Sambut HANI, BNN DIY Gelar Gowes Bareng

Sleman – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY bersama Komunitas Sepeda Antar Lintas Gowes Jogja (ALGOJO) menyelenggarakan kegiatan Gowes Bersinar dengan titik start di Kalurahan Condongcatur Depok, Sleman, Sabtu (15 /6/2024).

Ketua Panitai Gowes Bersinar, Arief Darmawan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP DIY menjelaskan Kegiatan bersepeda ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2024. Kegiatan yang terselenggara ini mengangkat tema ‘Masyarakat Bergerak, Bersama Melawan Narkoba Mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba)

“BNNP DIY menggandeng Komunitas Antar Lintas Gowes Jogja (ALGOJO) dan juga Lembaga dan instansi di DIY serta masyarakat umum. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan visi BNN RI yaitu Indonesia Drug Free 2024, dengan salah satu misinya untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman bahaya narkoba, sehat jasmani dan rohani dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045 khususnya di wilayah DIY,” jelasnya.

Sementara Kepala BNNP DIY, Andi Fairan, menyampaikan salah satu upaya dalam mencegah peredaran Narkoba yang ada di wilayah DIY yaitu, melalui kegiatan kampanye P4GN. Salah satunya melalui olahraga bersepeda yang bertujuan untuk memobilisasi dukungan masyarakat luas untuk ikut prihatin terhadap para korban penyalahgunaan narkoba serta membangun komitmen bersama untuk terus berupaya melakukan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan terhadap segala bentuk penyalahgunaan serta peredaran narkoba.

“Gowes dilaksanakan sebagai bagian kegiatan praHANI 2024, sementara acara puncak akan dilaksanakan pada saat upacara peringatan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada tanggal 26 Juni 2024,” ujar Andi.

Pembina Algojo sekaligus Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji, menuturkan, kegiatan gowes bareng merupakan salah satu agenda rutin Algojo, tiap Sabtu Pon. Jadwal gowes bareng juga dilaksanakan pada Sabtu Legi, Jumat Pon serta Gowes Reboan.

“Ada yang istimewa pada hari ini karena gowes bareng digabungkan dengan Gowes Bersinar (Bersih Narkoba) yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY. Kegiatan bersepeda dalam rangka menyambut Hari Anti Narkoba Internasional (HANI ) 2024,” ucapnya

Reno menambahkan, kegiatan gowes alias bersepeda sudah menjadi semacam ikon bagi Kalurahan Condongcatur, apalagi setelah Condongcatur dinobatkan sebagai Desa Bersinar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada 2018.

Kalurahan Condongcatur merupakan Desa Bersinar yang pertama kali saat itu di DIY sehingga hingga saat ini terus menjalin kerjasama baik dengan BNN Kabupaten Sleman maupun dengan BNN Provinsi DIY. Kerjasama berkait program kalurahan atau Desa Bersinar berupa pelaksanaan berbagai kegiatan, penyuluhan bahaya Narkoba, kampanye antinarkoba, perayaan HANI termasuk kegiatan gowes bareng.

“Bersepeda adalah olahraga yang digemari masyarakat. Karena itu kami merangkul para penggemar gowes untuk ikut bersama-sama kampanye mengusung tema antinarkoba, memberi pemahaman kepada masyarakat pentingnya hidup sehat tanpa Narkoba,” imbuh Reno.

Gowes Bersinar ini juga diikuti Mantan Gubernur Jawa Tengah dan mantan Capres 2024, Ganjar Pranowo yang saat ini sudah menjadi warga Sleman dan rutin mengikuti Gowes Reboan di Pos Pakem. (Wasana/KIM Depok)




PKK Kaluraharan Pondokrejo Gelar Pembinaan Administrasi untuk Kadernya

Bertempat di  Joglo Lurah Pondokrejo, Tempel, PKK Kalurahan Pondokrejo mengadakan pembinaan administrasi PKK bagi para Pengurus dari tingkat  dasa wisma, PKK RT,PKK RW sampai Tingkat PKK Kalurahan pada Sabtu (15/6/2024).

Detty, Ketua TP PKK Kalurahan Pondokrejo menyampaikan bahwa dengan adanya pembinaan administrasi bagi padukuhan dan pengurus PKK dikalurahan ini diharapkan agar administrasi dari tingkat bawah sampai atas bagus dan tersingkron untuk menghadapi lomba kalurahan inovatif di Tahun 2026 yang akan datang.

Sementara itu, Dwi utami Pengurus Pokja 1 Kapanewon Tempel menyampaikan pengalaman melihat lomba kalinov margorejo bulan lalu banyak inovasi yang bisa disiapkan untuk PKK Pondokrejo.

“Dimulai dari pembenahan administrasi yang sudah berjalan. Dengan adanya pembinaan ini agar menambah semangat ibu-ibu  pengurus dan lebih kompak lagi dalam berkegiatan di PKK,” harapnya.

Dalam kesempatan kali ini hadir narasumber dari PKK Kalurahan Banyurejo yaitu sekretaris PKK Banyurejo Ratna Zuliastuti. Dirinya memberikan paparan materi tentang buku wajib dan buku bantu beserta penjelasannya   mulai dari Tingkat Dasa Wisma, PKK RT, PKK RW , PKK Padukuhan sampai dengan administrasi PKK kalurahan .

Ratna juga menyampaikan pengalaman di Lomba kalurahan Inovatif yang sudah dilalui Banyurejo salah  satunya UP2K juara 1 dan akan mewakili kabupaten Sleman untuk maju lomba Gelari Pelangi Pokja 2 ke tingkat Propinsi .

“Ini merupakan tantangan baru karena materi gelari pelangi dengan 5 pilot Project yang masih baru dan akan dilombakan,” ungkapnya. (sbd_kimtempel)




Banyuraden Gelar Diseminasi Konten Positif Pengendalian dan Penanganan Zoonosis

Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan diseminasi konten positif dengan mengangkat tema pengendalian dan penanganan zoonosis di Gedung Serbaguna Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (14/6/2024).

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman  menghadirkan narasumber Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Hj. Yuni Satiya Rahayu, Perwakilan dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia, drh. Muhamad Arfiansyah Listyawan, serta Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr. Riris Andono Ahmad.

Dalam sambutan pembukanya, Lurah Banyuraden, Sudarisman menyambut baik kegiatan sosialisasi dan diskusi mengenai penyakit hewan yang dapat menular ke manusia atau disebut zoonosis. Pihaknya berharap hasil diskusi tersebut dapat disebarluaskan ke masyarakat demi meningkatkan kesadaran dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya dan cara penularan penyakit zoonosis.

“Zoonosis perlu diantisipasi sedini mungkin mengingat sudah mendekati hari raya kurban. Dengan memberikan informasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk menghindari penularan agar meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi wabah atau insiden terkait zoonosis,” tutur Sudarisman.

Senada hal tersebut, Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Hj. Yuni Satiya Rahayu menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pokok pikiran Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta yang menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta  melalui kegiatan diseminasi konten positif dengan tujuan menyebarluaskan informasi yang bermanfaat dan edukatif guna meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya mengenai zoonosis.

“Kami memberikan informasi dan edukasi berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya para peternak agar lebih tanggap khususnya terhadap zoonosis serta lebih kritis terhadap informasi yang beredar untuk membantu mengurangi penyebaran berita palsu,” imbuhnya.

Sementara, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr. Riris Andono Ahmad mengungkapkan bahwa penanganan zoonosis memerlukan kerjasama yang erat dari berbagai bidang terkait antara kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat.

“Sampah yang menumpuk menjadi tempat yang nyaman bagi tikus untuk berkembangbiak dan tinggal di sekitar tempat tersebut karenanya leptospirosis harus diwaspadai. Selain itu lalat, nyamuk, kecoa juga bisa menimbulkan bahaya diare yang menyerang saluran pencernaan,” tambahnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




KPU SLeman Launching Maskot dan Jingle Pilkada Tahun 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman meluncurkan Maskot dan Jingle tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 yang digelar di Utara Lapangan Denggung Sleman pada Sabtu malam (15/6/2024).

Maskot bernama GEMATI yang berarti Gumregah Pilih Bupati Lan Wakil Bupati Sleman dan Jingle pemilihan bupati dan wakil bupati diluncurkan sebagai tahapan menuju Pilkada serentak yang akan dihelat tanggal 27 November 2024 mendatang.

Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi, mengapresiasi kepada seluruh pihak dan masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan umum untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten tanggal 14 Februari 2024 lalu telah berjalan dengan lancar.

“Usai menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara KPU dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dan tahapan pilkada serentak seluruh Indonesia diluncurkan oleh KPU RI pada tanggal 30 Maret 2024, maka hari ini kami pilih meluncurkan tahapan pemilihan bupati dan wakil Bupati Sleman tahun 2024,” ujar Baehaqi.

Dia menambahkan maskot GEMATI dengan tag line Gumregah Pilih Bupati Lan Wakil Bupati artinya adalah ikut berkontribusi dalam peran masing-masing untuk membangun bumi sembada.

Visual yang ditampilkan GEMATI merupakan sosok burung Punglor berwarna oranye dengan mengenakan kaos elegan nan simpel berwarna merah. Dengan tampilan segar dan kekinian seperti pemilu yang pemilihnya adalah kaum milenial dan gen z, KPU dituntut untuk mengikuti perkembangan ruang dan waktu.

“Untuk itu saya mengajak semua pihak sama-sama menyukseskan pelaksanaan pilkada Sleman tahun 2024. Jangan lupa ke TPS hari Rabu tanggal 27 November 2024,” ucapnya.

Sementara, Wakil Bupati Sleman , Danang Maharsa mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sleman untuk tetap bersatu dalam konteks kebangsaan. Walaupun Indonesia merupakan negara demokrasi yang memiliki kebebasan memilih, tetap akan timbul perbedaan pilihan dan perbedaan pendapat.

“Pilkada serentak tanggal 27 November 2024 mendatang semoga bisa terlaksana dengan aman dan kondusif serta persaudaraan antar masyarakat tetap terjaga.” pintanya.

Dia mengingatkan kepada seluruh penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu baik ditingkat kecamatan maupun kalurahan agar menjalankan tugas dengan memenuhi prinsip mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, akuntabel, efektif, efisien dan eksesibel.

“Kepada partai politik untuk berkampanye secara sehat, jujur, pilkada yang berintegritas dan melarang Tindakan-tindakan yang tidak terpuji dan mencederai demokrasi.” urainya.

Dia berharap pilkada serentak 2024 bisa berlaku secara inklusif yakni adil dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya kaum Perempuan, kelompok minoritas dan marjinal, lansia serta penyandang disabilitas.

“Mari kita sukseska gelaran pilkada mendatang semoga terlaksana sukses, aman dan kondusif. Terimakasih KPU Kabupaten Sleman dan Bawaslu Sleman yang telah mempersiapkan tahapan Pilkada serentak 2024,” pungkasnya. (sbd_kimtempel/Foto: Pemkab Sleman)




Bantu Atasi Stunting, Kalurahan Merdikorejo Luncurkan Gemercik si Centing

Sleman – Dalam rangka upaya mendukung Program Pemerintah bidang Kesehatan khususnya di dalam Percepatan Penurunan Angka Stunting, Pemerintah Kalurahan Merdikorejo melaunching Kegiatan Gerakan Merdikorejo Ciptakan, Atasi dan Cegah Stunting (Gemercik Si Centing) di halaman Kalurahan Merdikorejo, Sabtu (15/6/2024).

Acara diawali Rembuk Stunting pada hari Jumat di hadiri pamong kalurahan, kader IMP, kadi Posyandu, pendidik PAUD, PKK, KPM, Bidan Kalurahan , Babinsa, Babinkamtibmas, Pendamping Kalurahan. Sebagai Narasumber kepala Puskesmas Tempel I dan Tenaga Ahli dari Dinas terkait. Hasil dari Rembuk Stunting berupa 7 usulan program terkait percepatan penurunan angka Stunting misalnya Pemberian PMT pada Posyandu dan PAUD, Pembentukan PIK-R.

Acara inti Launching Gemercik Si Centing diawali Senam Bersama dilanjutkan Pemeriksaan Kesehatan, Screening Anemia Remaja Putri, Simulasi Posyandu.  Selain itu ditampilkan pojok UMKM dengan pelaku kader posyandu serta lomba masak makanan sehat atasi Stunting diikuti seluruh padukuhan di Merdikorejo. Acara ini juga ditampilkan kreasi tiap PAUD yang ada di Kalurahan Merdikorejo dan grup karawitan karang taruna Soka Martani yang syair di tembang- tembang yg ditampilkan ditambahi pesan pencegahan Stunting.

Acara dihadiri Bupati Sleman, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas P3AP2KB, Pj Panewu, Panewu Anom, JawatSos, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas Tempel I, TP PKK, Kader Desa Siaga, dan Kader IMP.

Akhir Acara dibacakan Komitmen Percepatan Penurunan Angka Stunting, Penandatanganan Pakta Integritas serta pengukuhan PIK-R oleh Bupati Sleman

“Output dari kegiatan ini bertujuan untuk memicu dan menumbuhkan kesadaran masyarakat supaya lebih peduli untuk mencegah stunting serta menguatkan lintas sektor dalam berkontribusi mengatasi stunting di kalurahan,” ujar Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. (Dony_Kimtempel)