PEMKAL MADUREJO GELAR BIMTEK MUSKAL VALIDASI PEMUTAKHIRAN DATA KEMISKINAN TAHUN 2024

Sleman – Dalam rangka pelaksanaan pemutakhiran data kemiskinan tahun 2024, Kalurahan Madurejo yang difasilitasi dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman, melaksanakan Bimbingan Teknis Musdus/Muskal mulai pukul sampai dengan pukul WIB, di Kalurahan Madurejo, Senin (29/07/2024).

Bimtek ini dihadiri oleh Lurah Madurejo, Carik Madurejo, Pamong Kalurahan Madurejo, seluruh Dukuh dari 16 Padukuhan di Kalurahan Madurejo, serta ketua Sub TPK .

Dalam sambutannya, Lurah Madurejo, H. Sumadi mengungkapkan adanya kegiatan pemutakhiran data tahun ini, Kalurahan Madurejo bisa mendukung program dari kabupaten maupun dari Kapanewon Prambanan. Di mana, program yang dimaksud ialah angka kemiskinan Kapanewon Prambanan tahun ini menjadi 8 persen sesuai target Panewu Prambanan.

Narasumber dari bimtek tersebut ialah perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sarastomo Ari Saptoto menyampaikan, penyelenggaraan Musduk/Muskal penyelenggaranya adalah BPKal masing-masing. Kemudian Data kemiskinan tahun 2023, sebagai bahan Musduk/Muskal tahun 2024.

Selanjutnya, Ari menegaskan bahwa proses Musduk/Muskal hanya untuk menentukan keluarga tersebut layak/tidak layak menyandang predikat keluarga miskin atau rentan miskin. Terakhir, ia  juga mengharapkan Madurejo harus mendukung program pemerintah dalam pencapaian target kemiskinan 8 persen yang sekarang ini masih diposisi 10 persen.

“Madurejo harus mendukung program pemerintah dalam pencapaian target kemiskinan 8 persen yang sekarang ini masih diposisi 10 persen,” imbuhnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab sebagai menutup kegiatan bimtek. (Harmaji/KIM Prambanan).




Pemerintah Kapanewon Gamping Bersama Stake-Holder Gotong Royong Bersihkan Sampah

Sleman – Pemerintah Kapanewon Gamping menginisiasi kegiatan kerja bakti masal bergotong-royong membersihkan sampah liar, pada Minggu (28/07/2024). Kegiatan ini sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kapanewon Gamping saat melihat tumpukan sampah liar yang ada di perempatan Gedung Ijo Jalan Timbangan Tebu di wilayah Padukuhan Mejing Kidul, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping.

Pasalnya, membuang sampah sembarangan di pinggir jalan dapat merusak pemandangan, dan mendatangkan bau tidak sedap. Perilaku negatif tersebut bahkan dapat  menimbulkan penyakit serta mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Kerja bakti itu diikuti oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana beserta jajaran Pemerintah Kapanewon Gamping, Wakil Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Wahyani beserta anggota, Panit Intelkam Kepolisian Sektor Gamping, Ipda Sihwanto beserta anggota, Lurah Ambarketawang, Sumaryanto beserta pamongnya, perwakilan dari Batalyon Infanteri Mekanis 403/Wirasada Pratista, perwakilan Kompi Kavaleri 2/Jayeng Rata Toh Raga, relawan TKD, Tim Reaksi Cepat Gamping, Karbolo Community, perwakilan siswa Muhammadiyah Gamping, serta warga masyarakat.

Di sela kegiatan, Wakil Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Infanteri Wahyani mengimbau kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan terutama di jalan raya karena memiliki dampak negatif yang sangat merugikan. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan antara lain, mengurangi kenyamanan dan keindahan lingkungan sekitar, sampah yang berserakan di jalan raya dapat membahayakan keselamatan pengendara, bahkan sampah yang berserakan dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir.

“Ketika sampah menumpuk di selokan atau gorong-gorong maka menyebabkan aliran air menjadi terhambat, terutama saat hujan deras. Akibatnya air meluap ke jalan dan menggenangi area sekitarnya sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ungkap Wahyani.

Hal senada diungkapkan oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana yang berharap  masyarakat peduli dengan sampah. Menurutnya mengelola sampah dari rumah merupakan langkah penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Salah satu cara yang efektif adalah dengan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.

Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, bisa diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk tanaman. Sementara itu, sampah anorganik, seperti plastik, kaca, dan logam dapat didaur ulang guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

“Saat ini kesadaran masyarakat masih kurang sehingga perlu didorong agar dapat mengelola sampah dari rumah, karena kita sudah tidak bisa lagi mengandalkan Piyungan sebagai tempat pembuangan sampah karena sudah ditutup. Oleh sebab itu sampah harus kita kelola sendiri,” pungkas Tamsiz. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Cegah Stunting, Ibu Hamil Kalurahan Margorejo Tempel Mendapat Bantuan Beras Fortifikasi

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo bersama Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kapanewon Tempel melaksanakan penyaluran beras fortifikasi  kepada ibu hamil di Aula Kalurahan Margorejo, pada Senin (29/07/2024). Kegiatan tersebut sebagai upaya mencegah stunting, gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurang stimulasi.

Hadir dalam kegiatan ini, Lurah Margorejo, Abdul Aziz Muh Ridwan didampingi Kamituwo, Anwar Insani. PLKB dan pendamping PKH Kapanewon Tempel, Yoga Kuswantoro.  Kader Kesehatan Margorejo, Mukhotimah, serta Bidan Kalurahan, Farida Nur aini,  Amkeb.

Dalam sambutannya, Lurah Margorejo menyampaikan bahwa pemberian beras dengan fortifikasi dimaksudkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil.

“Salah satu upaya Pemerintah Kalurahan Margorejo dalam penanganan stunting tentu harus dilakukan secara kolektif dan tindakan riil salah satunya pemberian beras fortifikasi yang bermanfaat bagi pemenuhan gizi ibu hamil, sehingga anaknya terhindar dari stunting” kata Ridwan.

Selanjutnya disampaikan oleh Kamituwo Margorejo, Anwar Insani, “Masing-masing ibu hamil yang menjadi sasaran program mendapat bantuan beras dengan fortifikasi sebanyak 30 kilogram setiap bulan. Beras tersebut diserahkan kepada 48 ibu hamil yang ada di wilayah Margorejo” ungkap Anwar.

Beras fortifikasi merupakan beras biasa yang ditambah jenis vitamin dan nutrisi. Kandungan nutrisi dalam beras ini yaitu vitamin A, B1, B3, B12, B9, zat besi, dan zinc.  Hal ini disampaikan oleh Yoga Kuswantoro selaku Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sekaligus pendamping PKH Kapanewon Tempel.

“Beras Fortifikasi ini adalah beras biasa ditambah berbagai jenis vitamin dan nutrisi dibuat dalam bentuk beras yang mengandung zat gizi mikro tambahan. Kandungan nutrisi di dalam beras fortifikasi, yakni vitamin A, B1, B3, B12, B9 (asam folat), zat besi, dan zinc,” ungkap Yoga.

“Kandungan tersebut sangat baik untuk pemenuhan gizi masyarakat sebagai salah satu upaya dalam pencegahan stunting dan menjaga imun tubuh, dan sangat baik untuk pemenuhan gizi bagi ibu hamil. Dengan adanya pemberian beras fortifikasi ini semoga dapat mencegah stunting terhadap anak-anak yang akan dilahirkan nanti,” imbuhnya. (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel).




Pemkal Mororejo Gelar Pembinaan Relawan GISA dan Launching Inovasi Kependudukan

Sleman – Guna mewujudkan Gerakan Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), Pemerintah Kalurahan Mororejo launching inovasi layanan “PAMOR SERASI”, di Kantor Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel, pada Senin pagi (29/07/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Lurah Mororejo, Jaka Ristanta beserta jajarannya. Setelah meresmikan launching inovasi Pamor Serasi, Jaka menyampaikan kepada relawan GISA untuk lebih memahami  wilayah padukuhan, dengan masyarakatnya dan kondisinya bisa membantu Kalurahan untuk melaporkan peristiwa kependudukan warganya dan menyampaikan informasi kepada warganya terkait kependudukan.

“”PAMOR SERASI”   ini adalah Pelayanan  Pengurusan Akte Kelahiran dan Akte Kematian terlambat Mororejo Selasa Rabu Siang. Inovasi kependudukan ini dimaksudkan untuk melayani warga yang mencari akte kelahiran dan akte kematian yang terlambat pelaporan dan pengurusan aktenya,” demikian ungkap Jaka.

“Pelaporan penyampaian dokumen berkasnya di layani hari Selasa dan Rabu siang. Kenapa harus Selasa dan Rabu, dikarenakan pada hari Kamisnya berkas yang sudah di-input dan di-upload di Posyanduk (Pos Pelayanan Kependudukan) pada hari Kamisnya itu bisa segera diteruskan ke Dinas Dukcapil Sleman. Pelayanan ini kami maksudkan agar registrasi terkait peristiwa kependudukan bisa tersusun rapi,” sambungnya.

Pembinaan ini menghadirkan dua orang narasumber dari Kapanewon Tempel, yaitu Kasie Jawatan Umum Bidang Pelayanan Umum, Siti Haryanti, bersama staf Bidang Pelayanan Umum, Ponidi. Pada kesempatan itu, Siti menyampaikan tentang inovasi pelayanan kependudukan.

“Selain dengan program inovasi seperti Pamor Serasi ini, pelayanan di Kalurahan Mororejo khususnya Bidang Pelayanan Kependudukan akan terus berbenah dan menambah inovasi lagi, agar masyarakat bisa terlayani dengan baik. Dokumen kependudukan salah satunya adalah akte, baik itu akte kelahiran maupun akte kematian sangat penting dan wajib dimiliki oleh semua penduduk,” tuturnya.

“Kegunaan akte kelahiran sangat penting digunakan di bidang pendidikan, perkawinan, pekerjaan. Begitu juga akte kematian, untuk warga yang terdapat anggota keluarga yang sudah meninggal, akte kematian diperlukan untuk pengurusan pertanahan, updating data pemilihan umum,” sambung Siti.

Hal ini juga dipertegas oleh Ponidi. Ia menuturkan, keakuratan data kependudukan  menjadi ujung tombak keberhasilan Kalurahan.

“Untuk itu tindak lanjut dari pembentukan Relawan GISA pada bulan Juni bulan lalu adalah dengan memberikan pembinaan Relawan GISA. Di mana ketugasannya adalah membantu kalurahan di tingkat padukuhan untuk melaporkan dan mencatat peristiwa kependudukan, baik itu lahir, mati, datang dan pindah warga,” ungkapnya.

“Kalurahan bisa melaporkan peristiwa kependudukan jika ada Lukadesi di Wilayah Mororejo yang di sebut Lukatronik. Jika terdapat warga yang meninggal pada hari kerja selain Kalurahan melaporkan melalui Lukadesi Capil Sleman, juga meneruskan berkas dokumen ke Kapanewon Tempel. Sehingga selain warga yang meninggal dibuatkan akte kematian dari Dukcapil Sleman, dari kapanewon juga membuatkan Kartu Keluarga dan EKTP untuk ahli waris dalam satu KK yang berstatus suami/ istri,” pungkas Ponidi. (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel).




Pemkal Pondokrejo Lakukan Jemput Bola Layanan Pendaftaran IKD

Sleman – Kalurahan Pondokrejo bekerjasama dengan Kapanewon Tempel melaksanakan Sosialisasi dan jemput bola pelayanan registrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat umum di Padukuhan Jlapan, Kalurahan Pondokrejo, pada Senin (29/07/2024) .

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kepala Urusan  Tata Laksana Kalurahan Pondokrejo, Suci Rokhani. Dalam penjelasannya, Suci mengungkapkan dengan adanya layanan jemput bola ini diharapkan dapat memberikan identitas kependudukan bagi masyarakat dalam aplikasi digital.

“Dengan adanya layanan jemput bola pendaftaran Identitas Kependudukan Digital ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang membahagiakan bagi masyarakat, serta dapat memberikan Identitas Kependudukan Digital yang merepresentasikan penduduk dalam aplikasi digital yang melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk dan memastikan identitas tersebut merupakan orang yang bersangkutan,” ungkap nya.

Pelaksanaan layanan IKD kali ini dihadiri dan dimanfaatkan oleh 35 peserta IKD. Di mana ada 45 perubahan Kartu Keluarga, dan 25 warga melakukan penggantian KTP karena rusak.

Apabila masih ada warga yang belum bisa dilayani melalui jemput bola kali ini, dapat mendaftarkan diri pada layanan pada jemput bola IKD selanjutnya, atau mendaftar di Kapanewon maupun di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman pada hari dan jam kerja. (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel).