Lelang Proyek Taman Budaya Sleman Diusulkan Kembali untuk Tahun 2026

Sleman – Penundaan pembangunan Taman Budaya Sleman (TBS) lantaran gagal lelang pada tahun 2023 tak menyurutkan keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk mewujudkannya.

Melalui alokasi dana keistimewaan (Danais) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman sedang mengusulkan proyek TBS pada tahun anggaran 2026, dengan total anggaran mencapai Rp 131,8 miliar.

“Taman Budaya Sleman pernah dianggarkan pembangunan di tahun 2023, tapi gagal lelang,” ujar Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Zaini Anwar, Rabu (24/7/2024).

Zaini berkata, TBS akan dibangun lahan yang terletak diwilayah  Padukuhan Dukuh Kalurahan Pandowoharjo Kapanewon Sleman seluas kurang lebih 2 hektar.

“Yang akan datang juga belum ada pembahasan, baru akan diusulkan di tahun 2026,” katanya.

Anggota Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS), Wahjudi Djaja berharap keberadaan TBS nantinya bisa menjadi simpul penting bagi tumbuh kembang beragam cabang seni budaya baik tradisional maupun modern yang ada di Sleman.

“Banyak pelaku seni budaya yang belum mendapat tempat padahal Sleman, yang merupakan gudang para seniman tradisi,” jelas Wahjudi. (sbd_kimtempel)




Tentukan Rencana Tahun 2025 di Kapanewon Tempel, UPTD BP4 III Susun RDKK

Sleman – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah III Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kapanewon Tempel, memfasilitasi penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) menjadi landasan bagi perencanaan kegiatan tanam untuk satu tahun ke depan (2025) khususnya bagi petani sawah.

Kegiatan yang berlangsung di Griya Dhahar Taman Merdiko Kapanewon Tempel pada Rabu pagi (25/7/2024) dihadiri oleh Kepala UPTD BP4 Wilayah III Seyegan,  Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan ketua Poktan (Kelompok Tani) yang ada di 8 Kalurahan se wilayah Kapanewon Tempel.

Dihadapan kurang lebih 30 peserta, Nurhayati, Kepala UPTD BP4 Wilayah III Seyegan langsung memimpin sendiri penyusunan RDKK tahun 2025.

“Hal teknis yang perlu mendapat perhatian adalah pencocokan data, pemantauan saluran, dan pemeliharaan selokan,” ujar Nurhayati.

“Rapat koordinasi ini diadakan dengan maksud untuk mengetahui kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani khususnya petani di wilayah Kapanewon Tempel. Sosialisasi dilakukan di bulan Juli ini dengan harapan bulan September usulan RDKK sudah masuk ke Bupati Sleman kemudian disahkan melalui SK Bupati mengenai jumlah kebutuhan pupuk bersubsidi,” tambahnya.

Selain itu pihak UPTD BP4 wilayah 3 juga menghadirkan Supriyanto, Penyuluh Pertanian Muda dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman sebagai narasumber.

Disampaikan Supriyanto bahwa sebenarnya jenis pupuk bersubsidi tidak hanya Urea namun ada 5 jenis, yaitu Urea, NPK, ZA, SP 36, dan Organik.

“Selama ini masyarakat khususnya petani hanya mengetahui jenis pupuk bersubsidi hanya Urea saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut Supriyanto menjelaskan bahwa luasan lahan pertanian di wilayah Kabupaten Sleman semakin berkurang setiap tahunnya sehingga penyusunan RDKK menjadi penting untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan pupuk bersubsidi bagi masyarakat

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan diakhiri dengan diskusi kelompok yang masing masing Kalurahan berkumpul menjadi satu kelompok yang difasilitasi oleh  PPL Kalurahan. (sbd_kimtempel)




Peringatan Tahun Baru Muharram 1446 Hijriah, Musala Taufiqul Mashduqi Lodoyong Gelar Pengajian

Sleman – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H, Masyarakat  Padukuhan Lodoyong Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel menyelenggarakan pengajian akbar yang bertempat di Musala Taufiqul Mashduqi Ledoksari, Lodoyong.

Kegiatan yang dilaksanakan Rabu malam, (24/7/2024) ini diikuti oleh ratusan jamaah warga Lodoyong dan sekitarnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Lurah Lumbungrejo HM Misbah Al Hakim didampingi pamong Kalurahan Lumbungrejo, Babinsa Babinkamtibmas Lumbungrejo. Kegiatan ini dibuka dengan bacaan ayat suci Al-Quran dilanjutkan dengan sambutan oleh Lurah Lumbungrejo.

Dalam sambutannya, HM Misbah Al Hakim mengucapkan puji syukur atas terselenggaranya salah satu kegiatan keagamaan di Padukuhan Lodoyong.

“Harapannya kegiatan ini dapat menambah keimanan dan pengetahuan bagi para jamaah warga Lodoyong khususnya  dalam menghayati peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Dalam kegiatan inti pengajian dibawakan oleh Ustadz Mujiharno, dengan tema “Semangat Tahun Baru Hijriyah, Tingkatkan Keimanan , Ketaqwaan, dan Pendalaman Ilmu Agama” dalam tausiyahnya Ustadz Mujiharno menyampaikan pesan bahwa di tahun baru ini adalah moment bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi dan senantiasa mengurangi perbuatan dosa.

“Ada 5 langkah agar menjadi pribadi yang lebih baik, yaitu: Berlatih jujur melihat diri sendiri, berteman dengan orang sholeh, belajar dengan giat,mengimani Allah dan Rasulnya dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa,” demikian ungkap Mujiharno.

Pengajian yang dilaksanakan malam hari ini diikuti oleh ratusan jamaah dengan antusias. Hal ini terlihat dari respon salah satu warga, Heri Atmodjo, yang menyampaikan  ketika diwawancara selepas kegiatan pengajian.

“Acara ini sangat positif bagi seluruh warga khususnya jamaah Musholla Taufiqul Mashduqi, karena ilmu yang disampaikan sangat bagus dengan mubaligh yang menarik jadi kita bisa bermuhasabah diri dan menambah ketakwaan kita,” tutup Heri. (sbd_kimtempel)




Turunkan Stunting, Kalurahan Sardonoharjo dan DP3AP2KB Kabupaten Sleman Salurkan Beras Fortifikasi

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo terus melakukan berbagai upaya penanganan stunting. Salah satunya dengan membagikan paket beras fortifikasi untuk puluhan keluarga yang beresiko stunting, atau mengalami gangguan pertumbuhan.

Bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, total ada 38 penerima yang tersebar di 18 Pedukuhan yang mendapatkan 30 kilogram beras fortifikasi, yaitu beras yang sudah diperkaya kandungan nutrisinya.

Bayu Kristiyanto selaku Kamituwo Sardonoharjo mengatakan sebelum menerima beras mereka terlebih dahulu mengikuti sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang dipaparkan oleh DP3AP2KB.

“Jadi mereka tidak hanya dapat berasnya saja tapi bisa mengetahui pengaplikasian beras fortifikasi dan pemenuhan gizi serta pola asuh demi menekan stunting,” jelasnya.

Beras fortifikasi sendiri adalah beras yang telah diperkaya dengan zat-zat gizi tertentu, terutama zat besi dan asam folat yang dianggap mampu menanggulangi masalah kesehatan terkait defisiensi mikronutrien. (Eka Sastra, KIM DSN)




Tim Pelatih Kapanewon Gamping Bangun Mental dan Karakter Paskibra

Guna mempersiapkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kapanewon Gamping tampil dengan sempurna dalam upacara pengibaran bendera merah putih memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, maka Tim Pelatih Kapanewon Gamping yang terdiri dari Komando Rayon Militer 17 Gamping, Kepolisian Sektor Gamping, dan Jawatan keamanan Kapanewon Gamping melaksanakan gladi ketiga yang berlangsung di Lapangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (24/7/2024).

Kegiatan yang ditujukan untuk membentuk disiplin, kekompakan, dan ketepatan gerak dari setiap anggota Paskibra diikuti sebanyak 75 orang yang merupakan pelajar sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan yang telah diseleksi sebelumnya.

Dengan latihan yang intensif, diharapkan setiap anggota paskibra mampu melakukan setiap gerakan dengan seragam dan harmonis sehingga menciptakan formasi yang indah dan tertib. Selain itu, latihan ini juga dimaksudkan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya peran mereka dalam upacara pengibaran bendera kebangsaan yang penuh dengan makna historis.

Dalam arahannya, Serma Acip Mulyawana selaku Pelatih menegaskan agar setiap anggota Paskibra dapat menunjukkan performa terbaiknya saat upacara nanti. Pelatih mengharapkan latihan yang telah dijalani dengan penuh disiplin dan dedikasi tinggi akan menuai hasil yang maksimal.

“Tunjukkan kerja keras dan kerjasama yang solid kalian, jaga fokus dan konsentrasi sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik dan membawa kebanggaan bagi almamater sekolah masing-masing,” tegas Serma Acip.

Menutup kegiatan, Serma Acip menekankan bahwa latihan baris berbaris tidak hanya mengenai aspek teknis saja, melainkan berkaitan dengan pembangunan mental dan karakter anggota Paskibra. Karena, melalui proses latihan yang penuh disiplin maka anggota Paskibra dapat mengembangkan sikap kepemimpinan, kerjasama tim, dan rasa cinta tanah air.

“Ini adalah momen kalian belajar untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan memahami bahwa masing-masing anggota merupakan bagian dari sesuatu yang lebih besar yaitu bangsa dan negara. Sehingga, latihan ini tidak hanya mempersiapkan kalian secara fisik, tetapi juga mental demi menghadapi tantangan di masa depan dengan semangat yang sama,” ucapnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)