Dishub DIY Kampanyekan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Margomulyo

Sleman – Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bekerja sama dengan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) mengadakan sosialisasi keselamatan lalu lintas yang dikemas dalam Kampanye Keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di Kalurahan Margomulyo pada hari Kamis (13/6/2024).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Kalurahan tersebut menghadirkan 50 peserta dari unsur pamong Kalurahan, Babinsa, lembaga Kalurahan, jaga warga dan tokoh masyarakat.

Eko Puji Mulyanto, Lurah Margomulyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kampanye keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan raya sangatlah penting, mengingat wilayah Margomulyo sebentar lagi akan semakin ramai dengan selesainya pembangunan jalan Tol. 

“Wilayah Sleman sendiri menyandang predikat peringkat ke-2 laka lantas di Indonesia,” ungkapnya.

Eko juga mengharapkan peserta dapat mensosialisasikan kampanye keselamatan lalu lintas kepada masyarakat  luas di wilayah masing masing.

Narasumber pertama yang memberi materi adalah Brigadir Jendral Polisi Andi Fairan , yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY.  Dalam paparannya, Andi Fairan bicara masalah data yang menunjukkan angka prevalensi di DIY mencapai orang.

“Pemakaian sabu 1 gr/ hari yang bisa dikonsumsi 4 orang. Sehingga dalam 1 hari ada 4,5 kg sabu yang dikonsumsi. Apabila harga 1 gram sabu 1,4 juta maka yang dikeluarkan untuk sabu dalam 1hari sebesar 6,3 Milyar,” ujarnya.

Andi menambahkan yang menjadi masalah adalah status Yogyakarta sebagai miniatur Indonesia, sebagai kota pelajar, sebagai tempat tujuan wisata dan memiliki Bandara International YIA. Dikemukakan juga oleh Andy bahwa sumber perolehan Narkoba berasal dari teman/pacar dengan alasan penggunaan narkoba tersebut adalah ingin mencoba.

Margomulyo ditunjuk sebagai tempat sosialisasi Narkoba dikarenakan Margomulyo  termasuk kawasan Kalurahan rawan narkoba  di DIY dengan kategori waspada. Dengan kondisi yang ada tersebut, Andy mengingatkan akan adanya tema besar pada hari Anti Narkoba International tanggal 26 Juni 2024 yaitu Masyarakat bergerak, bersama melawan Narkoba, wujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

Lazuardi dari Dinas Perhubungan DIY sebagai pemateri kedua, membuka paparannya dengan menyampaikan bahwa DIY menempati rangking 4 laka lantas di Indonesia.

“Untuk itu dengan adanya sosialisasi ini diharapkan peserta menjadi agen keselamatan berlalu lintas,” ujar Lazuardi.

Lazuardi juga menyampaikan hal hal yang berkaitan dengan kelengkapan berkendara, yang meliputi penggunaan helm, sarung tangan dan sepatu. Dibahas juga tentang perilaku lalu lintas dengan memutarkan beberapa video pembelajaran perilaku yang benar dan salah.

Tentang dampak lalu lintas, Lazuardi juga memberi beberapa ilustrasi kondisi yang sering terjadi seperti kemacetan, kecelakaan,  sangsi tilang dan penguncian ban kendaraan.

Apianto Kurniawan dari Jasa Marga sebagai pemateri ketiga menjelaskan ketugasan dari Jasa Marga yaitu membayar santunan dan mengumpulkan dana dari pajak kendaraan.

Diakhir kegiatan dilakukan tanya jawab dengan peserta sosialisasi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Dinas Pertanian Sleman Gelar Sekolah Lapang Bawang Merah Poslukal Jogotirto

Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Demplot Sekolah Lapang Tanaman Bawang Merah kelompok Pos Penyuluhan Kalurahan (Poslukal) Jogotirto. Demplot berada di tanah kas lokasi Sentonorejo, Jogotirto, Berbah, Sleman pada hari jumat 14 Juni 2024.

Awang Kurniawan salah satu anggota Poslukal Jogotirto menjelaskan bahwa demplot yang dipergunakan merupakan tanah kas Kalurahan seluas 2000 meter persegi.

Untuk persiapan lahan sudah dilakukan beberapa hari yang lalu terdiri dari pengolahan lahan, pemberian pupuk dasar dan dolomit , pembuatan guludan serta pemasangan mulsa juga pelubangan mulsa.

“Untuk hari ini Jumat 14 Juni merupakan  penanaman perdana bibit bawang merah, dan akan dilanjutkan sampai semua lahan tertanami,” tutur Awang.

Lurah Jogotirto Mitha Mayasari yang juga ikut melaksanakan tanam perdana bawang merah menyampaikan bahwa program demplot sekolah lapang tanaman bawang merah Poslukal Jogotirto mendapatkan bimbingan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan kabupaten Sleman melalui Program kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM).

“Semoga semua anggota kelompok selalu semangat dalam melaksanakan budidaya tanaman bawang merah. Semoga kedepan tetap bisa meraih program pelatihan melalui PUPM dalam bentuk yang lain,” ungkap Mitha.

Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi menuturkan bahwa program kegiatan demplot SL bawang merah melalui PUPM ini merupakan usulan warga masyarakat lewat musrenbang tahun yang lalu.

“Usulan baru terealisasi tahun ini khusus untuk penanaman bawang merah,” kata Tri.

Dirinya mengatakan, pembinaan  yang dilakukan  Dinas Pertanian meliputi persiapan , penanaman bawang merah sampai paska panen.

Harapannya semoga anggota kelompok  poslukal Jogotirto bisa memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan sampai tuntas.

“Mestinya dari dinas pertanian dalam menentukan demplot berdasarkan kajian kesesuaian kondisi tanah dan agliklimat untuk tanaman bawang merah. Sehingga akan memberikan hasil panen yang maksimal,” tambah Tri. (Kusnadi/KIM Berbah)




Awasi Perekrutan Pantarlih, Panwascam Tempel Sambangi PPS Lumbungrejo

Sleman – Panwascam Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman melakukan pengawasan tahapan perekrutan Pantarlih dengan melakukan kunjungan ke Sekretariat PPS Lumbungrejo, Jumat (14/6/2024). Hal ini dilakukan untuk memastikan perekrutan Pantarlih sesuai regulasi.

Hadir dalam monitoring dan pengawasan ini, Kordiv. Penanganan, Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa ( PP dan PS) Panwascam Tempel Moch Noor Wachid, beserta staf pendukung nya, diterima oleh  Ketua PPS Lumbungrejo Sih Budi Daryanto dan anggota.

Noor Wahid mengatakan, pengawasan memastikan data jumlah TPS beserta jumlah pemilih, jumlah Kepala Keluarga (KK) dan Jumlah Petugas Pemutakhiran Data Pemilih yang dibutuhkan tiap TPS dalam setiap kelurahan/desa untuk Pemilihan Tahun 2024.

Kata dia, pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih dilaksanakan secara terbuka dengan memperhatikan kompetensi, kapasitas, integritas, dan kemandirian calon Pantarlih. Selain itu dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan.

“Memastikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam melakukan pembentukan Badan Adhoc Petugas Pemutakhiran Data Pemilih dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan,Memastikan syarat menjadi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Ketua PPS Lumbungrejo, Sih Budi saat mendampingi Panwascam di kantor sekretariat PPS Lumbungrejo . Ia mengatakan kegiatan hari ini adalah mendapat monitoring dan pengawasan di hari kedua pendaftaran Pantarlih di Lumbungrejo, setelah sebelumnya monitoring juga dilakukan oleh PPK kecamatan Tempel. (sbd_kimtempel)




Sebanyak 93 Wisudawan Ikuti Prosesi Wisuda SD Muhammadiyah Pakem

Sleman – Wisuda Purna Siswa merupakan agenda rutin SD Muhammadiyah Pakem yang dilaksanakan setiap tahun setelah semua proses pembelajaran siswa-siswi kelas VI selesai atau setelah siswa mendapatkan hasil ASPDBK.

Kegiatan wisuda tahun ini dilaksanakan Sabtu (15/6/2024) di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir Universitas Islam Indonesia dengan dipenuhi suasana haru dan dihadiri oleh siswa, guru, orang tua, dan tamu undangan.

SD Muhammadiyah Pakem tahun ini meluluskan sebanyak 93 siswa, serta tahun ini adalah Angkatan lulusan ke XVII SD Muhammadiyah Pakem. Untuk itu acara kali ini diberi tema “Happy Graduation Day Sixth Grade Of SD Muhammadiyah Pakem Elementary School Angkatan XVII”.

Acara wisuda berlangsung pukul . Sebelum acara dimulai, untuk menghibur para tamu undangan yang sudah hadir ditampilkan Tim Tari siswi SD Muhammadiyah Pakem yang beranggotakan Aerilyn kelas 1B, Mehrunisa kelas 3B, Kirana kelas 3C, Annasya kelas 4B, dan Amira kelas 4B di bawah asuhan Bapak Alex Mulya dengan menarikan tari Gembira karya Untung.

Tepat pukul acara dimulai. Acara dimulai dengan kirab para calon wisudawan wisudawati. Barisan pertama terdapat penari Wanara Arga siswa kelas 4 yang berkostum dan berdandan seperti kera dan dua anak siswa kelas 4 yang membawa bendera merah putih serta bendera Muhammadiyah. Diikuti pemain drumband siswa kelas 5, kepala sekolah, wali kelas, calon wisudawan wisudawati, dan dibarisan terakhir ditutup oleh peserta Tapak Suci siswa kelas 4 dan 5. Mereka berjalan dari depan gedung sampai memasuki gedung dengan diiringi musik drumband, hingga wisudawan wisudawati menempati tempat duduknya masing-masing.

Dilanjutkan penari Wanara Arga yaitu Kezha siswa kelas 4C menunjukkan kebolehannya di atas panggung. Acara berikutnya yaitu Kalam Illahi yang dibacakan oleh Evan dan Nisa siswa kelas 5C. Kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah oleh Gema Nada Smupa siswa-siswi SD Muhammadiyah Pakem.

“Bangga atas prestasi yang diperoleh SD Muhammadiyah Pakem, yaitu tahun ini memperoleh peringat ke-4 ujian sekolah Ismuba se-Kabupaten Sleman dari 79 Sekolah Dasar Muhammadiyah. Semoga prestasi SD Muhammadiyah Pakem dapat terus bertahan bahkan meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Sudarto dari PDM Sleman.

Sambutan kedua dari Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Sleman, yaitu Ahmad Ritaudin. Dirinya mengapresiasi atas prestasi yang diperoleh SD Muhammadiyah Pakem karena hasil ASPDBK tahun ini SD Muhammadiyah Pakem memperoleh peringkat 1 di Kapanewon Pakem dan peringkat 10 di Kabupaten Sleman. Ahmad juga berharap semoga kelak SD Muhammadiyah Pakem bisa mewarnai sampai tingkat provinsi maupun nasional.

 “Hari ini adalah hari yang istimewa bagi kita semua. Enam tahun sudah putra putri kita berupaya menjadi putra putri terbaik. Pada kesempatan kali ini, ibu Kepala SD Muhammadiyah Pakem menyerahkan kembali siswa-siswi kepada bapak/ ibu orang tua, mudah-mudahan menjadi amal jariyah bagi bapak/ ibu guru semua. Dan kami memohon maaf jika selama enam tahun mendidik dan membimbing putra putri kami, banyak salah dan khilaf yang dilakukan anak-anak kami, kami sebagai orang tua memohonkan maaf yang setulus-tulusnya,” tutur Soetanto, perwakilan dari wali murid. (Arief Hartanto)




Pastikan Kuantitas Isi Tabung Elpiji, Dinas Perindag Sleman Sidak Stasiun Pengisian Elpiji

Sleman – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelayanan Metrologi Legal melakukan sidak lapangan Pengawasan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) Gas Elpiji di Statasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Jatirata Mitra Mulya, Medari, Sleman, Jumat (14/6/2024).

Dwi Riyanto, Pengawas Kemetrologian Ahli Pertama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Perdagangan RI di mana setiap kabupaten/kota di Indonesia diminta untuk melakukan pengawasan terhadap kuantitas gas elpiji yang beredar di daerahnya.

“Ini kegiatan pengawasan terkait kuantitas gas bersubsidi. Hal ini dilakukan berdasarkan surat dari kementerian, di mana ada temuan di Tanjung Priok, berat gas bersubsidi di sana ada yang di bawah ketentuan,” ungkapnya.

Atas instruksi itu, lanjut Dwi, UPTD Pelayanan Metrologi Legal Sleman kemudian melakukan sidak lapangan ke SPPBE yang berada di Kabupaten Sleman.

“Ada 3 lokasi, kemarin yang pertaman di Bokoharjo, kemudian sekarang ini (Jumat) di Medari, kemudian berikutnya di Ambarketawang Gamping,” ujarnya.

Dari 2 kali sidak yang dilakukan, Dwi mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan di SPPBE terkait kuantitas gas elpiji 3 kg.

“Tidak ada temuan, di mana standar dari isi gas dan tabungnya itu minimal 7,96 kg. Dari 50 sample tabung gas elpiji yang dites saat sidak (di Medari), semuanya di atas standar tersebut. Berkisar di angka 8, sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Dwi menuturkan, Dinas Perindag Sleman akan terus memastikan kuantitas gas elpiji bersubsidi yang beredar di Sleman sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk itu, pihaknya masih akan terus menelusuri untuk memastikan tidak ada temuan gas yang tidak sesuai ketentuan di lapangan.

“Kita akan telusuri, bisa saja di SPPBE nya sudah sesuai dengan ketentuan, tetapi di pihak pengecer atau agennya ada pelanggaran. Atau bisa jadi dari kualitas tabung, semuanya akan kita pastikan agar tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Dirinya juga mengimabu agar masyarakat pengguna gas elpiji bersubsidi untuk dapat melaporkan ketika merasa kuantitas gas yang digunakan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Agar bisa kita telusuri, kebocoran kuantitasnya itu di mana,” pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Perindag Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Pemkab Sleman, tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada SPPBE.

“Kita melindungi baik SPPBE maupun masyarakat pengguna, agar tercipta suasana yang kondusif, adem ayem,” ujarnya.

Dirinya berharap, dengan sidak ini kebutuhan elpiji masyarakat dapat terjamin dan kuantitasnya sesuai dengan ketentuan yang ada.