Songsong Pilkada 2024, Ribuan Santri di Sleman Gelar Doa Bersama

Sleman – Ribuan jamaah memenuhi lapangan Denggung Sleman pada Macul Langit Santri Nekad Bersholawat yang merupakan  doa bersama dalam rangka menyongsong Pilkada Sleman yang aman dan damai pada Senin (8/7/2024).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan harapannya agar dalam menghadapi Pilkada 2024, para Kyai, Ustadz  dan Alim Ulama di Kabupaten Sleman turut aktif menciptakan stuasi yang aman dan  kondusif. 

“Dengan berdoa dan bersholawat semoga nanti Pilkada Sleman berjalan dengan  aman,  lancar dan dapat melanjutkan pembangunan di Kabupaten Sleman yang sudah berjalan baik. Dengan bersholawat kita juga mendekatkan diri kepada Allah, semoga Allah mengabulkan permohonan kita,” ujarnya.

“Mari kita bersama menjaga kebersamaan, keimanan,  dan bersama  membangun Kabupaten Sleman.  Semoga Pilkada berjalan secara demokratis,  aman, lancar tak ada halangan,” tandas Kustini.

Sementara itu Ustaz Anang Imamudin, Dewan Syuro Santri Nekad Pusat menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini adalah berdoa bersama  memohon kepada Allah agar pemilu aman dan damai.

“Kita ayem pikiran tentrem hidup dalam bermasyarakat. Dengan bersholawat  Insya Allah selamat dunia akhirat,” jelasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Layanan Jemput Bola Permudah Warga Banyuraden Dapatkan IKD

Untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan administrasi kependudukan, maka Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kalurahan Banyuraden menyelenggarakan pelayanan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan setempat, Senin (8/7/2024).

Masyarakat yang sebelumnya mengalami kesulitan mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman kini dengan mudah mendapatkan layanan ini di tempatnya berada. Di samping hal tersebut, program pemerintah ini juga membantu meningkatkan akurasi data kependudukan dan mempercepat proses penerbitan KTP elektronik.

Kegiatan pengenalan aplikasi identitas kependudukan digital khususnya kepada warga masyarakat Banyuraden dipantau langsung oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana didampingi Lurah Banyuraden, Sudarisman guna memastikan seluruh warga termasuk yang berada di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan mobilitas dapat melakukan perekaman KTP elektronik dan mengaktifkan identitas kependudukan digital tanpa harus mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman.

“Dengan memanfaatkan teknologi digital maka layanan dokumen kependudukan menjadi lebih moderen dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tutur Tamzis.

Lebih lanjut Ia membeberkan manfaat program yang sangat signifikan terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pelayanan publik, serta membantu meningkatkan akurasi data kependudukan dan mempercepat proses penerbitan KTP elektronik.

“Salah satunya adalah meningkatkan kemudahan dan efisiensi dalam mengakses layanan publik dan administrasi, seperti pendaftaran sekolah, layanan kesehatan dan perbankan tanpa perlu membawa dokumen fisik,” sebutnya.

Manfaat IKD selanjutnya adalah meningkatkan keamanan data pribadi dengan mengurangi risiko pemalsuan identitas dan penyalahgunaan informasi. Karenanya, masyarakat dapat dengan mudah mengelola data kependudukannya secara online, mempercepat berbagai proses administrasi, dan mendukung transformasi digital di berbagai sektor layanan.

Sementara, Lanjar Rukinah selaku Kepala Urusan Tata Laksana Kalurahan Banyuraden menyampaikan bahwa selain kegiatan perekaman KTP elektronik pihaknya juga melayani aktivasi aplikasi identitas kependudukan digital bagi warga yang telah memiliki KTP elektronik atau sudah berusia 17 tahun.

“Kepemilikan IKD ini sangat penting karena jika ada masyarakat yang mengalami kerusakan KTP maka aplikasi dapat diakses melalui digital dan bisa digunakan untuk mengakses pelayanan publik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program meliputi sosialisasi dan pendataan awal untuk memberikan informasi pentingnya kepemilikan kartu tanda penduduk elektronik dan identitas digital yang dilanjutkan perekaman data biometrik seperti sidik jari, foto wajah dan tanda tangan. Usai perekaman data bagi 23 orang dilakukan verifikasi dan validasi guna memastikan keakuratan data, serta diakhiri dengan aktivasi aplikasi identitas kependudukan digital sebanyak 64 orang yang dipraktekkan langsung pada perangkat telepon pintar milik warga. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




PPS Bersama Pantarlih Lumbungrejo Gelar Rapat Evaluasi Coklit Minggu Kedua

Sleman – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel menggelar rapat evaluasi bersama Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih), di Balai Desa Kalurahan Lumbungrejo pada Senin malam (8/7/2024)

Ketua PPS Lumbungrejo, Sih Budi Daryanto menjelaskan, bahwa kegiatan ini  dilaksanakan untuk melakukan monitoring progress pelaksanaan coklit data pemilih oleh 21 petugas Pantarlih  yang tersebar di 11 TPS dari 10 Padukuhan di Lumbungrejo  yang sudah memasuki minggu kedua atau 14 hari kerja.

Selanjutnya ditegaskan oleh Sih Budi bahwa agenda coklit pemutakhiran data pemilih diagendakan 24 Juni s.d 24 Juli 2024 dan hari ini memasuki minggu ke-2 pelaksanaan coklit sehingga progress penyelesaian coklit harus terus dipantau.

“Tujuan kami mengumpulkan semua Pantarlih untuk melakukan evaluasi dan sharing tentang kendala yang dihadapi di lapangan,” ungkapnya.

Sedangkan , Umi Latifah dalam arahannya mewakili Ketua PPK Tempel berharap agar pelaksanaan coklit dapat diselesaikan sebelum waktu berakhir sehingga hasil pelaksanaan pemutakhiran data dapat segera dilaporkan kepada PPK Kecamatan Tempel dan melanjutkan agenda Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024 ini sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Divisi Data Dan Informasi, Wildan Rizaldi mengatakan, banyak persoalan yang dihadapi Pantarlih di lapangan, misalnya pemilih ganda, tidak menemui seseorang saat hendak mencoklit di rumah warga, bahkan ada yang tidak mau dipasang stiker di Sedangkan sampai minggu kedua atau 14 hari kerja Pantarlih dari 5936 pemilih di Lumbungrejo yang sudah dilakukan penCOKLITan sebanyak 4487 atau kurang lebih 75%

“Untuk itu, kami PPS Lumbungrejo bersama PPK Kapanewon Tempel hadir dalam kegiatan tersebut memberikan arahan atas beberapa kendala yang dihadapi Pantarlih di lapangan, Kebetulan PPK ada kegiatan monitoring pemutakhiran data pemilih, jadi PPK juga memberikan arahan sesuai peraturan yang berlaku atas kendala yang dihadapi di lapangan,” ujarnya. (sbd_kimtempel)




PPS Sumberagung Terima Laporan Coklit Minggu Kedua

Sleman – Sesuai kententuan yang berlaku bahwa setiap Pantarlih harus melaporan hasil Pencocokan dan Penelitian ( Coklit) Data Pemilih setiap minggu sekali kepada PPS. Sejak dilantiknya menjadi Pantarlih, maka Senin (8/7/2024) sudah memasuki minggu ke 2.

Untuk itu Panitia Pemungutan Suara ( PPS) Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman juga menerima Laporan Coklit dari Pantarlih. Laporan dilakukan pada hari Senin (8/7/2024) mulai pukul WIB – WIB di aula Kalurahan setempat.

Ketua PPS Sumberagung Riyang Gati mengungkapkan bahwa Sumberagung terdiri dari 21 Padukuhan. Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024 terbagi ke dalam 21 tempat Pemungutan Suara ( TPS),   dan memerlukan 30 Pantarlih.

“Sesuai yang tercantum dalam A-DP pemiihnya berjumlah ,” imbuhnya.

Hasil laporan Pantarlih telah dapat melakukan Coklit 55% dari A-DP, yang 45 % dapat terselesaikan dalam 2 pekan ke depan.

“Walau masa tugas Pantarlih berakhir pada tanggal 25 Juli 2024, tetapi kami berharap kepada Pantarlih dapat menyelesaikan tugasnya pada 3 hari sebelum berakhir, sehingga kalau ada kekeliruan masih ada waktu untuk memperbaiki,” kata Riyang Ketua PPS Sumberagung.

Ketua PPK Moyudan Agung Wahyudi saat melakukan monitoring laporan Coklit di Sumberagung menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Pantarlih yang sudah bekerja sesuai tahapan.

“Semoga para Pantarlih dapat bekerja secara optimal dengan hasil yang maksimal, serta menemui kendala  yang minimal,” ungkapnya. (Giek – KIM Moyudan)




Dinsos Sleman Berdayakan Penyandang Disabilitas dengan Pelatihan Tata Boga

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerja sama dengan LKP Jogja Tourism Training Centre (JTTC) menggelar Pelatihan Tata Boga untuk Penyandang/Keluarga Disabilitas Kapanewon Depok, bertempat di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok. Kegiatan diselenggarakan slama 4 hari dari 8-11 Juli 2024.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada Kapanewon Depok dan Dinas Sosial kabupaten Sleman yang telah memberikan Program kegiatan Pelatihan Tata Boga kepada penyandang / keluarga Disabilitas sebagai bentuk pemberdayaan dengan bekal ilmu pengolahan makanan untuk diaplikasikan sehingga dapat membantu ekonomi keluarga

“Diharapakan para peserta dapat mengikuti pelatihan sampai selesai, dimanfaatkan dengan baik dan semoga ada keberlanjutan dari pelatihan di tahun depan agar bisa mengembangkan kemampuannya,” ucapnya saat membuka pelatihan bersama Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Kapanewon Depok, TKSK Kapanewon Depok dan LPK JTTC  di ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur, Senin (8/7/2024).

Kepala Bidang  Rehabilitasi Sosial Dinsos Sleman, Fahmi Khoiri, mewakili Kepala Dinas menyampaikan bahwa peserta sebanyak 10 orang dari penyandang atau keluarga penyandang disabiltas di wilayah Kapanewon Depok selama 4 (hari) dengan praktek  di Posko Bersama (Dapur Umum) Condongcatur yang akan dibimbing oleh LPK JTTC

“Usaha nantinya bisa mandiri atau kelompok, diutamakan kualitasnya, untuk bisa memaksimalkan pelatihan diharapkan peserta aktif langsung bertanya kepada instruktur tentang materi pelatihan apa yang belum dipahami agar langsung dipraktekkan,“ ungkapnya.

Ditambahkan Fahmi bahwa pada akhir pelatihan nanti akan diberikan peralatan memasak seperti 1 set kompor gas dan Mixer kepada setiap kelompok.

“Selain itu, juga telah disiapkan rool  banner sehingga usai  pelatihan jika akan mengikuti pameran semua sudah siap ikut meramaikan kegiatan pameran makanan dan lainnya,” tambahnya.

Sementara Kepala Jawatan Kapanewon Depok, Isti Fajaroh, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan PUPM tahun 2023 usulan 2024 untuk peningkatan ketrampilan keluarga disabilitas yang mampu membuat usaha sendiri maupun secara kelompok untuk peningkatan kesejahteraan keluarga

“Semangat untuk mengikuti pelatihan selama 4 hari, paling tidak dapat memproduksi sendiri untuk harapan ke depan bisa menjadi usaha mikro dan bisa masuk forum UMKM Kapanewon Depok sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga para peserta dari penyandang disabilitas,” ucapnya. (Wasana/KIM Depok)