Pastikan Ketugasan, Jaga Warga Padukuhan Lodoyong Gelar Rakor

Sleman – Bertempat di kediaman Dukuh, dilaksanakan kegiatan rapat koordinasi kelompok jaga warga tingkat Padukuhan Lodoyong Kalurahan Lumbungrejo Tempel pada Jum’at (12/7/2024) malam. 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah Lumbungrejo, HM Misbah Al Hakim, didampingi Babinsa Lumbungrejo, Polisi RW yang sekaligus anggota Binmas Polsek Tempel, Aiptu Kusno, Dukuh dan pamong Kalurahan Lumbungrejo, serta Kelompok Jaga Warga Padukuhan Lodoyong yang diketuai oleh Deni Rismawan beserta seluruh anggota nya sejumlah 20 orang.

Dalam sambutan sekaligus arahannya, Lurah Misbah Al Hakim menyampaikan keberadaan dan tugas fungsi Jaga Warga sampai tingkat Padukuhan.

“Kelompok Jaga Warga berkedudukan sebagai mitra Dukuh di wilayah kerjanya dan mempunyai tugas diantaranya adalah menyelesaikan Konflik Sosial, memberikan saran dan pertimbangan kepada Dukuh, serta melakukan koordinasi dengan pranata sosial yang ada untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” ungkap Misbah.

Misbah menuturkan, tujuan dari dibentuknya Kelompok Jaga Warga baik tingkat Kalurahan atau pun Padukuhan adalah sebagai upaya untuk menjaga keamanan, ketentraman, ketertiban dan kesejahteraan masyarakat serta menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat.

“Maka Padukuhan Lodoyong Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel membentuk Kelompok Jaga Warga Padukuhan,” tambah Misbah.

Deni Rismawan Ketua kelompok Jaga Warga Padukuhan Lodoyong mengatakan bahwa pembentukan jaga warga Padukuhan ini merupakan inisiatif masyarakat berdasar asas sukarela, kebersamaan, kearifan lokal, gotong royong, swakarsa dan partisipasi.

“Pembentukkanya telah dilaksanakan sebulan yang lalu dan ditetapkan akan selalu mengadakan rapat koordinasi seperti ini setidaknya dalam tiga bulan sekali,” ungkap Deni.

Dalam kesempatan yang sama, Polisi RW yang sekaligus anggota Binmas Polsek Tempel Aiptu Kusno menyampaikan pengalaman dan motivasi dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai konflik di masyarakat.

“Sebagai anggota Jaga Warga yang  terbentuk dari masyarakat sipil harus mempunyai daya tahan dalam menghadapi situasi dan kondisi dalam menentukan pilihan ketika menyelesaikan sebuah konflik. Karena dilingkungan masyarakat akan banyak problema problema khususnya bidang keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat, kebudayaan dan sebagainya dan itu merupakan salah satu peran Jaga Warga,” jelas Aiptu Kusno.

Sebagai penutup kegiatan Dukuh Lodoyong, Taufik Nur Arifuddin menegaskan kembali fungsi dan peran masing-masing seksi yang sudah terbentuk pada bulan yang lalu agar memaksimalkan tugasnya,

“Sehingga nanti program yang akan dilaksanakan dapat tercapai / terwujud dengan baik, Khususnya dalam menghadapi kegiatan hari kemerdekaan Indonesia yang akan datang, peran jaga warga dalam kegiatan tersebut sangat diperlukan,”tutup Taufik. (sbd_kimtempel)




Pokja PAUD Turi Gelar Peringatan Hari Anak

Sleman – Kelompok Kerja (Pokja) Pendidik Anak Usia Dini (PAUD) Kapanewon Turi menggelar Peringatan Hari Anak Nasional di Lapangan Kapanewon Turi, Jumat (12/7/2024). Kegiatan diselenggarakan berkolaborasi dengan Polsek dan TP PKK Turi ini dihadiri oleh Panewu Turi, Bara Hernowo Natali.

Dalam kesempatan tersebut, Bara menuturkan bahwa PAUD merupakan langkah penting bagi pertumbuhan anak.

“Karena usia 5 tahun merupakan usia emans dalam pembentukan fisik, mental generasi penerus bangsa, sehingga PAUD diperlukan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi  Pokja PAUD Kapanewon Turi atas program transisi dari PAUD ke SD yang banyak membantu anak untuk persiapan dari PAUD ke SD.

“Untuk PAUD masa di sekolah banyak bermain sedangkan di SD sudah bisa membaca,menulis dan berhitung. Lonjakan ini dapat dapat menciptakan permasalahan bagi siswa mulai dari kesehatan baik mental maupun fisik. Untuk itu program transisi ini sangat membantu menyukseskan program pemerintah, “ tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan keliling wilayah Turi,dan bermain permainan lokal serta praktik cuci tangan dan gosok gigi. (Suharno/KIM Turi)




Pentingnya Pelayanan dalam Dunia Pendidikan

Sleman – Dalam rangka memasuki tahun ajaran baru 2024/2025, SMP Muhammadiyah 1 Tempel mengadakan acara Sarasehan Pendidikan di ruang pertemuan sekolah setempat, Jumat (12/7/2024).  Acara tersebut mengangkat tema “Peningkatan Layanan, Sinergitas dan Kualitas Pembelajaran Kurikulum Merdeka dan Ismuba di Era Digital”.

Acara ini menghadirkan Abdullah Mukti, Wakil sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pemateri serta diikuti oleh seluruh guru, karyawan dan staf  SMP Muhammadiyah 1 Tempel.

Dalam sambutannya Kepala SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Wahdan Arifudin menuturkan, tema yang diambil tentang pelayanan atau service exelence karena membangun sinergi dan kualitas pembelajaran sangat penting di tengah-tengah persaingan sekolah yang semakin kompetitif, baik sekolah negeri maupun swasta saat ini.

Menurutnya, sarasehan sendiri merupakan wadah kegiatan untuk berdiskusi ataupun bertukar pikiran antar pihak yang bertujuan untuk membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan kemudian mencari solusi dari kendala-kendala yang terjadi.

“Di dalam lingkup Pendidikan, pelayanan is everything, sehingga pelayanan sangat berpengaruh pada perubahan kualitas sekolah,” tegas Wahdan.

Wahdan menambahkan bahwa karena layanan harus menumbuhkan kepercayaan, yang terpenting untuk diwujudkan ada tiga hal yakni, membangun citra sekolah (Image Building); membangun kepercayaan (Trust Building); dan lembaga perwalian (Trust Institution). Dengan memberika pelayanan yang terbaik, sehingga dapat mewujudkan keberhasilan sekolah.

Selain itu, lanjutnya, sinergisitas dan kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan melalui hal-hal kecil seperti dimulai dengan kebersihan dan kerapian sekolah.

Dalam peningkatan layanan, sinergitas dan kualitas pendidikan dapat diupayakan dengan berbagai hal.

“Terutama peranan Kepala Sekolah sebagai innovator yang artinya Kepala Sekolah sebagai penentu untuk bergerak dalam melakukan perubahan,” tegasnya.

“Namun, tidak hanya Kepala Sekolah saja akan tetapi  berbagi peran antar Guru, Staf, dan karyawan harus senantiasa menciptakan ide atau hal-hal baru yang menarik dan ciptakan sigmentasi sekolah,” tutup Wahdan. (Arief Hartanto)




Disperindag Sleman Gelar Pelatihan Batik Tulis di Merdikorejo

Sleman – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sleman memberikan pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) Batik Tulis di Padukuhan Sono Kulon,  Kalurahan Merdikorejo, Tempel. Bimtek yang sudah berlangsung selama 10 hari dari tanggal 2 hingga 11 Juli 2024 ini adalah yang kelima kali dilakukan dengan materi yang berbeda dari sebelumnya.

Kegiatan Bimtek ini adalah salah satu wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindag Sleman untuk memajukan Industri Batik di Sleman khususnya kelompok batik di Merdikorejo.

Peserta Bimtek adalah 20 orang yang merupakan warga dari padukuhan dan yang tahun sebelumnya juga pernah mengikuti acara yang sama.

Narasumber pelatihan adalah praktisi batik, Abdul dan Elis yang merupakan pengrajin batik dari Kasongan yang fokus pada batik tulis.

“Dengan mengundang praktisi batik sebagai instruktur pelatihan, diharapkan selain bisa mentransfer ilmu juga bisa memberikan wawasan dan motivasi kepada kelompok batik di Merdikorejo ini,” ujar Carik Merdikorejo, Yuniadi. 

Materi yang diberikan terkait dengan teknis membatik dan teknis pewarnaan batik baik pewarna sintetis maupun pewarna alami. Selain itu kelompok juga diajak untuk praktek langsung sehingga bila mengalami kendala dapat langsung bertanya kepada pelatih.

Dalam pelatihan ini, peserta belajar teori dan praktek bagaimana membuat batik tulis, dari proses awal hingga terakhir proses penjemuran.

Nia Kusumawati, salah satu peserta dari Sono Kulon merasa bahwa ternyata proses pembuatan batik tulis tidak sesulit yang dibayangkan sebelumnya, dan bahan-bahannya pun relatif murah harganya.

“Sangat senang mengikuti pelatihan ini. Saya yakin, ke depannya, jika ditekuni, maka keterampilan membatik ini akan menjadi sumber penghasilan yang dapat menambah pendapatan keluarga,” ujar Nia, Kamis (11/7/2024).

Sementara itu , Kepala Bidang Pembinaan Dan Pengembangan Perdagangan Tradisional Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Raminta mengatakan bahwa setelah mengikuti kegiatan Bimtek Batik Tulis ini, para peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilannya dari ilmu yang diperoleh, dan kedepannya bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan memproduksi berbagai corak batik khususnya motif khas Sleman.

“Kami berpesan kegiatan tidak berhenti pada titik ini tetapi berlanjut, bergulir agar manfaatnya benar benar dirasakan untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat dan juga kami berpesan peralatan yang diberikan kepada peserta jangan hanya dijadikan museum di rumah, hendaknya digunakan untuk praktik agar menambah keterampilan dan kreativitas dalam pembuatan motif,” katanya. (sbd_kimtempel)




Songsong Tahun Ajaran Baru, MAN 4 Sleman Gelar Workshop Implemetasi Kurikulum Merdeka

Sleman – MAN 4 Sleman menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (11-13/7/2024) di Aula 2 madrasah setempat.  Worskshop tahun kedua ini merupakan bagian dari persiapan memasuki tahun ajaran baru 2024/2025. Workshop ini dibuka oleh Sangaji, Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman. 

Dalam sambutannya, Sangaji  mengucapkan selamat kepada MAN 4 Sleman atas prestasi 7 proposal yang lolos dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).  

“Madrasah kita mempunyai keunggulan dan layak bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.  Workshop langkah strategis dalam meningkan kinerja guru pegawai,” tegasnya. 

Sementara itu, Ahmad Arif Makruf, Kepala MAN 4 Sleman mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih oleh madrasah, termasuk lolosnya 7 proposal FIKSI, 1 proposal MYRES, dan 13 proposal Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).

“Ini menguatkan eksistensi madrasah kita sebagai madrasah keterampilan dan riset,” tegasnya. 

Agus Suroyo yang menjadi narasumber utama, memaparkan bahwa Kurikulum Merdeka bertujuan untuk mewujudkan pendidikan yang memerdekakan, memanusiakan, dan berpihak pada siswa. 

“Pembelajaran berpusat pada siswa memungkinkan siswa belajar sesuai karakteristik masing-masing, seperti minat, bakat, gaya belajar, dan kecerdasan.  Pengajaran dilakukan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa (Teaching at The Right Level) dan mengarahkan siswa berkepribadian sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin,” jelasnya. 

Menurutnya, Kurikulum Merdeka melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya dengan orientasi holistik, berbasis kompetensi, kontekstualisasi serta personalisasi. Kurikulum ini dirancang untuk mengembangkan siswa secara holistik, mencakup kecakapan akademis dan non-akademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan spiritual.  

Agus juga menyampaikan pembelajaran berdiferensiasi di mana proses pembelajaran efektif dilakukan dengan memberikan berbagai cara untuk memahami informasi baru kepada semua siswa.  Teknik asesmen awal seperti asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif digunakan untuk menentukan cara dan metode yang tepat dalam pembelajaran serta mengukur proses dan ketercapaian pembelajaran. 

“Melalui workshop ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam implementasi Kurikulum Merdeka di MAN 4 Sleman, serta meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa,” ujarnya.

Sementara itu Triono, Wakil Kepala Bidang Akademik menegaskan pentingnya materi penyusunan modul ajar terintegrasi dengan ramah anak dengan narasumber Ida Uswatun Hasanah pengawas madrasah. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)