KORMI Sleman Terima Dana Hibah dari Pemkab Sleman

Sleman – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) menerima dana hibah sebesar Rp. ,-. Penerimaan dana tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor tanggal 2 Januari 2024 tentang Penerima Hibah Berupa Uang Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan Kabupaten Sleman tahun 2024.

SK tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sleman Nomor: 900/005/ DISPORA SLEMAN/III/2024 dan 002/  tanggal 27 Maret 2024 bahwa  KORMI Kabupaten Sleman menerima hibah sebesar Rp. ,- (lima ratus juta rupiah).

Suparman APP, Ketua KORMI menuturkan, Pemberian dana hibah diantaranya bertujuan untuk membantu pemerintah daerah di bidang olahraga masyarakat.

“Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran masyarakat,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengurus KORMI di Kantor Sekretariat KORMI Sleman, Rejodani, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Minggu (9/6/2024).

Sementara itu Sekretaris Umum KORMI Kabupaten Sleman Slamet Sasongko menjelaskan lebih detail bahwa dana hibah tersebut penggunaannya telah tertuang dalam dokumen kegiatan dan anggaran KORMI 2024 diantaranya untuk biaya operasional, meningkatkan kebugaran masyarakat dengan senam masal, mensupport KORMI Kapanewon dan mensupport kegiatan Inorga (Induk Organisasi Olahraga) yang sudah menjadi anggota penuh.

“Inorga KORMI yang sudah menjadi anggota penuh dan disupport pembiayaannya untuk tahun 2024 yaitu Taiji Atni, Taiji Adyti, Porpi (Persatuan Olah Raga Pernafasan Indonesia) Sleman Barat, Pelangi (Perkumpulan Pelayang Indonesia), Senam Tera, Gateball, IDCA (Indonesia Drum Corps Association), ULD (Universal Line Dance) LSPSN (Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara) dan KBI (senam pernafasan Komunitas Be Per Indonesia),” ujarnya.

Ia menuturkan, Inorga atau lebih tepatnya cabang olahraga masyarakat yang tetap menjadi anggota harus memiliki beberapa peryaratan diantaranya  memiliki AD ART KORMI di tingkat Pusat, ada kepengurusan, memiliki sekretariat, memiliki binaan sanggar minimal 5, memiliki akta pendirian yang menginduk di pusat, serta memiliki nomor rekening organisasi.

“Terhadap pengurus, semoga semua kegiatan yang sudah tertuang dalam DKA (Dokumen Kegiatan dan Anggaran) KORMI dilaksanakan sesuai rencana, dan semoga kegiatan yang dilaksanakan oleh KORMI betu-betul bermanfaat bagi masyarakat luas dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan bugar,” pungkasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Lurah Balecatur Kukuhkan Pokja Dukung Gerakan Nasional PAUD

Sleman – Lurah Balecatur, Andri Septiyanto, Sabtu (8/6/2024) melakukan pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Ibu Pendidikan Anak Usia Dini Tingkat Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping di Cafe Kopi Ro Teh Sedayu. Pengukuhan dihadiri oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo didampingi Panewu Gamping, Tamzis Sarwana.

Usai pengukuhan dilanjutkan penandatanganan berita acara program nasional dalam gerakan pendidikan anak usia dini yang berkualitas sebagai anak panah yang dibentangkan di gendewa menuju titik Indonesia emas demi menciptakan sumberdaya manusia yang unggul dan berdaya saing serta mampu membawa Indonesia menjadi negara yang makmur, adil, dan berkelanjutan pada tahun 2045.

Dalam sambutannya, Lurah Balecatur, Andri Septiyanto sangat mendukung program gerakan nasional pendidikan anak usia dini yang berkualitas yang bertujuan untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan awal yang baik dalam pendidikan yang akan membantu anak dalam mencapai potensinya sehingga berkontribusi secara positif bagi perkembangan sosial dan ekonomi negara di masa depan.

“Sebagai pendidik anak usia dini saya berharap ibu-ibu dan bapak-bapak dapat terus meningkatkan kinerja dan peranannya sebagai tokoh sentral gerakan nasional pendidikan anak usia dini di tingkat Kalurahan Balecatur,” harap Andri dihadapan peserta kegiatan.

Senada hal tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo juga berpesan kepada tenaga kependidikan agar dalam mendidik anak pada usia dini dapat memberikan materi pendidikan anak yang berakhlakul kharimah dan berkearifan lokal menuju masyarakat Sleman yang sejahtera sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Sleman.

Menurutnya, pendidikan anak yang berakhlakul karimah atau berakhlak mulia dan berkearifan lokal memiliki berbagai manfaat yang signifikan bagi individu, masyarakat, dan bangsa salah satunya adalah pembentukan karakter yang baik karena anak-anak yang dididik dengan nilai-nilai akhlak mulia cenderung memiliki moral yang baik antara lain kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, dan empati yang akan membantunya menjadi individu yang berintegritas dan dapat dipercaya.

“Dengan mengintegrasikan akhlakul karimah dan kearifan lokal dalam pendidikan, kita tidak hanya membentuk individu yang baik dan berkarakter, tetapi juga memperkuat pondasi budaya dan sosial masyarakat yang pada akhirnya akan berkontribusi pada kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” imbuhnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Peringati Hari Lingkungan Hidup, Bupati Sleman Ajak Warga Berbah Kelola Sampah dari Rumah

Sleman – Forum Lingkungan Hidup kapanewon (FLH) Berbah menyelenggarakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Minggu (9/6/2024) di lapangan Tanjung, Kalitirto  Berbah, Sleman, DIY. Kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Ketua FLH Berbah Kusnadi menyampaikan bahwa peringatan hari Lingkungan Sedunia sebenarnya diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya.

“Namun karena berbagai hal baru bisa memperingati pada hari ini,” ucap Kusnadi.

Kusnadi menuturkan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Berbah adalah bersih bersih sampah, senam sehat bazar UMKM serta pengenalan bank sampah dari JPSM Sehati Sleman. Untuk malamnya pengajian Sholawatan bersama Al-Habib Musthafa Syayyidi bin Abdurrahman Baraqbah, LC.

“Harapannya dengan peringatan ini memberi semangat warga Berbah dalam upaya peduli lingkungan terutama pengelolaan sampah,” tambah Kusnadi.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa kapupaten Sleman merupakan wilayah penyangga pangan DIY dan juga penyangga air bagi Kota Jogja dan Bantul.

“Maka dari itu penanganan sampah di Sleman harus dilakukan dengan baik agar tidak mencemari lingkungan terutama mata air,” kata Kustini.

Kustini juga mengingatkan tentang penutupan TPA Piyungan yang berimbas kepada penanganan sampah di Kabupaten Sleman.

“Untuk itu masyarakat Berbah dimohon melakukan pengelolaan sampah dari sumbernya yaitu di rumah masing masing-masing” Tambahnya.

Kepala DLHK Sleman Epiphana Kristiyani  memberikan apresiasi kepada FLH Berbah yang telah melakukan kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dirinya berharap, kegiatan ini dapat memberi penyadaran kepada masyarakat untuk peduli lingkungan.

“Ketika pengelolaan  lingkungan dilakukan dengan baik, akan menjadikan lingkungan sehat dan indah sehingga nyaman untuk untuk ditempati,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Posyandu Asparagus II Wakili Sleman dalam Lomba Posyandu Tingkat DIY

Sleman – Posyandu Asparagus II Babadan Baru Kentungan Condongcatur mewakili Kabupaten Sleman menjalani penilaian sebagai Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi DIY di Ruang Anglocita Tama Kapanewon Depok, Senin (10/6/2024).

Lomba Posyandu Berprestasi tahun 2024 ini menitikberatkan pada proses dan hasil layanan posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), dimana konsep layanan ILP adalah mendekatkan layanan kesehatan, Pengawasan Wilayah Setempat (PWS) dan Layanan dengan pendekatan sasaran seluruh siklus hidup

Kegiatan penilaian lomba ini dilakukan secara daring (zoom metting) dan didukung dan didampingi penuh oleh seluruh lintas sektor baik dari Kalurahan, Kapanewon, PLKB, PKK, Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kab Sleman,  Seluruh sektor bersama sama membersamai dan mendukung jalannya penilaian Lomba dengan tim juri daro PKK DIY, BKKBN DIY dan Dinas Kesehatan DIY

Dalam Paparanya, Novita Savitri, perwakilan Posyandu Asparagus 2 menyampaikan bahwa Posyandu Asparagus 2 memiliki Motto “Bekerja Sosial secara Profesional”.

“Dengan begitu diharapkan masyarakat akan mendapatkan juga kemanfaatannya yang maksimal. Posyandu Asparagus 2 siap beraksi untuk kesehatan semua,” ungkapnya

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji berharap Posyandu Asparagus mendapatkan hasil maksimal dari Lomba Posyandu tingkat DIY ini.

“Semua pertanyaan dari tim  juri telah dijawab dengan baik oleh Ibu Novita Savitri selaku Kader yang mewakili, mudah mudahan dan mohon do’anya Posyandu Asparagus 2 Babadan Baru Kentungan mendapatkan Hasil yang terbaik,” ucapnya.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subiantoro menyampaikan bahwa apa yang sudah dilaksanakan dan didapatkan posyandu asparagus 2 ini adalah buah dari ketulusan dalam mengelola masyarakat

Sementara Panewu Depok, Wawan Widiantoro memberikan motivasi kepada kader kader posyandu untuk terus semangat memberikan layanan kemanfaatan kepada masyarakat

“Semoga penilaian kader berprestasi dan posyandu berprestasi ini dapat menghasilkan hasil terbaik yang selanjutnya akan mewakili provinsi DIY ditingkat nasional,” pungkasnya. (Wasana/KIM Depok)




SMP N 3 Tempel Serahkan Kembali Siswa Kepada Orang Tua

Sleman – SMP Negeri 3 Tempel yang berlokasi di Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, Sleman menyerahkan kembali siswa kelas 9 kepada orang tuanya. Acara digelar pada Senin (10/6/2024) di Gedung Pertemuan Kalurahan Pondokrejo, Tempel.

Kepala Sekolah SMP N 3 Tempel Dwi Utami dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari seluruh siswa kelas 9 yang terdiri dari 80 Laki-laki dan 78 perempuan sudah menyelesaikan seluruh progam pembelajaran yang diakhiri dengan asesmen.

“Karena para siswa kelas 9 telah selesai mengikuti serangkaian pembelajaran di SMP ini selama 3 tahun, hari ini saya serahkan kembali para siswa kepada orang tua,” tambah Dwi Utami. 

“Semoga anak-anaku yang sudah dinyatakan lulus tetap menjalin silaturahmi dengan sekolah, dan dapat melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya,” harap Dwi.

Sedangkan Komite Sekolah dalam sambutannya yang disampaikan oleh Andiyanto mewakili Orang tua siswa, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Kepala Sekolah dan seluruh pendidik yang telah memberikan seluruh ilmunya.

“Kami seluruh orang tua siswa kelas 9 yang sudah dinyatakan lulus, menerima kembali anak-anak kami, dan kami mohon doa restunya semoga anak-anak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya,” ungkap Andiyanto.

Di akhir acara Sekolah memberikan trofi kepada para siswa yang menempati rangking 1 sampai dengan rangking 3 dalam pencapaian nilai rata-rata baik Ijazah maupun nilai Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASDP). Siswa yang menempati rangking 1-3 dalam nilai rata-rata ijazah adalah Oktavia Nor Utari, Feri Ahmad Setiawan dan Widia Saputri. Sedangkan rangking 1-3 nilai rata-rata ASPD adalah Haidir Bintang Alfarrel, Feri Ahmad Setiawan dan Safira Priharsiwi. (Giek/KIM Moyudan)