Peran Pokdarwis untuk Memajukan Wisata di Tingkat Kalurahan

Sleman – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman mendapatkan Pelatihan dan Pendampingan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Rabu (17/7/2024). Bertempat di Ruang Rapat Kantor Kalurahan Ambarketawang Gamping, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengundang Pengurus POKDARWIS dan para Kepala Dukuh serta Ketua-Ketua RW yangg memiliki destinasi wisata serta pengurus FORKOM UMKM dan PKK Ambarketawang.

Muhari, narasumber dari Dinpar Sleman menuturkan bahwa  Ambarketawang memiliki destinasi wisata di beberapa tempat.

“Diharapkan Lembaga Pokdarwis mulai menyiapkan sistem pengelolaan dan managementnya, bersinergi dengan Pegiat UMKM dan para budayawan setempat di lokasi-lokasi wisata.

Dirinya menambahkan, sebagai Desa Wisata dan Desa Budaya, Pokdarwis di Ambarketawang memiliki payung hukum dalam penyelenggaraan dan pengembangan usahanya di bidang kepariwisataan, yaitu PerBup No 40/2020 dan Perda No 9/ 2022.

“Sehingga, Pokdarwis perlu segera melengkapi Anggaran Dasar dan Anggaran RumahTangga serta menyusun Program Kerja. Penting juga para pengurus Pokdarwis dan para anggotanya bisa mulai belajar management event di titik-titk lokasi wisata,” tukasnya.

“Seperti ada wisata budaya wisata pendidikan, wisata sejarah dengan adat dan tradisi, situs-situs purbakala dan lain-lain,” imbuh Muhari.

Dinpar sendiri, lanjut Muhari, dalam waktu dekat akan mengajak pokdarwis Ambarketawang untuk mengadakan study banding/belajar management Pokdarwis ke Kabupaten tertentu yang sudah berhasil mengelola Pokdarwis.

“Diharapkan Tahun ini Pokdarwis Ambarketawang bisa bangkit, untuk mendukung Program menuju Kalurahan Mandiri Budaya,” tutupnya. (Djoko/KIM Gamping)




Keluarga Berencana dalam Pandangan Islam

Sleman – Kepala Subbag Tata Usaha Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Sangaji , menyampaikan materi dengan tema Program KB Menurut Pandangan Islam yang dihadiri peserta seluruh kader KB se Kalurahan Lumbungrejo.

Sangaji mengatakan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman mempunyai program yang mendukung program kependudukan dan keluarga berencana.

“Kemenag Sleman mendukung terhadap Program KB, diantaranya dilaksanakannya penanganan masalah perkawinan di bawah umur, pergaulan bebas, sosialisasi keluarga sakinah, sosialisasi program KB dan pelayanan nikah, yang merupakan program dari Seksi Bimas Islam di Kemenag Sleman,” ujarnya selaku pemateri pada Sosialisasi Program Keluarga Berencana, di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel pada Rabu (17/07/2024).

Selain Kemenag Sleman, turut hadir dalam kesempatan ini, perwakilan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Kabupaten Sleman, Lurah Lumbungrejo beserta pamongnya, dan perwakilan anggota DPRD propinsi DIY serta sebagai pemateri kedua dr. Alfun Dhiya AN dari FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Sleman, Dwi Wiharyanti, mengatakan pihaknya mengharapkan adanya komunikasi dan kerjasama dengan Kementerian Agama agar dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat, terkait maraknya isu negatif yang menyebar di masyarakat terkait program KB sudah semestinya mendapatkan perhatian secara serius. dengan melakukan sosialisasi terkait isu-isu yang ada.

“Melalui sosialisasi ini agar masyarakat mendapatkan informasi yang baik dan benar terkait program KB  serta memberikan wawasan yang positif. Sehingga  masyarakat tidak terlarut terhadap isu-isu yang berkembang terlebih isu tersebut menyangkut ideologi keagamaan,” ungkap Dwi.

Pemateri selanjutnya, Alfun Dhiya AN dari FKIK UMY menyampaikan materi tentang  pentingnya pemeriksaan IVA untuk mengetahui secara dini penyakit yang disebabkan oleh Infeksi HPV (Human Papilloma Virus), dimana diperkirakan di Indonesia angka kejadiannya 50 dari itu juga menyampaikan tentang manfaat KB untuk pasangan suami istri.

“Guna menurunkan risiko kehamilan perlu disosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi, untuk menurunknan risiko kanker pada wanita, sehingga tidak mengganggu tumbuh kembang anak, mengurangi resiko radang panggul menurun, dan yang penting adalah menjaga kesehatan mental wanita,” demikian ungkap . (sbd_kimtempel)




Ciptakan Generasi Sleman yang Sehat, Kuat dan Cerdas dengan Gemar Makan Ikan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan kampanye gemar makan ikan yang berlangsung di wilayah Padukuhan Dowangan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (16/7/2024).

Kampanye gemar makan ikan diikuti oleh Pamong Kalurahan Banyuraden, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Banyuraden, dan perwakilan warga masyarakat dalam upaya menciptakan masyarakat dan generasi muda yang sehat, kuat dan cerdas. Salah satu langkah penting yang harus dilakukan demi tercapainya tujuan tersebut adalah dengan memberikan asupan gizi yang baik dan seimbang terutama bahan makanan yang berasal dari ikan.

“Kandungan gizi ikan yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral sangat penting untuk kesehatan dan kecerdasan,” ucap Sulung Pramono selaku Ulu-Ulu Banyuraden dalam sambutan pembukanya.

Lebih lanjut, Sulung menyampaikan rasa terima kasihnya atas terlaksananya kampanye gemar makan ikan yang selaras dengan visi Pemerintah Kalurahan Banyuraden yaitu terwujudnya pelayanan prima menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

Dirinya juga menyebutkan program gemar ikan telah dilaksanakan pihaknya melalui upaya pembudidayaan ikan untuk pemenuhan gizi keluarga yang diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu maupun yang mengalami kondisi stunting.

Hal senada dituturkan oleh anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Nurcholis Suharman bahwa untuk mewujudkan zero stunting salah satu caranya dengan memberikan edukasi kepada masyarakat perihal perbaikan dan peningkatan gizi melalui gemar makan ikan demi terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Menurutnya meningkatkan konsumsi ikan sangat penting karena ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mudah dicerna dan kaya akan asam lemak omega-3 yang berperan dalam perkembangan otak dan kesehatan jantung yang dapat mendukung fungsi tubuh yang optimal.

Di akhir kegiatan Dosen Universitas Ahmad Dahlan, Bekti Wulansari memaparkan perlunya melakukan variasi menu dalam memasak berbahan ikan guna menjaga minat dan selera makan. Dengan menghadirkan berbagai variasi masakan menjadikan konsumsi ikan menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan sehingga dapat memaksimalkan asupan nutrisi dari ikan.

“Variasi dalam menu juga memungkinkan penyesuaian dengan selera individu dan kebutuhan diet tertentu, seperti memasak ikan dengan bumbu rendah garam untuk penderita hipertensi atau menggunakan metode panggang untuk mereka yang menghindari makanan berminyak. Dengan demikian, variasi menu tidak hanya memperkaya pengalaman makan, tetapi juga memastikan bahwa konsumsi ikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi kesehatan masing-masing individu,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




SLB di Berbah Isi Masa Pengenalan Sekolah dengan Kunjungan ke Bank Sampah

Sleman – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) biasanya akan berkutat di lingkungan sekolah masing masing. Namun Sekolah Luar Biasa (SLB) Bhakti Kencana ll Berbah melakukan hal yang berbeda.

Pada Selasa (17/7/2024), SLB Bhakti Kencana II Berbah melakukan kunjungan ke Bank Sampah (BS) Klakah Elok Sendangtirto, Berbah, Sleman dalam rangka belajar mengelola dan mengolah sampah.

Any Prasasti, Kepala SLB Bhakti Kencana ll menyampaikan bahwa keberadaan siswa yang mengikuti pendidikan SLB masih dipandang sebelah mata.

“Mereka memang memiliki keterbatasan. Namun mereka juga sama dengan anak-anak yang lain  pingin bermain, sekolah , bersosialisasi dengan kawan dan melakukan banyak hal yang bermanfaat,” tutur Any.

“Seperti MPLS tahun ini, anak anak diajak untuk melakukan kegiatan diluar lingkungan sekolah berkunjung dan belajar mengelola sampah di BS Klakah Elok Sendangtirto. Harapannya anak anak akan mengerti  tentang cara mengelola sampah dan menanamkan rasa kepedulian kepada lingkungan,” tambahnya.

Menurutnya, dengan berkegiatan di luar sekolah, para siswa juga akan menunjukkan kepada masyarakat keberadaan dan kiprah sekolah. Harapannya masyarakat dapat lebih bisa menerima Keberadaan SLB  Bhakti Kencana ll Berbah.

Any mengatakan bahwa SLB Bhakti Kencana II sendiri saat ini memiliki 9 orang guru kesemuanya permpuan. SLB Bhakti Kencana mempunyai tingkat pendidikan TK, SD SMA, meski dalam keterbatasan mereka juga bisa berprestasi.

“Ada siswa yang bisa membuat pola batik serta membuat batik sendiri. Juga membuat hasil karya yang lain,” jelas Any.

Pada kesempatan tersebut, para siswa SLB disambut oleh Ketua Bank Sampah Klakah, Elok Yaya. Ia juga mengajarkan para siswa tentang bagaimana cara pengolahan sampah organik.

Sementara itu, Sri Andayani Sekretaris Forum Lingkungan Hidup kapanewon Berbah  menyampaikan pesan kepada anak-anak SLB Bhakti Kecana untuk  selalu peduli dengan lingkungan terutama dalam mengelola sampah.

“Sampah yang tidak terkelola akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Mengganggu keindahan, berbau dan bisa menimbulkan berbagai penyakit juga bisa menyebabkan banjir bila sampah dibuang di saluran air,” ungkap Yani.

“Oleh sebab itu mengelola sampah dengan bijak sangat perlu dilakukan. Caranya dengan mengurangi timbulan sampah, memilah sampah dari rumah juga menggunakan sampah yang masih bisa dimanfaatkan,” tutupnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Kalurahan Diharap Dapat Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Tayangan Positif dan Negatif

Sleman – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI melalui Lembaga Sensor Film (LSF) menggelar Sosialisasi Program Desa Sensor Mandiri di Aula Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Selasa (16/7/2024).

Program tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan peran Pemerintah Kalurahan, para Kepala Dukuh, para pemuka dan tokoh masyarakat serta unsur-unsur BPKal, pengurus dan anggota KarangTaruna, serta pengurus LPMD untuk mengedukasi masyarakat tentang tayangan positif dan negatif.

Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh Lurah Ambarketawang, para Kepala Dukuh, Ketua dan anggota BPKal, Pengurus KarangTaruna, Pengurus LPMD.

“LSF Kemendikbud memberikan penguatan dan pembekalan kepada lembaga-lembaga tingkat Kalurahan tersebut, agar memiliki sikap edukatif dalam mendampingi dan melayani masyarakat,” ujar Kuat Prihatin dari Kemendikbud RI.

“Para peserta sosialisasi agar cermat,teliti dan mampu meng-analisis terhadap semua film/video, tayangan televisi, iklan-iklan, postingan foto serta narasinya yang dipertunjukkan/ ditayangkan serta diedarkan ke publik, baik yang untuk anak-anak maupun ke kaum muda dan orang tua,” tambahnya.

Kuat berharap, para peserta sosialisasi nantinya mampu mengedukasi mana tayangan positif dan negatif kepada anggota keluarga, lingkungan, komunitas serta masyarakat umum. (Djoko P Sento/KIM Gamping)