narkotika merupakan fenomena sosial yang telah lama menjadi masalah sosial di masyarakat, hal ini dibuktikan dengan banyaknya kasus penyalahgunaan narkotika yang terjadi didalam masyarakat itu sendiri

“ Permasalahan penyalahgunaan narkoba adalah permasalahan yang tidak bisa hilang hanya dengan melakukan pemberantasan saja, namun perlu adanya upaya melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak buruk narkotika dan cara menghindari penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya.

Narasumber dari BNNK Sleman, Denie Ruth Unarapal, menyampaikan Napza dan Peran BNN Kabupaten Sleman dalam pencegahan  pemberantasan  Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika bahwa strategi yang dilakukan oleh BNN adalah dengan Soft Power Aproaches (pendekatan yang dilakukan dengan cara pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi), Strategi selanjutnya adalah Hard Power Aproaches (pendekatan dengan pemberantasan) dan strategi Smart Power Aproaches (pendekatan dengan optimalisasi IT dan Media Sosial)

“ Kegiatan pencegahan diantaranya dengan meningkatkan daya tangkal masyarakat terhadap penyalahgunaan Narkoba dengan fokus ketahanan keluarga dan ketahanan diri remaja anti Narkoba sedangkan Pemberdayaan masyarakat dilakukan bertujuan untuk memulihkan kawasan rawan dan membentuk penggiat di berbagai aspek, termasuk didalamnya adanya kegiatan deteksi dini melalui test urin,” jelas Denie.

“Di samping itu juga ada Rehabilitasi yaitu proses pemulihan komprehensif meliputi aspek biologis, psikologis, dan sosial bagi seseorang dengan gangguan penggunaan narkotika dengan Pendampingan pemulihan kepada pecandu dan memastikan klien dapat berfungsi optimal dan tetap dalam keadaan abstinence setelah selesai rehabiltasi yang terakhir dengan Kegiatan pemberantasan untuk memetakan, mengungkapkan jaringan dan memberantas peredaran gelap Narkoba,” ungkapnya

Narasumber Selanjutntnya dari Praktisi / Pemerhati Napza oleh Eko Prasetyo yang menyampaikan materi tentang Adiksi dasar, rehabilitasi dan konseling. kegiatan penyuluhan ditutup oleh Sri Nenggih Wahyuni. selaku Kabag Perencanaan dan Evaluasi RSA UGM  dengan materi tentang KomunikasiEfektif dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika. (Wasana/KIM Depok)




KB Tunas Bangsa Gelar Wisuda Bagi Siswanya

Sumbersari – Wisuda bukan hanya bagi mahasiswa yang sudah menyelesaikan belajarnya, tetapi sekarang pada setiap jenjang pendidikan melakukan Wisuda. Bahkan Pendidikan Usia Dini (PAUD) atau Kelompok Bermain (KB) juga melakukan wisuda.

Salah satunya adalah di KB dan PAUD Tunas Bangsa yang berlokasi di Sombangan, Sumbrrsari, Moyudan, Sleman. Wisuda Purna Siswa digelar pada hari Rabu (19/6/2024) bertempat di Gedung PAUD Tunas Bangsa.

Wisuda dihadiri oleh semua wali murid, Ketua RT dan RW dari Padukuhan Sombangan serta tokoh masyarakat sekitar.

Kepala KB Tunas Bangsa Riningsih dalam sambutannya menyampaikan bahwa KB Tunas Bangsa pada tahun ini meluluskan 17 siswa dari 24 siswanya. Lebih lanjut Riningsih menuturkan beberapa prestasi yang di raih oleh peserta didiknya dalam beberapa event yang diikuti.

“Setelah selesainya pendidikan di PAUD ini, kami serahkan kembali putra putri Bapak ibu untuk melanjutkan pendidikannya, kepada bapak, ibu orang tua,” ungkap Riningsih.

Dirinya juga menambahkan bahwa dalam proses pembelajarannya KB Tunas Bangsa sudah menggunakan Kurikulum Merdeka.

“Agar tumbuh kembang anak berkembang dengan baik, kami juga memberikan pendidikan untuk mencintai lingkungan, dengan memberi tugas mengumpulkan sampah, memilah sampah dan memanfaatkan kembali sampsh,” imbuhnya.

Sedangkan Pengawas PAUD Salumah dalam sambutannya menyampaikan atas nama Pemerintah dan Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman mengapresiasi kepada Lembaga KB Tunas Bangsa yang sudah ikut mencerdaskan Bangsa.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa KB Tunas Bangsa sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah dan sudah diskreditasi dari Badan Akreditasi Nasional.

“Semoga ke depan KB / PAUD Tunas Bangsa lebih maju, dicintai masyarakat sehingga akan menitipkan putra putrinya di Lembaga ini,” ungkap Salimah.

Ia pun juga mendoakan kepada para pendidik PAUD Tunas Bangsa. “NIatlah yang ikhlas, yakinlah dari yang Bapak Ibu tanam akan dinikmati hasilnya oleh anak cucu kita,” [ungkasnya.  (Giek/KIM Moyudan)




Cor Blok Jalan Dusun Patran Serap Tenaga Kerja dan Perlancar Transportasi

Dusun Patran Kalurahan Banyuraden Kapanewon Gamping menerima kegiatan padat karya infrastruktur tahun 2024 berupa program cor blok volume 105,57 km3 dengan pengerjaan selama 20 hari kerja yang dilakukan sebanyak 5 jam kerja per hari. Program yang berasal dari Bantuan Keuangan Khusus Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2024 tersebut merupakan pokok-pokok pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman yang menggunakan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanjan Daerah.

Menurut keterangan dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Banyuraden, Edi Waluyo saat dijumpai di lokasi proyek cor blok di Dusun Patran, Sabtu (15/6/2024) program padat karya infrastrukrur ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja penduduk setempat dan memperlancar transportasi warga yang sering melintasi jalan tersebut, serta membantu perekonomian warga yang terlibat langsung pada kegiatan cor blok.

“Syukur alhamdulillah pengecoran jalan dusun Patran yang dikerjakan oleh 52 orang per hari mulai dari tanggal 24 Mei hingga 15 Juni 2024 sudah selesai. Dalam pelaksanaan pekerjaan dari nol persen sampai selesai kami telah membagi tugas dan menjadwal pengurus maupun anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Banyuraden untuk ikut mendampingi,” tutur Edi.

Ia menambahkan, kegiatan cor blok jalan dusun memiliki beberapa manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat diantaranya adanya peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur dapat memacu pertumbuhan ekonomi lokal dengan mempermudah transportasi barang dan jasa, meningkatkan kualitas infrastruktur yang membuat jalan lebih kokoh dan tahan lama dibandingkan dengan jalan tanah atau kerikil, serta mempermudah akses bagi kendaraan dan pejalan kaki terutama selama musim hujan ketika jalan tanah cenderung berlumpur.

Sementara, Saryono yang merupakan salah satu tokoh masyarakat di dusun Patran mengatakan bahwa proyek pengecoran jalan sangat bermanfaat bagi masyarakat karena kondisi jalan yang baik akan mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

“Keuntungan lain yang didapat masyarakat yaitu dapat memberikan pekerjaan pada penganggur dan setengah penganggur, memberikan pendapatan kepada masyarakat, serta memupuk rasa gotong royong masyarakat,” imbuhnya.

Dengan memberikan kesempatan kerja bagi banyak orang dan memberdayakan masyarakat dengan melibatkan langsung dalam pembangunan daerahnya, serta memberi pendapatan kepada masyarakat yang terlibat langsung maka program pemerintah ini diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat kemiskinan di wilayah setempat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Komunitas Relawan MMC Latihan Kurban ke SMA Ma’arif 1 Sleman

Sleman – SMA Maarif 1 Sleman menggelar pelatihan pemotongan kurban bersama Relawan Media Margorejo Community (MMC) di SMA Maarif 1 Sleman, jalan Turi, Sono Wetan, Merdikorejo Tempel, Sleman, Selasa (18/6/2024).

Relawan MMC adalah komunitas yg bersifat sosial berbasis di wilayah kalurahan Margorejo anggotanya.

Kegiatan latihan qurban kali ini dimulai dgn penyerahan secara simbolis 1 ekor kambing dari pihak mmc kepada pihak sekolah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan herwan .

Kepala Sekolah SMA Maarif 1 Sleman, Wahyu Herlambang, menyampaikan ucapan terimakasih kepada keluarga besar MMC atas kepeduliannya pada SMA Maarif 1 Sleman ini.

“Dengan latihan kurban ini diharapkan para siswa bisa meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim yg taat kepada perintah Allah,” ujarnya.

Menurut Wahyu, menyembelih hewan kurban ini juga sama dengan menghilangkan sifat-sifat hewani yang ada pada manusia.

“Diharapkan kegiatan relawan MMC ini dapat menginspirasi komunitas yang lainnya untuk peduli lingkungan dan mau berbagi pada yang membutuhkan.

Tutik Rauf, perwakilan Komunitas Relawan MMC menyampaikan terimakasih atas sambutan dari keluarga besar SMA Maarif 1 Sleman

“Semoga jg kegiatan ini dapat bermanfaat untuk semuanya, terjalin silaturahmi yang semakin baik,” ujarnya. (Herlambang/KIM Tempel)




Peduli Lingkungan, Warga Tlukan Maguwoharjo Bungkus Daging Kurban Dengan Daun Jati

Panitia hari raya Iduladha masjid Baitul Hidayah dan Musala Baitul Muhtadin  menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di halaman Mushola Baitul Muhtadin Tlukan RT 08 RW 58 Sambilegi Kidul, Maguwoharjo, Depok, Sleman pada hari Senin (17/6/2024).

Ketua Panitia Penyembelihan Hewan Kurban Kampung Tlukan, Sambilegi Kidul, Surya menyampaikan bahwa tahun ini ada 2 ekor sapi dan  6 ekor kambing yang akan disembelih.

“Warga bersama sama gotong royong melakukan pembagian daging kurban” Ungkap Surya.

Uniknya, daging kurban yang akan dibagikan di Tlukan ini tidak dibungkus dengan plastik, melainkan dengan daun Jati yang kemudian dimasukkan kreneng anyaman bambu. Pembagian juga memakai besek yang dilapisi daun jati.

“Kita menyadari bahwa penggunaan wadah daging kurban dengan kantong plastik akan menambah sampah yang tidak bisa terurai. Dan juga plastik bercampur dengan darah akan menjadi residu,” jelas Surya.

Menurut Surya, ada beberapa alasan kenapa memilih daun jati sebagai pembukus daging kurban.

Pertama daun jati lebar, kuat, mudah dicari dan merupakan bahan organik ketika nanti dibuang akan terurai secara alami dan bisa menjadi kompos.

“Apalagi ketika tercampur dengan sisa darah dari daging akan menambah kualitas kompos yang terbentuk,” tuturnya.

Juga dari beberapa literatur menurut Surya bahwa berdasarkan hasil fitokimia dalam daun Jati terdapat flavonoid, alkoloid, tanin, napthaquinones dan antrakuinon yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau sebagai anti bakteri.

“Senyawa aktif dalam daun Jati ini dapat dipergunakan untuk mengawetkan daging,” tutupnya. (Sri Rahayu/KIM Maguwoharjo Depok)