Di Penghujung Juli, Pemkal Condongcatur Gelar Rakordesi KB Kesehatan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur Kapanewon Depok Sleman, menggelar Rakordesi KB Kesehatan dan Laporan Bulanan di Ruang Wasana Loka, Selasa (30/07/2024). Kegiatan itu diikuti oleh seluruh kader Apsari/UPGK Posyandu di wilayah Condongcatur.

Kegiatan dibuka oleh Kamituwa Condongcatur Al-Thouvik Sofisalam, yang menyampaikan bahwa pada bulan Agustus 2025 nanti, Pemkal Condongcatur akan mengikuti lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan atau Epdeskel dan Musyawarah Padukuhan Validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Sedangkan untuk proposal posyandu masih kurang Yon-403. Kami harap agar segera pencarian serentak di bulan Agustus ini. Sedangkan Posbindu monggo digiatkan. Setiap bulan rutin membuat notulen, data kegiatan, dokumentasi kegiatan, agar setiap akhir tahun tidak kebut semalam, tidak kesulitan mencari data yang diperlukan,” ungkapnya.

Thouvik juga berpesan, untuk menyambut Agustusan tahun 2024 ini, semua diminta berpartisipasi di wilayah masing-masing padukuhan, untuk meramaikan HUT Kemerdekaan RI.

Adapun penyuluh KB dari Rumah Sakit Condongcatur dr. Siti Komariyah menyampaikan materi terkait stunting. Menurutnya, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang diakibatkan dari kekurangan gizi kronis dalam jangka lama.

“Biasanya disebabkan oleh rendahnya asupan gizi pada hpk, masih kurangnya akses rumah tangga ke makanan bergizi seimbang, sakit infeksi yang berulang, buruknya fasilitas sanitasi, minumnya akses air bersih, dan juga kurangnya kebersihan lingkungan,” paparnya.

Komariyah kemudian menerangkan terkait dampak stunting, antara lain menyebabkan produktivitas rendah, gangguan kesehatan, kemampuan bersaing rendah, kemampuan motorik rendah, dan anak menjadi mudah sakit.

Lebih lanjut, Komariyah mengungkapkan bahwa Pemerintah memiliki program Indonesia Emas 2024, yang mana salah satunya bebas dari stunting.

“Stunting bisa dicegah dengan memperhatikan asupan makanan, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi bumil, bayi dan balita, kemudian mengatasi permasalahan anak yang susah makan, memberikan edukasi dan penyuluhan bagi bumil dan menyusui terkait stunting,” ujarnya.

“Kemudian dengan memperhatikan sanitasi lingkungan, pola asuh yang baik untuk mencegah stunting serta mendorong para ibu untuk senantiasa mencari informasi, melakukan vaksinasi lengkap,” pungkasnya. (Lidya Agustina/Kim Depok).




Pemkal Condongcatur Gelar Rapat Koordinasi Kader KB Kesehatan Tahun 2024

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Kader KB Kesehatan Condongcatur melaksanakan Rapat Koordinasi Bulan Juli, di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur Kapanewon Depok, Selasa (30/07/2024) pukul WIB.

Hadir dalam kesempatan ini, Kamituwo Condongcatur Al Thovik Sofisalam, PKB Depok Siti Juwariyah, staf Puskesmas Depok ll Ujiana, staff Rumah Sakit Condongcatur, serta narasumber dari Posyandu Asparagus ll Babadan Baru.

Kamituwo Condongcatur dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada  kader KB Kesehatan Condongcatur yang telah mendedikasikan dirinya untuk Condongcatur. Pokjanal Posyandu masabakti 2024 – 2027 sudah dibentuk, dan di ketuai oleh Al Thovik Sofisalam. Harapannya,  ke depan kader menjadi garda terdepan atau ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Selanjutnya, staf Puskesmas Depok ll, Ujiana memaparkan tentang Sosialisasi pelaksanaan  imunisasi JE (Japanese Enchepalistis). Vaksin JE bertujuan untuk  mencegah penyakit Japanese Echapalistis berupa radang otak akibat infeksi virus.

“Imunisasi JE dilaksanakan di bulan September mendatang dengan sasaran anak usia 9 bulan – 15 tahun,” ungkapnya. 

Selain imunisasi, PKB Depok Siti Juwariyah menyampaikan akan di laskanakan Pekan Pelayanan  KB Pasca Persalinan  dengan sasaran Ibu Bersalin pada tanggal 19 Juni – 5 Agustus 2024 . Diharapkan 35% sasaran KBPP (KB Pasca Persalinan) ke depannya memakai MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang).

Sedangkan perwakilan  dari Rumah Sakit Condongcatur menyampaikan sosialisasi tentang stunting, serta  informasi kegiatan skrining katarak  gratis yang akan di laksanakan pada tanggal 20 dan 27 Agustus mendatang, dengan jumlah peserta 100 orang.

Pada kesempatan itu, Ketua Posyandu Asparagus ll Babadan  Baru, Novita Safitri turut menyampaikan materi tentang pelaksanaan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer), di mana melayani semua siklus hidup dari bayi – lansia.

Tidak hanya penyampaian materi, dalam kesempatan ini juga melayani  permintaan CO (Kondom) oleh PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) Condongcatur, Tri Suhartati sebagai bentuk pelayanan KB di masyarakat. Kerjasama dengan Puskesmas Depok ll dalam pemenuhan kebutuhan CO-nya. (Tri Suhartati/Kim Depok).




Donor Darah, Kegiatan Sosial Penuh Manfaat

Sleman – Penyumbang darah atau pendonor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah, sebagai stok darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah bagi yang membutuhkan.

Manfaat yang didapatkan dari donor darah banyak sekali, baik bagi pendonor maupun bagi pasien, antara lain dapat menjaga kesehatan pendonor, dapat menumbuhkan jiwa gotong-royong, dan juga dapat menumbuhkan semangat berkorban untuk menolong sesama manusia.

Hal demikian ditekankan Ahmad Suraji, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman dalam kegiatan Sosialisasi Program Layanan Darah di Sleman Gratis, yang dilangsungkan di Ruang PPK Kapanewon Depok, Selasa (30/07/2024).

Suraji menjelaskan, program Lada Manis adalah pemberian produk darah secara gratis bagi pasien penduduk Kabupaten Sleman yang sedang dirawat dan membutuhkan transfusi darah untuk pengobatannya tanpa pembatasan kuota kantong darah bagi pasien.

Implementasi program Lada Manis ini, ujar Suraji, sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2018, terkait tugas Palang Merah Indonesia (PMI).

“Di Sleman, ini merupakan program dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, melalui PMI Sleman dalam upaya melindungi penduduk Kabupaten Sleman yang membutuhkan darah untuk pengobatannya,” ungkapnya.

Suraji menambhakan, program Lada Manis dimulai sejak tanggal 1 Januari 2019 sesuai Peraturan Bupati Sleman Nomor Tahun 2018. Kemudian diperbaharui melalui Peraturan Bupati Sleman Nomor 7.1 Tahun 2020.

“Pada setiap tahunnya akan dijamin kantong darah,” imbuhnya.

Adapun cara memperoleh pelayanan darah gratis ini, kata Suraji akan diberikan melalui Rumah Sakit yang telah bekerjasama dengan PMI Sleman, dan merawat pasien penduduk Sleman yang membutuhkan transfusi darah.

“Pelayanan yang diberikan hanya dalam bentuk produk darah siap pakai saja,” tuturnya.

Sedangkan persyaratan yang harus dilengkapi,  jelas Suraji antara lain adalah formulir permintaan darah dari rumah sakit, fotocopy identitas diri KTP dan atau KK pasien, fotocopy surat keterangan lahir bagi anak yang baru lahir atau akta kelahiran, dan surat keterangan dari Fasilitas Kesehatan yang menyatakan bahwa pasien sudah tidak mendapatkan pelayanan darah yang ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional.

“Semua syarat itu dikompilasi oleh pihak fasilitas kesehatan dan disampaikan ke UDD PMI Kabupaten Sleman,” tandasnya. (Lidya Agustina/Kim Depok).




Rapat Koordinasi Persiapan Identifikasi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Kalurahan Mororejo tahun 2024

Sleman – Pemerintah Kalurahan Mororejo  bersama dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman melaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Identifikasi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2024, di Aula Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel, Selasa (30/07/2024).

Hadir dalam kesempatan ini, Lurah Mororejo, Jaka Ristanta didampingi Kaur, Kasie dan Staf operator SID Mororejo, serta  Kepala BPS Kabupaten Sleman, Rintang Awan Eltribakti Umbas

Lurah Mororejo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BPS Sleman dengan adanya program dan rencana Desa Cinta Statistik untuk Kalurahan Mororejo. Ia juga menyampaikan harapannya yaitu data statistik di Kalurahan Mororejo dapat terkelola dengan baik.

“Program BPS Desa Cantik diharapkan data bisa dikelola dengan baik. Data bisa terkelola dengan baik agar pembangunan lebih efektif, efisien, tepat sasaran dan dapat bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Jaka.

Selanjutnya Kepala BPS Sleman, Rintang Awan Eltribakti Umbas, menyampaikan Program BPS Desa Cantik (Cinta Statistik ) ini sudah ada di Kabupaten Sleman sejak 2022.

“Untuk tahun 2024 ini Kalurahan Mororejo yang ditunjuk untuk program tersebut. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Pemerintah Desa/Kalurahan menjadi penyelenggara kegiatan statistik di wilayahnya masing-masing sehingga peran desa/kalurahan sebagai satuan wilayah terkecil menjadi sangat penting,” ungkap Rintang

“Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, BPS berkewajiban untuk memberikan pembinaan statistik kepada Kementerian/Lembaga Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi Lainnya, termasuk pemerintah desa,” sambungnya.

Lebih lanjut, Rintang menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan BPS Sleman adalah pembinaan statistik sektoral yang menjadi ujung tombak kalurahan .

“Kalurahan sebagai subyek ujung tombak pembangunan. Adanya data sebagai dasar dan monitoring perencanaan. Salah satu contoh aplikasi Pendataan Sinta Gadis Tempel (Sistem Pendataan Keluarga Digital di Tempel ) sangat membantu program di kalurahan. BPS sebagai Asistensi dan pendampingan pendataan, tata kelola yang sudah ada di kalurahan dan yang belum ada, akan digunakan untuk dasar kebijakan,”  tandasnya. (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel).




Seragamkan Umpak dan Tiang Bendera, Warga Keditan Hormati Simbol Kebangsaan 

Sleman – Demi memperkuat rasa persatuan dan kebanggaan masyarakat terhadap identitas nasional bangsa Indonesia, serta sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menghormati simbol-simbol kebangsaan, maka pengurus RT 01 RW 26 Dusun Keditan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping melaksanakan program penyeragaman umpak dan tiang bendera menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, pada Selasa (30/07/2024).

Program yang merupakan kesepakatan hasil musyawarah warga tersebut diprakarsai oleh Prihatin Al Taufik selaku Ketua RT 01 bersama jajaran pengurus yang dikerjakan secara bergotong royong menggunakan alokasi dana pembangunan yang dikumpulkan warga setiap bulannya saat perkumpulan Selasa Kliwonan.

Menurutnya, umpak atau dudukan tiang bendera merupakan bagian penting dari pemasangan tiang bendera yang berfungsi untuk menopang dan menjaga kestabilan tiang bendera. Umpak ini terbuat dari bahan semen cor atau beton agar kuat menahan beratnya tiang dan bendera serta tahan terhadap kondisi cuaca. Pemasangan umpak atau dudukan yang baik akan memastikan tiang bendera berdiri tegak dan tidak mudah roboh.

“Memiliki umpak dan tiang bendera yang seragam di masing-masing rumah, diharapkan warga RT 01 akan merasa lebih terikat satu sama lain dalam semangat kebangsaan. Selain itu, umpak dan tiang bendera yang seragam juga akan menciptakan tampilan yang lebih rapi dan tertata, sehingga memperkuat citra positif dari Dusun Keditan,” tuturnya.

Di momentum peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, program ini sekaligus dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan merawat simbol-simbol negara. Sehingga dengan adanya umpak tiang bendera yang kokoh dan seragam, masyarakat diingatkan untuk lebih menghargai bendera sebagai simbol negara yang harus dijaga kehormatannya.

Lebih lanjut Dukuh Salakan, Suyana mengungkapkan program penyeragaman umpak dan tiang bendera yang dirancang dengan estetika yang baik dan tertata rapi ini juga bertujuan untuk meningkatkan keindahan lingkungan di Dusun Keditan khususnya RT 01 RW 26. Dengan begitu, akan menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi warga, sekaligus meningkatkan daya tarik bagi pengunjung dari luar dusun.

“Dari sisi sosial, program ini juga mendorong partisipasi aktif warga RT 01 dalam kegiatan bersama. Melalui proses pembuatan dan pemasangan umpak tiang bendera dapat menjadi kegiatan gotong royong guna mempererat hubungan antar warga. Kolaborasi ini dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan saling membantu, yang merupakan nilai-nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping).