100 Ibu Hamil di Condongcatur Terima Beras Fortifikasi

Sleman – Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman melaui Pemerintah Kalurahan Condongcatur membagikan Beras Fortifikasi khusus kepada Ibu Hamil Condongcatur. Pembagian dilakukan di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur, di mana masing-masing ibu menerima 30 Kg beras fortifikasi untuk penyaluran bulan Juli – Agustus 2024
Sebelum menerima beras fortifikasi, setiap ibu hamil juga menjalani pengukuran lingkar lengan dan penimbangan berat badan oleh Kader Kasehatan Condongcatur
“Pengukuran awal ini sebagai tolak ukur bumil sebelum dan sesudah menerima bantuan beras ini adakah kenaikan Berat Badan yang signifikan atau tidak” kata Tri Suhartati salah satu Kader KB-Kesehatan Condongcatur
Penanggungjawab Keluarga Berencana (PKB) Kapanewon Depok, Siti Juwariyah selaku koordinator dibantu kader kader KB-kesehatan, dan kader TPK (Tim Pendamping Keluarga) Kalurahan Condongcatur mengatakan ada target 100 Ibu Hamil di Kalurahan Condongcatur dengan takaran 30 Kg untuk satu Ibu Hamil.
“Data ibu hamil didapatkan dari pendataan Kader yang berada dipadukuhan dan yang rutin datang pada kegiatan posyandu,” ujarnya.
Tri menambahkan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan generasi emas 2045 yang diakuinya bukan hal mudah, karena Stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak dibawah usia 2 tahun,
“Kondisi tersebut harus segara diatasi sehingga Pemerintah pusat membuat kebijakan menerobos masa depan yang lebih baik bagi semua orang salah satunya dengan pemberian beras fortifikasi kepada ibu ibu hamil sebagai wujud nyata dalam intervensi gizi sensitif untuk percepatan pencegahan stunting, menciptakan momentum generasi emas indonesia 2045” jelasnya
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji yang secara simbolis menyerahkan Beras Fortifikasi kepada ibu hamil mengatakan bahwa pemberian beras fortifikasi ini merupakan intervensi penurunan malnutrisi khususnya Stunting sebagai pilar ketahanan pangan dan gizi masyarakat dalam rangka membangun masyarakat sehat dan menyongsong generasi sehat dan produktif
“Pemberian beras fortifikasi kepada masyarakat merupakan Amanah Undang-Undang yang tercantum dalam RPJMN 2020 – 2024 sebagai Strategi dalam percepatan Perbiakan Gizi masyarakat, harapanya di Condongcatur kedepan dapat Zero Stunting,” ungkapnya. (Wasana/KIM Depok)



