Bangun Kebersamaan, RSCC Peringati HUT ke-18 Tahun

Sleman – Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Tahun, Rumah Sakit Condongcatur (RSCC) Depok Sleman sukses menyelenggarakan Jalan Sehat Bersama yang dihadiri oleh karyawan, keluarga, dan warga sekitar, Minggu (30/6).

Jalan Sehat Bersama yang menempuh panjang 3 km dan dimulai di area parkir RSCC ini dibuka langsung oleh dr. Dewi Lestari, M.M., AIFO-K, selaku direktur RSCC, dengan mengibaskan bendera pembukaan.

Dalam sambutan pengantarnya, Dewi Lestari tentang pentingnya membangun kebersamaan. “Jalan Sehat ini adalah salah satu cara untuk membangun kebersamaan,” ucapnya.

Kebersamaan ini, ujar Dewi, dapat menumbuhkan etos kerja yang berkualitas, sebagaimana tema HUT ke-18 Tahun, yaitu ‘Berkarya dengan Cinta dan Dedikasi’. Hal ini juga, ungkap Dewi, sejalan dengan tagline RSCC ‘Solusi Jitu untuk Kesehatan Anda’.

“Kebersamaan, dedikasi, dan etos kerja untuk memberi pelayanan kesehatan berkualitas pada semua lapisan masyarakat,” tandasnya.

Ditambahkan Dewi, bahwa semua rangkain kegiatan HUT ke-18 puncaknya 4 Juli 2024 dengan Doa dan Keakraban bersama owner RSCC dr. Herti Eliza Silalahi, MKes. PhD.

Sedangkan HRD RSCC Wisnu Setya Nugraha mengatakan, bahwa Jalan Sehat Bersama sudah menjadi agenda tahunan RSCC.

Dalam momentum Jalan Sehat Bersama kali ini dilakukan kegiatan dengan beragam lomba, pembagian doorprize, kipas angin, kompor dua tungku, sepeda, dan mesin guci. Lomba untuk anak-anak, antara lain Lomba Makan Krupuk, Lomba Membawa Kelereng.

Ditambahkan Wisnu, dalam momentum Jalan Sehat Bersama bagi karyawan, warga Leles dan Gempol yang memiliki jiwa wirausaha diberi kesempatan untuk berjualan.

“Ada 10 stan yang berpartisipasi dengan beragam aneka makanan, jajanan, dan snack” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)




Antisipasi Hoaks Jelang Pilkada, Kesbangbol Sleman Gelar Dialog bersama LSM dan Ormas

Sleman – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sleman Tahun 2024 mendatang, masyarakat diminta menjadi pemilih cerdas dengan selalu mewaspadai berita hoaks dan politik uang.

Hal demikian yang menjadi kesimpulan Dialog Interaktif yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman, Jum’at (28/6) di Aula Sari Dewi, Tridadi, Sleman.

Dialog yang bertajuk “Peran Stakeholder untuk Sukseskan Pilkada Sleman” ini menghadirkan narasumber, antara lain Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ketahanan Nasional Badan Kesbangpol Sleman Achmad Raharjo, Pemimpin Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat Octo Lampito, aktivis Yayasan Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) Ahmad Fikri, serta Ketua Forum Ormas dan LSM Kabupaten Sleman Akhmad Munif.

Dalam paparannya, Achmad Raharjo mengatakan bahwa, saat ini di Kabupaten Sleman terdapat sekitar 60 persen pemilih baru dalam Pilkada 27 November 2024 mendatang. Ia berharap, semua pemilih baru itu dapat menggunakan hak pilihnya di TPS masing-masing.

“Kita semua berharap para pemilih baru mendatang bersedia ikut ke TPS. Perkara siapa yang dipilih, itu bebas,” katanya.

Sedangkan Octo Lampito berharap, 60 persen generasi Z ini jangan terpengaruh hoaks yang hanya menyesatkan. Pilihlah pemimpin yang baik, yang punya kemampuan membawa Sleman menjadi makin baik.

Lebih lanjut, Octo mengajak agar masyarakat terus mewaspadai black campaign atau kampanye hitam yang isinya hanya berusaha menjelek-jelek calon lain.

Dalam Pilkada serentak tahun 2024, akan memilih 327 Gubernur, sedang Bupati/Walikota akan dilakukan di 508 Kota/Kabupaten. Soal politik uang, mereka harus disadarkan untuk tidak gampang memilih hanya karena iming-iming duit.

“Masyarakat diminta untuk tetap fokus memilih pemimpin yang terbaik,” tukas Octo melanjutkan.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Fikri mengajak, untuk ke depan warga Sleman harus berani memilih generasi muda menjadi pemimpin. Fikri mengungkapkan, bahwa selama ini ada keraguan untuk mencalonkan anak-anak muda yang mampu. (Athiful/KIM Depok)




YASIN Gelar Khitanan Massal Gratis

SLEMAN – Yayasan Amal Sosial Islam Nogotirto (YASIN) berkerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Queen Latifa Nogotirto, Gamping, Sleman, sukses menggelar Bakti Sosial berupa khitanan massal gratis yang diikuti anak-anak dari Sleman, Bantul, Gunungkidul, bahkan Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut terlaksana di Gedung PAUD YASIN Kompleks Masjid Nogotirto, Gamping, Sleman, Minggu (30/6).

Menurut Koordinator Panitia Pelaksana Deddy Heriyanto, kegiatan khitanan massal gratis semacam ini merupakan acara reguler kelima yang diselenggarakan oleh Yayasan Amal Sosial Islam Nogotirto (YASIN).

“Anak-anak yang dikhitan berjumlah 21 orang. Kebanyakan yang dikhitan merupakan anak-anak SD. Mereka berasal dari sekitar desa Nogotirto, Bantul, Gunungkidul, bahkan Magelang,” ujar Deddy.

Menurut Dedy, tujuan diadakannya khitanan massal gratis oleh YASIN ini, untuk membantu anak-anak yang keluarganya tidak mampu. Sebab kalau khitanan di tempat umum, ungkap Dedy, biayanya cukup mahal.

“Selain gratis, khitanan yang digelar YASIN ini nantinya anak-anak yang dikhitan mendapat peci, sarung, baju dan uang saku. Nanti setelah anak-anak ini dikhitan, mereka juga diantar pulang ke rumah masing-masing oleh panitia penyelenggara. Kebetulan panitia pelaksana sudah menyiapkan alat transportasinya,” papar Deddy.

Lebih lanjut dikatakan Dedy, selain baksos khitanan, YASIN juga menyiapkan kegiatan sosial lainnya seperti baksos pembagian sembako, donor darah, dan kegiatan yang berkaitan dengan anak yatim.

“Jadi YASIN saat ini memiliki banyak program yang harus ditindaklajuti,” pungkas Deddy. (Athiful/KIM Depok)




Papringan Bersholawat Sarana Pererat Ukhuwah Islamiyah Padukuhan Bedog

Untuk mempererat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan di antara para jama’ah di wilayah Padukuhan Bedog Kalurahan Trihanggo Kapanewon Gamping, maka warga masyarakat Dusun Papringan menggelar kegiatan pengajian lapanan bertajuk ‘Papringan Bersholawat’ pada Sabtu malam (29/6/2024) yang menghadirkan Habib Abdullah Bin Umar Assegaf dan KH. Mujiharno.

Mengawali kegiatan, Habib Abdullah Bin Umar Assegaf menuturkan bahwa melalui lantunan sholawat maka para jama’ah dapat mengekspresikan rasa cinta dan penghormatannya kepada Rasulullah sekaligus menguatkan kecintaan terhadap ajaran islam yang beliau bawa. Di samping hal tersebut, dengan melantunkan sholawat bersama-sama, peserta pengajian merasa lebih dekat satu sama lain serta semakin mendalam rasa kebersamaan dan solidaritasnya. 

Menurutnya, dari sisi psikologis kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya rohani, tetapi juga membantu mengurangi stres dan kecemasan, karena lantunan sholawat dapat memberikan ketenangan dan kedamaian batin sehingga para jamaah merasa lebih tenang dan damai setelah mengikuti pengajian.

“Dari konteks edukatif, sholawatan menjadi sarana untuk mengajarkan kepada para jama’ah terutama generasi muda tentang pentingnya sholawat dan kisah-kisah mengenai kehidupan Nabi Muhammad SAW,” imbuhnya.

Sementara, KH. Mujiharno dalam ceramahnya menguraikan tentang pentingnya khitan bagi anak laki-laki sejalan dengan kegiatan pengajian walimatul khitan anak Ahmad Farid Rusydi tersebut. Dikatakannya, khitan merupakan salah satu sunnah dalam Islam yang sangat dianjurkan bagi anak laki-laki karena khitan dianggap sebagai bagian dari fitrah atau kebersihan alami dan merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, sehingga walimah ini menjadi momentum guna mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan keluarga atas selesainya ibadah tersebut.

Adapun kegiatan walimatul khitan merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelancaran proses khitan yang dijalani oleh anak. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan anak yang telah dikhitan kepada lingkungan masyarakat, sekaligus meminta doa restu agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan sehat.

“Melalui walimatul khitan, keluarga yang punya hajat dapat berbagi kebahagiaan dan berkah dengan warga masyarakat di sekitarnya. Sedangkan dari sudut pandang budaya, walimatul khitan sering kali disertai dengan berbagai tradisi dan adat istiadat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat setempat, sehingga juga berfungsi sebagai bentuk pelestarian budaya,” urainya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon gamping)




Kalurahan Sumbersari Gelar Regenerasi Forum Anak

Sleman – Dalam rangka mengoptimalkan Forum Anak di Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( P3AP2KB) Kabupaten Sleman melakukan Sosialisasi dan Pembentukan Forum Anak. Kegiatan tersebut menggunakan Dana PUPM.

Sosialisasi dilakukan di seluruh Kalurahan di Kabupaten Sleman. Salah satunya digelar di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman pada hari Senin ( 1/7/2024) bertempat di Pendopo Kalurahan setempat. Dalam sosialisasi tersebut selain dihadiri oleh Forum Anak Kapanewon Moyudan juga dihadiri oleh Kamituwa Sumbersari dan sejumlah Forum Anak Sumbersari.

Kamituwa Sumbersari Agus Iskandar menyampaikan terima kasihnya kepada Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman yang telah memfasilitasi pembentukan atau Reorganisasi pembentukan Forum Anak Sumbersari melalui Dana PUPM. Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa di Kalurahan Sumbersari sudah terbentuk Forum Anak yaitu Periode tahun 2022-2024.”

Karena sudah terbentuk maka pada sosialisasi saat ini nanti kita akan reorganisasi pengurus periode berikutnya,” tutur Agus.

Ia pun juga menyampaikan bahwa sosialisasi akan dilakukan selama 2 hari yaitu Senin dan Selasa tanggal 1 dan 2 Juli 2024.”Kami harap semua, untuk bisa mengikuti sosialisasi ini sampai selesai,” pungkas Agus.

Sedangkan sosialisasi disampaikan oleh Arinda Kartika Putri Fasilitator Forum Anak Sleman, dan Agus Ruyanto dari Lembaga Study Pengembangan Permpuan dan Anak. Arinda dalam pemaparannya menyampaikan Hak Anak Menurut Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002.

Arinda lebih lanjut menjelaskan bahwa menurut Undang-Undang setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Selain itu anak juga berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan,” pungkasnya.

Selanjutnya Agus Ruyanto mengupas tentang sejarah terbentuknya Forum Anak, bahwa Forum Anak bermula sejak berakhirnya perang Dunia I yang didirikan oleh seorang aktivis yang bernama Eglantyne Jebb. Lebih lanjut Ruyanto juga mengajak peserta untuk merefleksi terbentuknya Forum Anak.

Untuk hari ke dua dalam sosialisasi yang akan berlangsung pada hari Selasa (2/7/2024) akan disampaikan tentang leadership atau kepemimpinan dan dilanjutkan pembentukan pengurus baru Forum Anak Kalurahan Sumbersari. (Giek/KIM Moyudan)