Gladi Karawitan Manunggal Raos Sarana Lestarikan Budaya dan Tradisi

Sleman – Dalam upaya melestarikan kesenian tradisional jawa khususnya seni karawitan agar tidak hilang di tengah perkembangan jaman, maka kelompok karawitan Manunggal Raos yang beralamat di Dusun Banyumeneng RW 04 Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping mengadakan gladi karawitan, Rabu (10/7/2024).

Gladi karawitan tidak hanya sebagai sarana untuk melestarikan budaya dan tradisi, namun juga menjadi ajang guna mempererat hubungan sosial antar warga Padukuhan Banyumeneng, serta wadah bagi para orang tua untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan keterampilan seninya. Hal tersebut dituturkan oleh Sunaryadi selaku Ketua Karawitan Manunggal Raos Banyumeneng saat memimpin gladi.

“Karawitan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia memerlukan perhatian khusus agar tetap lestari di era digitalisasi saat ini. Dengan melibatkan para orang tua diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam menyintai dan melestarikan budaya sendiri,” tutur Sunaryadi.

Menurutnya, melalui latihan yang rutin maka pengetahuan dan keterampilan bermain alat musik tradisional seperti gamelan dan menyanyikan tembang-tembang Jawa dapat terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.  Disamping itu, latihan yang konsisten dapat membantu anggota kelompok karawitan menguasai teknik-teknik yang lebih kompleks dan meningkatkan kualitas penampilannya serta memastikan bahwa seni karawitan tetap hidup di tengah masyarakat.

Kegiatan pendidikan informal tersebut memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental dan fisik karena dengan bermain musik dan bernyanyi secara bersama-sama dapat mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, serta memberikan kesejahteraan emosional berupa rasa kepuasan dan kebahagiaan, karenanya dengan bermain alat musik gamelan dapat menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan para orang tua.

Mengakhiri keterangannya, Sunaryadi mengajak anggotanya bersama-sama terus berkarya demi menjaga dan melestarikan seni tradisional yang menjadi warisan berharga bagi bangsa Indonesia. Harapannya semoga semangat dan kebersamaan yang telah terbina selama latihan dapat terus dipelihara sehingga membawa manfaat dan inspirasi bagi generasi mendatang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Jelang Akhir Masa Coklit, Pantarlih Datangi Rumah Ketua DPRD Kabupaten Sleman

Sleman – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tempel, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tempel, Pengawas Kalurahan/Desa, dan Panitia Pemungutan Suara Kalurahan Banyurejo membersamai Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) mendatangi kediaman Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Haris Sugiharta, Kamis pagi (11/7/2024) di Barongan, Banyurejo , Tempel. Kedatangan mereka dalam rangka melaksanakan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih di Kapanewon Tempel .

Coklit di kediaman Haris Sugiharta ini langsung dimonitoring oleh Ketua PPK, Hartono beserta jajarannya dan Ketua Panwascam Tempel, Prasetyo Wibowo beserta jajarannya pula. Menurut Hartono, Adanya kegiatan Coklit ini dilakukan dalam rangka persiapan untuk pelaksanaan Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sleman 27 November 2024. Nantinya Haris Sugiharta bersama istri akan memberikan hak pilihnya di TPS 7.

“Hari ini PPK, PPS dan Pantarlih TPS 7 Barongan, dan diawasi langsung oleh Panwascam mendatangi kediaman Pak Haris dalam rangka coklit untuk tahapan Pilkada sebagaimana semangat kita bersama agar pemilu itu bisa langsung, umum, bebas, rahasia,jujur dan adil,” ujar Hartono dalam sambutannya.

Selanjutnya disampaikan oleh Haris Sugiharta disela-sela menerima kehadiran para petugas mengharapkan agar pelaksanaan Pilkada ke depan semakin berintegritas baik penyelenggarannya, maupun bagi pemilihnya.

Dirinya juga berharap bagi pemilih untuk dapat menggunakan hak pilih dengan baik tanpa adanya intimidasi maupun cara-cara yang inkonstitusional. Sehingga diharapkan , setiap suara yang diberikan akan memunculkan pemimpin-pemimpin yang baik.

Maka dalam kesempatan pemilihan nanti, menurut Haris, diharapkan pemilih dapat memilih dengan hati yang baik sehingga memunculkan pemimpin yang bisa mengurus rakyat dengan baik.

“Semangat terus bagi seluruh petugas KPU, Bawaslu, dan seluruh penyelenggara Pemilu, semoga semangat  demokrasi yang kita inginkan berkualitas betul-betul bisa terwujud,” ujarnya. (sbd_kimtempel)




DPRD Sleman Serahkan Bantuan Meja Tenis di Tegalrejo

Sleman – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Haris Sugiharta menyerahkan bantuan satu set meja tenis, empat bet, dan bola tenis untuk kelompok masyarakat yang tergabung dalam PTM KAPIT (Persatuan Tenis Meja Kandang Pitik) di Padukuhan Tegalrejo, Margorejo, Tempel, Sleman pada Rabu (10/7/2024) bertempat di kediaman salah satu warga Tegalrejo, Sukamta.

Haris Sugiharta mengatakan, kegiatan itu sebagai tindak lanjut dari aspirasi warga melalui pokok-pokok pikiran (pokir) olahraga masyarakat. Dalam hal ini, pihaknya bertindak sebagai pemangku anggaran dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kabupaten Sleman selaku operator kegiatannya. Bantuan dari program pokok pikirannya di legislatif yang bersumber dari APBD 2024 ini diharapkan dapat memberi semangat baru bagi masyarakat. Terutama bagi generasi muda agar lebih gemar berolahraga.

“Harapan saya dengan sedikit motivasi bantuan satu set meja tenis, empat bet, dan bola ini memberi semangat baru pada generasi muda untuk lebih giat olahraga. Khususnya olahraga tenis meja. Selain juga untuk menumbuhkan atlet-atlet yang nantinya diharapkan bisa berprestasi,” ucap Haris.

Tak hanya memberi bantuan, pihaknya juga memberikan pelatihan kepada masyarakat. Kegiatan itu dilaksanakan dua kali selama dua hari dengan mendatangkan pelatih berlisensi dan didampingi Dispora Sleman.

Sementara itu, Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo didampingi oleh Dukuh Tegalrejo Rafli Hidayat, mengaku sangat menyambut baik dan gembira dengan adanya bantuan peralatan olahraga tenis meja tersebut. Menurutnya, bantuan itu akan memberikan semangat bagi masyarakat untuk berolahraga.

“Dengan adanya bantuan ini, otomatis masyarakat akan semakin giat lagi untuk berolahraga. Khususnya olahraga tenis meja ini,” katanya.

Penyerahan bantuan dihadiri Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman, Arif Wibowo. Ia mengaku menyambut baik program pokir dari legislatif ini.

Menurutnya, pembinaan olahraga tidak dilakukan dengan cara instan. Sebab membutuhkan pembinaan dari tingkat padukuhan, kalurahan, maupun kapanewon hingga akhirnya bisa ditangkap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman.

“Kita dari dinas istilahnya mempersiapkan atlet-atlet muda yang jika sudah matang nanti menggantikan seniornya di KONI. Jadi ini bagian dari regenerasi,” imbuhnya.(sbd_kimtempel)




Linmas, Destana dan KSB Akan Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Sleman – Semua anggota Satlinmas Inti, Destana dan KSB Condongcatur akan di-cover BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut disampaikan Plt. Jagabaya Condongcatur, Wahu Nurendra dalam Rapat Koordinasi Bulanan Satlinmas, Destana dan KSB Condongcatur, di ruang Wacana Loka, Rabu 10/7/2024

Agenda rapat bulanan pada bulan Juli 2024 ini adalah Persiapan Pelatihan Penanganan Kebakaran oleh tim Damkar SatpolPP Kabupaten Sleman pada tanggal 17 Juli 2024, Pendataan peningkatan kapasitas, dan pengumpulan data untuk pengajuan BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota Satlinmas inti, Destana (Desa Tangguh Bencana) dan KSB (Kampung Siaga Bencana) Condongcatur.

“Seluruh anggota Satlinmas Inti, Destana dan KSB Condongcatur akan kita ikut sertakan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk program JKK dan JKM,    Program ini merupakan Inovasi dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang masuk dalam anggaran perubahan APBKal TA 2024 dan merupakan Pilot Project di wilayah Kapanewon Depok, dimana LKK yang telah didaftarkan dalam jaminan BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Wahyu.

Ditambahkan Wahyu Nurendra, bahwa ada beberapa kegiatan di bulan agustus 2024, diharapkan Anggota Satlinmas Inti, Destana dan KSB untuk dapat mengikuti Upacara Bendera peringatan HUT ke-79 RI pada tanggal 17 Agustus 2024 di SMA Angkasa Adisutjipto dan pada tanggal 31 Agustus 2024 akan dilaksanakan peningkatan kapasitas di Pacitan Jawa Timur

“Selanjutnya pada bulan September – November 2024 anggota Satlinmas, Destana dan KSB untuk stanby persiapan dan Pelaksanaan Pemilukada 2024 menjaga kamtibmas dan menciptakan situasi di masyarakat yang aman, tetap nyaman dan situasi yang kondusif di masyarakat,” pungkasnya. (Wasana/KIM Depok)




Ayo Tanam Nanas! Hasil Lebih Besar, Bisa Panen Tanpa Musiman

Sleman – Nanas adalah salah satu komoditi buah unggulan Indonesia yang banyak digemari masyarakat lokal maupun luar negeri. Sayangnya, potensi besar yang terdapat pada nanas belum dapat dikembangkan secara maksimal di Kalurahan Lumbungrejo.

Pengawas Hasil Mutu Pertanian Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kabupaten Sleman, Suroso mengakui bahwa pengembangan perkebunan nanas di Kabupaten Sleman masih jauh dari kata maksimal. Mengingat potensi yang sangat besar perihal pengembangan nanas, pihaknya akan mencoba mengembangkan nanas lokal di Kaluraha.

Ia menjelaskan, salah satu kesalahan yang dilakukan petani di Sleman adalah jika menanam nanas hanya dibiarkan begitu saja. Akibatnya nanas lokal biasanya rasanya asam.

“Bibit nanas lokal semuanya bisa di kembangkan menjadi nanas lokal unggulan kecuali bibit nanas yang berduri. Nanas lokal unggulan ditanam secara semi organik dan tidak menggunakan pestisida jadi sangat aman untuk di konsumsi,” tambahnya di sela-sela acara Penanaman Bibit Pohon Nanas bersama perwakilan Kelompok Wanita Tani ( KWT ) dan Kelompok Tani se Kalurahan Lumbungrejo pada Rabu (10/7/2024)

Lebih lanjut dijelaskannya, nanas unggulan yang sedang dikembangkannya memiliki keunggulan dari nanas lokal lainnya, yaitu bisa tahan kering, tidak mengenal musim, rasanya lebih manis dari pada nanas madu, buahnya lebih besar, efisiensi lahan sangat tinggi dan harganya lebih jauh lebih mahal.

“Satu buah nanas lokal unggulan harganya sekitar per kilogram padahal bisanya satu tanaman buah nanas menghasilkan 5 sampai 6 kita rata-rata saja satu tanaman buah nanas lokal unggulan menghasilkan 3 Kg nanas, kemudian untuk lahan satu meter persegi bisa di tanami 5 tanaman buah nanas. Seandainya kita mempunyai 1000 meter persegi lahan, berarti kita bisa menanam 5000 nanas,” jelasnya.

Ia menambahkan secara efisiensi lahan juga sangat tinggi jika di bandingkan dengan tanaman padi, bisa mencapai 200%-300%. Jika dalam satu tahun padi panen 3 kali masih lebih jauh menguntungkan nanas lokal unggulan yang panen satu kali apalagi berbuahnya bisa di atur supaya tidak mengenal musim.

“Nanas lokal unggulan ini sangat cocok ditanam di Kalurahan Lumbungrejo apalagi terdapat sawah yang sulit airnya. Ini bisa di alihkan untuk menanam nanas lokal unggulan dan bisa mengangkat perekonomian masyarakat Lumbungrejo,”  tandasnya. (sbd_kimtempel)