Sleman – Pawiyatan Pamong Yogyakarta Mengadakan Sekolah Pamong Angkatan ke-99 di Gedung Punokawan Ragam Kriya, Jl KH Achamd Dahlan , Yogyakarta, Rabu (26/6/24).
Pawiyatan Pamong adalah Sekolah Wajib untuk para Pamong Kalurahan yang bertujuan untuk membentuk sikap mental kepamongan bagi semua lapisan masyarakat, utamanya dikalangan abdi dalem kaprajan dan punokawan. Kegiatan ini hanya ada di Pemerintah Daerah Daerah Istinewa Yogyakarta dibawah naungan Pawiyatan Pamong. Seluruh pamong kalurahan dari Kabupaten dan Kota yang ada di provinsi DIY wajib melaksanakan Sekolah Pamong ini
Pawiyatan Pamong angkatan ke-99 ini diikuti 43 peserta terdiri dari Perangkat/ Pamong Kalurahan (Dukuh, Carik, dan pamong lainya) Duta Koperasi, Duta Pariwisata, Duta Keistimewaan, dan Rois dari berbagai Kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman.
Hadir dalam pembukaan Sekolah Pamong ini Fajar Sudarwo selaku Sekertaris Sekolah Pamong , Paulus , dan , Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY selaku narasumber.
Fajar Sudarwo berharap pamong yang mengikuti kegiatan ini bisa mewakili Pawiyatan Pamong untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman makna tentang kekhasan Jogja-Istimewa kepada masyarakat.
“Tujuan adanya Sekolah Pawiyatan Pamong ini yakni untuk meningkatkan penjiwaan karakter pemimpin, memahami filosofi keistimewaan, Peran Yogyakarta untuk NKRI, Pemahaman UU 13 tahun 2012, Pemahaman Asal-usul Desa dan pembekalan pamong,” ungkap Fajar Sudarwo.
Sementara itu KMT. Yudawijaya menyampaikan materi Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan Paulus yang merupakan Ketua Pansus UUK DIY DPD RI pada tahun 2009 menyampaikan materi Makna Mandat UU Keistimewaan DIY
Materi terkahir dihari ini ditutup dengan materi Capaian dan Implementasi Perdais Pertanahan dan Perdais Tata Ruang oleh Kadis Pertaru DIY
Sebelum pulang, para peserta diberi arahan bagaimana memakai busana adat Keraton Ngayogyakarta karena hari ke-2 semua peserta wajib memakai pakaian jawa
Kegiatan ini sendiri akan berlangsung selama 3 hari kedepan, hari Rabu di Gedung Punokawan Ragam Kriya, hari ke-2 Kamis bertempat di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman, dan hari ke-3 kembali lagi di Gedung Punokawan Ragam Kriya lagi.
Wahyu Intani Dukuh Gendol Kulon, Sumberrejo Tempel mengaku senang mengikuti pawiyatan pamong , karena bisa belajar sekalian wisata dan refresing mengunjungi kraton
Salah satu Pamong dari Kapanewon Tempel, Arif Yasfani yang merupakan Dukuh Kromodangsan, Kalurahan Lumbungrejo menuturkan dari Kalurahan Lumbungrejo ada 8 Dukuh dari total 10 Padukuhan yang hadir mengikuti Sekolah Pawiyatan Pamong.
“Dikarenakan ada tugas yang melekat untuk mendampingi masyarakat, hari ini Dukuh Lodoyog dan Dukuh Krasakan belum bisa mengikuti Sekolah Pawiyatan Pamong, dan akan mengikuti di gelombang selanjutnya yakni bulan depan,” ujar Arif Yasfani
“Saya rasa banyak oleh-oleh yang bisa kami bawa pulang sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan akan sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Keistimewaan DIY, tidak hanya untuk Pamong yang baru dan muda saja akan tetapi Dukuh yang seniorpun juga mengikuti,” tambah Arif Yasfani. (Aiss/KIM Ceria Tempel)