PPK Gamping Gelar Rakor Beri Informasi Stake-Holder Tahapan Pemilihan

Untuk memberikan informasi dan menyamakan persepsi mengenai tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024, maka Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Tahapan Pemilihan Bersama Stake-holder di Ruang Rapat Wirasuta Lantai II, Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (2/7/2024).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Gamping, Muhammad Abdul Kariem dan dihadiri Panewu Anom Gamping, Hery Subagio tersebut merupakan upaya strategis untuk menyatukan visi dan misi semua pihak terkait dalam rangka menyukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024 khususnya di wilayah Kapanewon Gamping yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang.

Peserta yang terdiri dari unsur berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah kalurahan, aparat TNI dan kepolisian, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan serta Ketua Panitia Pemungutan Suara se-Kapanewon Gamping menerima materi sosialisasi mengenai tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024 yang dipaparkan oleh Pilkeska Hiranurpika selaku anggota PPK Gamping divisi sosialisasi, Pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat, dan sumberdaya manusia.

Selama kegiatan dilakukan pemaparan mengenai jadwal dan tahapan pemilihan yang meliputi proses pendaftaran calon, masa kampanye, pemungutan suara, hingga penghitungan dan penetapan hasil. Selain itu, disampaikan pula berbagai kebijakan dan regulasi baru yang diterapkan untuk memastikan pemilihan berjalan secara transparan, adil, dan bebas dari praktik kecurangan.

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan para peserta kegiatan dapat mendideminasikan informasi kepada masyarakat agar dapat memahami peran para pihak terkait dalam pemilihan serta hak dan kewajiban sebagai pemilih, sehingga partisipasi dalam proses demokrasi di wilayah Kapanewon Gamping dapat meningkat,” tutur Pilkeska.

Diskusi dalam rapat juga mencakup identifikasi potensi masalah yang mungkin timbul selama proses pemilihan dan strategi untuk mengatasinya. Berbagai masukan dan saran dari peserta rapat koordinasi sangat berharga dalam merumuskan langkah-langkah antisipatif. Dengan demikian, diharapkan semua pihak dapat mengawal proses pemilihan dengan baik dan menjaga stabilitas serta keamanan selama tahapan pemilihan berlangsung.

Sebagai penutup, Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024 diharapkan menjadi momentum penting untuk menciptakan pemilihan yang sukses, demokratis dan berkualitas. Karenanya, partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat serta koordinasi yang terjalin baik antara stake-holder dengan penyelenggara pemilihan akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




KWT Sebagai Sarana Peningkatan Ekonomi Keluarga

Sleman – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman melakukan pembinaan di KWT Mekar Berseri Padukuhan Nasri, Sumbersari, Moyudan Sleman pada hari Rabu (3/7/2024) bertempat di rumah Dukuh Nasri.

Pembinaan dilakukan langsung Oleh Joko Dwi Haryadi, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPPP Kabupaten Sleman, Kepala UPTD BP4 Wilayah 4, dan PPL Sumbersari Fx. Naryanto.

Joko Dwi Haryadi memaparkan bahwa KWT Mekar Berseri Nasri merupakan  salah satu KWT yang mendapatkan bantuan dari Lumbung Mataraman maka harus dijaga kelestariaanya. Lebih lanjut Joko menambahkan bahwa Lumbung Matraman ada 3 kategori yaitu Penumbuhan, Pengembangan dan Kemandirian.

“Nasri masih masuk pada kategori penumbuhan, apabila nanti naik ke kategori pengembangan akan mendapat bantuan olahan, sedangkan kalau naik ke kategori kemandirian akan diajak untuk studi banding,” ujarnya.

“Mangga, silakan dikelola dengan baik, sehingga tujuan KWT untuk bisa meningkatkan ekonomi keluarga, dan bisa mengurangi stunting,” imbuhnya.

Sedangkan Iriyanti Kepala UPTD BP4 Wilayah 4 mengajak para anggota KWT untuk tetap semangat.

“Jangan hanya semangat ketika mendapat bantuan setelahnya berhenti tapi tetap lanjutkan,” ajak Iriyanti.

Ia pun berharap dengan mendapat bantuan dari Lumbung Mataraman berupa bibit tanaman, bibit ikan dan ayam bisa menambah semangat.

“Kami berharap KWT harus memiliki slogan Nandur sek dipangan,  mangan sek ditandur,” pungkasnya.

Selanjutnya Fx Naryanto PPL Sumbersari mengungkapkan KWT Mekar Berseri harus merasa bersyukur karena mendapatkan kepercayaan mendapat Lumbung Mataraman.

“Di Kabupaten Sleman hanya ada 3 yaitu Sumbersari, Merdikorejo  Tempel, dan Bimomartani Ngempak, untuk itu mari kita kelola dengan sebaik-baiknya,” tambahnya. (Giek/KIM Moyudan)




Pantarlih Trihanggo Laporkan Hasil Coklit

Guna memberikan gambaran awal mengenai kemajuan proses pemutakhiran data pemilih, maka PPS Trihanggo mewajibkan bagi Pantarlih melaporkan hasil kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024 yang diturunkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman selama satu minggu pertama.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Sekretariat PPS Trihanggo, Kapanewon Gamping, Selasa (2/7/2024) pagi hingga malam hari dipimpin oleh Ketua PPS Trihanggo, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi Anggota PPS Trihanggo Divisi Teknis Penyelenggaraan, Data dan Informasi, Muhammad Rachmad Putra, beserta Dewi Safitri Ariani selaku Anggota PPS Trihanggo Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumberdaya Manusia.

Informasi yang didapat dari Pantarlih dalam minggu pertama pelaksanaan pemutakhiran data pemilih sangat penting untuk memastikan bahwa proses Coklit berjalan sesuai dengan rencana dan jadwal yang telah ditetapkan, serta guna mengidentifikasi wilayah-wilayah yang mungkin memerlukan perhatian khusus atau intervensi lebih lanjut dari Panitia Pemungutan Suara Kalurahan Trihanggo.

“Pelaporan mingguan juga berfungsi sebagai mekanisme untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang mungkin timbul selama proses Coklit di lapangan, dan mengetahui berapa banyak rumah tangga yang telah dikunjungi, dan berapa banyak data yang telah diverifikasi dan diperbarui oleh Pantarlih,” terang Adnan.

Menurutnya, dengan menerima laporan Coklit secara berkala maka PPS Trihanggo dapat segera mengetahui adanya kesulitan atau hambatan yang dihadapi oleh Pantarlih, seperti data pemilih yang tidak valid, alamat yang tidak ditemukan, atau pemilih yang sulit ditemui. Dengan demikian, pihaknya dapat memberikan solusi atau arahan yang tepat untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, sehingga tidak menghambat kelancaran proses pemutakhiran data pemilih.

Lebih jauh lagi, laporan ini memungkinkan Panitia Pemungutan Suara Kalurahan Trihanggo untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi kinerja 53 Pantarlihnya, serta dapat menilai apakah metode yang digunakan dalam proses Coklit sudah tepat dan efektif atau perlu ada penyesuaian. Sehingga evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa data pemilih yang diperoleh adalah akurat dan mutakhir yang nantinya digunakan sebagai dasar yang valid untuk penyelenggaraan pemilu.

Dengan memastikan data pemilih yang valid dan akurat maka PPS Trihanggo dapat membantu KPU Kabupaten sleman dalam menciptakan Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Sleman 2024 yang lebih transparan, akuntabel, dan kredibel di wilayah yang menjadi ampuannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Permainan Gobak Sodor Warnai Porkal di Sumberarum

Sleman – Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) sudah mulai digelar di Kalurahan Sumberarum, Moyudan, Sleman. Sebagai Kalurahan rintisan budaya maka dalam kegiatan Porkal tahun 2024 juga mempertandingkan permainan tradisional yang dekat dengan kebudayaan, salah satunya adalah gobak sodor.  Pertandingan digelar pada hari Senin dan Selasa ( 1-2 Juli 2024 ) mulai pukul WIB bertempat di Lapangan Sumberarum.

Imas, salah satu panitia Porkal mengutarakan bahwa permainan gobak sodor diikuti oleh 10 regu putra maupun putri dari 16 Padukuhan di Sumberarum. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pertandingan gobak sodor tersebut bekerja sama dengan Komite Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) Cabang Sleman.

“Karena keterbatasan kami dan kekurang mampuan kami dalam memimpin pertandingan, maka wasit permainan gobak sodor ini kami serahkan KOTI Kabupaten Sleman,” imbuh Imas.

Sedangkan Kamituwa Kalurahan Sumberarum Nur Biyanto mengungkapkan alasan Porkal di Sumberarum digelar lebih awal adalah karena bertepatan dengan masa libur sekolah, sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar.

“Apabila nanti dilaksanakan di bulan Agustus (seperti sebelumnya) warga masyarakat sudah sibuk di Padukuhan masing-masing untuk memperingati HUT Kemerdekaan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi keributan maka dibuat kesepakatan bersama, bahwa siapapun yang membuat keributan maka harus mengganti seluruh biaya pelaksanaan.

Selanjutnya Kamituwa Sumberarum mengatakan bahwa panitia penyelenggara diserahkan sepenuhnya kepada Karang Taruna.  (Giek/KIM Moyudan)




Komisi Perempuan MUI Depok: Selesaikan Berbagai Masalah Bersama Keluarga

Sleman – Dalam kegiatan Rakor bersama, Anggota Komisi Perempuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok Sleman Nurhayati menyampaikan, perkembangan di masyarakat kian kompleks, karena terjadi krisis multidimensi, baik ekonomi, sosial, dan dekadensi moral.

Nurhayati mengatakan, keluarga memiliki peran yang sangat penting untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut. Karena tidak semua persoalan di masyarakat dapat diselesaikan oleh negara.

“Tapi juga seluruh elemen masyarakat dan masalah-masalah yang timbul baik itu kekerasan fisik, verbal, atau seksual, persoalan ekonomi dan akhlak bangsa tidak terlepas dari peran keluarga,” ujarnya saat Rakor Bersama MUI Depok, Selasa (2/7) di Kantor Sekretariat MUI Depok, Jalan Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Dalam kegiatan itu, Nurhayati juga menerangkan peran keluarga dapat membentuk individu yang memiliki karakter kuat dan sehat. Keluarga, ungkapnya, dapat membentuk karakter individu yang saleh dan salehah karena keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat dan bangsa.

“Keluarga berperan dalam melakukan proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang, ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya,” ungkapnya.

Nurhayati mengungkapkan bahwa permasalahan perempuan dalam kontek Kapanewon Depok cukup memprihatinkan. Sehingga, MUI Depok, melalui Komisi Pemberdayaan Perempuan harus siap mengantisipasi berbagai persoalan yang telah berkembang di kalangan masyarakat Depok Sleman.

“Sesuai amanah MUI sebagai khadimul ummah dan mitra pemerintah dalam konteks sebagai Ibu yang merupakan madrasatul ula, tentu bersama bapak dan keluarga inti lainnya, kita memiliki peranan penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat, generasi muda yang kuat,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)