Tingkatkan Kapasitasn, Anggota Karang Taruna Kalurahan Lumbungrejo Ikuti Pelatihan Public Speaking

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengadakan Pelatihan Public Speaking di Hotel Ramadha Yogyakarta selama 3 hari mulai Rabu (10/7/2024) sampai dengan Jum’at (12/7/2024). Pelatihan tersebut diikuti oleh 20 orang anggota Karang Taruna Dasa Eka Bhakti Kalurahan Lumbungrejo.

Mustadi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman , mengatakan program Public Speaking ini usulan dari Kalurahan melalui PUPM (Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat) saat melaksanakan Musyawarah Kalurahan ditahun 2023 silam lalu direalisasikan ditahun 2024 ini

“Pentingnya secara personal / organisasi kawan-kawan Anggota Karang Taruna Lumbungrejo ini membuat perubahan dan kemajuan dengan ketrampilan, kemampuan dan kemandirian untuk membantu membangun Kalurahan Lumbungrejo seperti yang dikatakan Bapak Lurah Misbah tadi, jadi tolong manfaakan betul kegiatan ini karena kegiatan ini adalah usulan dari Kalurahan artinya usulan dari kawan-kawan semua ,” kata Mustadi

Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hakim dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan pelatihan ini dan mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini, sangat membantu meningkatkan kapasitas anggota Karang Taruna Kalurahan Lumbungrejo

“Tentu saja kegiatan ini bisa menambah pengetahuan, skill/ketrampilan untuk kawan-kawan semua yang tergabung di Karang Taruna Kalurahan Lumbungrejo semakin bisa menggali potensi diri dan mengembangkan potensi diri  kawan-kawan di Kalurahan Lumbungrejo dengan baik,” tutur Misbah

Misbah juga menambahkan Karang Taruna adalah lembaga resmi yang dilindungi oleh Undang-undang untuk bersama Kalurahan memajukan Kalurahan Lumbungrejo untuk mewujudkan visi misi Lurah Lumbungrejo

“Ditahun ini kita anggarkan 27 jt untuk kegiatan Karang Taruna Lumbungrejo bisa untuk rapat kordinasi, turba (turun kebawah/ke padukuhan) pembinaan kepemudaan, makrab outbond dan kegiatan positif lainnya,” ujar Misbah.

“Harapan kami, silakan ajak dan rangkul karang taruna padukuhan yang mungkin belum aktif  agar aktif dan berjalan kembali dan gandeng teman-teman kita yang kurang mendapatkan perhatian untuk berkegiatan positif sesuai hobi dan minat masing-masing. Harapan kami dengan fasilitasi dari Kalurahan ini Karang Taruna Kalurahan Lumbungrejo dapat bersinergi dan berperan aktif untuk bersama memajukan Kalurahan Lumbungrejo dengan segala potensi yang ada,” pungkasnya.

Nurul Pikroh Dosen dan juga Praktisi Public Speaking ini menyampaikan materi Ketrampilan Dasar Public Speaking dan Metode Public Speaking. Sebelum menuju materi Nurul membuka pelatihan dengan game mengenali diri sendiri dari masing-masing peserta agar tercipta kepercayaan diri dalam diri setiap peserta

“Dasar Public Speaking adalah Percaya Diri, maka penting dari kita untuk mengenali diri sendiri agar mudah melakukan pemanasan dan persiapan sebelum melakukan public speaking,” kata Nurul. (Aiss_kimceria Lumbungrejo)




Nguras Umbul, Upaya Warga Mudal Jaga Kelestarian Mata Air

Sleman – Sebagai bentuk nguri-uri budaya, warga Dusun Mudal, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman melakukan tradisi Nguras Umbul, Ahad (7/7). Bagi warga Mudal, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan mata air.

Sesepuh Dusun Mudal Sumantoro mengatakan, bahwa Umbul Mudal ini spesial lantaran masih berada di wilayah perkotaan. Baginya, ini merupakan sebuah anugerah tersendiri, karena umumnya sumber air hanya muncul di lereng jurang, pegunungan, atau di sekitar pohon besar.

“Pohon di sekitar umbul kami tebang juga tidak masalah,” tuturnya.

Sumantoro menceritakan, bahwa mata air umbul ini pernah mati selama sebulan setelah dibersihkan lima tahun lalu. Menurutnya, ini disebabkan karena pasir di sekitar sumber air yang dibuang.

“Pasirnya ada sekitar lima bakul. Ketika dikembalikan, selang beberapa menit, airnya muncul lagi,” tambahnya.

Oleh sebab itu, ungkap Sumantoro, prosesi pembersihan umbul ini mesti dilakukan hati-hati. Karena, mata air yang muncul di permukaan ini sendiri memiliki debit 150-200 literper menit.

Ditambahkan Sumantoro, kini Umbul Mudal dialirkan ke 40 rumah sebagai sumber air tambahan. Disediakan pula kolam yang bebas digunakan untuk mandi.

“Tapi enggak boleh pakai sabun,” tambah Sumantoro.

Lebih lanjut Sumantoro menjelaskan, Umbul Mudal dibersihkan tiap satu minggu sekali. “Airnya mengandung garam jadi harus sering dikuras karena berkerak,” sebutnya.

Setelah adat Nguras Umbul ini selesai, terlihat beberapa orang turut mengambil air sekaligus mandi di kolam. Hal ini wajar dilakukan karena air dari umbul dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

Menurut Sumantoro, pihaknya bersama warga Mudal, akan terus berupaya melestarikan budaya di umbul sekaligus menjaga kelestarian mata air ini. Terlebih bagi warga sekitar yang ingin mendirikan bangunan. Agar berhati-hati dan tidak tidak merusak sumber air.

“Tanah di sekitar umbul ini sudah milik perorangan,” jelasnya.

Senada dengan Sumantoro, Ketua Panitia pelaksana Nguras Umbul Ari Setyawan menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud syukur dan pengingat untuk melestarikan alam.

“Banyak sumber air yang sudah rusak. Umbul ini mesti kita jaga,” katanya.

Guru SD Muhammadiyah Condongcatur itu juga menuturkan kegiatan ini turut diikuti dengan acara pagelaran jathilan. Selain itu, kirab budaya yang diakhiri dengan rebutan berkat dari gunungan dari hasil bumi dan jajanan.

“Semua antusias, dan berjalan lancar tanpa ada halangan. Alhamdulillah,” imbuh Ari. (Athiful/KIM Depok)




Warga Temuwuh Rintis Embung Bendo Tirto Jadi Destinasi Wisata Air dan Kuliner

Embung Bendo Tirto yang terletak di wilayah Padukuhan Temuwuh Kidul, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping merupakan sebuah destinasi wisata air dan kuliner yang baru dirintis oleh masyarakat setempat. Embung yang terletak di kawasan pedesaan yang asri dan dikelilingi oleh pemandangan alam memukau dengan udara sejuk dan segar, serta strategis karena dekat jalan raya nasional menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Dengan luas yang cukup besar, Embung Bendo Tirto memiliki daya tarik utama berupa waduk buatan yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi pertanian sekaligus sebagai tempat wisata air para wisatawan. Pengunjung dapat menikmati pemandangan yang indah sembari bersantai di tepi embung sambil menyantap makanan khas warga setempat maupun berperahu kecil di atas air yang tenang serta berswafoto.

Guna merealisasikan hal tersebut, masyarakat Temuwuh yang menggandeng komunitas relawan Kekandhangan Banyuraden, Komunitas TKD, Forum Pengurangan Risiko Bencana Kalurahan Balecatur, serta pengelola embung melaksanakan kegiatan bakti sosial pembersihan perairan seluas lima ratus meter persegi tersebut pada Selasa pagi (8/7/2024) dengan memunguti sampah dan mencabuti tanaman liar agar terlihat menarik bagi wisatawan sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal.

Menurut keterangan Firmansyah selaku Dukuh Temuwuh Kidul yang didampingi Ketua Komunitas Relawan Kekandhangan Banyuraden, dr. Bambang Edi Susyanto menyatakan rintisan destinasi wisata ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kalurahan Balecatur dan masyarakat setempat yang diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Upaya promosi terus kami lakukan melalui media sosial dan event-event lokal untuk menarik lebih banyak pengunjung. Dengan segala potensi yang dimilikinya, Embung Bendo Tirto diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata favorit di masa mendatang,” cetus Firmansyah.

Ke depan, di sekitar embung akan didirikan sejumlah warung makan dan kios bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menyajikan beragam menu hidangan khas lokal seperti nasi liwet, ikan bakar, dan sayur lodeh yang dibuat dari bahan-bahan segar hasil bumi setempat yang memberikan cita rasa otentik dan lezat. Nantinya para pengunjung dapat menciptakan pengalaman kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga mata.

Adapun pembangunan Embung Bendo Tirto dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu setahap demi setahap. Dengan dilakukannya pembersihan oleh warga bersama komunitas relawan Kekandangan diharapkan Embung Bendo Tirto menjadi bersih dan patut untuk dijadikan sebagai destinasi wisata air dan kuliner di wilayah Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping.

Selama ini air Embung Bendo Tirto tidak pernah kering dikarenakan pasokan air berasal dari tiga sumber mata air di sekitar Embung dan menyediakan spot-spot memancing yang strategis sehingga mendukung bagi para pengunjung yang memiliki kegemaran memancing ikan. Dengan berbagai fasilitas seperti toilet, area parkir yang luas, serta taman bermain bagi anak-anak maka Embung Bendo Tirto diharapkan menjadi destinasi yang cocok untuk wisata keluarga maupun acara komunitas yang secara simbolis ditandai dengan pelepasan tiga ekor burung perkutut oleh pemangku wilayah.

Pelepasan burung perkutut dalam acara bakti sosial pembersihan embung tersebut memiliki makna simbolis yang dalam lantaran burung perkutut sering dianggap sebagai simbol perdamaian, kebebasan, dan harmoni dengan alam. Sedangkan dalam konteks pembersihan embung, pelepasan burung ini melambangkan niat baik untuk menjaga lingkungan dan menciptakan ekosistem yang bersih dan sehat, serta sebagai doa dan harapan agar alam kembali bersih dan damai yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Perangkat Daerah di Sleman Diminta Terapkan Standar Keamanan Siber

Sleman – Keamanan siber harus menjadi isu prioritas mengingat teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu pendukung kanal pelayanan publik. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro saat Forum SPBE dan Smart City di Hotel Alana, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Selasa (9/7/2024).

Dalam revolusi industri 4.0 digitalisasi akses informasi terbuka selama 24 jam setiap harinya. Kejahatan siber tentunya juga mengancam data pemerintah daerah dari resiko kejahatan siber karena memanfaatan aplikasi di berbagai gawai.

“Oleh karena itu, saya ingatkan kepada setiap perangkat daerah untuk melakukan penerapan standar keamanan di masing-masing perangkat daerah. Pastikan kelayakan keamanan siber secara efektif dan efisien,” kata Eka.

“Potensi resiko ini perlu kita waspadai dan cegah mengingat layanan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) sangat strategis karena mampu memberikan pelayanan publik yang lebih efisien, transparan dan responsif sesuai kebutuhan masyarakat atau negara,” imbuhnya.

Senada dengan Eka, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Noor Hidayati Zakiyah Pramulani menyampaikan bahwa melalui Forum SPBE dan Smart City ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai aspek keamanan gawai dan data pribadi. Mengusung tema Keamanan Informasi di Dunia Siber, Forum SPBE dan Smart City menekankan kepada potensi resiko yang ditawarkan oleh berbagai kemudahan internet dalam menyimpan dan memberikan informasi.

“Dalam Forum SPBE dan Smart City ini akan diajarkan bagaimana cara melindungi perangkat gawai dari malware, mengenali tanda-tanda penipuan online, serta langkah-langkah apa saja yang dapat kita ambil untuk mengamankan data pribadi kita,” ujar Noor Hidayati.

Shinta Irawati dari PT Telkom WITEL Yogyakarta yang bertindak sebagai narasumber mengatakan pengguna internet di Indonesia total 66,5% dari jumlah penduduk sebanyak 276,4 Juta dengan penggunaan sosial media aktif dengan total 49,9%.

“Hal ini mengundang berbagai pola kejahatan siber seperti pengambilan data identitas diri, penyalahgunaan data diri, hingga pemerasan,” ungkap Shinta.

Sedangkan Dyan Galih, Web & Mobile Security Enthusiasth mengatakan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan data pribadi.

“Selalu gunakan two-way authentication untuk mengamankan data kita,” tukas Galih.

Galih menambahkan untuk meyakinkan diri bahwa data diri aman di internet bisa menggunakan beberapa portal terpercaya di internet.

“Jika ingin mengetahui data kita bocor atau tidak bisa menggunakan portal dengan memasukkan email yang ingin diperiksa. Dan jika sudah terjadi kebocoran data bisa lapor ke portal atau ,” tutup Galih.




Pemkal Condongcatur Gelar Sosialisasi Pengelolaan Posyandu

Sleman – Kalurahan Condongcatur Kapanewon Depok Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Posyandu yang dan menghadirkan Bidang Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Selasa (9/7).

Kegiatan yang diselenggarakan di Wacana Loka Kalurahan Condongcatur ini hadiri oleh Kader Kalurahan Condongcatur dan dibuka oleh Kamituwo Condongcatur Al-Thouvik Sofisalam.

Dalam sambutannya Al-Thouvik berharap, seluruh posyandu di Kalurahan Condongcatur nantinya mampu memberikan pelayanan seluruh sasaran siklus hidup masyarakat.

“Posyandu ini dibentuk atas prakarsa Pemerintah Kalurahan dan masyarakat Condongcatur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Al-Thouvik menjelaskan terkait hubungan kerja posyandu dengan kelembagaan desa dan lembaga lainnya yang ada di Kalurahan Condongcatur.

“Posyandu sebagai salah satu jenis LKK merupakan wadah aspirasi dan partisipasi merupakan mitra Pemerintah Kalurahan melaksanakan pelayanan di bidang kesehatan dan layanan sosial lainnya,” ungkapnya.

Posyandu, ujarnya, mengusulkan program dan kegiatan kepada Lurah, dan melaksanakan koordinasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Di sini, Pemerintah Kalurahan wajib melakukan penataan, pemberdayaan dan pendayagunaan Posyandu dalam membantu pelaksanaan fungsi dan tugas Lurah khususnya di bidang kesehatan,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Al-Thouvik, LKK adalah mitra Posyandu, yang senantiasa berkoordinasi untuk menjalankan tugas sebagai wadah partisasi dan aspirasi sebagai mitra Pemerintah Desa dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat. (Lidya Agustina/KIM Depok)