PPS Sumberagung Terima Laporan Coklit Minggu Kedua

Sleman – Sesuai kententuan yang berlaku bahwa setiap Pantarlih harus melaporan hasil Pencocokan dan Penelitian ( Coklit) Data Pemilih setiap minggu sekali kepada PPS. Sejak dilantiknya menjadi Pantarlih, maka Senin (8/7/2024) sudah memasuki minggu ke 2.

Untuk itu Panitia Pemungutan Suara ( PPS) Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman juga menerima Laporan Coklit dari Pantarlih. Laporan dilakukan pada hari Senin (8/7/2024) mulai pukul WIB – WIB di aula Kalurahan setempat.

Ketua PPS Sumberagung Riyang Gati mengungkapkan bahwa Sumberagung terdiri dari 21 Padukuhan. Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2024 terbagi ke dalam 21 tempat Pemungutan Suara ( TPS),   dan memerlukan 30 Pantarlih.

“Sesuai yang tercantum dalam A-DP pemiihnya berjumlah ,” imbuhnya.

Hasil laporan Pantarlih telah dapat melakukan Coklit 55% dari A-DP, yang 45 % dapat terselesaikan dalam 2 pekan ke depan.

“Walau masa tugas Pantarlih berakhir pada tanggal 25 Juli 2024, tetapi kami berharap kepada Pantarlih dapat menyelesaikan tugasnya pada 3 hari sebelum berakhir, sehingga kalau ada kekeliruan masih ada waktu untuk memperbaiki,” kata Riyang Ketua PPS Sumberagung.

Ketua PPK Moyudan Agung Wahyudi saat melakukan monitoring laporan Coklit di Sumberagung menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Pantarlih yang sudah bekerja sesuai tahapan.

“Semoga para Pantarlih dapat bekerja secara optimal dengan hasil yang maksimal, serta menemui kendala  yang minimal,” ungkapnya. (Giek – KIM Moyudan)




Dinsos Sleman Berdayakan Penyandang Disabilitas dengan Pelatihan Tata Boga

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerja sama dengan LKP Jogja Tourism Training Centre (JTTC) menggelar Pelatihan Tata Boga untuk Penyandang/Keluarga Disabilitas Kapanewon Depok, bertempat di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok. Kegiatan diselenggarakan slama 4 hari dari 8-11 Juli 2024.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada Kapanewon Depok dan Dinas Sosial kabupaten Sleman yang telah memberikan Program kegiatan Pelatihan Tata Boga kepada penyandang / keluarga Disabilitas sebagai bentuk pemberdayaan dengan bekal ilmu pengolahan makanan untuk diaplikasikan sehingga dapat membantu ekonomi keluarga

“Diharapakan para peserta dapat mengikuti pelatihan sampai selesai, dimanfaatkan dengan baik dan semoga ada keberlanjutan dari pelatihan di tahun depan agar bisa mengembangkan kemampuannya,” ucapnya saat membuka pelatihan bersama Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Kapanewon Depok, TKSK Kapanewon Depok dan LPK JTTC  di ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur, Senin (8/7/2024).

Kepala Bidang  Rehabilitasi Sosial Dinsos Sleman, Fahmi Khoiri, mewakili Kepala Dinas menyampaikan bahwa peserta sebanyak 10 orang dari penyandang atau keluarga penyandang disabiltas di wilayah Kapanewon Depok selama 4 (hari) dengan praktek  di Posko Bersama (Dapur Umum) Condongcatur yang akan dibimbing oleh LPK JTTC

“Usaha nantinya bisa mandiri atau kelompok, diutamakan kualitasnya, untuk bisa memaksimalkan pelatihan diharapkan peserta aktif langsung bertanya kepada instruktur tentang materi pelatihan apa yang belum dipahami agar langsung dipraktekkan,“ ungkapnya.

Ditambahkan Fahmi bahwa pada akhir pelatihan nanti akan diberikan peralatan memasak seperti 1 set kompor gas dan Mixer kepada setiap kelompok.

“Selain itu, juga telah disiapkan rool  banner sehingga usai  pelatihan jika akan mengikuti pameran semua sudah siap ikut meramaikan kegiatan pameran makanan dan lainnya,” tambahnya.

Sementara Kepala Jawatan Kapanewon Depok, Isti Fajaroh, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan PUPM tahun 2023 usulan 2024 untuk peningkatan ketrampilan keluarga disabilitas yang mampu membuat usaha sendiri maupun secara kelompok untuk peningkatan kesejahteraan keluarga

“Semangat untuk mengikuti pelatihan selama 4 hari, paling tidak dapat memproduksi sendiri untuk harapan ke depan bisa menjadi usaha mikro dan bisa masuk forum UMKM Kapanewon Depok sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga para peserta dari penyandang disabilitas,” ucapnya. (Wasana/KIM Depok)




Sambut Tahun Baru Hijriah, Masjid Al-Kautsar Adakan Jalan Sehat dan Aksi Donor Darah

Sleman – Jamaah Masjid Al Kautsar Mrincingan Padukuhan Jumeneng Margomulyo, menggelar acara tahunan yang berupa jalan sehat keluarga dan aksi donor darah, Minggu (7/7/2024). Kegiatan rutin yang diadakan dalam menyambut tahun baru 1446 Hijriah tersebut sudah menjadi agenda rutin bagi jamaah Masjid Al Kautsar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Mulyono, Takmir Masjid Al Kautsar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilandasi oleh   filosofi hijrah Nabi Muhammad SAW yang mengadakan perjalanan jauh dari Makkah-Madinah untuk menuju keadaan yang lebih baik.

“Jalan sehat adalah napak tilas hijrah Nabi”, demikian tutur Mulyono. 

Dalam kesempatan itu pula, Mulyono juga menyampaikan rangkaian acara yang lain yaitu santunan anak yatim-piatu yang berjumlah 6 anak dan aksi donor darah. Dibagian akhir , Muiyono mengucapkan terima kasihnya kepada jamaah, warga dan donatur yang telah membantu pelaksanaan kegiatan yang berjalan dengan khidmat tersebut.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang hadir didampingi Dimas-Diajeng Kabupaten Sleman sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan dengan swadaya masyarakat ini.  Aksi Jamaah Masjid  Al Kautsar yang punya kepedulian dengan aksi donor darah dan santunan kepada yatim piatu ini perlu dicontoh oleh kelompok lain.

Kustini juga berpesan kepada jamaah Masjid dan masyarakat luas yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk meningkatkan kepedulian dengan sesama dan menjalin keakraban warga dengan even olah raga termasuk jalan sehat yang sedang dilaksanakan ini.

Pada kesempatan tersebut, Kustini juga ikut memberikan support berupa doorprize bahan batik untuk peserta jalan sehat. Pada kesempatan itu, Kustini berkenan mengibarkan bendera start untuk kegiatan jalan sehat yang diikuti ratusan warga Mrincingan tersebut.

Kegiatan Gerak jalan yang memakan waktu 1 jam tersebut setelah sampai di finish, peserta disuguhi pentas aksi anak Mrincingan dalam gerak dan lagu. Disela-sela kegiatan tersebut diundi juga nomor peserta yang mendapat doorprize dari panitia.

Aksi donor darah sendiri bekerjasama dengan PMI Sleman dan dimulai pada pukul wib. Sebanyak 30 warga masyarakat mendaftar sebagai pendonor, namun yang memenuhi syarat hanya 17 orang. Suharyanto dari PMI Sleman menjelaskan, rata-rata warga yang mendaftar sebagai donor, setelah diperiksa ternyata tidak memenuhi syarat dikarenakan Hb rendah, tekanan darah rendah, mengkonsumsi obat rutin, kurang tidur dan usia lebih dari 60 tahun.

Di Mrincingan sendiri animonya sangat bagus terlebih generasi muda banyak yang semangat ikut dalam kegiatan donor darah.

Mulyono yang menjadi peserta donor darah itu, juga menginformasikan bahwa kegiatan donor darah yang diprakarsai oleh jamaah Masjid Al-Kautsar sendiri dilaksanakan 2 kali dalam satu tahun. Selain dalam rangka tahun baru hijriah, juga di bulan Ramadhan yang dilaksanakan pada malam hari setelah sholat tarawih.

Kegiatan positif sebagai usaha dakwah yang dilakukan jamaah Masjid Al Kautsar ini akan tetap dilestarikan dan harapannya mendapat  dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan stakeholder yang berwenang, demikian Mulyono mengakhiri penjelasannya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pemerintah Caturtunggal Gelar Evaluasi Pemetaan Wilayah Adminduk

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Hasil Pemetaan Wilayah Administrasi Kependudukan Kalurahan Caturtunggal pada Senin (8/07). Acara ini berlangsung di Ruang Karang Tumaritis Kantor Kalurahan Caturtunggal dan dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Caturtunggal diwakili oleh Kepala Urusan Tata laksana, Dukuh Caturtunggal, serta Kader Adminduk Caturtunggal.

Kegiatan evaluasi pemetaan ini bertujuan untuk menyajikan data tentang kondisi wilayah serta perkembangan penduduknya secara umum di Kalurahan Caturtunggal.

Para kader adminduk telah melakukan pendataan yang komprehensif terhadap wilayah adminduk di Caturtunggal sejak bulan Juni. Pendataan ini melibatkan pengumpulan data detail tentang kondisi wilayah, yang kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran yang akurat dan terkini.

Kaur Tata Laksana, Bambang Harjati Susetyo dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data akurat dan terkini.

“Data hasil pemetaan ini tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan administrasi kependudukan, tetapi juga untuk keperluan lainnya yang memerlukan informasi tentang kondisi wilayah dan perkembangan penduduk di Caturtunggal,” ungkap Bambang.

“Harapannya warga masyarakat dapat mengakses data ini untuk berbagai kebutuhan umum,” imbuhnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan dan pengembangan wilayah Kalurahan Caturtunggal di masa mendatang. (oktaviana/KIM Depok)




Tingkatkan Kapasitas UMKM dengan Program Desa Preneur

Sleman – Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo bersama Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pelatihan Desa Preneur Tahap Pengembangan Model K45PAK di Aula Lantai 2 Kantor Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Sleman. Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 3 hari dari Senin (8/7/2024) sampai Rabu (10/7/2024) ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM dari Lumbungrejo, Tempel.

Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo sangat mendukung penuh dengan harapan kemajuan para pelaku UMKM di Kalurahan Lumbungrejo bisa semakin bagus dalam hal pemberdayaan perekonomian.

“Kami berharap kedepan para pelaku UMKM yang tergabung di Desa Preneur semakin bisa mengembangkan bisnis usaha mereka. Selain itu juga bisa memanfaatkan potensi di Kalurahan Lumbungrejo dengan baik,” ujarnya, Senin (8/7/2024).

Ratna Listiyani, Sub Koordinator Layanan Kewirausahaan Baru Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan program Desa Preuneur dibangun dengan empat konsep. Konsep yang sekarang digunakan adalah model K45PAK atau Kiblat Papat Limo Pancer Adiluhung Kawentar. Selain menyasar desa/kalurahan, program ini juga telah dijalankan di tingkat kampung/perkotaan.

“Kami fokus pada penumbuhan dan pembinaan secara umum, tidak hanya dari kelembagaan, tetapi kapasitas usaha UMKM dan sinergi dengan pemerintah kalurahan,” kata Ratna.

Pemateri pertama adalah Dr. Duddy Roesmara Donna yang juga sebagai Konseptor K45PAK menyampaikan materi tentang Managemen Pemasaran Global. Dengan model usaha ini secara umum berusaha mengangkat potensi dan kearifan lokal kalurahan untuk memenuhi rantai pasok kebutuhan masyarakat setempat.

K45PAK atau Kiblat Papat Limo Pancer Adiluhung Kawentar secara harfiah bermakna empat kiblat dan empat pilar dengan satu pancar atau pusat. Empat pilar itu dimulai dari global value, local wisdom, local suplay chain, dan global marketing. Semua itu harus dalam satu pancar yakni community development.

“Konsep ini didesain dan diadopsi oleh desa preuneur dengan basis potensi lokal. Kami memang masih berproses. Artinya ini masuk tahun ketiga dan ada Kalurahan yang masuk tahap penumbuhan, ada yang pengembangan dan maju,” kata Duddy

Sebagai pemateri kedua, Cahyo Budi Nugroho menyampaikan materi tentang Branding. Pada hari ini peserta diajarkan cara membuat slogan untuk produk mereka masing-masing.

“Salah satu masalah UMKM itu mereka bisa produksi tapi tidak semua yang bisa jual, makanya kami perbaiki dengan menciptakan brand terhadap produk tersebut.” ungkapnya.

Menurut Cahyo, model bisnis K45PAK diharapkan bisa mengurai permasalahan yang selama ini masih jadi pekerjaan rumah yakni kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan pendapatan atau ekonomi.

“Harapannya wirausaha ini bisa jadi pemecahan masalah dengan lapangan kerja, omzet danbpendapatan bertambah dan kemiskinan serta ketimpangan desa dan kota bisa berkurang,”  pungkasnya.(sbd_kimtempel)