TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2024 Resmi Dibuka

Sleman – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III Tahun 2024 di Kabupaten Sleman, resmi dibuka pada Rabu (24/7) di Lapangan Sumberagung, Kapanewon Moyudan.

Kegiatan yang mengangkat tema “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah” ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman yang juga bertindak sebagai Inspektur Upacara didampingi Kasdim 0732/Sleman Mayor Arm Ronang Sasiarto serta dihadiri Forkopimda Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa membuka secara langsung kegiatan TMMD Sengkuyung tahun 2024 tahap III yang ditandai dengan pemukulan kentongan dan penyerahan alat kerja secara simbolis.

Danang Maharsa dalam amanatnya menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada pimpinan dan anggota TNI di Kabupaten Sleman yang melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III tahun 2024 di wilayah Moyudan.

Menurutnya, melalui program TMMD,  pekerjaan pembangunan berbagai sarana dan prasarana yang berat dapat menjadi ringan karena dilaksanakan secara bersama-sama atau gotong royong dengan melibatkan masyarakat dan anggota TNI.

“Kegiatan TMMD Tahap III Tahun 2024 yang berlangsung di Kabupaten Sleman dapat menggerakan dan membantu pembangunan infrastruktur di desa sehingga dapat lebih menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Ia juga berharap kegiatan TMMD ini dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah pedesaan, mengingat proses perencanaannya selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat.

Adapun kegiatan TMMD tahap III ini akan berlangsung selama 30 hari mulai tanggal 24 Juli sampai dengan 22 Agustus 2024 dengan menyasar pembangunan fisik dan non-fisik.

Untuk sasaran fisik yang dimaksud yaitu pembuatan talud jalan, pembuatan saluran irigasi, dan pembangunan dua Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sedangkan sasaran non-fisik yaitu penyuluhan pencegahan stunting dengan meningkatkan peran Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), kemudian penyuluhan wawasan kebangsaan, dan penyuluhan Kamtibmas, kejahatan jalanan, dan bullying.

Sedangkan dana pelaksanaan TMMD Tahap III ini berasal dari anggaran APBD DIY dan APBD Kabupaten Sleman dengan total Rp ,. Selain itu, kegiatan ini melibatkan masyarakat secara langsung pada pelakasanaannya.

Kegiatan pembukaan program TMMD Sengkuyung tahap III tahun 2024 ini diakhiri dengan peninjauan secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman beserta Forkopimda di lokasi pembangunan RTLH.




Pemkab Sleman Upayakan Geopark Tunjang Perekonomian Masyarakat

Sleman – Sebagai keseriusan mendukung mewujudkan Geopark Jogja sebagai bagian dari Geopark Nasional, Pemerintah Kabupaten Sleman menerima tim verifikator Geopark di Garden Space Breksi Prambanan, pada Selasa (23/7). Hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto beserta dengan jajaran.

Susmiarto menerima dengan baik kehadiran tim verifikator yang menilai 7 Geosite Jogja yang berada di Kabupaten Sleman. Susmiarto menyatakan Sleman tak hanya memiliki keunggulan pada potensi alam,  namun potensi masyarakat yang ada juga tumbuh dengan baik menjadi keistimewaan Kabupaten Sleman.

Sekda Sleman berharap, dengan kehadiran Geopark dapat ikut menunjang Sleman sebagai destinasi wisata yang lengkap, baik untuk destinasi wisata alam, buatan, maupun nilai-nilai tradisi yang masih hidup di masyarakat. Dengan begitu, hal ini akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman.

“Mudah-mudahan nanti setelah ada penilaian kita harapkan dapat menjadi nilai terbaik untuk Sleman, menambah nilai komparasi Sleman, dan mendukung daya tarik wisata Sleman, begitu juga dengan potensi meningkatnya kesejahteraan masyarakatnya,” jelas Susmiarto.

Ketua Tim Verifikator Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) Rudi Suhendar menilai potensi yang dimiliki Sleman telah mencerminkan 3 pilar pengelolaan Geopark yakni, konsep edukasi, konsep konservasi dan konsep pemberdayaan masyarakat. Ia mengatakan, kondisi alam yang dimilki Jogja khususnya di Sleman, memberikan peranan penting untuk mewujudkan Geopark Nasional DIY.

“Kami semua sudah melihat potensinya. Tinggal nanti membuat satu kemasan dari aspek konservasi yang dikemas juga untuk edukasi pada semua level. Kami berharap, nanti mulai dari level TK, SD, sampai universitas sudah bisa mengenal geopark itu seperti apa. Nah itulah nanti tugas dari pengelola, dan instansi terkait,” jelasnya.

Rudi menambahkan, pemerintah diharap dapat menjadi stimulan untuk pemberdayaan masyarakat. Ia juga mengimbau agar pemerintah daerah dapat terus menggali, mengemas, dan mengelola potensi yang dimiliki Kabupaten Sleman. Dengan begitu, diharapkan tiga unsur geopark dapat terpenuhi dengan baik.

Sementara itu, Kepala Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWP2) Setda DIY, Yudi Ismono menerangkan, Pemda DIY mengambil tema Geopark “Keistimewaan Harmoni Gunung Merapi-Gumuk Pasir Parangtritis,”. Yudi menilai Kabupaten Sleman menjadi kunci penting terkait keistimewaan DIY, mulai dari Gunung Merapi hingga Pantai Parangtritis. Maka dari itu, ia mendukung pengelolaan potensi yang ada di Sleman untuk memberikan manfaat yang lebih luas untuk masa depan.

“Kalau keberadaan obyek-obyek di Sleman di kelola dengan baik, maka kita pastikan anak cucu kita yang akan datang pasti akan menikmati potensi ini dengan baik juga,” terang Yudi.

Ia menambahkan, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, juga telah memberikan arahan kepada tim verifikator Geopark Jogja, agar potensi yang dimiliki DIY tidak hanya sekadar menjadi simbol obyek. Artinya, keberadaan geopark harus bisa memberikan sebuah daya ungkit terhadap pemberdayaan perekonomian sekitar.




Disdkipora DIY Siapkan Puluhan Miliar Beasiswa SMA/SMK

Sleman – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY terus menggencarkan sosialisasi beasiswa pendidikan menengah ke berbagai wilayah di DIY. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah bertempat di Joglo Pawirosumarto, Sidomoyo, Godean, Sleman, Selasa (23/7/2024).

Kepala Seksi SMA Disdikpora DIY, Supartini menjelaskan ada sejumlah beasiswa yang bisa diakses para pelajar sekolah menengah atas sederajat di DIY.

Beasiswa tersebut, ujar Supartini, mencakup Kartu Cerdas, Jaminan Kelangsungan Pendidikan, beasiswa Retrival dan beasiswa perlengkapan pendidikan.

Untuk Kartu Cerdas anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp21 miliar. Sasarannya mencapai siswa dengan rincian siswa SMA dan siswa SMK. Penerima bantuan beasiswa ini akan memperoleh beasiswa dengan nominal Rp1,5 juta per siswa per tahun. 

“Rata-rata mereka yang tahu itu, Kartu Cerdas,” ungkapnya.

Untuk beasiswa Jaminan Kelangsungan Pendidikan anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,4 miliar. Menyasar 200 pelajar SMA dan 400 pelajar SMK. Para penerima akan menerima bantuan beasiswa dengan nominal maksimal Rp4 juta perorang.

Jaminan Kelangsungan Pendidikan ini, ujarnya, diperuntukkan bagi alumni SMA/SMK yang masih mempunyai kekurangan tanggungan biaya pendidikan selama mereka sekolah.

“Selain itu, Disdikpora DIY juga memiliki beasiswa Retrival yang menyasar 100 siswa SMA dan 100 siswa SMK,” cetusnya, menjelaskan.

Siswa yang menerima beasiswa ini akan mendapatkan bantuan berupa uang senilai Rp3 juta per siswa per tahun. Disdikpora menyiapkan anggaran Rp600 juta untuk program beasiswa ini.

Terakhir, pelajar sekolah menengah di DIY juga dapat mengakses beasiswa perlengkapan pendidikan. Total anggaran Rp399,5 juta disiapkan untuk alokasi beasiswa perlengkapan pendidikan.

“Sebanyak 235 siswa SMA dan 235 siswa SMK disasar beasiswa ini dengan nominal per paket per tahun,” ujarnya.

Sementara Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan yang juga hadir sebagai narasumber mengatakan sosialisasi ini digelar agar masyarakat mengetahui berbagai beasiswa yang bisa diakses untuk pelajar.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam mekanisme pemberian beasiswa.

“Sampai saat ini kan pelayan aksesnya oleh sekolah, nanti dimohonkan usulannya dari orang tua,” ungkapnya.

Selain itu, Sofyan menilai alokasi anggaran beasiswa yang ada belum mencukupi. Anggaran Kartu Cerdas Rp21 miliar belum bisa mencukupi kebutuhan yang ada karena masih banyak data di sekolahan yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi belum bisa diberikan bantuan padahal syaratnya sudah dipenuhi. (Athiful/KIM Depok)




Peringati HAN 2024, Rumah Yatim Salurkan Beasiswa Kepada Siswa Yatim Dhuafa SDN Banyuurip 1 Sleman

Sleman – Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2024, Rumah Yatim Cabang Yogyakarta menyalurkan program beasiswa kepada siswa yatim dhuafa SD Negeri Banyuurip 1, Jambu Sari, Wonokerto, Turi, Sleman, Selasa (23/7).

Kegiatan ini didampingi langsung Wakil Kepala SDN Banyuurip 1, Ely Kurniawati.

Rumah Yatim Yogyakarta Sri, menuturkan bahwa terdapat sebanyak 60 siswa-siswi yatim, piatu dan dhuafa menerima beasiswa ini dengan penuh gembira dan antusias.

“Alhamdulillah kedatangan kami disambut hangat oleh anak-anak dan pihak sekolah. Kata anak-anak, beasiswa ini akan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, mereka sangat bersyukur bisa menerima beasiswa ini,” tuturnya

Lebih lanjut Sri mengatakan jika bantuan ini diberikan sebagai wujud kepedulian Rumah Yatim terhadap pendidikan anak-anak yatim, piatu dan dhuafa di Indonesia khususnya di Yogyakarta.

Sri turut berharap bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat, berkah dan bisa meningkatkan semangat anak-anak dalam menuntut ilmu dan menggapai cita-citanya.

“Semoga bantuan ini bisa menjadi berkah, kebaikan dan ladang pahala untuk para donatur yang telah menitipkan zakat, infak dan sedekahnya di Rumah Yatim,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




KPU Sleman Segera Menyusun DPS Pilkada 2024 Setelah Coklit Usai

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman memastikan proses pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) sudah selesai. Adapun tahapan selanjutnya adalah proses penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) di Pilkada 2024.

Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan, proses penetapan daftar pemilih masih panjang. Sesuai dengan jadwal dari KPU RI, penetapan daftar pemilih berlangsung hingga 23 September 2024.

Baehaqi menjelaskan, hasil pemutakhiran dari proses coklit nantinya menjadi dasar penetapan DPS. Setelah ditetapkan akan diumumkan ke public agar mendapat masukan dari masyarakat.

Setelah mendapatkan masukan, maka DPS akan ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Tak berhenti di sini, penetapan tersebut masih akan diumumkan dan nantinya jadi dasar penetapan DPT.

“Calon pemilih yang masuk DP4 akan diverifikasi berulang untuk kemudian ditetapkan menjadi DPT pilkada,” katanya, di Kantor KPU Sleman, Selasa (23/7).

Sementara Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sleman Arif Setiyawan mengatakan, proses pantarlih atau pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih berlangsung mulai 24 Juni hingga 25 Juli 2024.

Menurut Arif, data yang harus divalidasi merupakan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri yang diserahkan ke KPU RI beberapa waktu lalu.

Total daftar pemilih potensial di Kabupaten Sleman, ungkapnya, terdapat sebanyak jiwa. Jumlah ini terdiri dari calon pemilih laki-laki sebanyak orang dan Perempuan ada jiwa.

Meski demikian, Arif memastikan seluruh data calon pemilih sudah diverifikasi semuanya di pertengahan Juli ini. Hanya saja, dia belum bisa memastikan berapa calon pemilih yang dicoret atau penambahan karena kepastian data menunggu penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

“Kita terjunkan petugas dan pantarlih sudah selesai karena sudah diverifikasi ke masing-masing rumah calon pemilih,” kata Arif, Selasa (23/7).

Arif menjelaskan, setelah coklit selesai dilakukan, tahapan dilanjutkan untuk penyusunan DPS secara berjenjang dari PPS, PPK hingga ke KPU Kabupaten. Penyusunan ini mengacu pada hasil coklit yang dilakukan petugas di wilayah masing-masing.

“Rencananya ada pleno penetapan DPS di rentang waktu 1-3 Agustus mendatang. Untuk saat ini masih menunggu pengumpulan alat kerja pantarlih yang ditunggu hingga 24 Juli,” katanya. (Athiful/KIM Depok)