Bupati Sleman Kukuhkan 50 Kader Pancasila Kalitirto

Sleman – Sebagai dasar negara, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila jangan hanya dijadikan slogan atau dihafalkan semata, akan tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tujuan terbentuknya masyarakat adil makmur dan sejahtera bisa terwujud.

Demikian disampaikan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pada saat mengukuhkan 50 Kader Pancasila di wilayah Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Rabu (26/6).

Kustini menekankan bahwa menjadi kader Pancasila, berarti menjadi panutan bagi masyarakat. Sebab, ujarnya, menjadi kader Pancasila berarti harus lebih paham, lebih siapm dan lebih baik dalam pengamalan Pancasila.

“Tentunya tanggungjawab ini harus dilaksanakan dengan tekad yang kuat dan keteguhan hati,” ungkapnya.

Tugas sebagai kader Pancasila, lanjut Kustini, bukanlah tugas yang ringan. Diperlukan komitmen yang kuat, integritas diri, dan konsistensi dalam pelaksanaannya. Terlebih, Pancasila bukan hanya slogan atau pun hafalan.

“Upaya revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, perlu dilakukan dalam perkembangan kebangsaan Indonesia saat ini. Sebab, kini banyak terjadi dinamika seiring dengan perubahan dan perkembangan jaman. Era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini menjadikan seperti pisau bermata dua,” papar Kustini, melanjutkan sambutannya.

Lanjutnya, melalui media sosial faham-faham radikalisme atau ideologi-ideologi yang tidak sejalan dengan Pancasila dapat diakses atau diunduh oleh masyarakat luas kapanpun dan dimanapun. Maka dari itu, Kustini berharap, diperlukan filter yang kuat untuk perlindungan dari degradasi nilai-nilai Pancasila yang disebabkan oleh sumber informasi yang salah.

Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman Indra Darmawan dalam laporanya mengatakan, sebelum dikukuhkan, ke 50 Kader Pancasila ini mengikuti workshop Kader Pancasila yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Kalitirto Berbah.

Adapun yang dikukuhkan antara lain Lurah, Pamong Kalurahan, BPKal, LKK, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan dan Tokoh Pemuda se-wilayah Kalurahan Kalitirto Kapanewon Berbah.

Menurut Indra, materi workshoop antara lain adalah Indeks Kalurahan Berkarakter Pancasila: Indikator dan Instrumen Pengukuran dengan pemateri dari Pusat Studi Pancasila UGM Hendro Muhaimin, dan Merawat Kebhinnekaan di Masyarakat disampaikan oleh Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Sleman Nurcholis

Tujuan dikukuhkanya kader pancasila ini sebagai upaya untuk menghidupkan, memahami dan menghayati kembali nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Menurut Indra, kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan dalam rangka revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Athiful/KIM Depok)




Sambung Silaturahim, Pemkab Sleman Berikan Tali Asih Korpri Purna Tugas

Sleman – Bertempat di Pendopo Bupati, Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan tali asih kepada ratusan anggota Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sleman yang telah purna tugas pada periode Januari hingga Juni 2024, Rabu (26/6).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, pemberian tali asih diharapkan dapat menjadi momen penyambung silaturahmi dan bertukar informasi bagi sesama anggota. Menurutnya, pengabdian dan dedikasi yang diberikan selama bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman tidak rapat digantikan dengan hal-hal lain.

“Penyampaian penghargaan dan tali asih dari Pemerintah Kabupaten Sleman ini merupakan wujud dari perhatian dan rasa terima kasih atas pengabdian selama ini,” ungkap Kustini.

Lebih lanjut, Kustini juga berharap, ilmu dan pengalaman yang dimiliki seluruh anggota Korpri dapat dibagikan kepada masyarakat dengan menggalakkan semangat gotong-royong, menggiatkan pembangunan secara swadaya, mandiri maupun melaksanakan kegiatan positif lain.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman R. Budi Pramono mengatakan, anggota korpri purna tugas periode Januari hingga Juni 2024 yang mendapatkan tali asih ada ratusan orang. Terdiri dari 288 anggota unsur ASN, 42 anggota lurah, 6 anggota unit BUMD, dan 175 anggota Dinas Pendidikan.

“Masing-masing anggota purna tugas mendapatkan tali asih sebesar Rp1,5 juta,” kata Budi dalam sambutannya.

Sumber dana dari tali asih purna tugas Korpri Sleman ini, ungkap Budi, berasal dari iuran anggota yang dilakukan secara rutin setiap bulan. Besaran iuran yang dilakukan sebesar Rp10 ribu peranggota. (Athiful/KIM Depok)




Melihat Wisata Edukasi Bank Sampah Go-Green Purwomartani

Sleman – Ada yang menarik dari roses pengolahan sampah menjadi BBM di Bank Sampah Go-Green Padukuhan Cupuwatu II, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan. Pasalnya, kegiatan ini menjadi edukasi wisata yang banyak dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga desa untuk berlajar cara pengolahan sampah.

Dalam statmennya, pendiri Bank Sampah Go-Green Supriyani Wulandari mengatakan, bahwa keberadaan mesin pirolisis untuk mengolah sampah menjadi BBM menjadi daya tarik tersendiri di Bank Sampah Go-Green. Pasalnya, sarana ini belum ada di wilayah lain di DIY.

“Jadi banyak yang datang untuk belajar cara pengolahan sampah di sini,” kata Dhani, sapaan akrabnya, Rabu (26/6).

Lebih lanjut, Dhani kemudian menjelaskan, bahwa kunjungan tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa atau orang dewasa. Pasalnya, pada Rabu pagi ada puluhan anak dari komunitas Rumah Baca Ataria hadir untuk melihat cara pengolahan sampah.

“Untuk kalangan anak-anak [SD] ini baru pertama kali. Kami menyambut baik karena jadi bagian wisata edukasi dalam mengurai persoalan sampah di DIY,” katanya.

Dhani menjelaskan, selama kunjungan berlangsung, anak-anak diberikan pemahaman tentang tata cara pengolahan sampah yang baik dengan benar. Selain diperlihatkan tentang mesin pirolisis untuk mengolah sampah plastik jadi BBM, Dhani menambahkan, bahwa anak-anak yang berkunjung juga diajari untuk melakukan pemilahan sampah sesuai kateogrinya.

“Jadi pemilahan ini penting, meski kesannya terlihat sepele. Sebab, dengan memilah maka sampah bisa dikurangi karena ada yang bisa dimanfaatkan lagi,” katanya.

Pendiri Rumah Baca Ataria, Mita Hapsari mengatakan, tujuan mengajak 25 anak ke Bank Sampah Go-Green di Kalurahan Purwomartani menjadi bagian untuk mengisi liburan sekolah. Hal ini dilakukan agar ada pengalaman yang positif selama libur berlangsung.

“Ini jadi satu rangkaian selama liburan. Sebab, kegiatan tidak hanya ke Bank Sampah Go-Green, tapi ada kegiatan lain juga berkaitan dengan pengolahan sampah,” katanya.

Menurut Mita, pengenalan tentang pengolahan sampah sejak dini sangat diperlukan. Terlebih lagi, sambung Mita, kondisi saat ini sampah menjadi persoalan yang belum terselesaikan dan cenderung masih jadi masalah.

“Tidak hanya diberikan wawasan untuk belajar, tapi anak-anak diharapkan bisa mengaplikasikannya di rumah masing-masing,” katanya. (Athiful/KIM Depok)




Bawaslu Sleman Resmikan Posko Kawal Hak Pilih

Sleman – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman Raden Yuwan Sikra meresmikan Posko Kawal Hak Pilih Pemilihan Serentak Tahun 2024, Rabu (26/6/2024). Posko ini, ungkap Yuwan, sebagai upaya memastikan masyarakat di Kabupaten Sleman tidak kehilangan hak pilihnya dalam penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024 ini.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat ini menegaskan bahwa peluncuran posko kawal hak pilih ini merupakan wujud nyata dan komitmen Bawaslu Sleman dalam mengawal hak pilih masyarakat Sembada.

“Seiring dengan pelaksanaan coklit serentak yang dilakukan oleh Pantarlih pada 24 Juni hingga 24 Juli 2024, Bawaslu Kabupaten Sleman meluncurkan posko kawal hak pilih dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat jika ingin melaporkan bahwa dia belum dicoklit atau belum masuk dalam DPT,” jelasnya.

Sehubungan dengan hal itu, Yuwan menambahkan, sebagai pengawas Pemilu, Bawaslu Sleman memastikan bahwa Pantarlih benar-benar melakukan coklit dari rumah ke rumah, mendata calon pemilih dengan meminta KTP/KK, dan menempelkan stiker sebagai tanda bukti bahwa rumah itu sudah dicoklit.

“Selain itu, sesuai dengan arahan dari Bawaslu RI dan Bawaslu DIY, kita juga harus melakukan pengawasan melekat terhadap kinerja Pantarlih dan melakukan uji petik untuk mengetahui sejauh mana capaian coklit yang dilakukan oleh Pantarlih,” pungkasnya.

Sementara Kasubbag Pengawasan dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Sleman, Dwi Febriyanto meminta jajaran Panwaslu Kecamatan untuk membuka juga posko kawal hak pilih di kantornya masing-masing.

“Bapak dan ibu sekalian, selain di posko kawal hak pilih Bawaslu Kabupaten Sleman, masyarakat juga dapat menyampaikan laporan atau aduannya di kantor Panwaslu Kecamatan setempat untuk mendekatkan dan memudahkan masyarakat jika mereka merasa belum pernah dicoklit atau namanya belum tercantum dalam DPT,” tambahnya.

Perlu diketahui, jika peluncuran dan peresmian posko kawal hak pilih ini dilangsungkan secara serentak oleh Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia. Untuk Bawaslu Kabupaten Sleman, peluncuran dan peresmian posko kawal hak pilih berlangsung di kantor dan dihadiri oleh jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman dan Panwaslu Kecamatan. (Athiful/KIM Depok)




Kabupaten Sleman Raih Penghargaan Rumah DataKu Konvensional dari BKKBN

Sleman – Dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2024, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelenggarakan Seminar Nasional Peningkatan Kualitas Pemaduan dan Sinkronisasi Kebijakan melalui Blueprint Pembangunan Kependudukan Indonesia 2045 Dalam Momentum Harganas ke-31, Kamis (27/6) di Ballroom Hotel Tentrem Semarang. 

Pada acara tersebut, Kabupaten Sleman meraih juara 3 Nasional Penghargaan Rumah Data Kependudukan dan Informasi Keluarga (Rumah DataKu) Konvensional yang diraih Rumah DataKu Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo kepada Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa bersama dengan Kaur Pangripta Kalurahan Wedomartani, Akhid Istain Mubarok.

Danang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terutama Kalurahan Wedomartani yang telah meraih penghargaan ini. Ia berharap dengan apresiasi ini semakin memberikan motivasi kepada Pemkab Sleman, Kalurahan Wedomartani dan Kalurahan lain di Sleman dalam melakukan pendataan yang akurat dan riil sebagai acuan dalam membuat program-program baik penurunan stunting, sosialiasi KB dan program lain terkait kesehatan keluarga.

“Semoga dengan raihan Juara 3 Nasional Rumah DataKu ini menjadi awal yang baik dan memotivasi Kabupaten Sleman untuk terus menekan angka stunting serta mensejahterakan keluarga di Kabupaten Sleman,” kata Danang

Sementara itu, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan Rumah DataKu penting untuk dibentuk di setiap Kalurahan atau Desa sebagai database dan pusat data untuk mengetahui kondisi informasi keluarga yang ada di wilayahnya.

“Rumah DataKu penting untuk dibentuk dalam setiap Desa, agar Kepala Desa atau lurah dapat mengetahui secara detail kondisi setiap keluarga di wilayahnya sehingga Pemda memiliki informasi yang akurat untuk membuat kebijakan serta program dalam melakukan pencegahan stunting dan lain sebagainya,” kata Hasto

Ia juga berterimakasih kepada pemenang Rumah DataKu yang telah berusaha dan semoga dapat dijadikan percontohan karena pengelolaan data mikro sangat baik untuk perencanaan pembangunan di wilayah masing-masing.