Disnaker Sleman Pastikan Penggunaan Dana BKK Transparan

Sleman – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kalurahan Banyuraden menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan kegiatan padat karya tahun 2024 untuk memastikan transparansi penggunaan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dalam pembangunan drainase sepanjang 25,22 meter kubik di wilayah Dusun Banyumeneng.

Kegiatan pembangunan infrastruktur yang diprakarsai oleh Nuryadi selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Dusun Banyumeneng, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Senin (22/7/2024).

Sosialisasi dihadiri oleh Cahyaning Widhi selaku Analis Tenaga Kerja pada Kelompok Substansi Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Lurah Banyuraden, Sudarisman, Ulu-Ulu Banyuraden, Sulung Pramono, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Banyuraden, Edi Waluyo, Dukuh, Babhinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutan pembukanya, Lurah Banyuraden, Sudarisman menuturkan pentingnya memahami proyek pembangunan drainase tersebut dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaannya agar berjalan lancar sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh warga.

“Sosialisasi dapat membantu mengurangi potensi penyalahgunaan dana BKK dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Adanya transparansi dan partisipasi aktif dari masyarakat diharapkan pembangunan drainase di dusun Banyumeneng dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi lingkungan dan kesejahteraan warga,” terang Sudarisman.

Hal senada dikatakan Cahyaning Widhi bahwa sebagai pengampu maka Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman mempunyai kewajiban untuk menyosialisasikan pekerjaan Pembangunan infrastuktur tersebut meliputi prinsip padat karya, hak dan kewajiban pekerja, serta syarat teknis lainnya.

“Penggunaan Dana Bantuan Keuangan Khusus yang diberikan oleh pemerintah diatur secara ketat untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat setempat,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan memberikan informasi yang jelas mengenai sumber dana, rincian anggaran, dan tahapan pelaksanaan proyek maka masyarakat dapat mengawasi dan memastikan bahwa dana tersebut digunakan secara efektif dan efisien. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pengurus IPNU dan IPPNU 2024-2026 Kapanewon Gamping Resmi Dilantik

Sleman – Dalam rangka pembinaan dan pengembangan potensi para pelajar dalam bidang agama, sosial, dan kebudayaan sesuai dengan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, maka Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sleman melantik Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kapanewon Gamping yang dilaksanakan di Gedung Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Senin (22/7/2024).

Prosesi pelantikan pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping dipimpin oleh Ata Fadluloh sebagai delegasi dari Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Sleman. Sedangkan Hanum Sekar Ayu Az-zahra memimpin prosesi pelantikan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping disaksikan oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta yang diwakili oleh Mohammad Alfuniam, Wakil Komandan Koramil 17 Gamping, Kapten Infanteri Wahyani, serta Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang  Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, KH. Ahmad Mabbarun yang didampingi Ketua Tanfidziyah, Silahudin Djamil.

Eksistensi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ditujukan guna mencetak generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia sebagai wadah berhimpunnya kader-kader muda dari usia 12 tahun hingga 22 tahun di setiap tingkatan kepengurusan baik tingkat kalurahan, kapanewon maupun kabupaten.

“Melalui berbagai macam kegiatan pendidikan dan pelatihan, pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama berupaya menanamkan pemahaman agama yang benar untuk memperkuat moral dan etika di kalangan pelajar,” tutur Alfuniam dihadapan tamu undangan.

Selanjutnya, Ia berharap kepengurusan mendatang dapat meningkatkan kualitas intelektual dan keterampilan para anggotanya melalui berbagai kegiatan ilmiah, seperti diskusi, seminar, dan pelatihan yang dirancang untuk memperluas wawasan dan pengetahuan sehingga para pelajar kelak menjadi pribadi yang cerdas, kritis, dan mampu bersaing dalam dunia yang semakin kompleks.

Adapun Ketua IPNU Kapanewon Gamping periode 2024-2026 terlantik adalah Muhammad Roja Sa’bana yang dibantu 22 orang  pengurus. Sedangkan Ketua IPPNU Kapanewon Gamping periode 2024-2026 terlantik yaitu Yulfa Dwi Andini disertai pengurus sebanyak 28 orang.

Dalam kesempatan ini, Tamzis Sarwana selaku Panewu Gamping menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik sekaligus berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi mengingat bahwa tugas pengurus tidak hanya sebagai pemimpin organisasi, namun juga sebagai suri teladan bagi seluruh pelajar dan masyarakat demi membangun generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan para pengurus IPNU dan IPPNU dapat menjadi penerus yang tangguh dan berdaya saing, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Puncak Hari Kesatuan Gerak, Bupati Sleman Sebut PKK Berperan Penting di Pembangunan

Sleman – Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman menggelar Peringatan Puncak Acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada Senin (22/7/2024) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Kabupaten Sleman tahun 2024 ini mengusung tema “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Keluarga Sejahtera Menuju Indonesia Maju”. Tema tersebut mengandung makna kebersamaan dan keterpaduan yang harus dicurahkan sebesar-besarnya untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Hadir dalam kesempatan ini, Bupati Sleman, bersama Wakil Bupati Sleman, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Ketua TP PKK Kapanewon se Kabupaten Sleman serta kader PKK dari tiap tiap Kalurahan.

Bupati Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo selaku pembina PKK Kabupaten Sleman dalam sambutannya mengatakan pencapaian Kabupaten Sleman dalam pembangunan tidak terlepas dari berbagai pihak, tidak terkecuali peran PKK baik ditingkat Kabupaten, Kapanewon, Kalurahan, RT, RW, dan hal tersebut sesuai dengan tema peringatan PKK kali ini.

“Pencapaian Kabupaten Sleman dalam pembangunan tidak terlepas dari berbagai pihak, tidak terkecuali peran PKK baik ditingkat Kabupaten, Kapanewon, Kalurahan, RT, RW, dan hal tersebut sesuai dengan tema peringatan Hari Kesatuan Gerak ke-52 PKK Kabupaten Sleman, yaitu Bergerak Bersama Mewujudkan Keluarga Sejahtera Menuju Indonesia Maju,” kata Kustini Sri Purnomo.

Dirinya juga menyampaikan apresiasinya atas kegiatan-kegiatan PKK yang selama ini dilakukan dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Sleman.

“Saya atas nama pemerintah dan pribadi menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas kegiatan-kegiatan PKK yang selama ini dilakukan dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Sleman pada khususnya,” katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman Raden Ayu Sri Hapsari Suprobo Dewi mengatakan bahwa Hari Kesatuan Gerak ke-52 PKK Kabupaten Sleman diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, seperti pemberian sembako kepada kaum duafa di beberapa Kapanewon.

Sementara pada puncak acara akan ditampilkan pameran beragam produk UP2K PKK dan hasil dari sekolah keterampilan PKK Kabupaten Sleman.

Selain itu, disampaikan pula pemberian penghargaan terhadap 86 kader dari 17  kapanewon masing-masing satu kader setiap kalurahan.

Dalam kesempatan ini pula diserahkan penghargaan dan hadiah dari PKK kabupaten Sleman terhadap pemenang lomba Kalurahan Inovatif yang baru lalu.

“Dalam kesempatan tersebut akan disampaikan pemberian penghargaan terhadap kader yang terdiri dari 86 kader kalurahan se 17 Kapanewon, masing-masing Kalurahan satu kader,” katanya. (sbd_kimtempel)




Kolaborasi Kemenparekraf RI dengan Duta Santri Nasional: Membangun Generasi Santri yang Unggul dalam Ekonomi Digital.

Sleman – Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi, Sleman menjadi tuan rumah kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia di Yogyakarta yang berlangsung pada 18 hingga 21 Juli 2024. Kegiatan ini diinisasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diikuti oleh sepuluh pondok pesantren di Yogyakarta dan sekitarnya.

Kesepuluh pondok pesantren tersebut yaitu Madrasah Mu’allimin-Mua’allimat Muhammadiyah, Pondok Pesantren Al Mumtaz Gunungkidul, Pondok Pesantren Assalafiyyah 2 Mlangi, Pondok Pesantren Nurul Hadi, Pondok Pesantren Hajar Aswad Gunungkidul, Pondok Pesantren Fadlun Minalloh Bantul, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, Pondok Pesantren Nurul Muttaqin Purworejo, Pondok Pesantren An Nur Bantul, dan Pondok Pesantren Al Munir Magelang. Jumlah peserta dari masing-masing pesantren adalah sebanyak lima orang.

Dalam menyukseskan programnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggandeng Duta Santri Nasional sebagai mitranya. Duta Santri Nasional berperan sebagai penghubung antara kementerian dengan pondok pesantren yang menjadi peserta dalam kegiatan ini.

Sejumlah 50 santri dari berbagai pondok pesantren di Yogyakarta dan sekitarnya aktif mengikuti pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini. Mereka dibimbing oleh para mentor digital dan teknologi, serta dibekali dengan pengetahuan dalam bidang pemasaran digital, pengembangan aplikasi, manajemen e-commerce, dan strategi branding.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, melakukan visitasi kegiatan santri digitalpreneur pada Jumat (19/7/2024). Dalam kunjungannya, Menteri Sandiaga disambut oleh KH Za’ranudin, Dr. KH. Irwan Masduqi, dan KH. Noor Hamid selaku dewan pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyyah, beserta para pengurus pesantren dan sejumlah santri yang aktif dalam bidang digitalpreneurship. Menteri Sandiaga berkesempatan untuk melihat langsung sejumlah pameran produk UMKM dari para peserta pelatihan santri digitalpreneur ini dan ditemani oleh Duta Santri Nasional yang membantu memperkenalkan dan menjelaskan setiap produk yang dipamerkan.

Keunikan kegiatan Santri Digitalpreneur di Yogyakarta dan di kota lainnya adalah jenis-jenis produk UMKM yang dipamerkan. Di kota lain, kebanyakan pesantren menyajikan produk makanan sebagai produk UMKMnya. Sementara di Yogyakarta, berbagai jenis produk UMKM ditawarkan seperti budidaya tanaman anggrek dari Pondok Pesantren Hajar Aswad Gunungkidul, produk pakaian dan fashion style dari Pondok Pesantren Nurul Hadi Bantul, Pondok Pesantren Al-Munir Magelang, dan Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, bahkan ada yang memamerkan produk berupa jasa desain produk dan mock up yaitu dari Pondok Pesantren Assalafiyyah.

Selain melihat produk-produk UMKM dari tiap pesantren, Menteri Sandiaga juga berdiskusi dengan para santri tentang tantangan dan peluang dalam mengembangkan bisnis digital di era globalisasi saat ini. Dia juga memberikan dorongan kepada para santri untuk terus berinovasi dan menjaga semangat kewirausahaan. Menteri Sandiaga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas praktik digitalisasi yang sudah berjalan baik di Pondok Pesantren Assalafiyyah yang tidak hanya menciptakan kemudahan-kemudahan dan inovasi namun juga menghasilkan nilai ekonomi.

“Dari pelatihan ini kita harapkan santri-santri ini bisa menjadi pelaku ekonomi kreatif digital yang andal dan mampu menciptakan peluang usaha atau lapangan kerja. Santri bukan semata mengurus fikih tapi juga memastikan sugih”, ungkapnya.

Di hari terkahir, kegiatan ini diisi dengan presentasi video iklan kreatif yang dibuat oleh tiap kelompok pesantren. Dari presentasi tersebut diambil satu kelompok sebagai pemenang dan berhak mendapatkan satu set alat studio dan berkesempatan untuk bertemu dengan sembilan kelompok terbaik dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkompetisi kembali di Jakarta. Pesantren An-Nawawi Berjan dengan produk andalannya, li scarf, terpilih sebagai kelompok terbaik dalam kegiatan Santri Digitalpreneur kali ini. Penilaian ini diambil dari hasil karya video iklan kreatif dan presentasi produk UMKM dari masing-masing pesantren.

Kegiatan Santri Digitalpreneur di Yogyakarta ditutup oleh Iman Santosa sebagai Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi, dan Radio. Ia berharap agar para santri selain memiliki daya saing juga dapat memiliki daya tahan. “Terkadang banyak yang mampu bersaing tapi tidak bertahan”, ungkapnya. (Ajeng/KIM DSN Sardonoharjo)




34 Tahun SD Muhammadiyah Condongcatur, Teguhkan Sekolah Juara

SLEMAN. Berbarengan dengan Tahun Ajaran Baru dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD Muhammadiyah Condongcatur Depok Sleman memperingati Milad ke-34 Tahun, Jum’at (19/7).

Kegiatan yang diselenggarakan di halaman Sekolah ini diikuti oleh guru, siswa, dan wali murid SD Muhammadiyah Condongcatur Depok Sleman. Dalam kesempatan itu, para siswa tampil dengan Parade Kostum Karnaval, sementara wali murid mengikuti Festival Kreasi Tumpeng yang kreatif.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Depok Muhammad Ichsan saat melepas parade mengucapkan selamat milad SD Muhammadiyah Condongcatur ke-34 Tahun 2024.

“Kita bersyukur, memasuki 34 tahun usia dari SD Muhammadiyah Condongcatur ini kita akan terus meningkatkan kualitas,” ungkapnya, bangga.

Dalam kesempatan itu, Ichsan mengajak para siswa untuk berbangga dengan berbagai raihan sekolah, dan terus meningkatkan prestasi-prestasi ke depannya. Ichsan juga berpesan dalam karnaval dan jalan sehat, dapat diikuti dengan gembira dan menggembirakan.

“Atas nama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Depok Sleman, kami mengucapkan selamat atas miladnya SD Muhammadiyah Condongcatur yang ke-34 ini. Mudah-mudahan kita mendapatkan rahmat dan juga barakahnya dari Allah. Serta terus semangat mengembangkan sekolah untuk lebih baik,” harap Ichsan.

Melalui milad ke-34, SD Muhammadiyah Condongcatur mengangkat potensi siswa dan bertemakan keberagaman. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Condongcatur Sulasmi berharap, dalam milad kali ini guru dapat memahami setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya maka mereka akan menjadi pribadi yang berprestasi.

“Di tahun ini kita akan memantapkan sekolah kami sebagai sekolahnya para juara,” ujar Sulasmi.

Terkait keberagaman, tutur Sulasmi, bukan menjadi halangan untuk berprestasi. Walaupun ada beragam kemampuan semuanya dapat diasah semaksimal mungkin agar para siswa.

Sulasmi menyebut dengan kolaborasi dapat menyukseskan agenda milad ke-34 yang sangat meriah ini.

“Kolaborasi antara orang tua, guru, dengan siswa ini harus kita perkuat. Karena memang dukungan orang tua untuk acara ini luar biasa,” tegasnya.

Dalam Parade Kostum Karnaval para siswa melakukan jalan sehat dengan berbagai ostum unik. Ada yang menggunakan pakaian adat nusantara, kostum buah-buahan, hingga kostum garuda yang mewawan. Bahkan ada siswa yang tampil dengan cosplay menjadi Kepala Sekolah dan guru yang cukup membuat haru dan bangga.

Selain itu, ada pula yang membawa membawa pesan inspiratif seperti save water (selamatkan air) dan save earth (selamatkan bumi) di mana sebelumnya SD Muhammadiyah Condongcatur ikut ambil bagian dalam World Water Forum beberapa waktu lalu.

Tak lupa para siswa membawa pesan dari tokoh persyarikatan. Seperti Pesan Nyai Walidah, “Kalau Muhammadiyah dipandang kurang baik, janganlah hanya dicela. Dan kalau dipandang baik, janganlah hanya dipuji, tetapi bantulah dan suburkanlah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.”

Milad ke-34 SD Muhammadiyah Condongcatur tambah meriah dengan penampilan seni dari siswa seperti nasyid, pantomim, serta seni tari serta fashion yang diiringi musikalisasi puisi.

Adapun pemenang Lomba Tumpeng yaitu Juara 1 yaitu Kelas 6C, Juara 2 Kelas 5A, dan Juara 3 Kelas 4A. Serta pemberian penghargaan kepada peserta karnaval mulai dari kategori terunik, tradisional, paling tertib, paling semangat, paling seru, paling rapi, hingga paling modern.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PCM Depok Sayuti Mustofa, Ketua Komite Sekolah SD Muhammadiyah Condongcatur Suwadi, dan Anggota Komite SD Muhammadiyah Condongcatur Sutarman. (Athiful/KIM Depok)