Warga Condongcatur Raih Juara I di Kompetisi Teen Star International Thailand Bangkok

Sleman – Kirana Aulia, Warga Kalurahan Condongcatur berhasil meraih peringkat I untuk kategori Nastional Costume Teen Star International 2024 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand dari 8-15 Juli 2024.

Kirana mewakili Indonesia masuk dalam kategori Pre-Teen (pra remaja) yang di ikuti oleh beberapa negara dari belahan dunia seperti Australia, Liberia, Thailand, Philipina, Laos , Malaysia, Korea Selatan, Mongolia, Kazakhstan dan negara laiinya.

Menurut Panji Anom Asmatpro selaku Pimpinan Talent Management Asmatprogrup, Kirana membawakan nasional kostum bertema kan Lembu Suro yang di design khusus oleh Wahyu Hidayat dari Solo Surakarta yang pada akhirnya membawa Kirana dinobatkan menjadi pemenang juara 1 nasional kostum di ajang tersebut

Dalam peraturan pihak penyelenggara dalam kompetisi ini dibagi menjadi 3 kategori sesuai usia peserta  dan ada beberapa unsur penilaian seperti Unjuk Bakat, Best evening gown, National Kostum, dan lainnya.

“Kemudian untuk unjuk bakatnya sendiri Kirana membawakan tarian kreasi Nusantara yang di beri arahan pelatihnya Bima Bravery Dancers Indonesia yang mampu mengantarkan Kirana menjadi Juara Runner 1st, selain itu pada malam Grand Final Kirana pun berhasil lolos dan meraih penghargaan top 5 runner up,” jelasnya.

Ditambahkan Panji Anom Asmatpro selama kompetisi, Kiran (sapaan kirana) sangat senang karena bisa berkenalan dan bercengkrama dengan teman-teman baru dari berbagai negara dan dapat lekas akrab serta mengenal dengan baik semua, karena Kiran didukung dengan lancar dan baik dalam berbahasa Inggrisnya

Ibunda Kirana, Herti Megasari menjelaskan bahwa Kirana baru berusia 15 tahun dan baru masuk SMA kelas 10 di  Homeschooling Primagama

“Saya sebagai ibu dari Kirana, sungguh sangat luar biasa bangga dan terharu atas apa yang Kiran raih, pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada Team Indonesia,  Eric Kurniawan (PIC & Konten Kreator) dan Syam Samja (MUA & Fashion Stylist) juga terimakasih kepada para designer seperti Elgan by nyudi, Samja Indonesia  Pamort dan designer designer lainnya tak lupa terima kasih kepada para pelatih Bapak Nyudi Dwijo Trainer Pageant, kak Tulus coach publik speaking, kak Bima coach dancer, Mister marwan coach bahasa Inggris serta terimakasih kepada masyarakat Jogja dan Indonesia  umumnya yang telah mendukung dan mendoakan sehingga memperoleh prestasi yang membanggakan,” ucapnya

Nasional Director,  Davina Maharani  mengucapkan selamat untuk Kirana, atas pencapaian ini dan berpesan untuk menjadi panutan para remaja Indonesia dan tetap rendah hati.

Hal senada juga diucapkan oleh Nyudi Dwijo, Direktur Asmat Pro.

“Selamat untuk Kirana, sudah mendapatkan kemenangan diajang Teen Star Internasional 2024, semoga menjadi inspirasi  untuk generasi muda lainnya,” ujarnya.

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji merasa bangga salah satu warganya berhasil meraih prestasi di kancah internasional

“Selamat atas prestasinya semoga dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada lainnya untuk fokus dalam bidangnya masing masing sehingga mendapatkan pengakuan dan prestasi prestasi yang membanggakan dibidangnya masing-masing,” ungkapnya

Selain juara I di kategori National Costume Teen Star International 2024, Kirana juga berhasil meraih Juara 2 Talent Show Teen Star International 2024 dan – ⁠5th Runner Up Teen Star International 2024. (Wasana/KIM Depok)




Kunci Sukses, BUMKal Harus Fokus dan Serius

Sleman – Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY menyelenggarakan Pengembangan Kapasitas BUMKal di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo. Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi D DPRD DIY, R. Stevanus C. Handoko, Perwakilan Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY, yang menjadi mitra kerjasama dan narasumber pengembangan kapasitas BUMKal, Lurah Lumbungrejo, Direktur BUMKal Lumbungrejo beserta anggotanya, Pamong Kalurahan, Ketua BPKal, LPMKal dan Tokoh-Tokoh Masyarakat Lumbungrejo pada Senin (15/7/2024)

 “Kami berharap melalui pelatihan ini, para pengelola BUMKal dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengelola bisnis lokal mereka secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ungkap Danang Setiadi, Kepala Biro Bina Bermas Setda DIY

Lurah Lumbungrejo. HM Misbah Al Hakim mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bahwa dengan adanya acara ini dapat meningkatkan kapasitas pengelola BUMKal di Kalurahan Lumbungrejo.

“Di Kalurahan Lumbungrejo saat ini telah ada BUMKal dengan nama BUMKal Lumbung Sejahtera. BUMKal tersebut saat ini mengelola berbagai unit , diantaranya Unit Pengelolaan Sampah, semoga dengan adanya pengembangan dan penguatan kapasitas tentang pengelolaan bumkal ke depan bisa membawa dampak positif serta membawa manfaat untuk masyarakat Kalurahan Lumbungrejo,” ungkap Misbah.

Paparan materi terkait Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan BUMKal di DIY disampaikan oleh Anggota Komisi D DPRD DIY.

“Kunci sukses BUMKal terletak pada kefokusan dan keseriusan. Dengan berpegang pada prinsip tersebut, harapan ke depan BUMKal di Lumbungrejo ini dapat dikelola dengan baik dan nantinya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Kalurahan (PAK). Sehingga dengan anggaran PAK yang masuk dapat digunakan untuk program-program pengentasan kemiskinan seperti satu Padukuhan satu sarjana dan berbagai program lainnya,” tandas Stevanus.

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Direktur BUMKal Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Isnaini Noor Hidayat menjelaskan terkait Pengelolaan BUMKal di Lumbungrejo, program apa yang sekarang hendak dicapai.

“Saat ini BUMKal Lumbungrejo melaksanakan program pengolahan sampah dengan TPS3R,yaitu dengan mengurangi, menggunakan, dan mendaur ke masyarakat dimulai dari menjemput sampah dari tiap rumah, pemilahan sampah, dan pengelolaan sampah organik yang akan dijadikan warga banyak yang menjadi pelanggan pembuang sampah lewat TPS3R ini, karena saat ini belum maksimal pesertanya, baru sekitar 170 KK se Kalurahan Lumbungrejo. Jika warga mendukung dan menjadi pelanggan, harapan kita  akan menjadikan kalurahan yang bersih dan indah,” ungkap Isnaini.

Paparan materi terakhir disampaikan oleh Senior Consultant . , Widodo Prasetyo Utomo, S. Ak. Materi yang disampaikan tentang Penguatan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal).

“Sesuai dengan PP no 11 tahun 2021 bahwa BUMKal adalah badan hukum yang didirikan oleh Kalurahan untuk bersama sama mengelola usaha, memanfaatkan asset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa layanan atau usaha lain nya untuk kesejahteraan masyarakat Kalurahan,” terang Widodo. (sbd_kimtempel)




Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat, Ratusan Anak Ikuti Khitan Massal

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan mengadakan khitan massal bagi anak-anak dengan harapan turut meningkatkan kualitas kesehatan di bumi Sembada.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, bahwa khitan masal menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Kabupaten Sleman. Dengan menanamkan tujuan kebersihan kepada anak, Kustini berharap banyak anak-anak yang semakin paham akan pentingnya khitan.

“Dengan khitan, Insya Allah anak-anak kita akan terhindar dari berbagai risiko penyakit. Ini menjadi awal yang bagus. Insya Allah juga sekaligus meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Kabupaten Sleman,” tutur Kustini, di Klinik Pratama Adera, Jalan PJKA Tridadi, Sleman, Sabtu (13/7).

Lebih lanjut, Kustini mengimbau kepada orang tua dan pendamping, agar selalu menanamkan norma-norma kebaikan kepada anak. Seiring dengan pertambahan usia anak, Kustini berharap para orangtua juga dapat semakin bijak dalam mendidik anak-anak.

Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Sleman itu menekankan, bahwa dengan kegiatan ini harapannya anak-anak di Kabupaten Sleman dapat terhindar dari dampak negatif pergaulan yang buruk.

“Saya titip agar anak-anak dididik secara tepat, sesuai dengan usia mereka dan sesuai dengan potensi yang mereka miliki. Sebagai orangtua, mari kita dampingi agar anak-anak kita terhindar dari pergaulan yang buruk,” tegasnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman Dini Melani menuturkan acara khitan massal ini diikuti oleh 100 anak. Pelaksanaannya pun disebar di klinik-klinik binaan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Menurut Dini, tak hanya khitan massal, Dinkes Sleman juga menggelar sejumlah acara bakti sosial.

“Selain khitan juga dilaksanakan bakti sosial pemasangan 60 IUD, kemudian ada baksos lansia, dan disabilitas yang kemarin sudah terlaksana,” tuturnya, melaporkan dalam sambutannya.

Dini mengatakan, bakti sosial ini diharapkan membantu meringankan beban keluarga-keluarga tidak mampu yang anaknya harus mengikuti khitan, namun tidak memiliki cukup biaya untuk melaksanakan syariat Islam ini. (Athiful/KIM Depok)




Pilkada Kian Dekat, Bawaslu Sleman Bekali Panwascam Kemampuan Kehumasan dan Maksimalkan Medsos

Sleman – Dengan mengangkat tema “Kehumasan dan Pemanfaatan Media Sosial dan Media Massa sebagai Sarana Sosialisasi dan Komunikasi Publik Pengawas Pemilu”, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menggelar Rapat Kerja Teknis Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih dalam Pilkada Sleman 2024, bersama Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) dari 17 Kapanewon se-Kabupaten Sleman, Jumat (12/07)

Kegiatan yang diselenggarakan di Grand Keisha Hotel, Condongcatur, Depok Sleman tersebut menghadirkan wartawan Jafarudin sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Jafarudin mengungkapkan Bawaslu merupakan garda terdepan pengawasan Pemilu, agar terwujud Pemilu atau Pilkada yang berkualitas dan berintegritas sesuai asaz Pemilu, langsung, umum bebas, rahasia, serta jujur dan adil (luberjurdil).

Menurutnya, Bawaslu atau Panwascam perlu mendapatkan dukungan atau partisipasi masyarakat dalam pengawasan. Dia menjelaskan, untuk mendapatkan dukungan atau partisipasi dari masyarakat, maka pengawas Pemilu harus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat terlebih dahulu.

Jafar menekankan, bahwa kepercayaan bisa dibangun melalui hubungan yang baik dengan seluruh elem nasyarakat dan stakeholder terkait. Dalam membangun kepercayaan publik, kata Jafar, maka pengawas Pemilu perlu memiliki pengetahuan kehumasan atau public relation yang baik, yaitu kemampuan berkomunikasi dengan publik.

“Komunikasi publik ini sebenarnya kerja kehumasan. Bisa dikatakan humas ini adalah ujung tombak suatu lembaga atau instansi untuk mendapatkan kepercayaan publik, sehingga kemudian mendapat dukungan atau partisipasi publik. Dalam konteks pengawasan Pemilu, meski mungkin di Bawaslu ada divisi kehumasan, namun Panwascam juga harus memahami fungsi dan sekaligus bisa praktik kehumasan,” ujarnya.

Menurut Jafar, di era digital saat ini, pengawas Pemilu harus bisa memanfaatkan media sosial dan media massa atau PERS sebagai sarana komunikasi publik. Dia menegaskan, media sosial berbeda dengan PERS. Media sosial adalah platform digital yang bisa dibuat dan diakses oleh semua orang dan diisi apa saja sesuai keinginan pemilik akun, tanpa melalui proses verifikasi.

“Jadi perlu dipahami bahwa wartawan atau insan PERS itu berbeda dengan penggiat media sosial, influenzer, apalagi buzzer. Kami wartawan bekerja dengan koridor UU No 40 tahun 1999 tentang pers, Ketentuan Dewan Pers, dan tentunya Kode Etik. Jadi tidak asal membuat konten berita,” tandasnya.

Namun demikian, Jafar tidak menafikkan pemanfaatan media sosial juga penting, karena hampir semua orang saat ini punya akun medsos.

“Sahabat-sahabat Panwascam harus bisa membuat konten menarik untuk mensosilisasikan dan menunjukkan ke public kinerjanya melalui media sosial dan sebisa mungkin membuat pers rilis yang baik untuk dipublikasikan di Media massa,” terang Jafar.

Sementara Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib dalam kegiatan tersebut turut menyampaikan pemaparan materi dan diskusi dengan topik “Fokus Pengawasan Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih pada Pilkada Sleman Tahun 2024”

Sementara Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ikhsan Siregar mengatakan, kegiatan Rakernis ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bawaslu RI dan Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait Pengawasan Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih pada Pilkada Sleman Tahun 2024.

“Dalam Rakernis ini kami berkoordinasi dan memberikan pembekalan atau optimalisasi kerja Panwascam dalam melaksanakan pengawasan terhadap Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih pada Pilkada Sleman Tahun 2024 yang dilakukan KPU,” ungkapnya.

Kemudian Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Sleman, Raden Yuwan Sikra. yang menyampaikan Pemaparan Materi dan Diskusi dengan topik: “Evaluasi Alat Kerja Pengawasan Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih pada Pilkada Sleman Tahun 2024”.

Selanjutnya Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi (PP Datin) Bawaslu Sleman Antonius Hery Purwito, yang menyampaikan Pemaparan Materi dan Diskusi dengan topik: “Penanganan Pelanggaran dalam Tahapan Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih pada Pilkada Sleman 2024”.

Selain itu, hadir pula mendampingi kegiatan Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Fadhly Kharisma Rahman, juga Kordiv Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat, Ahmad Sidiq Wiratama. (Athiful/KIM Depok)




DWP Sleman Diharapkan Terus Dukung Program Pemerintah Daerah

Sleman – Ketua dan pengurus antar waktu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman masa jabatan 2019-2024 dikukuhkan di Aula Bappeda Kabupaten Sleman, Jumat (12/07/2024). Pengukuhan dilakukan oleh Ketua DWP DIY, Sri Rahayu Widiastuti Dewo Isnu Broto.

Hadir pada kesempatan itu, Sekda Kabupaten Sleman, Susmiarto, selaku Dewan Penasehat DWP Kabupaten Sleman, yang dalam sambutannya berharap seluruh anggota DWP Kabupaten Sleman dapat berperan aktif, serta memberikan sumbangsih dalam melaksanakan program-programnya.

“Tadi kan ada panca Dharma Wanita. Satu, wanita sebagai istri pendamping suami. Dua, wanita sebagai ibu rumah tangga. Tiga, wanita sebagai penerus keturunan dan pendidik anak. Empat, wanita sebagai pencari nafkah tambahan. Lima, wanita sebagai warga negara dan anggota masyarakat,” kata Susmiarto.

“Paling gak menjadi warga negara dan anggota masyarakat. Jadi satu contoh di rumahnya, di keluarganya, mendukung program-program pemerintah. Sehingga nanti mungkin banyak bersinergi dengan program pemerintah,” sambungnya.

Dharma Wanita Persatuan, lanjut Susmiarto, juga diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi antar istri ASN untuk mempererat persaudaraan.

Sementara, Ketua DWP Kabupaten Sleman periode 2019-2024, Maya Mariana Susmiarto, mengatakan menjadi organisasi istri ASN Kabupaten Sleman, Dharma Wanita Persatuan memiliki misi yang tidak hanya fokus pada internal organisasi, tapi juga eksternal.

“Misi Dharma Wanita, mengembangkan sumber daya manusia yang berkompeten. Mensejahterakan anggota keluarga dan masyarakat melalui bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya secara demokratis, serta meningkatkan kerjasama berbagai pihak dalam pelaksanaan program Dharma Wanita,” tuturnya.

Selain itu, Dharma Wanita sebagai mitra strategis pemerintah  juga akan selalu memberikan pandangan-pandangannya terhadap pembangunan Kabupaten Sleman. Untuk itu, Maya menuturkan bahwa pihaknya mendorong pengurus DWP untuk bisa bersaing secara terbuka sehingga mampu berkiprah secara aktif.

“Dengan demikian tujuan kita mengembangkan DWP menjadi organisasi istri ASN yang profesional dan untuk mempererat peran serta perempuan dalam pembangunan bangsa akan lebih terwujud,” imbuhnya.