BP4 Wilayah III Seyegan Fasilitasi Gapoktan Untuk Usulan RDKK Tahun 2025

Sleman – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah III Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kapanewon Seyegan, memfasilitasi penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) menjadi landasan bagi perencanaan kegiatan tanam untuk satu tahun ke depan (2025) khususnya bagi petani sawah.
Kegiatan yang berlangsung di RM Gendhuk Wulan Margodadi pada Selasa (9/7/2024)tersebut dihadiri oleh Kepala BP4 Wilayah III Seyegan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan ketua Poktan (Kelompok Tani) yang ada di 5 Kalurahan se wilayah Seyegan.
Dihadapan kurang lebih 75 peserta, Nurhayati, Kepala BP4 Wilayah III Seyegan langsung memimpin sendiri Evaluasi penyusunan RDKK tahun 2025.
“Hal ini dirasa perlu karena ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berkaitan dengan pengadaan pupuk bersubsidi,” ujarnya.
Hasil temuannya adalah 400 petani di wilayah Seyegan yang tidak menebus pupuk bersubsidi. Hal ini terjadi dalam kurun waktu 3 tahun yaitu mulai tahun 2022 sampai dengan 2024.
“Temuan ini menjadi peringatan mengingat kalau sampai dengan tahun 2024 ini tidak diserap, maka petani yang bersangkutan akan di “black list” oleh sistem dan pada tahun 2025 tidak akan mendapatkan pupuk bersubsidi,” ungkap Nurhayati.
“Hal ini bisa saja terjadi yang disebabkan oleh petani tidak menjadi petani penggarap lagi, meninggal dunia dan jumlah pupuk subsidi yang sedikit jadi enggan untuk menebusnya,” imbuhnya.
Dengan kondisi tersebut, Nurhayati menyarankan untuk mengeluarkan petani yang bersangkutan dari RDKK sehingga tidak mengganggu.
Nurhayati memberi laporan mengenai luasan lahan sawah yang ada di wilayah Seyegan yang mencapai 1055,91 Ha. Luasan tersebut tersebar di 5 Kalurahan dengan rincian : Margoagung (208,26 Ha), Margodadi (245,82 Ha), Margoluwih (207,73 Ha), Margokaton (217,22 Ha) dan Margomulyo (176,88 Ha). Sedangkan jumlah petani yang tidak menebus pupuk bersubsidi pada tahun 2022 berjumlah 405 petani, tahun 2023 berjumlah 404 petani dan tahun 2024 ini berjumlah 403 petani.
Hal teknis lain yang perlu mendapat perhatian adalah pencocokan data, pemantauan saluran, pemeliharaan selokan.
“Hal ini perlu dilakukan karena dampak dari pembangunan jalan Tol yang mengakibatkan beberapa kendala dan kerusakan,” tukas Nurhayati.
Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan diakhiri dengan diskusi kelompok yang masing masing Kalurahan berkumpul menjadi satu kelompok yang difasilitasi oleh PPL Kalurahan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



