Terima Aksi Damai Pemilik Apartemen Malioboro City, Pemkab Sleman Berkomitmen Terbitkan Izin Sesuai Peraturan Perundang – Undangan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menerima peserta aksi damai yang dilakukan perwakilan pemilik Apartemen Malioboro City di Lobi Gedung Baru Kantor Bupati Sleman pada Senin (3/6). Peserta aksi damai diterima secara langsung oleh Sekretris Daerah (Sekda) Sleman Susmiarto beserta jajarannya.

Sebelumnya, Pemkab Sleman telah menerima perwakilan pemilik Apartemen Malioboro City dalam aksi damai yang dilakukan pada tanggal 1 Mei 2024 terkait permasalahan yang tengah dihadapinya yaitu belum adanya Sertifikat Hak Milik (SHM) Satuan Rumah Susun (Sarusun) Apartemen Malioboro City yang berlokasi di Padukuhan Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal, Depok.

Pada pertemuan tersebut, Pemkab Sleman berkomitmen untuk membantu proses perizinan (sesuai aturan) dan juga memediasi pihak-pihak terkait permasalahan Apartemen Malioboro City.

Kali ini, perwakilan pemilik Apartemen Malioboro City kembali menyampaikan aspirasinya kepada Pemkab Sleman untuk mengetahui tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya.

Menyikapi hal tersebut, Sekda Sleman Susmiarto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman sudah bersurat kepada PT Inti Hosmed (pengembang pertama), PT Bank MNC (pemilik baru) untuk segera menyelesaikan permasalahan Apartemen Malioboro City dengan tenggat waktu yang telah disepakati kedua pihak.

“Intinya Pemkab Sleman berkomitmen membantu dalam proses perizinan. Terlebih, proses perizinan sudah berjalan sampai dengan penerbitan IMB,” ujarnya.

Kemudian, untuk melanjutkan tahapan perizinan selanjutnya (Sertifikat Laik Fungsi, DELH, Pertelaan, dan SHM Sarusun), Susmiarto mengaku pihaknya masih menunggu kesepakatan antara PT Inti Hosmed dan PT Bank MNC untuk menentukan diantara keduanya yang akan melanjutkan proses perizinan sesuai dengan ketentuan perundang – undangan.

Kesepakatan antara kedua pihak ini dinilai penting mengingat, adanya Putusan Pengadilan Niaga Nomor 21/ Smg, Pihak Inti Hosmed mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan perizinan 30 bulan sejak putusan PKPU tanggal 22 Maret 2022. 

“Permasalahannya memang di situ (pengajuan izin). Selebihnya, jika kedua pihak sepakat, Pemkab Sleman akan membantu percepatan proses izin namun tetap sesuai kewenangan dan perundang – undangan,” imbuhnya.

Kemudian, dalam pertemuan ini juga Susmiarto mendukung apabila perwakilan pemilik Apartemen Malioboro City akan berkomunikasi kepada PT MNC terkait kesanggupan pihaknya untuk melanjutkan proses perizinan yang tertunda.

“Kami siap jika sudah ada kesepakatan dan akan melanjutkan proses perizinan. Nanti kami bantu dan kami jelaskan proses selanjutnya selama pemohon memenuhi syarat pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.




Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Kebencanaan Kepada 29 Warga Terdampak Bencana

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan kebencanaan kepada warga Kabupaten Sleman yang terdampak bencana angin kencang dan kebakaran dalam kurun waktu Februari sampai April.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo kepada perwakilan penerima bantuan, pada Senin (3/6) didampingi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Suparmono dan Kepala BPBD Sleman, Makwan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa bantuan yang diberikan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemkab Sleman kepada masyarakat Sleman yang tertimpa musibah bencana alam.

“Ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Sleman kepada masyarakat yang tertimpa musibah. Saya harap bantuan yang diberikan mampu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meringankan beban dan menjadi motivasi untuk bangkit kembali dari musibah bencana alam,” ujar Kustini.

Lebih lanjut, Kustini menjelaskan wilayah Kabupaten Sleman termasuk dalam wilayah rawan bencana, sebagaimana yang beberapa tahun ke belakang terjadi berbagai bencana seperti erupsi gunung Merapi, gempa bumi, angin kencang, tanah longsor, banjir, kebakaran dan lain sebagainya. Kustini berpesan kepada masyarakat untuk selalu siaga dan memahami mitigasi bencana jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

“Sleman termasuk kawasan rawan bencana, oleh karenanya penting bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk memahami mitigasi bencana dan selalu siaga terhadap potensi bencana kedepannya,” ujar Kustini.

Kepala BPBD Sleman, Makwan dalam laporannya melaporkan bahwa bantuan diberikan kepada 29 warga Sleman yang berasal dari 7 Kapanewon, 7 Kalurahan, dan 10 Padukuhan dengan total bantuan yaitu berupa uang sebesar Rp .

Lebih lanjut, Makwan menjelaskan pemberian bantuan ini dilakukan setelah verifikasi oleh BPBD Sleman kepada warga terdampak bencana untuk periode Februari hingga April 2024.

Verifikasi tersebut menurutnya bertujuan untuk memastikan bantuan yang diserahkan tepat sasaran serta untuk mengetahui tingkatan kerusakan yang dialami warga. Sehingga nominal yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami masing-masing warga terdampak bencana alam.




Pemerintah Kalurahan Sumbersari Gelar Bimtek Pembentukan PUSPAGA

Sleman- Maraknya bebagai permasalahan keluarga di tengah masyarakat saat ini menjadi fenomena gunung es yang sangat memprihatinkan. Banyak anak yang menjadi korban akibat orang tua kurang optimal dalam memberikan pengasuhan dan perlindungan bagi anaknya.

Melihat kondisi tersebut menggelitik Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman untuk menggelar Bimtek Pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga ( PUSPAGA). Acara tersebut dibuka pada hari Senin, (3/6/2024) bertempat di Pendopo Kalurahan setempat.

Dalam Pembukaan Bimtek Pembentukan PUSPAGA Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A P2 KB) Kabupaten Sleman yang telah memfasilitasi Bimtek pembentukan PUSPAGA di Kalurahan Sumbersari.

Lebih lanjut Sukadi menuturkan bahwa bimtek akan diselenggarakan selama dua hari yaitu Senin, dan Selasa tanggal 3 dan 4 Juni 2024.

Ia juga menambahkan dan mengharap agar para peserta bisa mengikuti seluruh rangkaian Bimtek. “Kami berharap kepada semua peserta untuk mengikuti seluruh kegiatan, dan nantinya bisa diimplementasikan dalam keluarga masing-masing serta diinformasikan kepada masyarakat sekitar,” ungkap Sukadi.

Pemateri pertama disampaikan oleh Ari Prasetya dari PUSPAGA Kabupaten Sleman yang berada di bawah naungan Dinas P3A P2 KB Kabupaten Sleman. Ari memaparkan tentang Pengasuhan Anak dan Ketahanan Keluarga. Sedangkan untuk hari kedua Selasa 4Juni 2024 materi akan disampaikan oleh Mahda Katikasari.

Pada kesempatan tersebut sekaligus terbentuk Pengurus PUSPAGA Sumbersari, dengan susunan sebagai berikut : Ketua I Agus Iskandar (Kami tuwa Sumbersari), Ketua 2 Ridwanto, Sekretaris  Fredy dan Yoga, Bendahara Windari dan Novi Kuntansari Hadiningroem. Selain itu pengurus juga dilengkapi seksi Admin, Psikolog dan konselor. Selanjutnta  diberi nama Puspaga Kesatriya yang merupakan kependekan dari Keluarga Sejahtera Tertib Riyang dan Bahagia. (Giek- / KIM Moyudan)




Perempuan Rawan Sosial Ekonomi di Margorejo Terima Bantuan Usaha

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo melalui Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Sleman menyalurkan bantuan bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) di wilayah setempat. Bantuan usaha diserahkan secara simbolis oleh Kamituwo Kalurahan Margorejo, Anwar Insani, mewakili Lurah Margorejo di Ruang Rapat Kalurahan Margorejo pada Senin (3/6/2024).

Anwar mengatakan bantuan usaha ini merupakan bantuan sosial berupa uang untuk usaha ekonomi produktif bagi PRSE.

“Bantuan sosial ini diberikan kepada PRSE dengan kriteria yang tercantum dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 08 Tahun 2012 yaitu perempuan dewasa berusia 18 sampai 59 tahun, belum menikah atau cerai mati atah kawin yang ditelantarkan oleh suami, dan tidak mempunyai penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,”  kata Anwar.

Lebih lanjut, ia menuturkan bantuan di tahun 2024 dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman tersebut diberikan kepada PRSE ada sebanyak 4 (empat) Kalurahan dan untuk Kalurahan Margorejo adalah urutan ketiga yaitu setelah Kalurahan Donoharjo dan Sardonoharjo, Ngaglik.

“Bantuan yang diberikan sebesar Rp 40 juta per kelompok usaha dengan jumlah 20 orang setiap kelompoknya,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya Anwar juga  menyebutkan bahwa bantuan yang diberikan merupakan salah satu upaya Pemerintah Kalurahan Margorejo, Dinas Sosial, dan Pemkab Sleman dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan, dalam hal ini masyarakat kategori PRSE. 

“Karena perempuan memiliki kontribusi dalam ketahanan ekonomi keluarga. Maka dari itu, dengan bantuan yang diberikan kepada PRSE ini menjadi motivasi bagi para perempuan untuk semakin produktif dan mandiri,” kata Anwar.

“Tentunya banyak perempuan yang akhirnya harus menjadi kepala rumah tangga dikarenakan kondisi tertentu, entah perceraian atau lainnya. Apalagi kalau sudah punya anak, tentu memiliki tanggung jawab mendidik dan membimbing anaknya. Maka itu pemerintah Kalurahan, Dinas Sosial dan Pemkab Sleman terus berupaya hadir dan memberikan kesempatan khususnya untuk PRSE agar dapat semakin produktif dan mandiri secara ekonomi,” imbuhnya. (sbd_kimtempel)




Peringatan Hari Lahir Pancasila di MAN 4 Sleman: Rawat dan Terapkan Nilai-Nilai Pancasila

Sleman – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Upacara tersebut dipimpin oleh Edy Suparyanto, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, yang menyampaikan pidato resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Sabtu (01/06/2024) di halaman MAN 4 Sleman.

Dalam pidatonya, Edy mengungkapkan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2024 mengusung tema Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045. Tema ini, menurutnya, sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

“Pancasila menyatukan kita dengan segala perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas yang maju, mandiri, dan berdaulat,” ujarnya di hadapan seluruh peserta upacara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini diharapkan Edy dapat menjadi momentum bagi seluruh warga madrasah untuk semakin memperkokoh rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa. 

“Dengan semangat Pancasila, MAN 4 Sleman bertekad untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)