Tugas Coklit Selesai, 53 Pantarlih Serahkan Laporan Kinerja ke PPS Trihanggo

Usai menyelesaikan tugas pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2024 maka sebanyak 53 Petugas Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) se-Kalurahan Trihanggo menyerahkan hasil pekerjaannya kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) Trihanggo, Rabu (24/7/2024).

Menurut Ketua PPS Trihanggo, Adnan Iman Nurtjahjo yang didampingi anggota PPS Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Dewi Safitri Ariani tujuan pengumpulan laporan kinerja Pantarlih adalah untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi proses Coklit data pemilih yang telah dilakukan selama sebulan penuh sejak 24 Juni 2024 hingga 24 Juli 2024. Laporan berfungsi sebagai alat pemantauan guna mengidentifikasi keberhasilan serta kendala yang dihadapi Pantarlih di lapangan, sehingga dapat diambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

“Laporan kinerja Pantarlih ini menjadi dasar untuk memastikan bahwa data pemilih yang diperbarui adalah akurat dan dapat dipercaya, yang pada akhirnya akan mendukung penyelenggaraan pemilihan kepala daerah khususnya di Sleman yang transparan dan adil,” jelas Adnan.

Ia menganggap Pantarlih telah bekerja keras dengan mendatangi rumah-rumah warga untuk memastikan data pemilih yang tercatat sesuai dengan kondisi terkini di lapangan, sehingga diharapkan hasil dari kegiatan Coklit kali ini menunjukkan peningkatan akurasi data pemilih dibandingkan dengan pemilihan umum sebelumnya.

Lebih lanjut, Muhammad Rachmad Putra selaku anggota PPS Trihanggo Divisi Teknis Penyelenggaraan, Data dan Informasi menambahkan dari laporan yang telah dikumpulkan ditemukan beberapa kendala yang dihadapi oleh Pantarlih. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya validasi data pemilih yang menyebabkan beberapa warga tidak berada di rumah saat Pantarlih berkunjung. Selain itu, terdapat juga beberapa elemen data pemilih yang perlu diperbaiki atau dilengkapi karena adanya perubahan status kependudukan, seperti pindah domisili, jenis disabilitas, maupun perubahan status perkawinan.

“Namun demikian, hasil kerja keras Pantarlih patut diapresiasi karena telah berhasil memperbarui dan memvalidasi data pemilih dengan cukup baik,” ujarnya.

Panitia Pemungutan Suara Trihanggo memiliki harapan besar terhadap hasil coklit yang dilakukan oleh Pantarlih agar data pemilih yang diperoleh dari proses coklit ini akurat dan valid sehingga dapat mengurangi potensi kesalahan dalam penyusunan daftar pemilih tetap (DPT). Dengan data yang akurat maka setiap warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih sudah terdaftar dan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan di hari pemungutan suara, serta meminimalisir kemungkinan adanya pemilih ganda atau pemilih yang tidak memenuhi syarat.

Semoga dengan adanya pemutakhiran data yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, masyarakat diharapkan merasa lebih yakin bahwa hak suaranya dihargai dan dilindungi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pemkal Banyuraden Gelar Bimtek Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu Lansia

Untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) dalam memberikan layanan kesehatan bagi para lansia, maka Pemerintah Kalurahan Banyuraden menggandeng Puskesmas Gamping II menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis posyandu lansia terpadu lewat serapan dana Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang digelar di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Selasa (23/7/2024). 

Kegiatan diikuti oleh perwakilan kader Posyandu dan lansia dari Padukuhan Dukuh, Banyumeneng, Kanoman, Somodaran, Kaliabu, Dowangan, Sukunan, serta Modinan yang menerima materi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Rr. Indriana Kumalasari dan Fuad Masykuri dari Puskesmas Tempel I yang memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan lansia, mengidentifikasi kebutuhan khusus lansia, hingga cara memberikan pelayanan yang tepat dan ramah.

Dalam sambutannya, Lurah Banyuraden, Sudarisman didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri berharap kepada para kader Posyandu lansia usai mengikuti bimbingan teknis dan memahami mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta pengaturan pola makan bergizi agar dapat mendistribusikan informasi kepada warga di saat ada kegiatan Posyandu di masing-masing padukuhan.

“Saya berharap para peserta bimtek dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi lansia di wilayahnya masing-masing, sehingga kualitas hidup lansia akan semakin baik, serta tercipta lingkungan yang lebih peduli dan mendukung kesejahteraan lansia,” tutur Sudarisman.

Senada hal tersebut, Kepala Puskesmas Gamping II, dr. Aris Misyari menegaskan bahwa penerapan konsep Integrated Learning and Practice (ILP) di Posyandu menjadikan pelayanan kesehatan yang diberikan dapat lebih holistik dan terpadu. Karena konsep ILP mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik langsung di lapangan sehingga kader posyandu tidak hanya memahami aspek teoretis, namun sekaligus mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut secara efektif dalam pelayanan.

“Dengan pendekatan ini, diharapkan kader Posyandu dapat memberikan pelayanan yang lebih komprehensif, mulai dari deteksi dini penyakit hingga pemberian edukasi kesehatan yang tepat sasaran,” tegas dr. Aris.

Sementara, Rr. Indriana Kumalasari selaku narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menekankan pada pengukuran tingkat kemandirian sebagai indikator keberhasilan program-program kesehatan yang telah dijalankan. Adapun tujuannya adalah untuk menciptakan masyarakat yang sadar dan bertanggung jawab atas kesehatan dirinya sendiri, sehingga akan mengurangi beban pada fasilitas kesehatan serta memastikan layanan kesehatan yang berkelanjutan dan merata. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Komunitas Media Tempel Community Rutin Berbagi Inspirasi dalam Kegiatan Sosial

Sleman – Komunitas Media Tempel Community (MTC) Kapanewon Tempel mengadakan pertemuan rutin dua bulanan di Embung Mororejo Kapanewon Tempel pada Rabu sore  (24/7/2024) untuk mempererat tali silaturahmi dan memupuk kebersamaan. Dengan fokus pada kepedulian sosial, komunitas ini telah menjadi wadah bagi 30 anggotanya yang tersebar di 8 Kalurahan se kapanewon Tempel  aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Wahyu Herlambang, selaku Ketua Komunitas MTC, menjelaskan bahwa komunitas ini telah berjalan selama hampir 4 tahun, bermula saat musim pandemi covid 19 sampai saat ini aktif dalam kegiatan sosial seperti bantuan saat kebakaran atau bencana alam.

”Dengan semangat positif dan komitmen yang kuat, komunitas MTC terus berupaya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dalam gerakan kegiatan kepedulian sosial yang bermanfaat. Semoga keberkahan senantiasa menyertai langkah-langkah positif komunitas ini dalam membantu keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Wahyu.

Dalam kesempatan yang sama, anggota senior MTC, Robert menyampaikan tujuan dari diadakannya pertemuan rutin ini.

“Kegiatan silaturahmi yang digelar ini merupakan momen penting sebagai media untuk saling berinteraksi antar pengurus dan anggota karena di setiap pertemuan rutin selalu dihadiri seluruh jajaran pengurus dan anggota, selain itu juga dimaksudkan untuk menjalin tujuan agar koordinasi antar pengurus dan anggota dapat terlaksana dengan baik sehingga berdaya guna untuk berbagai kegiatan positif dan bermanfaat kedepannya,” ungkapnya.

Dari hasil musyawarah yang dipimpin Sekretaris MTC, Ratna Yuli, diputuskan mengenai program MTC Peduli selanjutnya adalah melakukan pendampingan terhadap kaum marginal yang membutuhkan bantuan baik moral maupun spiritual.

“Dengan melakukan layanan edukasi dan konsultasi, bahkan sampai advokasi pendampingan terhadap penyelesaian permasalahan sosial di masyarakat, semisal yg terlilit hutang rentenir, dll. Pendampingan ini menjadi bentuk nyata bahwa kekuatan sosial dan emosional mampu memberikan dampak yang signifikan dalam menyelesaikan permasalahan menjadi lebih baik,” ungkap Ratna menutup musyawarah. (Sbd/KIM Tempel)




Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Selenggarakan Bimtek Batik Tulis

Sleman – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Selenggarakan Bimtek Batik Tulis bagi Kelompok Batik Redjo Condongcatur selama 7 (tujuh) hari kerja dari tanggal 15 – 23 Juli 2024 diruang Gdg. Serbaguna Kalurahan Condongcatur, Sleman.

Priya Sulaksana, selaku Ketua Tim Pengembangan Produksi Industri menyampaikan Bimtek pelatihan ini sudah ke 4 (empat) kalinya untuk kelompok Batik Redjo

“Dulu yang pertama adalah pelatihan dasar batik, kedua tentang teknik pewarnaan  alami, ketiga pelatihan batik warna Kombinasi antara Cap dan Tulis dan kali ini Bimtek pelatihan tentang teknis Desain Batik Tulis, Batik Redjo punya ciri khas batik warna alam (pewarna dari alami) yang ramah lingkungan dengan cirikhas motif bunga Melati Gambir, diharapkan setelah Bimtek ini dapat membentuk pelaku usaha mandiri khususnya Batik Redjo,” ungkapnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada Kapanewon Depok dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman atas fasilitas dan Bimtek bagi kelompok batik di Condongcatur yang duukuti 20 orang peserta

“Alhamdulillah, Batik Redjo telah banyak melayani produksi pemesanan seragam batik baik dari instansi, Lembaga Kalurahan  dan lainya seperti Batik coklat yang digunakan sebagai seragam batik  resmi Pamong Kalurahan Condongcatur, setelah ini diharapkan dari kelompok masyarakat juga dapat memesan batik Seragam Redjo karena Batik Redjo adalah Batiknya Condongcatur” ucapnya

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Isti Fajaroh mengatakan bahwa bimtek ini merupakan usulan dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur melalui PUPM tahun 2023  dan terealisasi di tahun 2024.

“Batik Redjo merupakan kelompok batik unggulan dari  Condongcatur yang terbentuk melalui proses PUPM dan sudah mendapatkan pelatihan mulai dari batik pemula sampai dengan batik pewarna alami, dan untuk tahun ini pelatihan untuk teknik pembuatan desain batik tulis, selanjutnya kedepan bisa mengusulkan kembali untuk manajemen kelembagaan dan digital marketing untuk pemasaran produk batiknya,” jelasnya.

Ketua Kelompok Batik Redjo, Titoniah menjelaskan kelompok Batik Redjo terdiri dari ibu-ibu dari beberapa Padukuhan di Condongcatur yang pernah mengikuti pelatihan selanjutnya berproduksi batik untuk mengikut pameran pameran, ekspo di beberapa mall di jogja dan juga pada acara di Pemerintahan seperti Pameran Potensi daerah Kabupaten Sleman ,ekspo di condongcatur

“Semakin kesini semakin berkembang dengan masuknya beberapa pesanan dari Pamong Kalurahan, BPKal, KWT Kalurahan Condongcatur, KPU DIY dan lainya, ciri khas batik Redjo adalah bunga Melati Gambir pada setiap Batik yang diproduksi, selain itu tentunya ada motif Parijotho yang merupakan khas Sleman,” terangnya.

Selama 7 (tujuh) hari pelatihan peserta mendapatkan pelatihan dan Teknik dalam membuat desain batik tulis dan praktek membatik, Indrayani salah satu peserta bimtek sangat senang dapat bergabung di Kelompok Batik Redjo dan selalu mengikuti setiap pelatijhan yang dilaksanakan. (Wasana/KIM Depok)




Balai Penyuluh KB Tempel Gelar Workshop Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2024 (PK-24)

Sleman – Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kapanewon Tempel melaksanakan Workshop Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2024 (PK-24) di Pendopo Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut pada Rabu-Kamis, 24-25 Juli 2024 ini mengambil fokus dalam pemutakhiran data dari 2 Kalurahan di Kapanewon Tempel, yakni Kalurahan Lumbungrejo dan Kalurahan Mororejo, dengan total jumlah kader pendata 40 orang.

Hadir dalam kesempatan ini Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kapanewon Tempel, Yoga Kuswantoro dan Ana Uswatun Chasanah, serta para bunda-bunda kader kesehatan seluruh padukuhan se-Kalurahan Lumbungrejo.

Dalam sambutannya, Yoga menyampaikan bahwa kalurahan yang terpilih sebagai sampel merupakan kalurahan dengan cakupan keluarga terdata rendah.

“Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan akurasi data sehingga intervensi pemerintah dalam percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem bisa tepat kepada keluarga sasaran. Harapannya pemutakhiran pendataan keluarga ini berjalan dengan lancar dan masyarakat setempat dapat menerima kader pendata dengan bekerjasama memberikan data yang benar serta menyiapkan identitas yang dibutuhkan,” ungkap Yoga

Selanjutnya ditambahkan oleh PLKB Kapanewon Tempel juga , Ana Uswatun Hasanah, bahwa  pemutakhiran serentak ini untuk meningkatkan akurasi data sehingga intervensi pemerintah dalam percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem bisa tepat kepada keluarga sasaran.

“Saya harap kepada para Kader KB, PKB/PLKB dan juga OPD agar bekerjasama dan penuh semangat dalam melaksanakan pemutakhiran keluarga kader pendata agar melihat lokus kalurahan dalam pemutakhiran ini. Perhatikan jumlah Kepala Keluarganya, cek dulu jumlah KK di perwakilan (BKKBN) dengan jumlah target KK di kelurahan Lokus. Jangan salah target dan pastikan data nya adalah benar. Dengan data yang valid, maka kita bisa melihat masalah dengan terang benderang,” jelasnya.

“Saya yakin dengan langkah awal dan ketepatan waktu disertai dukungan seluruh pihak, maka pemutakhiran PK-24 ini akan kembali kita selesaikan tepat pada waktunya dan mencapai target KK terdata 100%,” tutup Ana. (sbd_kimtempel)