Pemerintah Kalurahan Sumbersari Salurkan Beras CPP Kepada 910 KPM

Sumbersari – Sebagai salah satu upaya Pemerintah dalam mengurangi beban ekonomi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak kesulitan ekonomi adalah dengan menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintsh ( CPP). Bantuan CPP tersebut merupakan langkah konkrit dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat.

Hal tersebut juga dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman yang pada hari Jumat (12/7/2024) menyalurkan bantuan beras CPP kepada 910 KPM bertempat di Pendopo Kalurahan setempat.

Agus Iskandar, Kamituwa Sumbersari menyatakan bahwa beras CPP yang disalurkan oleh BULOG sudah memiliki kualitas yang baik, dan telah melalui pengawasan yang ketat. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa beras yang diberikan kepada KPM sudah memenuhi keamanan dan kualitas  pangan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Lebih lanjut Agus menambahkan bahwa pada bulan ke 6 Pemerintah Kalurahan Sumbersari  menyalurkan beras CPP kepada 910 KPM, yang masing-masing menerima 10 kg.

“Penyaluran beras CPP ini, semoga bisa memberikan dampak yang positif dalam memenuhi kebutuhan pangan, dan bisa mengurangi beban masyarakat,” tandasnya.

Sedangkan Lurah Sumbersari ,Sukadi mengungkapkan harapannya agar KPM  bisa menggunakan bantuan beras tersebut untuk kebutuhan pangan.

“Kami harap bantuan beras yang diterima bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bukan untuk dijual atau ditukar dengan beras lain, karena beras bantuan CPP ini sudah memenuhi standar,” pungkas Sukadi. (Giek/KIM Moyudan)




Bupati Pantau Posko Utama BPBD Sleman, Pastikan Kesiapsiagaan Hadapi Peningkatan Aktivitas Merapi

Sleman – Menindaklanjuti peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang terus meningkat sejak Juni 2024, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melakukan pemantauan Posko Utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman yang berada di Kapanewon Pakem pada Kamis (11/7/2024).

Meski tidak ada peningkatan status Gunung Merapi maupun peningkatan zona bahaya yang direkomendasikan, tinjauan Bupati ini selain untuk memantau aktivitas Merapi juga dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan BPBD Sleman dalam menanggapi kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Merapi baik itu dari segi logistik, peralatan, transportasi, maupun petugas sebagai upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi.

“Alhamdulillah sekarang sudah melandai, tetapi masyarakat diharapkan tetap waspada dalam beraktivitas terutama masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi,” imbau Kustini.

Kustini juga mengharapkan agar masyarakat maupun wisatawan bisa mematuhi zona aktivitas yang aman sesuai rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan juga menjelaskan bahwa aktivitas Gunung Merapi terkini masih cukup tinggi, yaitu ditandai dengan muntahan material vulkanik dan deformasi. “Beberapa kali terjadi luncuran lava pijar dalam satu minggu terakhir dan cukup tinggi,” jelas Makwan.

Pemerintah Kabupaten Sleman memperpanjang status “SIAGA” Gunung Merapi melalui Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor tentang Perpanjangan Penetapan Status Siaga Darurat Erupsi Gunung Api Merapi.

Sementara berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi tanggal 10 Juli 2024 yang disampaikan oleh BPPTKG, terpantau aktivitas vulkanik Gunungapi Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif.

Berdasarkan laporan tersebut, potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas pada sisi selatan-barat daya, yaitu di Sungai Boyong (sejauh 5 kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (sejauh maksimal 7 kilometer). Sementara pada sisi tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Meski demikian, kondisi masih aman dan masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa namun diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya serta waspada bahaya lahar dan awan panas guguran saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.




Pemkal Banyuraden Apresiasi Siswa SD dan SMP Berprestasi Dalam ASPD 2024

Salah satu bentuk kepeduliannya di dunia pendidikan serta memotivasi anak-anak agar lebih semangat belajarnya, maka  Pemerintah Kalurahan Banyuraden memberikan apresiasi  kepada 28 siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berprestasi dalam menempuh ujian  Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD)  tahun 2024.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman kepada siswa-siswi berprestasi yang didampingi orang tuanya masing-masing di Ruang Rapat Kantor Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kamis (11/7/2024) disaksikan Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama beserta Kamituwa Banyuraden, Muhajir, Anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan Banyuraden Bidang Pendidikan, dan Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden.

Dalam sambutan pembukanya, Sudarisman selaku Lurah Banyuraden menuturkan bahwa pihaknya memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi yang dapat memotivasi siswa-siswi khususnya jenjang SD dan SMP untuk terus mengembangkan potensi dan kemampuannya, sehingga para pelajar tersebut merasa dihargai dan diakui prestasinya yang pada gilirannya akan meningkatkan semangat dan kepercayaan diri.

“Ini merupakan hadian bagi anak-anakku yang berprestasi, jangan dilihat dari nominalnya. Ini adalah bentuk motivasi dari Pemerintah Kalurahan Banyuraden. Saya berharap anak-anak lebih giat belajar dan terus berprestasi ke depannya,” tutur Sudarisman.

Lebih lanjut, Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi dan menjadi dorongan bagi siswa-siswi  lainnya untuk meneladani perilaku positif tersebut demi meraih prestasi sebaik-baiknya di bidang akademik Sehingga dapat menciptakan budaya belajar yang lebih baik dan lingkungan yang lebih mendukung bagi seluruh siswa.

Sementara, Muhajir selaku Kamituwa Banyuraden menjelaskan apresiasi diberikan atas usaha keras dan dedikasi siswa-siswi dalam belajar dan menempuh ujian Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah yang hanya diberlakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta saja. Ia menyebutkan ASPD merupakan  salah satu instrumen pengukuran yang digunakan untuk melihat kemampuan akademis pelajar  pada tingkat akhir jenjang SD dan SMP.

“Secara keseluruhan jumlah pelajar tingkat SD yang mendaftar program ini sebanyak 61 orang dan tingkat SMP ada 46 orang. Setelah dilakukan seleksi berdasarkan nilai ASPD minimal 23, maka didapatkan 15 siswa SD dan 13 siswa SMP untuk diberikan penghargaan,” jelasnya.

Dengan penghargaan tersebut diharapkan siswa menjadi lebih semangat dalam belajar, meningkatkan rasa percaya diri, membangun sikap kompetitif yang sehat, serta menciptakan budaya belajar yang positif di rumah yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Bantuan Jum’at Berkah Polsek Tempel Ke Warga Karanggawang

Sleman – Sebagai bentuk kepedulian institusi kepolisian kepada masyarakat diwujudkan oleh Jajaran Polsek Tempel. Salah satunya dengan digulirkan program “Jumat Berkah”.

Kapolsek Tempel Sleman Kompol G. Luki Dariyawan mengatakan, kegiatan Jumat Berkah merupakan aksi sosial berbagi, bertujuan membantu masyarakat kurang mampu, termasuk yang sedang menderita sakit. Selain itu  kegiatan ini sebagai media untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Kita serahkan bantuan kepada warga yang dianggap kurang mampu dari segi ekonomi, juga yang sedang sakit,” kata Kompol Luki disela menyerahkan bantuan di Padukuhan Karanggawang Kalurahan Mororejo, Tempel pada Kamis (11/7/2024) pagi.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan sejumlah uang, disesuaikan dengan kebutuhan penerima bantuan. Dana berasal dari iuran anggota Polisi.

“Untuk di Padukuhan Karanggawang RT 5 RW 8, kita berikan bantuan kepada Bapak Siswanto, Ibu Suryono, Ibu Marno, Ibu Ranto, Ibu Jaerah dan Mbah Ponikem Sudiyono RT 4, kebetulan kita sampaikan di hari Kamis ini, menyesuaikan kegiatan para anggota,” lanjutnya.

Juga  diberikan suvenir berupa sabun cuci cari untuk Harsidi RT 1, Ely Sudarini  RT 3, Muhadi Marsono RT 4, Sukarni dan Yudhi Kusuma RT 5.

” Semoga bantuan yang kami berikan benar-benar bermanfaat,” sambungnya.

Dukuh Karanggawang, Supriyanto mengungkapkan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Kepolisian, tidak hanya memainkan tugas utama sebagai penjaga keamanan, ketertiban dan penegakan hukum  saja namun juga mengutamakan jiwa sosial kepada warga.

“Mewakili seluruh warga, kami ucapkan terimakasih kepada jajaran Polsek Tempel  telah memberikan bantuan kepada warga kami, ini sangat bermanfaat,” tutur Supriyanto.

Kegiatan dihadiri Kanit Binmas Polsek Tempel AKP Elita, serta sejumlah anggota jajaran Polsek Tempel. (sbd_kimtempel)




Kader Posyandu Berperan Penting pada Penurunan Stunting di Lumbungrejo

Sleman – Dalam rangka Pencegahan dan Penanganan Stunting tingkat Kalurahan tahun 2024, Kalurahan Lumbungrejo melakukan kegiatan rembug stunting di Aula Lantai Dua Kalurahan Lumbungrejo pada Kamis pagi (11/7/2024). Pelaksana kegiatan ini adalah Penyelenggara Posyandu  Sub Bidang Kesehatan Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa.

Misbah Al Hakim, Lurah Lumbungrejo dalam sambutannya mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merumuskan kegiatan yang akan dilakukan Pemerintah Kalurahan  penanganan stunting di Kalurahan Lumbungrejo. Ditambahkan bahwa di Kalurahan Lumbungrejo  sebanyak 26 balita saat ini yang masuk dalam stunting. Misbah juga mengatakan akan terus berupaya untuk menurunkan angka stunting, salah satunya dengan menggiatkan sosialisasi.

“Dengan semangat bersama, kami akan terus upayakan dengan bekerja sama Puskesmas Tempel Satu sehingga semakin solid, mumpuni, akurat, responsif, dan tangguh,” katanya.

Diana Kusumawati selaku Kepala Puskesmas Tempel I dalam paparannya menjelaskan juga tentang maksud dan tujuan kegiatan ini.

“Selain seperti yang disampaikan pak Lurah Lumbungrejo, kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi dalam menurunkan prevalensi angka stunting dan masalah gizi dalam sasaran 1000 HPK,”  ujar Diana.

Menurutnya, keberhasilan dari kegiatan ini  memerlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun finansial. Selain Itu diperlukan adanya kerjasama, tekanan dan pengabdian para pengelolanya.

“Apabila kegiatan Posyandu terselenggara dengan baik, maka akan memberikan kontribusi yang besar dalam menurunkan angka Stunting di Kabupaten Sleman,” lanjut Diana.

Diana juga menambahkan, salah satu cara mudah untuk mengingat pencegahan stunting adalah dengan langkah “ABCDE”. Langkah tersebut dapat dilakukan oleh remaja putri sebelum menikah hingga setelah melahirkan.

“Perlu diingat ABCDE. Aktif minum tablet tambah darah, Bumil (ibu hamil) harus teratur memeriksakan kehamilannya, Cukup mengonsumsi protein hewani untuk bayi, Datang ke posyandu setiap bulan dan Eksklusif ASI enam bulan,” tutup Diana.

Sementara itu, Dyah Christiani dari UPT Puskesmas Tempel Satu juga menambahkan kegiatan rembug stunting ini diharapkan mampu untuk mengupayakan kegiatan pencegahan dengan baik dan terfokus sehingga dihasilkan kegiatan penanganan yang lebih baik. Ditambahkan juga bahwa kader kesehatan/posyandu memiliki peran penting dalam upaya penurunan angka stunting di Kalurahan bahkan sampai tingkat kabupaten.

“Para kader kesehatan memiliki peran penting dalam mensosialisasikan pencegahan stunting kepada masyarakat,” kata Dyah

Menurut dia, dengan komitmen bersama, maka diyakini jumlah anak stunting di Kalurahan Lumbungrejo dapat semakin menurun.

“Kaderlah yang dapat menggerakkan masyarakat secara langsung. Melalui pendekatan dan sosialisasi, masyarakat dapat lebih cepat memahami cara penanggulangan stunting,” katanya

Kamituwo Lumbungrejo, Suwanto diakhir acara mengharapkan dari kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang solid dalam upaya bersama menurunkan angka stunting di Kalurahan Lumbungrejo dan sekitarnya. (sbd_kimtempel)