PRM Sombangan Raya Adakan Kajian

Sumbersari – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sombangan Raya setelah terbentuknya pimpinan yang baru mengawali kegiatan dengan kajian. acara tersebut diselenggarakan pada hari Rabu (5/6/2024) bertempat di rumah Rahmat Anton Widodo. Acara tersebut dihadiri Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Pimpinan Ranting Aisiiyah Sombangan Raya, juga Ketua dan Sekretaris PCM Moyudan.

Ketua PRM Sombangan Raya Anton Rahmad Widodo menyampaikan bahwa untuk kajian direncanakan dilaksanakan setiap malam Kamis Wage dengan tempat bergantian, di Masjid Al Falah Sombangan, Masjid Al Fatah Nglahar dan Masjid Al Muharrar Dukuh, yang pesertanya ditambah anggota jamaah masing-masing. Sedangkan untuk di rumah pengurus atau pimpinan diikuti oleh semua pimpinan PRM dan PRA.

“Waktunya selang seling  setelah di rumah pimpinan berikutnya di masjid, begitu seterusnya dilaksanakan setiap malam Kamis Wage,” tutur Anton.

Lebih lanjut Ia mengajak segenap pimpinan untuk bisa meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan yang direncanakan.

Sedangkan kajian disampaikan oleh H. Abu Hanifah Ketua PCM Moyudan. Dalam tausiahnya Abu memberikan motivasi kepada PRM untuk berjihat melalui Muhammadiyah.

“Jihat bukan lagi dengan perang scara fisik, tetapi dengan mejadi pengurus sudah merupakan jihat,” ungkap Abu.

Selanjutnya Abu Hanifah mengajak kesegenap warga Muhammadiyah untuk ikut memerangi TBC ( tahayul, bid’ah dan churafat)

Selesai kajian dilanjutkan dengan musyawarah. Dalam musyawarah tersebut menghasilkan keputusan PRM Sombangan akan melaksanakan Takbir Keliling Idul Adha yang diikuti oleh anggota PRM. Keputusan ke dua mengusulkan kepada PCM Moyudan untuk memfasilitasi pertemuan seluruh PRM Sumbersari untuk mengadakan pengajian bersama.

“Untuk fasilitas tempat dan uba rampenya, nanti pemerintah Kalurahan Sumbersari,” kata Junaidi yang juga Carik Sumbersari. (Giek / KIM Moyudan)




Dinkop Sleman Gelar Bimtek Manajemen Keuangan untuk UMKM di Condongcatur

Sleman – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Bimtek Managemen Keuangan dan Pencatatan Keuangan Usaha (PUPM) bagi pelaku UMKM di wilayah Kalurahan Condongcatur bertempat di ruang Adibrata Front One Resort Jogja, Rabu (5/6/2024)

Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 20 pelaku UMKM Condongcatur yang sudah terdaftar dan tergabung dalam Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kalurahan Condongcatur. Peserta Bimtek ini adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan dan telah mengikuti Proses Kurasi oleh Dinkop Kab. Sleman

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengingatkan agar setiap peserta harus siap menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha mereka.

“ Ketika kita mengalami kesulitan, terkadang kita akan tidak fokus dalam menjalani bisnis dikarenakan tidak lagi semangat dan termotivasi untuk mengembangkan bisnis kita. Tetapi hal tersebut tidak boleh dibiarkan secara terus-menerus karena dapat menghancurkan bisnis Anda untuk kedepannya. Maka perlu mencari bagaimana caranya agar Anda tetap semangat menjalani bisnis dan juga tetap termotivasi dengan cara seperti komunikasi dengan konsumen, lakukan perubahan target, ingat kembali alasan awal memulai usaha dan cari inspirasi sesama pelaku usaha,” ucapnya.

Selanjutnya peserta Bimtek mendapat materi dengan praktik dan contoh soal studi kasus pembukuan UMKM yang benar yang oleh Tim Bulaksumur Consunting.

Deby Sarvika salah satu peserta mengapresiasi bimtek yang diselenggarakan, terutama materi keuangan, karena diakuinya kalau selama ini belum ada pembukuan yang tertata dalam bisnisnya.

“Sehingga dengan adanya Bimtek ini menambah ilmu dalam membuat Laporan Laba Rugi dan Neraca. Harapannya semoga UMKM Kalurahan Condongcatur dapat semakin maju dalam menjalankan bisnisnya,” ujar Deby. (Wasana/KIM Depok)




Peran Penting Babinsa Banyuraden Jaga Stabilitas dan Kemajuan Kalurahan

Sleman – Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat berfungsi sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah dalam mendukung pembangunan di tingkat kalurahan, memberikan bantuan logistik dalam kegiatan kemanusiaan, serta memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat dalam berbagai hal seperti pertanian, kebersihan lingkungan, dan kewaspadaan akan bencana, sehingga Babinsa memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kemajuan di tingkat desa atau kelurahan.

Hal tersebut diutarakan oleh Babinsa Kalurahan Banyuraden, Serka Supriyadi saat melakukan patroli mengelilingi wilayah kerjanya di Dusun Somodaran, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Selasa pagi (4/6/2024). Dirinya menjumpai Muryono salah satu petani warga Dusun Somodaran yang sedang memanen padi di sawahnya yang mengeluhkan hasil panennya lantaran permasalahan matinya aliran air Selokan Mataram.

Muryono mengungkapkan bahwa hasil panen padinya tidak maksimal diakibatkan karena aliran air dari Selokan Mataram dimatikan sehingga tanaman padinya kurang mendapat pasokan air untuk menunjang pertumbuhan tanamannya.

Menanggapi keluhan petani tersebut, Serka Supriyadi mengatakan untuk mengatasi masalah kurangnya air bagi tanaman padi, ada beberapa cara yang dapat diambil antara lain meningkatkan manajemen air pertanian dengan menggunakan teknik irigasi yang efisien, meningkatkan ketersediaan air melalui pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur irigasi yang baik, serta memilih varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan.

“Selain itu, perencanaan yang baik dalam hal pola tanam padi, pengaturan jadwal tanam, dan pemilihan lahan yang sesuai juga dapat membantu mengurangi dampak kurangnya air pada tanaman padi,” tambah Serka Supriyadi.

Sudah menjadi tugasnya Babinsa menyambangi warga masyarakat untuk menjalin hubungan yang baik antara TNI dengan masyarakat dan bertindak sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah setempat serta aparat keamanan. Dengan demikian, Babinsa memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kemajuan di tingkat desa atau kelurahan.

Menurut Serka Supriyadi, kurangnya pasokan air untuk tanaman padi memiliki berbagai akibat negatif diantaranya tanaman padi yang tidak mendapatkan air yang cukup dapat menjadi lebih rentan terhadap penyakit seperti jamur dan serangan hama wereng maupun tikus, tanaman mengalami stres akibat kekurangan air sehingga lebih rentan terhadap serangan penyakit dan hama, serta mengakibatkan penyimpangan pertumbuhan tanaman dan bahkan penurunan hasil panen secara signifikan karena tanaman padi yang kekurangan air akan menghasilkan bulir yang lebih sedikit, lebih kecil, dan mengurangi produksi padi.

“Kekurangan air juga dapat mempengaruhi kualitas beras yang dihasilkan. Karenanya, tanaman padi yang kekurangan air cenderung menghasilkan beras yang kurang berkualitas, dengan tekstur yang tidak sebagus yang dihasilkan oleh tanaman yang mendapatkan air yang cukup,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Satu Tahun Paguyuban Sekar Budaya, Upaya Melestarikan Budaya Jawa di Condongcatur

Sleman – Paguyuban Karawitan Sekar Budaya Condongcatur memperingati ulang tahunnya yang pertama bertempat di Pendopo Kromoredjan Kalurahan Condongcatur, Selasa (4/6/2024). Dalam kesempatan ini juga ada spesial performance dari Ari Tejo Sitter yang secara konsisten melestarikan musik siter yang sebelumnya sempat banyak ditinggalkan banyak orang

Ketua Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur, Ganep Sri Lestari dalam sambutanya, menyampaikan paguyuban Sekar Budaya Condongcatur telah genap berusia 1 (satu) tahun sesuai dengan SK Lurah Condongcatur nomor 139  / Kep. Lurah/ 2023 tentang  Pengukuhan Paguyuban Seni Karawitan “Sekar Budaya Condongcatur” Kalurahan Condongcatur Kapanewon Depok Kabupaten Sleman

“Tujuan diadakanya acara peringatan ulang tahun Sekar Budaya Condongcatur ini agar budaya jawa karawitan yang adiluhung dapat terus lestari dan berkembang di Kalurahan Condongcatur disamping itu untuk nguri nguri budaya jawa sejalan dengan bangunan Pendopo Kromoredjan  yang mengambarkan Condongcatur selalu menjaga tradisi ciri khas kebudayaan jawa, harapanya agar para generasi Muda semangat belajar budaya jawa sesuai yang tertuang dalam peraturan Gubernur DIY nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewwan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menjaga dan mengembangkan budaya jawa,” ucapnya

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menuturkan bahwa Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur telah membantu melestarikan budaya Jawa.

“ Salah satu bentuk melestarikan budaya jawa adalah dengan kegiatan Karawitan ini, Latihan karawitan yang rutin digelar sebagai bentuk dukungan kongkrit Condongcatur sebagai rintisan Desa Mandiri budaya dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur akan mensuport kegiatan-kegiatan budaya,” jelasnya.

Dirinya berharap, Paguyuban Sekar Budaya terus berkembang dan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk ikut bergabung didalamnya.

Sementara Penasehat Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur, Tri Wusono menuturkan, Paguyuban Seni Karawitan Sekar Budaya Condongcatur berdiri karena terpacu  menjelang Hari Jadi Kabupaten Sleman dimana setiap tahunnya diadakan Lomba karawitan Ibu-ibu antar Kapanewon dan Kalurahan

Dirinya mengatakan, Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur adalah perkembangan dari Paguyuban Sekar Rinonce yang berpusat kegiatan di Sengkan Joho yang sejak  tahun 2018 dipercaya sebagai duta dari Kapanewon Depok, selanjutnya terbesit untuk membentuk paguyuban yang berada di tingkat Kalurahan Condongcatur.

“Maka sejak Bulan Juni 2023 kami berinisiatif membentuk Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur dan telah dikukuhkan oleh Lurah Condongcatur dengan Surat Keputusan Lurah Condongcatur,” katanya.

“Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur disiapkan untuk  tugas sebagai Duta Kapanewon Depok juga mendukung Semboyan Kalurahan Condongcatur Berbudaya dan sampai saat ini telah merekrut sebanyak 20 orang penabuh dan Sinden,” tambah Tri. (Wasana/KIM Depok)




Kalurahan Sidomulyo Godean Ikuti Evaluasi Kalurahan Inovatif 2024

Sleman – Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean mengikuti Evaluasi Kalurahan Inovatif 2024  yang dilaksanakan pada hari Selasa (4/6/2024). Sidomulyo menjadi Kalurahan ke 14 yang menerima juri lomba dari OPD Kabupaten Sleman, termasuk salah satunya Bupati Sleman yang turut hadir dalam evaluasi tersebut

Rustho Busono, Lurah Sidomulyo dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati dan rombongan yang telah menghadiri evaluasi Kalurahan Inovatif di Sidomulyo. Rustho juga minta maaf bila sambutan yang diberikan jauh dari yang diharapkan. Kepada dewan juri, Rustho mempersilahkan untuk menilai inovasi yang telah dilaksanakan selama ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan profil Kalurahan Sidomulyo yang disampaikan oleh Wisnu Kuncorojati, Carik Sidomulyo. Dalam paparannya, Wisnu menampilkan kondisi Kalurahan Sidomulyo dengan kegiatan kegiatan unggulan yang inovatif. Gapoktan Sidomulyo termasuk yang diunggulkan karena merupakan Gapoktan terbesar di Kabupaten Sleman dan DIY. Hal ini dibuktikan dengan dipercayakannya Gapoktan Sidomulyo sebagai pemasok beras untuk ASN di Kabupaten bahkan DIY.

“Produksi berasnya hingga mencapai 200-300 ton/bulan yang dihasilkan dari 143 Ha sawah dengan jumlah petani 380 orang,” ungkap Wisnu.

Hal lain yang diunggulkan adalah pengelolaan sampah mandiri Zero waste yang diprakarsai oleh warga Gancahan VI yaitu PSM Rukun Makmur dengan pengelolaan berupa wisata edukasi sampah,  industri recycle sampah plastik, pengelolaan anggur import, budidaya lobster dan pengelolazn daun Stevia dengan produk akhir berupa gula Stevia.

“Sidomulyo juga merupakan satu satunya Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kapanewon Godean yang dilengkapi dengan lumbung sosial dan gardu sosial. Lumbung sosial berisi peralatan evakuasi, buffer stok logistic makanan,” jelas Wisnu lagi.

Dibagian akhir, Wisnu juga memaparkan tentang Gerakan atasi stunting bersama tabungan warga (GAS Tamago) yang dikoordinir oleh PKK Kalurahan dengan cara mengumpulkan tabungan dari dasa wisma. Disusul kemudian dengan penjelasan tentang Pamsimas Umbul Mulyo dengan inovasi pembayaran maupun pendaftaran calon konsumen Pamsimas dengan aplikasi KP SPAM. Mengenai media sosial Kalurahan Sidomulyo meliputi Instagram, YouTube, facebook dan web kalurahan.

Kustini Sri Purnomo, Bupati Sleman dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Kalurahan Sidomulyo, yang telah mempersiapkan diri dengan menyuguhkan kegiatan inovasinya untuk dievaluasi oleh dewan juri. Sambutan yang meriah dan sajian alat musik angklung oleh anak anak TK sangat membanggakan Kustini.

“Harapannya sesuai dengan paparan yang telah disampaikan, inovasi yang telah dilaksanakan berimbas kepada Kesejahteraan masyarakat secara lahir dan bathin,” ujar Kustini.

“Produk-produk inovasi yang dihasilkan akan dapat menunjang perekonomian masyarakat yang pada gilirannya nanti akan meningkatkan derajat masyarakat itu sendiri,” imbuhnya.

Acara inti evaluasi Kalurahan Inovatif dibagi di 3 tempat yaitu di Kalurahan Sidomulyo, PHBS – ,LBS dan aku hatinya PKK di Sembuh kidul, PSM Rukun Makmur  di Gancahan  VI RW 012. Kustini sendiri keliling melihat aktivitas kegiatan lembaga, termasuk UMKM dan Dekranasda dengan produk produknya. Adapun acara pelepasan Bupati beserta rombongan dilakukan oleh Panewu Godean, Rohmiyanto, AP. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)