Buka Muscab HIPMI, Danang Harap Pengusaha Muda Sleman Tingkatkan Sinergitas

Sleman – Bertempat di Hotel Crystal Lotus Sinduadi, Mlati, Sleman, Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sleman sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-7 Tahun 2024, Sabtu (20/7).

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa turut hadir dan membuka secara langsung acara tersebut. Dalam sambutannya, Danang berharap melalui acara ini dapat terjalin komunikasi, kolaborasi, dan sinergi yang lebih baik lagi antara BPC HIPMI Sleman dan Pemkab Sleman.

Hal itu, menurut Danang, akan dapat melahirkan inovasi serta strategi positif untuk mendukung pembangunan ekonomi Kabupaten Sleman.

“Saya harap dengan musyawarah ini dapat melahirkan ide, inovasi dan strategi positif serta berperan penting dalam pembangunan ekonomi Sleman,” katanya, bersemangat.

Lebih lanjut, Danang juga menaruh harapan kepada BPC HIPMI Sleman karena sesuai dengan namanya, HIPMI diisi pengusaha dari kalangan muda yang potensial.

“Yang memiliki motivasi dan semangat besar serta dituntut memiliki usaha yang stabil, sehat, dan kuat,” paparnya.

Sementara Ketua BPC HIPMI Sleman Adit Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan Muscab ini adalah Musyawarah Cabang BPC HIPMI Sleman yang ke-7, sebagai bentuk kaderisasi untuk memperoleh ketua dan kepengurusan baru sebagai regenerasi kepengurusan HIPMI Sleman.

“Acara ini adalah bentuk kaderisasi kepemimpinan baru. Saya harap dengan kepemimpinan baru dapat memberikan pengaruh serta impact positif bagi kemajuan HIPMI Sleman mendatang,” ujarnya, dalam membacakan laporan di hadapan Wakil Bupati Sleman dan peserta Muscab HIPMI.

Ditambahkan oleh Adit, bahwa BPC HIPMI Sleman ini sangat bermanfaat bagi pengusaha dengan berbagai impact positif bagi usaha masing-masing.

Lebih lanjut, Adit juga mengajak seluruh anggota HIPMI Sleman untuk menjaga dan mengabdi agar HIPMI Sleman terus berkembang lebih baik lagi di masa yang akan datang. (Athiful/KIM Depok)




Jelang Pilkada Sleman 2024, Bawaslu Akan Bentuk Pokja Pengawasan Netralitas ASN

Sleman – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman berencana membentuk kelompok kerja (pokja) netralitas ASN, TNI-Polri didalam gelaran Pilkada 2024.

Bawaslu berharap, dengan adanya pokja ini maka dapat memastikan para abdi negara tidak terlibat dalam politik praktis.

Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al-Ichsan Siregar mengatakan tahapan pilkada semakin krusial. Pasalnya, akan memasuki tahapan pencalonan mulai akhir Agustus mendatang.

Arjuna menambahkan, bahwa upaya pengawasan terkait dengan pelaksanaan juga semakin ditingkatkan. Salah satunya akan dibentuk pokja netralitas ASN TNI dan Polri.

“Bulan Agustus akan kami bentuk pokja. Untuk yang anggotanya tidak hanya bawaslu, tapi ada dari unsur pemkab, anggota kepolisian dan TNI,” kata Arjuna, Sabtu (20/7/2024).

Alumnus Magister UM Yogyakarta itu menjelaskan, peran dari pokja untuk membahas segala dinamika dan mencari Solusi guna mengatasi persoalan yang berkaitan dengan netralitas.

“Ini akan kami optimalkan dalam upaya pengawasan netralitas ASN dan lainnya,” ungkpanya.

Ditekankan oleh Arjuna, bahwa sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi, Mendagri, Ketua Komisi Aparatus Sipil Negara, Ketua Bawaslu dan Ketua KPU sudah mengatur berkaitan dengan netralitas, khususnya bagi ASN.

Keputusan ini, ungkapnya, menjadi salah satu pedoman didalam melakukan pengawasan dalam penyelenggaraan pilkada.

“Memang ASN punya hak pilih, tapi tidak boleh terlibat aktif. Jangankan hadir dalam kampanye, saat bermedsos tidak boleh komen atau like terhadap postingan berbagi pilkada,” katanya.

Untuk memastikan ASN di lingkup Pemkab Sleman tetap netral, Arjuna mengakui sudah membuat imbauan yang diberikan ke pemkab berkaitan dengan hal tersebut.

“Imbauan sudah kami sampaikan dan harapannya para ASN bisa tetap netral di pilkada,” katanya.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan BKPP) Sleman, Budi Pramono. Menurut dia, netralitas ASN sudah diatur didalam Undang-Undang tentang ASN.

Selain itu, berdasarkan surat keputusan bersama lima Lembaga yang meliputi Kementerian dan Bawaslu serta KPU juga menekankan pentinya netralitas bagi setiap ASN dalam gelaran pemilu maupun pilkada.

“Intinya tidak boleh mengikuti kegiatan sebelum selama dan sesuah kampanye oleh pasangan calon. Ini harus dipatuhi karena ada sanksi kalau melanggarnya,” kata Pramono.

Meski demikian, ia tidak memungkiri sebangai warga negara, ASN juga memiliki hak pilih. Hanya saja, ia mewanti-wanti agar hak tersebut dipergunakan dengan sebaik-baiknya, namun tidak boleh melanggar aturan yang ditentukan.

“Tidak boleh terlibat dalam kegiatan pasangan calon. Ini harus dihindari,” katanya. (Athiful/KIM Depok)




Lestarikan Seni Tradisional, Desa Wisata Sambilegi Kidul Selenggarakan Gelar Budaya

Sleman – Desa Wisata Sambilegi Kidul menyelenggarakan kegiatan Gelar seni dan Budaya pada Minggu (22/7/2024) bertempat di Sambiseno, Padukuhan Sambilegi Kidul, Maguwoharjo, Sleman.

Dukuh Sambilegi Kidul, Febri Supriyanto menyampaikan bahwa kegiatan gelar seni dan budaya merupakan prakarsa warga masyarakat Sambilegi Kidul untuk melestarikan dan menampilkan seni tradisional budaya warisan leluhur. Rangkaian acara gelar seni budaya diawali dengan senam sehat dilanjutkan pawai kirab dari kelompok kesenian yang ada di Sambilegi Kidul.

“Kirab budaya diawali dengan Bregodo Sambiraharjo diikuti olehSambilegi kelompok tari tradisional, tari edan2nan, tari gedrug, tari Topeng  dan kelompok masyarakat,” ungkap Febri.

Disampaikan juga bahwa kegiatan gelar seni budaya ini mendapat dukungan dari dana keistimewaan DIY. Selain sebagai upaya melestarikan seni tradisional juga sebagai ajang mempromosikan Desa Wisata Sambilegi Kidul. Febri berharap, dengan event ini banyak masyarakat yang tahu dan menjadi daya tarik wisata untuk berkunjung.

“Selain seni budaya tradisional Desa Wisata Sambilegi Kidul mempunyai sarana Jemparingan atau panahan. Jemparingan bisa dipergunskan untuk lomba maupun latihan,” tambahnya.

Febri menambahkan bahwa kegiatan gelar seni budaya juga menjadi porto polio bagi Desa Wisata Sambilegi Kidul.

“Kegiatan  Gelar Seni budaya akan lebih sering dilakukan untuk memperkuat keberadaan Desa Wisata Sambilegi Kidul,” pungkasnya.

Sementara itu, Jogoboyo Kalurahan Maguwoharjo, Edi Suharjono, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan gelar seni budaya Desa Wisata Sambilegi Kidul sebagai promosi dan melestarikan budaya adiluhung.

“Pemerintah kalurahan akan selalu mendukung semua kegiatan positif yang dilakukan warga untuk kemajuan bersama,” tutupnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Kelas Ibu Hamil Kalurahan Lumbungrejo Berikan Edukasi Proses Kehamilan dan Persalinan Lancar

Sleman – Kelas ibu hamil adalah kelompok belajar bagi para calon ibu tentang kesehatan bagi ibu hamil secara keseluruhan. Tujuan diadakannya kelas ini adalah mengedukasi ibu hamil agar dapat menjalani proses kehamilan dan persalinan lancar, serta melalui fase awal kehidupan bayi dengan bekal pengetahuan dasar.

Kalurahan Lumbungrejo melaksanakan kegiatan kelas bumil ,bekerjasama dengan Puskesmas Tempel 1. Dalam kegiatan tersebut hadir  Kamituwo Kalurahan Lumbungrejo, Suwanto  dan sejumlah 20 ibu Hamil di kalurahan Lumbungrejo pada Senin pagi (22/7/2024).

Tujuan kelas ibu hamil adalah meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, persalinan, perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos / kepercayaan / adat istiadat setempat.

Dalam sambutannya, Kamituwo Lumbungrejo, Suwanto mengatakan tentang pentingnya kelas untuk ibu hamil.

“Selain ikhtiar agar bumil dan bayi selalu sehat, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyiapkan sejauh mana kesiapan para ibu hamil dalam melaksanakan tugas mulia usai persalinan nanti,” ungkapnya.

Kelas bumil kali ini dengan tema Perawatan Bayi Baru Lahir. Materi yang disampaikan oleh Bidan Kalurahan Lumbungrejo, Murviana Anisa Putri.

“Yang wajib diketahui kepada ibu hamil adalah mengenai tanda-tanda bayi yang baru lahir sehat apa tidak, Kemudian harus diwaspadai tentang tanda bahaya bayi baru lahir, dan juga para ibu hamil harus mengetahui dan mempraktekkan cara memandikan bayi baru lahir dan perawatan tali pusatnya,” pungkas Anissa.

Selepas menerima materi para peserta Kelas Ibu Hamil melakukan senam bersama.(sbd_kimtempel)




Difabel Miliki Hak untuk Berperan Aktif dalam Pilkada

Sleman – Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat agar berperan aktif pada pelaksanaan Pilkada Pemilihan Bupati/wakil Bupati Sleman tahun 2024 ,PPS Donoharjo mengadakan sosialisasi Pilkada kepada Kelompok Difabel Donoharjo bertempat di aula kalurahan Donoharjo pada hari Sabtu (20/7/2024).

Upik Wahyuni selaku PPS Donoharjo Divisi Sumber Daya Manusia, Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat dalam paparannya mengatakan bahwa setiap warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih  dijamin haknya dalam berpolitik baik itu sebagai pemilih, peserta maupun penyelenggara pemilihan.

“Hak pilih merupakan hak semua warga negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk memberikan suaranya dalam pemilu dan sebagai wujud partisipasi warga dalam proses demokrasi tidak terkecuali pemilih yang berkebutuhan khusus sehingga hak tersebut harus dijaga mulai dari pendaftaran sebagai pemilih, hak mendapatkan informasi yang benar tentang pemilu dan hak mendapatkan layanan pada saat pemungutan suara berlangsung,  termasuk hak atas TPS yang aksesibel dan juga hak atas pemberian suara yang rahasia,” kata Upik.

Hak mendapatkan layanan misalnya Penempatan TPS di lokasi yang datar dan tidak berundak, lebar pintu masuk dan pintu keluar yang memadai untuk memberikan akses gerak bagi pengguna kursi roda begitu pun letak kotak dan bilik suara yang mudah dijangkau.

Pada saat hari pemilihan nanti yaitu pada tanggal 27 November 2024 KPPS yang bertugas di TPS akan memberikan layanan yang ramah terhadap disabilitas agar difabel dapat menggunakan hak pilihnya dengan nyaman.

“Akan disediakan kursi prioritas, urutan depan bagi  pemilih disabilitas , Pemilih yang sedang  hamil, pemilih lansia, pemilih yang membawa balita sehingga tidak perlu antre,” lanjutnya

Para pemilih berkebutuhan khusus  yang tidak mampu melakukan pencoblosan mandiri dapat didampingi keluarga atau petugas pemungutan suara (KPPS) dengan terlebih dahulu mengisi formulir pendamping yang telah disediakan untuk menjamin bahwa pendamping benar benar amanah, dan bisa menjaga kerahasiaan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa saat ini tahapan pilkada adalah pemutakhiran data pemilih yang berlangsung sampai tanggal 25 Juli 2024.

“Pastikan kembali bahwa nama anda sudah terdaftar dengan membuka link yang bisa diakses dengan mudah melalui telpon genggam,” pungkasnya. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)