Forum Komunikasi PRM Sumbersari Peringati Tahun Baru 1446 H

Sleman- Forum Komunikasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM) Sumbersari, mengawali kegiatannya dengan menggelar pengajian memperingati tahun baru hijriah 1446 H. Acara tersebut dilaksanakan pada Minggu (14/7/2024) bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Pengajian tersebut menghadirkan penceramah Dr. Abdul Malik Usman yang juga dosen Filsafat UGM. Selain itu juga dihadiri Lurah dan Pamong beserta Dukuh Sumbersari, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan, PRM se Sumbersari dan warga Muhammadiyah Sumbersari.

Koordinator Forum PRM Sumbersari Anton Rahmat Widodo dalam Sambutannya menyampaikan Forum Komunikasi PRM Sumbersari  merupakan gabungan dari 7 PRM se Sumbersari. Lebih lanjut Anton juga mengungkapkan sebagai awal kegiatannya yaitu mengadakan pengajian peringatan Tahun baru 1446 H, yang nantinya akan dilanjutkan dengan pengajian rutin setiap Ahad (Minggu) Pahing.

“Kami mohon dukungan Bapak Lurah dan Pemerintah Kalurahan Sumbersari dan Warga Muhammadiyah dalam kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Lurah Sumbersari Sukadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Forum PRM Sumbersari atas diselenggarakannya pengajian.

“Pemerintah Kalurahan Sumbersari  merasa bahagia dan bangga kepada PRM, dengan diselenggarakannya pengajian ini, yang artinya telah membantu pemerintah dalam pembangunan dalam bidang spiritual,” tuturnya.

Lebih lanjut Sukadi membuka pintu selebar-lebarnya pendopo Kalurahan Sumbersari untuk kegiatan Muhammadiyah.”Semoga Muhammadiyah di Sumbersari semakin berkembang, dan berkemajuan untuk memberikan cahaya dan aura positif bagi warga Sumbersari,” pungkasnya.

Sedangkan Ketua PCM Moyudan Abu Hanifah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Sumbersari yang memberikan fasilitas tempat untuk kegiatan Muhammadiyah. Selanjutnya Ia juga mengungkapkan rencana di tanggal 21 Juli 2024 akan menyelenggarakan hari bermuhammadiyah.

“Dalam kegiatan tersebut semua amal usaha, dan produk yang dihasilkan warga Muhammadiyah akan kami tampilkan, semoga bisa di Lapangan Sumbersari,” kata Abu.

Dalam Tausiahnya Dr. Abdul Malik Usman mengungkap sejarah bulan Muharam dijadikan awal tahun Hijriyah. Tahun Hijriyah berawal pada Khalifah Umar Bin Khattab, setelah peristiwa Hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 M.

Lebih lanjut Usman juga memaparkan Yatsrip atau Madinah kala itu merupakan kota kecil namun mempunyai peradaban yang modrn dan tinggi. Dari penelitian yang dilakukan oleh Robert Anzella menyatakan dari 47 Pasal dalam Piagam Madinah adalah merupakan peraturan yang sistematis dan modern.

Selain itu Usman juga membeberkan banyak peristiwa yang terjadi di bulan Muharram yaitu pada 10 Muharram. Pada saat terjadi perang melawan Pasukan Ubaidilah Bin Ziyad salah satu cucu kesayangan Nabi Muhammad Husain berdarah kepalanya, terkena pedang. Hal tersebut biasanya dihubungkan dengan orang Jawa di bulan Muharam atau Sura (Jawa) tidak boleh mengadakan hajatan.

“Sesungguhnya itu adalah sebagai penghormatan karena di bulan itu salah satu cucu Nabi meninggal dalam perang, jadi dalam duka cita,” jelas Usman.

Di akhir tausiahnya Usman memberikan motivasi kepada warga Muhammadiyah untuk tetap berkarya.

“Semoga Muhammadiyah tidak berhenti untuk mengabdi, sebagai gerakan pembaharuan dan berkemajuan,” harap Usman. (Giek/KIM Moyudan)




Songsong Milad Muhammadiyah, PCM Berbah Gelar Safar ke Masjid Al Fattah Tulungagung

Sleman – Dalam rangkaian memeriahkan Milad Muhammadiyah ke-112, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah menggelar kegiatan Safar (perjalanan) Keluarga Muhammadiyah Berbah ke masjid Al  Fattah  Tulungagung, Jawa Timur pada Jumat (13/7/2024) dan Sabtu (14/7/2024).

Menurut Ketua Panitia Safar Keluarga Muhammadiyah Berbah sekaligus Ketua Majelis Ekonomi Muhammadiyah Berbah, Siswanto Toge Putra bahwa kegiatan Safar Keluarga Muhammadiyah Berbah ke Tulungagung, Jawa Timur dikuti oleh segenap otonom Muhammadiyah  dan Aisyah Berbah serta didokumentasikan oleh SMP Muhammadiyah Berbah.

Kegiatan yang mempergunakan 4 armada jet bus pariwisata ini diikuti oleh 200 peserta yang merupakan pengurus, anggota dan simpatisan Muhammadiyah dan Aisyiyah dari seluruh kalurahan yang ada di Berbah, yaitu Jogotirto, Kalitirto, Tegaltirto dan Sendangtirto.

“Sesuai jadwal perjalanan, rombongan safar berangkat dari Berbah, Sleman pada jum’at malam (12/7/2024) dan langsung menuju ke masjid Al Fattah Tulungagung, Jawa Timur,” ungkap Siswanto

Sabtu dinihari (13/7/2024), jemaah safar melakukan sholat tahajud dilanjutkan sholat subuh berjamaah. Untuk kemudian bersama-sama mengikuti kajian pagi khusus Bersama Abah Trimo di masjid Al Fattah, Tulungagung. Setelah kajian, peserta safar disediakan makan prasmanan di lingkungan masjid Al Fattah, untuk kemudian diteruskan perjalanan menuju Pantai Midodaren  Tulungagung.

“Perjalanan Safar muhammadiyah Berbah merupakan silaturahmi dan belajar kepada Abah Trimo juga rekreasi sejenak menikmati dan mensyukuri ciptaan Allah,” tambah Siswanto.

Seefurizal,  Bendahara Lazismu Berbah menjelaskan bahwa dipilihnya Masjid Al  Fattah sebagai tujuan silaturhami, karena dibalik kemegahan masjid modern tiga lantai  yang dibangun di atas tanah seluas 2600 m menghabiskan dana 80 milyar, ini terdapat sosok teladan Soetrimo yang hanya lulusan Sekolah Rakyat namun mampu membangun dan mewakafkan masjid Al Falah  kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung.

“Soetrimo yang biasa disapa Abah Trimo adalah sosok sederhana yang juga marbot masjid Al Fattah merupakan pengusaha kacang Shanghai Gangsar di Tulungagung dan telah memiliki 600-an karyawan,” jelas Seefurizal.

Seefurizal menambahkan, selain mewakafkan masjid Al Fattah senilai 80 Milyar, Abah Trimo juga mewakafkan 12 SPBU kepada Muhammadiyah Tulungagung..

“Dengan berguru langsung kepada Abah Trimo ini, harapannya seluruh jamaah peserta safar keluarga Muhammadiyah Berbah tergerak dan termotivasi untuk berusaha  dalam menjemput rezeki Alloh untuk kemudian memberikan donasi berbentuk wakaf atau sedekah untuk perjuangan membela agama Islam serta menegakkan panji-panji Muhammadiyah,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Muslimat NU Cabang Tempel Kembali Bergelar Pengajian Lapanan

Sleman – Muslimat Pimpinan Anak Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Tempel kembali menggelar pengajian lapanan pada Sabtu (13/7/2024) bertempat di Gedung Serbaguna Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon  Tempel. Kegiatan diikuti oleh jemaah muslimat dari 8 kalurahan se-Kapanewon Tempel.

Pengajian juga dihadiri oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tempel mewakili Penewu Tempel, Aris Wibawa, Lurah Lumbungrejo HM Misbah Al Hakim , Bhabinsa,Bhabinkamtibmas, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Fatimah Azzahro, selaku Pimpinan Muslimat NU Kapanewon Tempel dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada tamu undangan yang hadir pada  hari ini.

“Alhamdulillah pengajian lapanan telah kembali digelar dan dilaksanakan bergantian di 8 Kalurahan di kapanewon Tempel setiap hari Sabtu legi, dan kali ini menghadirkan Gus Sidqi Kamal dari Ponpes Al Fatimiyah Panggung Lumbungrejo Tempel , Semoga ke depan acara pengajian lapanan ini dapat terus dilaksanakan, dan kegiatan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat,”  harap Fatimah

Sedangkan Lurah Lumbungrejo HM Misbah Al Hakim menyatakan apresiasinya atas kegiatan ini.

“Semoga ke depan acara pengajian seperti ini dapat terus terselenggara dan kami mohon maaf jika dalam penyambutan kurang berkenan banyak jamaah sampai diluar karena keterbatasan tempat semoga tidak mengurangi kekhusyukan para jamaah muslimat mengikuti pengajian ini,” demikian ungkap Misbah.

Aris Wibawa, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tempel mengatakan bahwa Tempel sebagai Rumah Bersama memiliki makna filosofis penting dimana Tempel menjadi rumah bagi semua elemen masyarakat dengan berbagai latar belakang agama, etnik dan budaya, nilai ini harus terus dikembangkan warga Kapanewon Tempel.

“Jalinan dan mempererat tali silaturohim bisa dikembangkan diantara melalui berbagai macam forum termasuk pengajian lapanan kali ini. keberadaan Muslimat NU cabang Tempel tersebar sampai ke penjuru pelosok kampung jadi potensi menjadi kekuatan dalam membangun kemaslahatan umat,” ungkap Aris.

Acara dilanjutkan dengan ceramah pengajian yang disampaikan oleh Gus Sidqi Kamal dari Ponpes Al Fatimiyah ceramahnya, Gus Sidqi menyampaikan arti pentingnya doa bagi kita semua.

“Doa dapat merubah hidup baik di dunia maupun di akhirat. Jangan membanggakan apapun kecuali ridho dari Allah Swt. Untuk itu mari kita  selalu bersyukur dalam menjalani hidup serta dapat meningkatkan ketaqwaan dan ibadah kita apalagi sekarang sudah memasuki tahun baru hijriah,” ungkapnya. (sbd_kimtempel)




Pantarlih Lumbungrejo Sambangi Kediaman Anggota DPRD Sleman Terpilih Lakukan Coklit Pilkada 2024

Sleman – Jelang pemilihan kepala daerah Kabupaten Sleman 2024 mendatang, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih ( PANTARLIH) Kalurahan Lumbungrejo Tempel melaksanakan coklit (pencocokan dan penelitian) sebagai salah satu rangkaian pemilu. Hal ini merupakan titik awal untuk memutakhirkan data pemilih berbasis keluarga. Coklit juga menjadi salah satu kunci kesuksesan pemilu sebab berhubungan dengan keakuratan data pemilih.

Pantarlih Lumbungrejo menyambangi kediaman calon anggota DPRD kabupaten Sleman Terpilih, Wahyudi Kurniawan di Padukuhan Kromodangsan Kalurahan Lumbungrejo Tempel, untuk melakukan coklit Pemilihan Bupati dan Wakil Sleman tahun 2024, Sabtu (13/7/2024)

Pantarlih Lumbungrejo hadir didampingi Ketua PPS Lumbungrejo, PPK Kapanewon Tempel, juga Pengawas Kalurahan/Desa Lumbungrejo.

Tahapan coklit kepada para tokoh yang ada di Lumbungrejo baru bisa dilakukan pada minggu ketiga periode coklit. Hal ini dikatakan oleh Aji Sadewo, selaku Kepala Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Dan Partisipasi Masyarakat SDM PPK Kapanewon Tempel.

“Yang mestinya dilakukan pada minggu pertama kita fokus ke para tokoh , seperti Lurah,Pamong , Dukuh, ketua-ketua Ormas, serta tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh di masyarakat, tetapi karena satu dan lain hal baru bisa dilakukan Coklit hari ini,” terang Aji.

Dalam tahapan coklit data pemilih, pantarlih yang bertugas akan berkunjung ke setiap rumah tangga untuk mendata dan memperbaharui data pemilih sesuai dengan ketentuan yang ada. Hal ini berkaitan jika dalam satu keluarga ada tambahan pemilih baru, anggota keluarga yang meninggal, atau yang mengalami disabilitas.

“Setelah tahapan coklit kita verifikasi daftar pemilih sementara, itu nanti diakumulasi dari data coklit setelah proses sinkronisasi semua selesai nanti akan terbentuk DPT atau daftar pemilih tetap yang mempunyai hak suara dalam pilkada ini,” imbuh Aji.

Senada dengan hal tersebut, Wahyudi Kurniawan yang juga Ketua Organisasi Sepakbola di Kabupaten Sleman, berpesan agar masyarakat Lumbungrejo khususnya untuk dapat kooperatif dengan para petugas pantarlih yang bertugas. Beliau juga mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dan jangan sampai golput.

“Kepada seluruh masyarakat Lumbungrejo, terimalah pantarlih yang akan mendatangi rumah-rumah anda untuk melakukan coklit pilkada agar partisipasi publik ini meningkat. Sleman ini harus terus melanjutkan pembangunannya. Maka, kepemimpinan daerah itu mesti kita selenggarakan dengan cara menggelar pilkada. Jangan golput!, semoga nanti terpilih pemimpin di Sleman yang amanah”  tegas Wahyudi. (sbd/KIM Tempel)




Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo Gelar Musyawarah Kalurahan RKPKal TA 2025

Sleman – Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo beserta BPKal menggelar Muskal RKPKal tahun 2025 pada Jumat (12/7/2025) kemarin. Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Lumbungrejo dihadiri oleh Panewu Anom Kapanewon Tempel, Kepala Jawatan Praja, Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Kabupaten Sleman Pendamping Desa, Lurah, Pamong, seluruh anggota BPKAL, ketua lembaga kalurahan (LKK), dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutan dan arahan nya, Johannes Purnama dari Dinas PMKal kabupaten Sleman mengatakan beberapa agenda dari Muskal RKPKal.

“Melakukan pencermatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJM Kal) untuk kegiatan Tahun Anggaran 2025 dan rencana kegiatan tahun sebelumya yang belum terlaksana; 2) Melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun sebelumnya;  3) Membahas usulan rencana kegiatan dari Pemerintah Kalurahan, BPK, hasil musyawarah padukuhan dan hasil rembuk stunting yang diselaraskan dengan RPJM Kalurahan; 4) Penyelarasan rencana kegiatan dengan program dari Pemerintah maupun Pemerintah Daerah; 5) Menyusun Daftar Rencana Kegiatan Tahun Anggaran 2025; dan 6) Membentuk Tim Verifikasi,” ungkap Johannes.

Lurah Lumbungrejo HM Misbah Al Hakim menyampaikan bhaw Muskal RKPKal penting sebagai forum untuk merumuskan rencana pembangunan yang sesuai dengan aspirasi masyarakat.

”Muskal ini merupakan momentum bagi kita semua untuk berdiskusi dan menyepakati program-program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2025. Kami berharap partisipasi aktif dari semua pihak agar rencana yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi kemajuan Kalurahan Lumbungrejo dan searah dengan indikator-indikator dalam SDGs,” ujar Misbah.

Muskal RPKal 2025 ini membahas berbagai usulan program pembangunan yang diusulkan oleh masing-masing padukuhan. Beberapa program prioritas yang menjadi fokus diantaranya pembangunan infrastruktur jalan dan prasarana jalan (drainase, talud), jembatan, pemberdayaan UMKM dan perekonomian masyarakat, pemberdayaan masyarakat (pelatihan-pelatihan), penanganan stunting, Sarpras PAUD serta pengelolaan/pelestarian lingkungan.

Setiap padukuhan membuat prioritas usulan tiga besar yang akan diusulkan untuk kegiatan pemerintah kalurahan ditahun 2025 yang nantinya prioritas pertama akan masuk dalam tahapan verifikasi.

Ketua Badan Permusyawatan Kalurahan (BPKAL) Lumbungrejo, Sutardi menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses perencanaann dan pelaksanaan program pembangunan.

“Kita harus memastikan bahwa setiap program yang diusulkan dan disepakati dalam muskal ini benar-benar dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan prioritas yang memang dibutuhkan masyarakat,” kata Sutardi. (sbd_kimtempel)