Kalurahan Condongcatur Raih Juara Satu Lomba Kalurahan Inovatif 2024

Sleman – Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok Kabupaten Sleman berhasil meraih juara satu Evaluasi Kalurahan Inovatif tahun 202e. Penghargaan Evaluasi Kalurahan Inovatif tahun 2024 diserahkan langsung Bupati Sleman di Grha Sarina Vidi, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Kamis (18/7/2024)

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengucapkan selamat kepada kalurahan yang berhasil menjadi juara pada Evaluasi Kalurahan Inovatif tahun 2024.

Diharapkan, dengan adanya Evaluasi Kalurahan Inovatif tahun 2024 ini seluruh kalurahan terpacu untuk berinovasi.

“Guna mengembangkan wilayahnya serta menyejahterakan masyarakat di wilayah masing-masing dan berharap hal ini tidak hanya karena ada penilaian saja, tapi ke depannya diharapkan semua kalurahan terus berinovasi dengan berbagai macam programnya dalam mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat,” ucapnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman, Samsul Bakri, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan selama 17 hari dalam rentang 23 April 2024 hingga 10 Juni 2024

Lomba evaluasi Kalurahan Inovatif Tahun 2024 ini diikuti 17 kalurahan yang merupakan perwakilan dari masing-masing kapanewon di Kabupaten Sleman yaitu Kalurahan Hargobinangun, Bangunkerto, Tegaltirto, Sariharjo, Banyuraden, Umbulmartani, Sumberadi, Umbulharjo, Caturharjo, Sendangsari, Sumberrahayu, Margodadi, Condongcatur, Wukirharjo, Margorejo, Selomartani dan Kalurahan Sidomulyo.

“Kegiatan evaluasi kalurahan inovatif ini tujuannya untuk lebih mendorong semua kalurahan dalam mengembangkan berbagai macam bentuk inovasi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan. Dan juga dalam rangka untuk mengembangkan potensi yang ada di kalurahan dan peningkatan pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing kalurahan,”  jelas Samsul.

Tidak hanya penyerahan penghargaan Evaluasi Kalurahan Inovatif tahun 2024, pada acara tersebut juga diserahkan penghargaan Evaluasi Perkembangan Desa dan Kalurahan, di mana Kalurahan Triharjo Sleman berhasil menyabet peringkat pertama. Sementara peringkat kedua Kalurahan Wukirharjo Prambanan dan peringkat ketiga Kalurahan Donokerto Turi.

Ada juga sejumlah penghargaan yang diserahkan pada acara tersebut, yakni penghargaan Desa Mandiri, penghargaan lomba produk unggulan Dekranasda Sleman juga ada pula penghargaan evaluasi Keluarga Sembada dan evaluasi masjid paripurna, PSKS Berprestasi, penghargaan Nata Sembada untuk Forkom tingkat Kalurahan, kejuaraan Kalurahan Inovatif Dinas P3AP2KB Sleman dan penghargaan Monev TP PKK Kabupaten Sleman.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengatakan bahwa perhargaan yang diraih berkat kerja keras, kekompakan dan perjuangan dari semua pamong, lembaga, masyarakat serta arahan dari beberapa pihak utamanya dari Kapanewon Depok sehingga memperoleh hasil yang optimal.

Sementara Panewu Depok, Wawan Widiantoro,  tempat terpisah mengucapkan selamat kepada Kalurahan Condongcatur atas prestasi yang berhasil diraih. (Wasana/KIM Depok)




Perlunya Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Pilkada 2024

Sleman – Untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses mengoptimalkan pengawasan tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati sleman tahun 2024, maka Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bagi Masyarakat. Kegiatan yang mengambil tema ‘Sinergi Masyarakat Dengan Bawaslu Dalam Pengawasan Pilkada Tahun 2024’ ini digelar di Hotel Ramada by Wyndham Yogyakarta, Kamis (18/7/2024).

Kegiatan yang dibuka oleh Koordinator Divisi Sumberdaya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Kabupaten Sleman, Ahmad Sidiq Wiratama menghadirkan Ketua Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta, Mohammad Najib sebagai Keynote Speaker.

Dalam sambutan pembukanya, Ahmad Sidiq Wiratama mengungkapkan pentingnya partisipasi masyarakat untuk memantau dan melaporkan pelanggaran pemilihan secara realtime. Karenanya penggunaan teknologi informasi menjadi salah satu kunci dalam optimalisasi pengawasan.

“Dengan pengawasan partisipatif yang ketat maka kecurangan dalam pemilihan seperti money politic, manipulasi suara dan intimidasi pemilih dapat diminimalisir, serta memastikan proses pemilihan yang jujur dan adil,” cetus Ahmad Sidiq.

Menurutnya pengawasan yang optimal tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan, namun juga memastikan bahwa suara rakyat benar-benar terwakili. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas pun menjadi fokus utama, di mana setiap tahap pemilihan mulai dari kampanye hingga penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara, Mohammad Najib selaku Ketua Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan bahwa pihaknya memiliki dua pekerjaan besar yaitu mengawasi dan menindak pelanggaran maupun menyelesaikan sengketa proses pemilu.

Terkait dengan tugas pengawasan bukan merupakan monopoli dari Bawaslu tetapi perlu didukung oleh masyarakat yang punya perhatian dan berpartisipasi untuk mengawasi demi mewujudkan pemilu yang berintegritas.

“Pelanggaran yang bisa ditangani Bawaslu hanya sebagian kecil atau tidak dapat diproses lantaran tidak menemukan faktanya dikarenakan pelanggaran pemilu terjadi di tengah-tengah masyarakat bahkan mungkin melibatkan masyarakat. Untuk itu diperlukan keterlibatan lebih dari masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Sidiq menginformasikan ada empat jenis pelanggaran pemilu antara lain pelanggaran administratif, pelanggaran pidana pemilu, Pelanggaran Kode Etik, serta pelanggaran perundang-undangan lainnya seperti netralitas aparatur sipil negara dan perangkat kalurahan maupun penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pantarlih Sumberahayu Selesaikan Coklit Tepat Waktu

Moyudan – Pantarlih Kalurahan Sumberahayu, Moyudan, Sleman telah merampungkan proses coklit dan e-coklit untuk Pilkada Kabupaten Sleman tahun 2024. Hal tersebut didasarkan hasil laporan pantarlih pada Kamis (18/7/2024) di Kantor Kalurahan Sumberahayu.

Menurut ketua Panitia Pemungutan Suara ( PPS) Kalurahan Sumberahayu Ezra Norvanda bahwa Laporan Coklit dilaksanakan lebih awal di Pekan ke 4 agar nantinya kalau ada yang salah masih  ada kesempatan untuk memperbaiki.

“Alhamdulillah sampai saat ini seluruh pantarlih sudah dapat menyelesaikan coklit dan e-coklitnya, yang artinya Sumberahayu sudah 100% tercoklit,” tuturnya.

Selanjutnya Devisi Perencanaan, Data dan informasi ( Perdatin) PPK Moyudan Exwan Juni Prasetya saat melakukan monitoring mengungkapkan rasa bahagia dan bangga atas kerja PPS dan Pantarlih Sumberahayu.

“Kami atas nama PPK Moyudan memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PPS dan Pantarlih Sumberahayu yang sudah menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu,” ujar Juni.

Lebih lanjut ia juga berharap awal suksesnya pantarlih, nanti diikuti dengan sukses tahapan-tahapan berikutnya.

“Berdasarkan pemantauan kami sebenarnya di hari Rabu (17/7/2024) pukul WIB, semua Pantarlih Sumberahayu sudah   menyelesaikan e coklit 100%, tetapi baru mengumpulkan hasil fisiknya hari ini,” pungkas Juni.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sleman Tahun 2024 berdasarkan A-Daftar Pemilih  (A-DP), Kalurahan Sumberahayu memiliki jumlah pemilih sebanyak yang terbagi ke dalam 13 TPS, dan tersebar di 15 Padukuhan. (Giek/KIM Moyudan)




Tekan Pelanggaran, Bawaslu Sleman Siapkan Forum Warga

Sleman – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman mengantisipasi potensi kerawanan pelanggaran yang terjadi saat Pemilihan Kepala Daerah Sleman Tahun 2024 mendatang. Sejumlah upaya telah disiapkan untuk menekan angka pelanggaran itu muncul.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna Al-Ichsan Siregar, mengakui memang setiap tahapan memiliki potensi pelanggaran. Sehingga tahapan pencegahan pun sudah diutamakan terkait dengan pencegahan.

“Pencegahan itu ‘kan diadopsi dalam perencanaan program. Makanya khusus untuk Pilkada ini, kita memperbanyak sosialisasi ke masyarakat,” kata Arjuna, Rabu (17/7).

Disampaikan Arjuna, pihaknya mendorong partisipasi masyarakat untuk turut aktif mengawasi pemilihan bupati dan wakil bupati Sleman. Tidak hanya di tingkat kabupaten tetapi juga hingga ke lapisan paling bawah.

“Misalnya di kecamatan, di setiap kecamatan sudah kita alokasikan anggaran resmi untuk delapan kali pertemuan forum warga, per kecamatan, sampai nanti tahapan menjelang kampanye. Di luar yang tidak dianggarkan, artinya ada kegiatan-kegiatan yang juga tidak ada dukungan anggarannya tetapi mereka juga kita minta untuk melakukan sosialisasi di forum-forum warga,” ujarnya.

Selain itu, Arjuna bilang jajaran panwaslu kalurahan atau desa pun telah diminta untuk turut aktif di wilayah masing-masing. Apalagi, menurutnya Pilkada Sleman 2024 ini akan cukup berbeda dengan kabupaten kota lain.

Perbedaan itu, disebutkan Arjuna dilihat dari tokoh-tokoh yang akan maju atau ikut kontestasi. Melihat sejauh ini tokoh-tokoh tersebut dinilai punya banyak pengaruh di masyarakat atau akar rumput.

“Nah dan semuanya punya basis massa pendukung ya yang pasti. Makanya untuk menghindari konflik misalnya bagaimana kita mendorong ketika kampanye nanti adalah kampanye yang santun, menghindari konflik di tingkat bawah,” tuturnya.

“Jadi hal-hal seperti itu yang ikut kita sosialisasikan, yang menjaga kondusifitas wilayah. Di samping juga ikut mengawasi setiap tahapan yang ada,” imbuhnya.

Jika memang menemukan pelanggaran, Arjuna mengimbau masyarakat bisa langsung melaporkan langsung ke petugas. Termasuk pengawasan yang ada di jajaran tingkat bawah.

Selain itu, Bawaslu Sleman juga akan memberikan imbauan kepada pihak-pihak terkait untuk menjaga netralitas ASN. Termasuk netralitas perangkat desa yakni lurah maupun yang lain.

“Kemudian juga meminta semua pihak itu untuk turut bersama-sama memberikan dukungan demi kelancaran pelaksanaan pilkada ini. Misalnya dari TNI, POLRI itu juga kita koordinasikan bersama-sama kita ikut andil dalam menciptakan Pilkada Sleman yang luberjurdil, aman kondusif dan lancar,” terangnya.

Dia menambahkan pihaknya juga melakukan peningkatan kapasitas jajaran pengawas di lapangan. Mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten.

“Teman-teman panwaslu kecamatan itu kita minta juga aktif untuk melakukan pembinaan ke tingkat kalurahan desa minimal meningkatkan kompetensi dan pengetahuan mereka terkait dengan aturan-aturan pelaksanaan pilkada, regulasi-regulasinya. Sehingga ketika mereka mengawasi dan melakukan penindakan pelanggaran itu sesuai dengan koridor yang ada atau regulasi yang ada,” kata dia. (Athiful/KIM Depok)




Dukung Pemberdayaan Perempuan, Bupati Sleman Luncurkan Aksi Putaran Sumringah

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo resmi meluncurkan Aksi Pusat Perubahan Pusat Pembelajaran Perempuan Semua Merasa Riang Menggapai Harapan (Putaran Sumringah) di Pendopo Rumah Dinas, Kamis (18/7/2024).

Kustini mengatakan, bahwa peluncuran aksi ini diharapkan memperkuat gerakan Women Support Women. Dalam implementasinya, Putaran Sumringah ini merupakan aksi perubahan kinerja organisasi yang disusun oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Dinas P3AP2KB, Mahmudah Arfiyati.

Dalam sambutannya, Kustini mendukung aksi Putaran Sumringah, karena ini merupakan gagasan menarik untuk mendorong perempuan meningkatkan kapasitas diri dan menekan ketimpangan gender di Kabupaten Sleman Sembada.

Untuk memaksimalkan hasil dari aksi ini, Kustini mendorong adanya pendamping dalam pelaksanaan Putaran Sumringah.

“Tentunya upaya ini membutuhkan pendampingan dari orang yang tepat. Saya harap akan tercipta pendamping perempuan yang mampu memahami isu kesetaraan dan keadilan gender di wilayah, yang muaranya akan memberikan manfaat bagi dirinya, keluarga dan masyarakat sekitarnya,” tegasnya.

Lebih jauh, Kustini turut berharap dengan keberadaan aksi perubahan ini dapat memperkuat gerakan Women Support Women atau aksi dukungan oleh dan untuk sesama perempuan.

“Semoga keberadaan Putaran Sumringah akan memberikan dampak positif pada perkembangan sosial yang saling mendukung, menghargai dan menciptakan fondasi untuk perubahan sosial yang lebih besar,” paparnya.

Peluncuran Putaran Sumringah setidaknya melibatkan 300 peserta yang berasal dari unsur perangkat daerah, anggota organisasi perempuan, lembaga pemerhati perempuan dan anak, serta kelompok Desa Prima.

Kustini berharap aksi Putaran Sumringah ini dapat turut mewujudkan Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera dan memiliki jiwa gotong royong. (Athiful/KIM Depok)