Lurah Tridadi Sabet 2 Penghargaan Pada Paralegal Justice Award 2024

Sleman – Sri Hartati, Lurah Tridadi Kapanewon Sleman Kabupaten Sleman berhasil memboyong piala Penghargaan Paralegal Justice Award (PJA) 2024. PJA Sendiri diselenggarakan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Badan Pembinaan Hukum Nasional bersama Mahkanah Agung, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Desa PDTT dan Pembinaan Ideologi Pancasila pada tanggal 28 Mei s.d. 1 Juni 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Proses kegiatan ini dimulai dengan pendaftaran peserta dan diseleksi secara bertingkat dari daerah, provinsi atau wilayah dan yang lolos sebanyak 6 Lurah berangkat ke Depok Jawa Barat.

“Selama di Jawa Barat dikarantina di Asrama Badan Pembinaan Sumber Daya Manusia yang berlokasi di Depok Jawa Barat, untuk menerima materi2 pembinaan ttg hukum perdata, pidana dan cara2 mediasi dari para hakim Mahkamah Agung dan narasumber dari kementrian Hukum dan HAM,” ujar Sri Hartati.

Dirinya mengatakan, wakil dari Kabupaten Sleman didukung penuh dari Pemda melalui Bagian Hukum dan Dinas PMK, baik pembinaannya maupun logistik para peserta sejak dari Kantor Pemda sampai kembali ke Kantor Pemda lagi.

“Sedangkan Pemerintah Desa Tridadi dikoordinir oleh Carik Desa, Sdr Johan Enri Kurniawan, membuat tim kalurahan,” jelas Sri Hartati lagi.

Kabupaten Sleman sendiri mengirimkan 6 lurah dalam PJA tahun 2024 ini. Keenamnya adalah Lurah Tridadi Sleman, Lurah Trimulyo Sleman, Lurah Sidoluhur Godean, Lurah Sambirejo Prambanan, Lurah Selomartani Kalasan, dan Lurah Umbulharjo Cangkringan

Sri Hartati sebagai Lurah Tridadi Sleman berhasil meraih 2 penghargaan yaitu Non Litigation Peacemaker (NL.P) yang merupakan penghargaan dalam penyelesaian permasalahan2 warga dan selanjutnya disebut Hakim Perdamaian Desa. Selain Sri Hartati, kelima Lurah dari Sleman lainnya juga berhasil meraih penghargaan ini.

Sementara itu, Sri Hartati juga berhasil meraih penghargaan Anubawa Sasana Jagaditta (ASJ), penghargaan Desa/kalurahan terbaik dalam pemberdayaan masyarakat dan  peningkatan perekonomian kalurahan. (Sri Hartati/KIM Sleman)




Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Gelar Belajar Matematika Gratis Bagi Anak-Anak Padukuhan Kayen

Sebanyak 6 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar kegiatan belajar matematika gratis bagi anak-anak Padukuhan Kayen yang bertempat di Joglo Suratno, Kayen, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (2/6/2024)

Keenam mahasiswa yang terdiri dari Fina Rizqiyatun Ni’mah, Zupia Anisa, Dzaikra Nabila Ramadhani, Naufal Mundzir Titan, Nurul Nurhayati, dan Fasya Nur Fauziyah tersebut Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Semester 2, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Matematika.

Fasya Nur Fauziyah, salah satu mahasiswi mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Kewarganegaraan sekaligus membantu anak-anak untuk mempersiapkan Penilaian Akhir Semester (PAS)

“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pemahaman anak-anak dalam matematika dan lebih percaya diri saat menghadapi PAS,” ucapnya

Kegiatan belajar bersama dibuka dengan permainan anak sambil menunggu teman-teman lain yang belum hadir. Permainan tersebut bertujuan untuk melakukan pendekatan agar akrab dengan anak-anak saat dimulai pembelajaran matematika

Kegiatan dimulai pukul WIB dengan Naufal sebagai pemandu jalannya kegiatan. Setelah sesi perkenalan, anak-anak dibagi ke dalam kelompok berdasarkan kelas mereka. Kelas 1 dibimbing oleh Nabila, kelas 2 oleh Nurul, kelas 3 oleh Fasya, kelas 4 oleh Naufal, serta kelas 5 oleh Fina dan Zupia.

Salah satu orang tua peserta, Arif Budiman menyatakan rasa terima kasihnya.

“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur ada mahasiswa yang mengadakan kegiatan belajar bersama, kami berharap semoga kedepannya dapat mengajar anak-anak SMP dan SMA di sekitar sini karena kami sudah kebingungan untuk memahami materi anak SMP dan SMA,” ucapnya.

Kegiatan ini melibatkan anak-anak Kayen kelas 1-5 dari berbagai SD yang ada di sekitar. Peserta mendapatkan fasilitas lengkap seperti snack, kertas untuk menulis, serta alat tulis dan doorprize gantungan kunci bagi yang beruntung, semua fasilitas disediakan oleh para mahasiswa secara gratis dengan biaya patungan dari para mahasiswa

Dzaikra Nabila Ramadhani salah satu mahasiswa yang juga warga Kayen, sebelumnya bersama teman-teman mengajukan izin kepada Ketua RW 45 Kayen untuk mengadakan kegiatan sekaligus menggunakan Pendopo Suratno yang selama ini digunakan oleh masyarakat umum untuk berbagai kegiatan masyarakat

” Awalnya teman teman mahasiswa memperkirakan anak-anak yang datang hanya berkisar dua puluhan saja, namun ternyata yang datang lebih dari dua puluh anak bahkan tiga puluhan anak dengan antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan ini” jelasnya

Ditambahkan Dzaikra, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta program studi Pendidikan Matematika angkatan 2023 berkomitmen untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan.

“Kegiatan belajar matematika ini menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda untuk selalu belajar agar studinya menjadi lancar dan belajar dengan menyenangkan,” tutup Dzaikra. (Wasana/KIM Depok)




Pemerintah Kapanewon Gamping Peringati Hari Lahir Pancasila

Pemerintah Kapanewon Gamping selenggarakan upacara peringatan hari lahir Pancasila di halaman kantor setempat, Sabtu (1/6/2024) dengan Inspektur Upacara Wakil Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Infanteri, Wahyani  dan Serma Acip Mulyawana sebagai Komandan Upacara.

Hadir sebagai peserta upacara antara lain Panewu Gamping, Tamzis Sarwana Bersama jajarannya, anggota Koramil 17/Gamping, Kepolisian Sektor Gamping, Puskesmas Gamping I, Puskesmas Gamping II, Kantor Urusan Agama Kapanewon Gamping, serta Lurah beserta pamong se-Kapanewon Gamping.

Dalam amanatnya Kapten Infanteri Wahyani mengatakan jika ditinjau dari sosiologi, budaya dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia maka Pancasila tidak bisa diubah dengan ideologi lain karena Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia yang digali dari nilai-nilai kearifan Nusantara yang mencakup tata nilai kehidupan bermasyarakat.

“Revitalisasi terhadap nilai-nilai Pancasila baik sebagai dasar negara, basis ideologi, maupun platform bersama bagi seluruh warga negara penting terus dilakukan di wilayah Kabupaten Sleman,” kata Kapten Wahyani dihadapan peserta upacara. 

Ia menambahkan, Seluruh warga Kabupaten Sleman khususnya generasi muda harus dapat memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, serta mengaktualisasikan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan individu maupun dalam bermasyarakat.

Salah satu cara mengaktualisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yaitu berpikir kritis dan kreatif untuk menemukan solusi-solusi yang sesuai dengan semangat Pancasila dalam mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa, serta menumbuhkan kesadaran ber-Pancasila demi meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila di antara masyarakat  yang dilakukan melalui pendidikan formal dan informal, termasuk dalam keluarga, sekolah, dan komunitas.

“Kita sebagai individu dapat menjadi teladan bagi orang lain dengan menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai Pancasila seperti menjadi warga negara yang patuh pada hukum, menghormati hak asasi manusia, dan memperjuangkan keadilan sosial,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pemerintah Banyuraden Gelar Diskusi Atasi Masalah Sampah

Program pengelolaan sampah oleh pemerintah serta solusi untuk mengatasinya sangatlah banyak. Kendala bisa muncul Dimana saja, berbagai macam kendala baik teknis maupun non teknis dihadapi oleh masyarakat. Hal ini juga terjadi di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman karena persoalan tempat pembuangan sampah yang sampai saat ini masih belum jelas dan armada dari Dinas Lingkungan Hidup juga tidak ada kabar kapan sampah akan diangkut.

Pemerintah Kalurahan Banyuraden, Jumat Siang (31/5/2024) menggelar diskusi tentang teknis penanganan sampah rumah tangga yang diikuti oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman, Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, Ulu-Ulu Banyuraden, Sulung Pramono, Badan Permusyawaratan Kalurahan, Dukuh, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Ketua RW, serta tokoh pemerhati lingkungan.

Sebagai pemantik diskusi, Lurah Banyuraden, Sudarisman  mengungkapkan bahwa saat ini sedang hangat pembicaraan mengenai peningkatan produksi sampah yang diakibatkan adanya pertumbuhan populasi dan gaya hidup konsumtif masyarakat. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang dalam pengelolaan sampah.

Disamping itu, Kebiasaan membuang Sampah Sembarangan yang dilakukan banyak orang di Sungai, maupun di lahan terbuka menambah permasalahan polusi air, polusi udara bahkan bencana banjir. Pemerintah dapat mengatasi masalah ini dengan memberlakukan aturan yang lebih ketat terkait pembuangan sampah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye sosial dan penyediaan infrastruktur yang memadai untuk pembuangan sampah.

“Sampah organik dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Pengelolaan sampah organik dapat dilakukan melalui pembuatan kompos, penggunaan sistem pengolahan sampah anaerobik, ataupun penggunaan teknologi lainnya untuk mengubah sampah organik menjadi energi,” terang Sudarisman.

Masalah keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih dalam pengelolaan sampah dapat menjadi hambatan dalam penanganan sampah yang efektif karenanya Pemerintah perlu memberikan pelatihan dan pendidikan kepada petugas penanganan sampah serta mendorong partisipasi masyarakat dalam program-program pengelolaan sampah.

Sudarisman berharap kepada 22 Ketua RW dan Dukuh terkait pemberian pemahaman guna meningkatkan kesadaran untuk merubah perilaku masyarakat yang kurang dalam hal pembuangan sampah yang dapat menyulitkan upaya penanganan sampah melalui kampanye edukasi, sosialisasi aturan, ataupun insentif untuk praktik-praktik pengelolaan sampah yang baik guna mengatasi masalah sampah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




QRIS Mudahkan Transaksi UMKM Donoharjo

Sleman – Dalam rangka memberikan kemudahan dalam bertransaksi dan memperkenalkan pembayaran secara digital kepada para pelaku usaha di wilayah Donoharjo , FORKOM UMKM Donoharjo bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Brand office Sleman  mengadakan Layanan QRIS ( Quick Respone Code Indonesian Standard) secara gratis bertempat di aula Kalurahan Donoharjo pada Jumat (31/05/2024).

Muh Nur Rochman, perwakilan BRI Sleman yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan QRIS (Quick Respone Indonesian Standard) adalah metode pembayaran yang dilakukan secara non tunai.

“QRIS hadir untuk memudahkan sistem pembayaran antara penjual dengan pembeli dengan begitu kehadiran QRIS pastinya memiliki manfaat bagi masing-masing pihak baik pembeli maupun pedagang atau penjual,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan QRIS proses transaksi dapat dilakukan dengan cepat, mudah, murah, aman dan dapat diandalkan. Pelanggan tidak perlu repot membawa uang tunai serta menghitungnya sebelum transaksi , begitupun sebaliknya pedagang tidak perlu menyediakan uang tunai sebagai kembalian dari transaksi pembeli.

“Manfaat lain dari QRIS yaitu mengurangi resiko peredaran uang palsu karena QRIS merupakan metode cashless artinya tidak membutuhkan uang secara fisik dalam proses transaksi , dengan demikian pedagang tidak mungkin mendapatkan uang palsu,” jelas Rochman

Selain itu, Dengan QRIS keuangan akan lebih aman karena tidak membutuhkan uang secara fisik sehingga tidak menarik perhatian penjahat yang akan mencuri uang kita.

Keuntungan lainnya, pelaku usaha bisa melakukan transaksi atau pembayaran dari beberapa bank, hanya dengan melakukan scan barcode QRIS yang tersedia di tempat usaha.

“Semua transaksi dengan QRIS akan tercatat secara otomatis , dengan begitu proses pencatatan keuangan akan semakin lebih mudah, transaksi juga dapat diakses secara realtime. Adanya QRIS sekaligus berfungsi untuk memantau  pencatatan transaksi yang  telah dilakukan,” ujarnya.

Rochman menerangkan mengurus QRIS sangat mudah hanya mengumpulkan foto KTP, nomor rekening,  NIB (Nomor Induk Berusaha), alamat email  dan nomor telepon.

“Bank akan memverifikasi data dan melakukan konfirmasi baik melalui telepon atau kunjungan langsung, selanjutnya bank akan mendaftarkan usaha sebagai Merchant QRIS. Setelah QRIS terbentuk, bank akan mengirimkan barcode atau QR code baik berbentuk soft file maupun di kertas yang sudah dicetak,” terang Rohman.

“Selanjutnya , QRIS  bisa dipajang di toko, warung, loket sebagai salah satu metode pembayaran non tunai yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya,” pungkasnya. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)