KPU Sleman Distribusikan Alat Kerja Pantarlih

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman mulai mendistribusikan alat kelengkapan kerja untuk petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) atau Pantarlih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024 ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tingkat Kapanewon se-Kabupaten Sleman, Selasa (25/6).

Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi menyatakan bahwa alat kelengkapan kerja sudah didistribusikan ke PPK se-Kabupaten Sleman untuk diteruskan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Sleman.

Menurutnya, kelengkapan alat kerja ini nanti yang akan digunakan oleh Pantarlih untuk melakukan coklit di lapangan selama masa tugas.

“Alat kelengkapan tersebut digunakan Partalih bekerja melakukan pemutakhiran data pemilih dari rumah ke rumah pada rentang waktu sampai dengan 25 Juli 2024 ke depan,” ungkapnya.

Baehaqi juga mengatakan, bahwa KPU Sleman telah melakukan bimbingan teknis (bimtek) terkait ketugasan e-coklit bagi PPK dan PPS se-Kabupaten Sleman.

“Kami sangat mengharapkan PPK dan PPS memahami prosedur dan hal teknis lainnya dalam pemutakhiran data pemilih sehingga penduduk Kabupaten Sleman tidak ada satu pun yang terlewat dan tidak terdaftar dalam DPT,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabupaten Sleman menyebutkan daftar penduduk potensia pemilih (DP4) pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024 berjumlah sekitar orang. Dari daftar tersebut, nantinya akan dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT). (Athiful/KIM Depok)




Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polresta Sleman Kerja Bakti Bersihkan Tempat Ibadah

Sleman – Menjelang Hari Bhayangkara ke-78 Tahun 2024, Polresta Sleman mengerahkan sejumlah personilnya melaksanakan bakti religi di beberapa tempat ibadah di wilayah Kabupaten Sleman, Selasa (25/6).

Selain untuk menjalin silaturahmi dengan para tokoh agama, bakti religi ini dilakukan sebagai upaya untuk menjalin sinergitas antara pihak kepolisian dengan masyarakat umum.

Dalam bakti religi ini, anggota Polresta Sleman tanpa ragu menyapu halaman, membersihkan pintu dan kaca jendela, mengepel lantai, menyirami serta merapikan tanaman di tempat ibadah.

Bahkan tidak canggung, diantara mereka juga rela membersihkan toilet, hingga semua lingkungan menjadi bersih.

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Lindawati Wulandari mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk mendukung terciptanya suasana kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, serta menciptakan lingkungan tempat ibadah menjadi bersih rapi dan sehat guna mendukung terciptanya kamtibmas yang kondusif dan meningkatkan sinergitas dengan masyarakat.

“Sedangkan tempat ibadah yang dibersihkan antara lain adalah Masjid, Pura, Wihara, Klenteng, dan Gereja. Selain membersihkan tempat ibadah, kami juga memberikan bingkasan kepada pengurus tempat ibadah,” terangnya.

Menurut Iptu Wulandanri kegiatan ini mampu membangun keakraban antara aparat dan masyarakat, serta menjadi sarana silahturahmi yang baik antara pihak kepolisian dengan masyarakat.

“Karena dengan tempat ibadah yang bersih maka masyarakat akan semakin nyaman dalam beribadah. Selain itu kegiatan ini sebagai wujud manifestasi mensyukuri nikmat dan karunia yang telah diberikan dalam kehidupan,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)




Melalui Guru BK, Pemkab Sleman Intensifkan Pencegahan Peredaran Narkoba di Sekolah

Sleman – Dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan seminar bersama Guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) terkait pencegahan narkoba di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo turut mengajak para guru BK untuk mencegah peredaran narkotika di lingkungan sekolah.

Ajakan Kustini ini bukan tanpa dasar. Pasalnya, terdapat enam titik rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di DIY, sehingga upaya preventif untuk menekan peredaran narkoba di Sleman harus terus dilakukan.

Kustini menekankan, bahwa berdasarkan pemetaan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY perbulan Januari 2024, dari 12 titik lokasi rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di DIY, Sleman memiliki potensi risiko paling rawan dengan total enam titik lokasi rawan.

Sehingga, data ini dinilai Kustini harus menjadi perhatian serius bagi masyarakat Sleman.

“Penggunaan media sosial dalam bertransaksi narkotika mulai marak, dan penting untuk diwaspadai bersama. Agar dapat memantau anak-anak kita, sudah seharusnya kita juga memantau media sosial yang digunakan anak-anak kita,” tegasnya pada Selasa (25/6/2024) di Prima SR Hotel.

Sebagai langkah pencegahan, Kustini turut mengimbau agar orang tua dan guru bisa memberikan perhatian dengan menempatkan diri sebagai teman. Dengan begitu, anak diharapkan dapat lebih terbuka dengan orang tua dalam menyampaikan berbagai informasi yang mereka terima.

“Langkah yang dapat kita lakukan bersama dengan melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, adanya razia secara rutin, dan pendampingan dari wali siswa dengan memberikan perhatian dan kasih sayang,” lanjutnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman, Indra Darmawan menambahkan, pelaksanaan Seminar HANI menjadi upaya preventif pencegahan dan peredaran narkoba di lingkungan sekolah.

Dengan mengundang para guru sebagai peserta, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pendidik tentang pencegahan dan pemberantasan narkotika di sekolah.

“Acara ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada pendidik terkait sinergitas dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika di lingkungan sekolah, sekaligus dapat menciptakan komunikasi yang efektif kepada siswa-siswi,” tegasnya. (Athiful/KIM Depok)




Buka Konferensi Ketua MPK dan OSIS, Bupati Sleman Dorong Pelajar Miliki Jiwa Kepemimpinan

Sleman – Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (25/6), Forum Komunikasi Pengurus OSIS (FKPO) Kabupaten Sleman sukses menggelar Konferensi Ketua MPK dan OSIS (KONEKSI). Acara dibuka langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan ditandai pemukulan kentongan.

Dalam sambutannya, Kustini mengapresiasi kegiatan konferensi yang diselenggarakan FKPO Kabupaten Sleman. Menurutnya, acara ini dapat menjadi wadah bagi siswa saling berdiskusi serta meningkatkan jiwa kepemimpinan pelajar yang penuh tanggung jawab, kreatif, inspiratif dan berbudaya.

Tak lupa, Kustini juga berharap, para siswa yang mengikuti konferensi ini menjadi pemimpin-pemimpin baru di masa depan.

“Saya berharap konferensi ini menjadi wahana untuk membentuk calon-calon penerus estafet kepemimpinan yang berkarakter dalam membangun bangsa sekaligus menjadi wadah pembentukan pemimpin yang mampu memecahkan masalah, mengambil keputusan dan menumbuhkan kesadaran dalam membangun bangsa,” ujar Kustini.

Kustini turut menyampaikan, ke depan siswa-siswa akan menghadapi tantangan zaman yang sangat dinamis. Siswa sebagai generasi penerus masa depan sekaligus agent of change dalam menciptakan inovasi kreatif, ungkap Kustini, harus mampu mampu memecahkan berbagai tantangan di masa depan yang kian kompleks.

“Pemuda merupakan agen perubahan berpotensi besar dalam sebuah peradaban. Pentingnya keberadaan dan peran generasi muda bagi pembangunan di masa yang akan datang menjadikan pembentukan karakter generasi muda menjadi sebuah urgensi,” pungkas Kustini, dalam sambutannya.

Sementara Kepala Badan Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman, Dwi Agus Muchdiharto menjelaskan forum KONEKSI ini diikuti oleh anggota FKPO yang merupakan gabungan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari 114 Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Sleman.

Dwi mengatakan, bahwa dengan banyaknya sekolah yang tergabung dalam FKPO ini, FKPO Kabupaten Sleman merupakan FKPO dengan anggota terbanyak se-DIY. FKPO ini, lanjut Dwi, terdiri dari siswa kelas X hingga XI.

“Kami berharap konferensi ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai ajang untuk sharing dan berbagi pengalaman serta bersama-sama memecahkan permasalahan ke depan terkait organisasi maupun pengembangan minat dan bakat siswa,” katanya. (Athiful/KIM Depok)




Dukuh se-Kapanewon Tempel Ikuti Sekolah Pamong, Pawiyatan Pamong Yogyakarta

Sleman – Pawiyatan Pamong Yogyakarta Mengadakan  Sekolah Pamong Angkatan ke-99 di Gedung Punokawan Ragam Kriya, Jl KH Achamd Dahlan , Yogyakarta, Rabu (26/6/24).

Pawiyatan Pamong adalah Sekolah Wajib untuk para Pamong  Kalurahan yang bertujuan untuk membentuk sikap mental kepamongan bagi semua lapisan masyarakat, utamanya dikalangan abdi dalem kaprajan dan punokawan. Kegiatan ini hanya ada di Pemerintah Daerah Daerah Istinewa Yogyakarta dibawah naungan Pawiyatan Pamong. Seluruh pamong kalurahan dari Kabupaten dan Kota yang ada di provinsi DIY wajib melaksanakan Sekolah Pamong  ini

Pawiyatan Pamong angkatan ke-99 ini diikuti 43 peserta terdiri dari Perangkat/ Pamong Kalurahan (Dukuh, Carik, dan pamong lainya) Duta Koperasi, Duta Pariwisata, Duta Keistimewaan, dan Rois dari berbagai Kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman.

Hadir dalam pembukaan Sekolah Pamong ini Fajar Sudarwo selaku Sekertaris Sekolah Pamong , Paulus , dan , Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY selaku narasumber.

Fajar Sudarwo berharap pamong yang mengikuti kegiatan ini bisa mewakili Pawiyatan Pamong untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman makna tentang kekhasan Jogja-Istimewa kepada masyarakat.

“Tujuan adanya Sekolah Pawiyatan Pamong ini yakni untuk meningkatkan penjiwaan karakter pemimpin, memahami filosofi keistimewaan, Peran Yogyakarta untuk NKRI, Pemahaman UU 13 tahun 2012, Pemahaman Asal-usul Desa dan pembekalan pamong,” ungkap Fajar Sudarwo.

Sementara itu KMT. Yudawijaya menyampaikan materi Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan Paulus yang merupakan Ketua Pansus UUK DIY DPD RI pada tahun 2009 menyampaikan materi Makna Mandat UU Keistimewaan DIY

Materi terkahir dihari ini ditutup dengan materi Capaian dan Implementasi Perdais Pertanahan dan Perdais Tata Ruang oleh Kadis Pertaru DIY

Sebelum pulang, para peserta diberi arahan bagaimana memakai busana adat Keraton Ngayogyakarta karena hari ke-2 semua peserta wajib memakai pakaian jawa

Kegiatan ini sendiri akan berlangsung selama 3 hari kedepan, hari Rabu di Gedung Punokawan Ragam Kriya, hari ke-2 Kamis bertempat di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman, dan hari ke-3 kembali lagi di Gedung Punokawan Ragam Kriya lagi.

Wahyu Intani Dukuh Gendol Kulon, Sumberrejo Tempel mengaku senang mengikuti pawiyatan pamong , karena bisa belajar sekalian wisata dan refresing mengunjungi kraton

Salah satu Pamong dari Kapanewon Tempel, Arif Yasfani yang merupakan Dukuh Kromodangsan, Kalurahan Lumbungrejo menuturkan dari Kalurahan Lumbungrejo ada 8 Dukuh dari total 10 Padukuhan yang hadir mengikuti Sekolah Pawiyatan Pamong.

“Dikarenakan ada tugas yang melekat untuk mendampingi masyarakat, hari ini Dukuh Lodoyog dan Dukuh Krasakan belum bisa mengikuti Sekolah Pawiyatan Pamong, dan akan mengikuti di gelombang selanjutnya yakni bulan depan,” ujar Arif Yasfani

“Saya rasa banyak oleh-oleh yang bisa kami bawa pulang sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan akan sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Keistimewaan DIY, tidak hanya untuk Pamong yang baru dan muda saja akan tetapi Dukuh yang seniorpun juga mengikuti,” tambah Arif Yasfani. (Aiss/KIM Ceria Tempel)