DPUPKP Sleman akan Rehab 778 Unit Rumah Tidak Layak Huni

Sleman – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Perumahan (DPUPKP) Kabupaten Sleman Tahun 2024 akan merehab 778 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Total biaya untuk melaksanakan program tersebut mencapai Rp 10 miliar lebih, bersumber dari dana APBD.

“Saat ini sudah ditetapkan SK Bupati dan sudah buka rekening dalam proses pencairan. Pada bulan Oktober sudah diharapkan selesai semua rehap RTLH tersebut,” jelas Kepala Bidang Perumahan DPUPKP Sleman Suwarsono SST MT, di ruang kerjanya, Rabu (24/7/2024).

Suwarsono mengungkapkan, proyek tersebut yang menangani semuanya dilakukan oleh DPUPKP Sleman. Besarnya bantuan seperti tahun lalu KKM untuk keluarga miskin sesuai SK Bupati rusak berat mendapatkan Rp 20 juta, rusak sedang Rp 15 juta dan rusak ringan Rp 10 juta. Sedangkan KKM yang rentang sama tidak mampu mendapatkan 8 persennya.

Seperti halnya rusak berat tidak memiliki KKM mendapat Rp 16 juta, rusak sedang tidak KKK mendapat Rp 12 juta dan rusak ringan yang tidak mempunyai KKM Rp 8 juta. Bantuan itu merupakan stimulan yang artinya uang tidak bisa mencukupi pemeliharaan untuk grafitasi rumah layak huni, sehingga diperlukan swadaya. Mereka siap dan siap pula untuk merehab rumahnya.

“Dengan diberikan bantuan stimulan hanya merupakan pancingan dengan sejumlah uang itu digunakan untuk rehab tidak selesai. Disini perlunya swadaya dari masyarakat tergantung dari kebutuhan untuk rehab rumahnya,” ungkap Suwarsono.

Dengan kata lain kebutuhan masyarakat langsung tergantung masyarakatnya sendiri. Kalau mereka siap tenaganya siap swadaya, maka akan cepat selesai. (sbd_kimtempel)




Melihat Dolanan Jadul di Dalem Singodikaran Kadisono Margorejo Tempel

Sleman – Bertempat di bangunan bersejarah yang sudah berusia lebih dari 200 tahun, Dalem Singodikaran, pada Kamis, (25/7/2024)  kembali diadakan acara dolanan (permainan) zaman dahulu. Kali ini dolanan diikuti oleh sekitar 30 anak-anak kelas 2 dan kelas 3 SD Kadisono 1, dengan berpakaian tradisional.

Acara dipimpin langsung oleh pemangku Dalem Singodikaran, Wardana, sebagai tuan rumah yang membuka lebar pendopo dan halamannya yang luas untuk kegiatan pelestarian budaya lokal. Pendopo Cagar Budaya yang telah ditetapkan sebagai Situs Pesanggrahan Keluarga Suryaningalogo pagi itu riuh oleh jerit dan sorak anak-anak yang bermain Lurah-lurahan.

Menurut penjelasan yang keturunan almarhum Demang RM Sentani Singodikoro, pendiri bangunan ini, bahwa acara dolanan jadul ini dilakukan setiap hari Kamis Pon, dengan berbagai permainan lain seperti macanan, bentik, egrang dan lainnya.

“Tempat yang sejuk dan asri ini didirikan dalam dua tahapan, bagian belakang pada tahun 1790 dan bagian depan pada tahun 1800 oleh Demang RM Sentani Singodikoro yang masih memiliki garis keturunan Kanjeng Sultan Hamengku Buwono II. Di kediamannya ini, beliau pernah menerima pelarian dari Keraton, GKR Sekar Kedaton, Garwa dari Hamengku Buwono V dan putranya RM Timur Muhammad atau Pangeran Suryaningalaga,” jelas Chaerul.

Saat ini Dalem Singodikaran di Kadisono ini, menjadi salah satu pusat kegiatan seni dan pelestarian budaya di Kalurahan Margorejo Tempel. (SH/KIM Tempel).




Lelang Proyek Taman Budaya Sleman Diusulkan Kembali untuk Tahun 2026

Sleman – Penundaan pembangunan Taman Budaya Sleman (TBS) lantaran gagal lelang pada tahun 2023 tak menyurutkan keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk mewujudkannya.

Melalui alokasi dana keistimewaan (Danais) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman sedang mengusulkan proyek TBS pada tahun anggaran 2026, dengan total anggaran mencapai Rp 131,8 miliar.

“Taman Budaya Sleman pernah dianggarkan pembangunan di tahun 2023, tapi gagal lelang,” ujar Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Zaini Anwar, Rabu (24/7/2024).

Zaini berkata, TBS akan dibangun lahan yang terletak diwilayah  Padukuhan Dukuh Kalurahan Pandowoharjo Kapanewon Sleman seluas kurang lebih 2 hektar.

“Yang akan datang juga belum ada pembahasan, baru akan diusulkan di tahun 2026,” katanya.

Anggota Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS), Wahjudi Djaja berharap keberadaan TBS nantinya bisa menjadi simpul penting bagi tumbuh kembang beragam cabang seni budaya baik tradisional maupun modern yang ada di Sleman.

“Banyak pelaku seni budaya yang belum mendapat tempat padahal Sleman, yang merupakan gudang para seniman tradisi,” jelas Wahjudi. (sbd_kimtempel)




Tentukan Rencana Tahun 2025 di Kapanewon Tempel, UPTD BP4 III Susun RDKK

Sleman – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah III Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kapanewon Tempel, memfasilitasi penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) menjadi landasan bagi perencanaan kegiatan tanam untuk satu tahun ke depan (2025) khususnya bagi petani sawah.

Kegiatan yang berlangsung di Griya Dhahar Taman Merdiko Kapanewon Tempel pada Rabu pagi (25/7/2024) dihadiri oleh Kepala UPTD BP4 Wilayah III Seyegan,  Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan ketua Poktan (Kelompok Tani) yang ada di 8 Kalurahan se wilayah Kapanewon Tempel.

Dihadapan kurang lebih 30 peserta, Nurhayati, Kepala UPTD BP4 Wilayah III Seyegan langsung memimpin sendiri penyusunan RDKK tahun 2025.

“Hal teknis yang perlu mendapat perhatian adalah pencocokan data, pemantauan saluran, dan pemeliharaan selokan,” ujar Nurhayati.

“Rapat koordinasi ini diadakan dengan maksud untuk mengetahui kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani khususnya petani di wilayah Kapanewon Tempel. Sosialisasi dilakukan di bulan Juli ini dengan harapan bulan September usulan RDKK sudah masuk ke Bupati Sleman kemudian disahkan melalui SK Bupati mengenai jumlah kebutuhan pupuk bersubsidi,” tambahnya.

Selain itu pihak UPTD BP4 wilayah 3 juga menghadirkan Supriyanto, Penyuluh Pertanian Muda dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman sebagai narasumber.

Disampaikan Supriyanto bahwa sebenarnya jenis pupuk bersubsidi tidak hanya Urea namun ada 5 jenis, yaitu Urea, NPK, ZA, SP 36, dan Organik.

“Selama ini masyarakat khususnya petani hanya mengetahui jenis pupuk bersubsidi hanya Urea saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut Supriyanto menjelaskan bahwa luasan lahan pertanian di wilayah Kabupaten Sleman semakin berkurang setiap tahunnya sehingga penyusunan RDKK menjadi penting untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan pupuk bersubsidi bagi masyarakat

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan diakhiri dengan diskusi kelompok yang masing masing Kalurahan berkumpul menjadi satu kelompok yang difasilitasi oleh  PPL Kalurahan. (sbd_kimtempel)




Peringatan Tahun Baru Muharram 1446 Hijriah, Musala Taufiqul Mashduqi Lodoyong Gelar Pengajian

Sleman – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H, Masyarakat  Padukuhan Lodoyong Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel menyelenggarakan pengajian akbar yang bertempat di Musala Taufiqul Mashduqi Ledoksari, Lodoyong.

Kegiatan yang dilaksanakan Rabu malam, (24/7/2024) ini diikuti oleh ratusan jamaah warga Lodoyong dan sekitarnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Lurah Lumbungrejo HM Misbah Al Hakim didampingi pamong Kalurahan Lumbungrejo, Babinsa Babinkamtibmas Lumbungrejo. Kegiatan ini dibuka dengan bacaan ayat suci Al-Quran dilanjutkan dengan sambutan oleh Lurah Lumbungrejo.

Dalam sambutannya, HM Misbah Al Hakim mengucapkan puji syukur atas terselenggaranya salah satu kegiatan keagamaan di Padukuhan Lodoyong.

“Harapannya kegiatan ini dapat menambah keimanan dan pengetahuan bagi para jamaah warga Lodoyong khususnya  dalam menghayati peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Dalam kegiatan inti pengajian dibawakan oleh Ustadz Mujiharno, dengan tema “Semangat Tahun Baru Hijriyah, Tingkatkan Keimanan , Ketaqwaan, dan Pendalaman Ilmu Agama” dalam tausiyahnya Ustadz Mujiharno menyampaikan pesan bahwa di tahun baru ini adalah moment bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi dan senantiasa mengurangi perbuatan dosa.

“Ada 5 langkah agar menjadi pribadi yang lebih baik, yaitu: Berlatih jujur melihat diri sendiri, berteman dengan orang sholeh, belajar dengan giat,mengimani Allah dan Rasulnya dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa,” demikian ungkap Mujiharno.

Pengajian yang dilaksanakan malam hari ini diikuti oleh ratusan jamaah dengan antusias. Hal ini terlihat dari respon salah satu warga, Heri Atmodjo, yang menyampaikan  ketika diwawancara selepas kegiatan pengajian.

“Acara ini sangat positif bagi seluruh warga khususnya jamaah Musholla Taufiqul Mashduqi, karena ilmu yang disampaikan sangat bagus dengan mubaligh yang menarik jadi kita bisa bermuhasabah diri dan menambah ketakwaan kita,” tutup Heri. (sbd_kimtempel)