Sebanyak 39 KPM di Kalurahan Margorejo Terima BLT DD

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel kembali melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT DD ) tahap ke 7 Bulan Juli 2024 kepada 39 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Secara simbolis, penyaluran bantuan langsung tunai dana desa ini dikoordinasi langsung oleh Kamituwa Margorejo, Anwar Ihsani, didampingi oleh Aryanto Wibowo, selaku Carik Margorejo,  dan Iwan Wismantoro selaku Tenaga Pendamping Sosial Desa (TPSD) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) pada Rabu (24/07/2024) di Kantor Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman.

Anwar Insani dalam sambutannya mengatakan, BLT DD tersebut menggunakan anggaran dari Dana Desa sebagai salah satu kebijakan pemerintah untuk meringankan beban warga kurang mampu serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Selain itu, dikatakan Anwar data penerima BLT DD ini berdasarkan hasil musyawarah Kalurahan bersama tokoh masyarakat dan BPkal.

“Diharapkan agar masyarakat yang menerima dana BLT DD ini dapat menggunakan dengan sebaik mungkin dan di gunakan untuk keperluan usaha guna meningkatkan taraf hidup, dengan demikian pembagian BLT DD ini bermanfaat bagi masyarakat yang mendapatkan,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Kamituwo Margorejo ini bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang dibagikan pada tahap 7 ini adalah untuk pembayaran bulan Juli tahun Anggaran 2024. Adapun nilai BLT yang disalurkan adalah sebesar Rp per keluarga penerima manfaat.

Sementara itu, Aryanto Wibowo memberikan apresiasi kepada pemerintah Kalurahan Margorejo dan juga BPKal yang telah melakukan transparansi dalam pengelolaan Dana Desa.

Lebih lanjut Aryanto menuturkan, bahwa dalam hal rangkaian proses penyaluran BLT, pihaknya terlebih dahulu melalui berbagai tahapan sesuai dengan aturan Pemerintah Kalurahan Margorejo yang membutuhkan kelengkapan data dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Pemerintah Kalurahan juga terlebih dahulu telah melakukan proses Musyawarah Kalurahan  untuk menetapkan nama dan Jumlah penerima BLT DD tersebut.

“Kita berusaha setelah penyaluran BLT ini untuk segera menyampaikan pertanggungjawabannya sekaligus pengajuan untuk tahapan jika laporan pertanggungjawaban belum selesai, maka pengajuan untuk tahap selanjutnya juga tidak bisa dilakukan,” tukasnya

Dalam kesempatan ini juga dituturkan pernyataan dari Luvia Indri Prama Dewi, penerima bantuan, seorang penjual krupuk keliling pakai sepeda ontel warga Mangkudranan merasa sangat terbantu dengan adanya progam ini dan bisa menambah kemampuan beli bahan pokok dalam kehidupan sehari-hari. (sbd_kimtempel)




Penuhi Kebutuhan Masyarakat dengan Internet Sehat

Sleman – PT. Tonggak Teknologi Netikom (T2Net), merupakan  perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa koneksi broadband yang telah memiliki izin operasional di seluruh Indonesia. Sebagai salah satu Internet Service Provider, dalam rangka pengembangan Layanan Internet, T2Net berencana membangun infrastruktur jaringan internet di wilayah Kalurahan Margomulyo.

Hal itu disampaikan oleh owner T2Net, Hari Ismanto dalam acara sosialisasi rancangan pengembangan layanan internet melalui penanaman tiang kepada tokoh masyarakat  yang terdiri dari Dukuh, ketua RW dan Jetua RT di wilayah Padukuhan Jamblangan pada hari Selasa (23/7/2024).

Hari menyadari bahwa internet sudah menjadi kebutuhan masyarakat dalam mengakses informasi untuk menunjang proses belajar maupun pekerjaan. Namun disisi lain tuntutan masyarakat untuk dapat mengakses informasi yang sehat menjadi kebutuhan layanan yang utama. Untuk itulah melalui T2Net, Hari menawarkan Internet Sehat yang bebas dari konten Terorisme, pornografi dan judi online.

Untuk melihat animo dari masyarakat inilah, T2Net mencoba bekerja sama dengan masyarakat Padukuhan dengan menawarkan  layanan internet yang berbeda dengan provider sebelumnya. Termasuk dengan CSR  yang memberikan layanan gratis internet untuk fasilitas umum yang ada di wilayah Padukuhan.

“Memberikan akses internet terbaik, pelayanan Pelanggan terbaik, komitmen lingkungan dan mendukung internet sehat Indonesia,” ungkap Hari tentang Misi T2Net.

Selebihnya, dalam paparannya, Hari juga menawarkan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh T2Net yaitu koneksi yang cepat dan stabil, bandwidth yang simetris, pemeliharaan jaringan, keamanan dan mendukung layanan berbasis Internet Protocol.

Adapun layanan pelanggan yang bisa diakses oleh masyarakat adalah on call Service, monitoring system’, online support dan on-site support. Menyinggung masalah CSR (Corporate Social Responsibility), Hari sampaikan akan memberikan manfaat sosial, lingkungan dan ekonomi kepada masyarakat. Dengan CSR yang berfokus pada lingkungan, T2Net tidak hanya memperkuat keberlanjutan bisnis dalam jangka waktu panjang tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.

Di wilayah Padukuhan Jamblangan, T2Net telah melakukan langkah langkah proyek yaitu survey lokasi, perencanaan infrastruktur, koordinasi dengan warga setempat. Adapun langkah berikutnya bila ada kesepakatan dengan warga setempat adalah pelaksanaan instalasi, pengujian dan pemeliharaan, serta layanan pelanggan.

Dibagian akhir, Hari menegaskan bahwa dalam pembangunan infrastruktur, T2Net akan melibatkan masyarakat di lingkungan tersebut untuk ikut andil dalam mapping wilayah.

Acara ditutup dengan forum tanya jawab dengan undangan yang hadir. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pentingnya Peran Perpustakaan Sebagai Sumber Pendidikan Non-Formal

Sleman – Dalam rangka peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan, Pemerintah Kalurahan Merdikorejo mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari, mulai dari tanggal 23-24 Juli 2024 bertempat di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman.

Peserta Bimtek ini terdiri dari 17 Kalurahan dan 2 komunitas. Narasumber pada Bimtek kali ini terdiri dari pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman .

Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Kearsipan, Sari Respatiningtyas.

Dalam sambutannya, Sari menyampaikan, kegiatan Bimtek SPP- TIK bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang konsep tranformasi pengetahuan berbasis inklusi sosial sehingga dapat meningkatkan pengetahuan para peserta tentang strategi-strategi pengembangan perpustakaan yang berbasis teknologi informasi.

“Meliputi strategi peningkatan layanan informasi, strategi pelibatan masyarakat, dan strategi advokasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang penggunaan teknologi informasi tersebut,” terangnya.

Pada kesempatan bimtek ini, narasumber pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sleman, Arif Hidayat, mengatakan bahwa perpustakaan berperan sebagai sumber pendidikan non formal bagi masyarakat. Untuk itu pemerintah perlu mengembalikan fungsi perpustakaan yang sebenarnya yaitu pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan demikian bimtek ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang pentingnya sistem informasi manajemen program dan mampu mengaplikasikan untuk penataan dokumen seluruh kegiatan di perpustakaan dan pemanfaatannya berbasis teknologi informasi,” ujar Arif.

“Harapannya, bisa menambah pengetahuan terkait pengelolaan perpustakaan Kalurahan berbasis TIK menjadi lebih baik dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan teknologi informasi dan meningkatkan pelayanan yang prima untuk masyarakat di Kalurahan,” tutup Arif. (sbd_kimtempel)




Tim Penggerak PKK Trihanggo Persiapkan Diri Ikut Lomba Desa Inovasi

Dalam rangka mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba desa inovasi tahun 2026 mendatang, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalurahan Trihanggo menggelar rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Pemerintah Kalurahan Trihanggo, Selasa sore (23/7/2024).

Pertemuan yang dipandu oleh Ima Rochmawati selaku Sekretaris Tim Penggerak PKK Trihanggo dihadiri 40 pengurus Tim Penggerak PKK yang berasal dari 12 padukuhan se-Kalurahan Trihanggo antara lain Padukuhan Kronggahan I, Kronggahan II, Ngawen, Trini, Bedog, Salakan, Nusupan, Jambon, Biru, Mayangan, Baturan, serta Panggungan.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua Tim Penggerak PKK Trihanggo, Khusnul Khotimah menyampaikan rencana keikutsertaannya dalam lomba desa inovasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman di tahun 2026. Ia menyebutkan komponen penilaian dalam lomba desa inovasi fokusnya pada inovasi program dan kegiatan yang telah dijalankan oleh desa atau kalurahan mencakup berbagai aspek yang ditujukan untuk mengevaluasi program desa tersebut mampu menghadirkan perubahan dan peningkatan yang signifikan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakatnya.

“Juri akan mengevaluasi sejauh mana desa atau kalurahan telah mengembangkan ide-ide baru yang kreatif dan implementatif yang dapat memberikan solusi atas permasalahan lokal di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya,” tutur Khusnul Khotimah dihadapan peserta rapat.

Menurutnya, partisipasi dan keterlibatan aktif dari masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program desa menjadi aspek penting dalam penilaian sehingga diperlukan pelibatan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan, pemuda, dan kelompok rentan lainnya demi kontribusi pada keberhasilan program.

“Aspek keberlanjutan dari program inovasi yang diterapkan juga perlu kita perhatikan. Artinya, program-program yang kita rancang dapat terus berjalan dan berkembang di masa depan tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal,” cetusnya.

Ia berharap, berbagai inovasi yang dilakukan berdampak positif seperti adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat, perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta adanya pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Desa atau kalurahan yang mampu menunjukkan dampak nyata dan mempunyai strategi dalam memastikan keberlanjutan program akan memperoleh nilai yang tinggi, serta mendorong desa atau kalurahan lain untuk terus berinovasi guna meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya secara berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pemkal Merdikorejo Sosialisasikan Pengisian Dukuh Bangunrejo

Sleman – Pemerintah Kalurahan Merdikorejo menyelenggarakan acara Sosialisasi Pengisian Lowongan Dukuh untuk menindak lanjuti status Dukuh Bangunrejo yang segera purna tugas bulan September tahun Ini. Sosialisasi dilaksanakan di Pendapa Warga Bangunrejo pada Selasa malam (23/7/2024)

Hadir dalam kegiatan ini yaitu beliau Agus Prasetyo, selaku Lurah Merdikorejo, Yulianta Tri Hidayat selaku Ketua BPKal Merdikorejo beserta Panitia Pengisian Pamong Kalurahan Merdikorejo. Peserta dari acara tersebut berasal dari beberapa lapisan masyarakat meliputi Dukuh, RT, RW, Tokoh Masyarakat, Pemuda,dan Perwakilan warga Bangunrejo yang antusias menyambut informasi penting ini, serta untuk menambah motivasi dihadirkan Aisyah Putri Wulansari, Dukuh perempuan satu-satunya dari Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel.

Penyampaian sosialisasi membahas tentang tatacara pengisian pamong kalurahan secara mendetail mulai dari dasar hukum, syarat, tempat pendaftaran, proses rekrutmen, hingga pengangkatan pamong. Informasi yang disampaikan juga dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Beberapa audiens menanggapi sosialisasi dengan segenap pertanyaan terkait pengisian pamong.

Agus Prasetyo membuka acara dengan menjelaskan pentingnya peran Dukuh dalam struktur pemerintahan Kalurahan.

“Dukuh adalah ujung tombak pemerintahan Kalurahan yang berperan penting dalam melayani masyarakat, mengkoordinasikan pembangunan di Padukuhan, serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” ujar Agus.

Diawal sosialisasi , Yuni Adinurdiyanto, selaku perwakilan dari panitia sekaligus Carik Merdikorejo, menjelaskan mengenai prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon Dukuh.

“Beberapa persyaratan utama antara lain Warga Negara Indonesia, berusia minimal 20 tahun maksimal 42 tahun saat mendaftar, berpendidikan paling rendah Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Mempunyai integritas dan moralitas yang baik,” ungkap Yuni Adi.

Hartono, Panitia Pengisian Pamong, yang juga selaku Dukuh Soka Binangun Kalurahan Merdikorejo mengatakan bahwa seleksi akan dilakukan secara transparan dan terbuka untuk memastikan terpilihnya calon yang memenuhi kualifikasi terbaik.

“Proses seleksi akan melibatkan beberapa tahapan, termasuk verifikasi berkas administrasi, tes tertulis, dan wawancara. Kami ingin memastikan bahwa Dukuh terpilih benar-benar mampu mengemban tugas dengan baik dan dapat berkontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Acara sosialisasi ini juga menjadi ajang diskusi dan tanya jawab antara panitia dengan warga. Ditambah motivasi yang disampaikan oleh Aisyah Putri Wulansari yang mengatakan tentang kriteria apa saja dan persiapan yang harus dihadapi bagi yang hendak maju mencalonkan menjadi seorang pamong Kalurahan dalam hal ini menjadi seorang dukuh.

Dukuh Sedogan Kalurahan Lumbungrejo yang merupakan Dukuh perempuan satu-satunya ini menyampaikan aspirasi dan harapan mereka terkait sosok Dukuh yang diinginkan warga.

“Tentu masyarakat Bangunrejo berharap bahwa Dukuh yang nanti terpilih bisa lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan keluhan warga dan mampu memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan di Padukuhan,” kata Aisyah..

“Segenap panitia, Bpkal dan Pemerintah Kalurahan Merdikorejo tentu berharap melalui kegiatan ini, informasi mengenai pengisian pamong Kalurahan dapat tersebar luas dan dipahami dengan baik oleh masyarakat. Dengan demikian, diharapkan akan ada partisipasi yang tinggi dari warga dalam proses seleksi Dukuh. Karena proses pengisian pamong Kalurahan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kalurahan Merdikorejo untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat struktur pemerintahan Kalurahan demi kemajuan bersama,” pungkasnya. (sbd_kimtempel)