Saring Bibit Atlet Baru, Condongcatur Gelar Turnamen Tenis Meja

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama PTM MMC (Persatuan Tenis Meja Manukan Motor Cub) menyelenggarakan turnamen tenis meja Lurahe Condongcatur Cup V bertempat di GOR Condongcatur, pembukaan Dilaksanakan oleh Lurah Condongcatur Minggu (7/7/2024).

Menurut Ketua Panitia Budi Sanyata  yang juga anggota DPRD Sleman, tenis meja ini diikuti oleh 30 team dan 160 atlet tenis meja yang berasal dari wilayah DIY dan Jateng dan memperebutkan juara I, II dan III bersama, dengan total Hadiah 4 juta

“Ini merupakan turnamen Lurah Condongcatur Cup yang ke-5 kalinya digelar dan keluar sebagai juara adalah klub tuan rumah, PTM MMC, Pertandingan dimulai pada jam WIB dan selesai sampai pukul WIB,” jelasnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengapresiasi kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin setiap tahun ini.

“Semoga akan menghasilkan bibit-bibit atlet baru yang nantinya bisa berlaga di tingkat daerah ataupun nasional,” ungkapnya. (Wasana/KIM Depok)




Peringatan Puncak HLH se-Dunia, Bupati Sleman Ingatkan Upaya Kelestarian Lingkungan

Sleman – Untuk menangani sampah, terutama sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga, masyarakat diminta turut berpartisipasi secara aktif. Hal ini diungkapkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2024 di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (5/7). 

“Masyarakat dapat melakukan pemilahan sampah secara mandiri di rumah masing-masing agar memudahkan pengelolaan sampah dengan cara 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle,” kata Kustini.

Kustini menambahkan, partisipasi dan peran aktif masyarakat dapat dilakukan dengan memilah dan mengolah sampah organik secara mandiri dari rumah masing-masing.

“Sehingga total produksi sampah organik di Sleman yang mencapai sekitar 81,4 ton perhari dapat diolah secara mandiri di rumah menjadi kompos dan eco-enzim sebagaimana yang kita lakukan hari ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kustini mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup ini merupakan momentum untuk mendorong kesadaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya upaya melindungi kelestarian lingkungan hidup.

“Upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup dapat dimulai dari cara sederhana serta dimulai dari diri sendiri dan dilakukan saat ini juga,” katanya.

Alumnus UIN Sunan Kalijaga itu juga mengatakan, upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan pada saat ini semakin penting untuk kita lakukan, sehingga seluruh masyarakat Sleman diharapkan untuk mulai dari cara sederhana yakni dimulai dari kesadaran diri sendiri.

“Yang dapat dilakukan saat ini di antaranya meminimalkan penggunaan plastik, mengolah sampah secara mandiri, menanam pohon di sekitar lingkungan kita, serta menggunakan produk yang ramah lingkungan dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Ephipana Kristiyani mengatakan tujuan penyelenggaraan Puncak Peringatan HLH se-Dunia adalah sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan hidup serta media edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan lingkungan hidup.

Ditambahkan oleh Ephipana, bahwa rangkaian Peringatan HLH Sedunia Tahun 2024 dimulai dengan uji emisi kendaraan bermotor, refleksi peringatan HLH Sedunia, kampanye peduli lingkungan, pelaksanaan program kali bersih, sosialisasi pengelolaan sampah mandiri kepada masyarakat.

Kemudian, ujar Ephi, sapaan akrabnya, dilanjutkan dengan pemberian bibit tanaman dan sarana prasarana pengelolaan persampahan kepada kelompok masyarakat, evaluasi kampung hijau dan program kampung iklim tingkat Kabupaten Sleman, latihan Krida Saka Kalpataru, upaya konservasi keanekaragaman hayati, serta edukasi ke sekolah dengan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah.

“Harapan kami bahwa upaya melestarikan lingkungan dapat kita wujudkan dengan tindakan-tindakan yang sederhana salah satunya adalah mulai kurangi penggunaan plastik dalam aktivitas keseharian kita,” katanya.

Acara tersebut turut dihadiri secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa didampingi Forkopimda Kabupaten Sleman dan jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemkab Sleman.

Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kelestarian lingkungan salah satunya pembuatan seribu liter Eco Enzyme, penyerahan bantuan bibit tanaman, serta penyerahan bantuan sarana pengelolaan sampah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman juga sekaligus menyerahkan penghargaan kepada prestator dari padukuhan, kalurahan dan OPD yang berperan aktif dan berinovasi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. (Athiful/KIM Depok)




Pemerintah Kabupaten Sleman Sabet Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar 2024

Sleman – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudistek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen), menyelenggarakan Anugerah Merdeka Belajar di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jumat (5/7). Kegiatan ini adalah tahun kedua Anugerah Merdeka Belajar digelar setelah tahun pertama sukses diselenggarakan.

Anugerah Merdeka Belajar merupakan apresiasi yang diberikan kepada pemerintah daerah yang berkomitmen dan membuat aksi nyata dalam melakukan peningkatan kualitas pendidikan. Pada kesempatan tersebut, berbagai capaian implementasi gerakan Merdeka Belajar di seluruh Indonesia mendapatkan pengakuan dan apresiasi.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya mengungkapkan, selama lima tahun gerakan Merdeka Belajar berjalan, telah terjadi perubahan mendasar termasuk berbagai praktik baik pendidikan di seluruh Indonesia.

Semua itu, terang Nadiem merupakan dorongan dari banyak pihak, termasuk pemerintahan daerah, dan hal tersebut membuktikan Merdeka Belajar yang merupakan esensi filosofi pendidikan dari Ki Hadjar Dewantara telah menjadi gerakan bersama.

“Saya ingin menyampaikan selamat kepada Ibu dan Bapak kepala daerah yang telah memperoleh penghargaan Anugerah Merdeka Belajar. Seperti tahun sebelumnya, Anugerah Merdeka Belajar 2024 ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada pemerintah daerah yang terus mengupayakan perwujudan sekolah yang kita cita-citakan melalui transformasi sistem pendidikan,” kata Mendikbudristek Nadiem, saat memberikan sambutan.

Pada puncak penghargaan Anugerah Merdeka Belajar 2024, Pemerintah Kabupaten Sleman berhasil menyabet tiga Anugerah Pendidikan Kategori Utama yang didapatkan dari lima penilaian wujud nyata transformasi pendidikan di tingkat Pemerintah Kabupaten yang terbagi dalam lima kategori, yaitu 1) Transformasi Pembelajaran, 2) Transformasi SDM Pendidikan, 3) Transformasi Pengelolaan Pendidikan, 4) Transformasi Anggaran Pendidikan, dan 5) Transformasi Pengelolaan Program Indonesia Pintar.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyerahkan penghargaan langsung kepada Bupati Sleman, yang dalam kesempatan tersebut diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana.

Ery mengatakan, bahwa spresiasi ini didedikasikan atas upaya dan komitmen komprehensif mendukung implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar dan dalam mendorong proses transformasi satuan pendidikan agar tercipta layanan pendidikan yang berkualitas menuju terwujudnya Generasi Indonesia Emas di tahun 2045.

Dalam kesempatan sebelumnya, Ery mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah berhasil meraih dua dari lima kategori penilaian tersebut.

“Penghargaan pertama yang diperoleh yaitu pada kategori Transformasi SDM Pendidikan yang diserahkan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Luluk Suryani,” ungkapnya.

Apresiasi ini, ujar Ery, diberikan kepada Kabupaten Sleman sebagai salah satu Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah mendorong proses pengangkatan Guru Penggerak menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah sebagai garda terdepan proses transformasi pendidikan Indonesia di Satuan Pendidikan.

“Begitu pun dengan upaya Kabupaten Sleman dalam mendorong aktivasi komunitas belajar, baik itu dalam instansi satuan pendidikan atau antarsatuan pendidikan yang telah memberi dampak meningkatkan kualitas SPM Literasi dan Numerasi di Kabupaten Sleman selama dua tahun berturut-turut,” lanjutnya, bangga.

Penghargaan kedua yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, cerita Ery, pada kategori Transformasi Pengelolaan Pendidikan yang diserahkan oleh Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Anindito Aditomo.

“Apresiasi ini dianugerahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai salah satu Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah menunjukkan komitmen dalam pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan tingkat Kabupaten, juga tim pencegahan dan penanganan kekerasan tingkat Satuan Pendidikan, disertai dengan dukungan aksi nyata pencegahan kekerasan di satuan pendidikan,” ungkapnya.

Ditambahkan Ery, bahwa selain itu juga berkomitmen dalam mendorong proses penyelenggaraan perencanaan dan penyediaan regulasi PPDB yang transparan, obyektif, dan akuntabel, serta peningkatan Angka Partisipasi Sekolah atau APS.

“Di mana hal-hal tersebut telah menjadi pendorong peningkatan indeks SPM Literasi, Numerasi, Iklim Keamanan Sekolah, Iklim Kebhinekaan, dan Iklim Inklusivitas di Kabupaten Sleman dalam dua tahun terakhir,” imbuhnya. (Athiful/KIM Depok)




Lailatul Ijtima Perkuat Iman dan Taqwa Muslimat NU Banyuraden

Dalam rangka memperingati peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Medinah yang menjadi titik awal penanggalan hijriah serta mempererat tali persaudaraan sesama umat Islam, maka Pimpinan Ranting Muslimat Nahdlatul Ulama Kalurahan Banyuraden menggelar kegiatan pengajian lailatul ijtima peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1446 Hijriyah yang berlangsung di Mushola Al-Ikhlas Modinan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Minggu malam (7/7/2024).

Kegiatan keagamaan yang ditujukan untuk memperkuat iman dan taqwa umat Islam ini mengajak para jama’ah memperdalam pemahamannya tentang ajaran agama, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkokoh hubungan dengan Allah SWT melalui kajian-kajian yang disampaikan ustadzah sehingga dapat mencerahkan dan memotivasi umat Islam dalam menjalani hidup dengan lebih baik sesuai dengan tuntunan agama.

Pengajian yang dihadiri oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman menghadirkan penceramah Nyai Hj. Fathimatuzzahro selaku pengasuh Pondok Pesantren Fathimiyyah yang terletak di wilayah Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman dengan mengangkat tema perkara yang diutamakan di dunia dan keutamaan sholat berjama’ah.

“Peringatan peristiwa penting ini tidak hanya sekedar mengenang sejarah, namun juga mengambil hikmah dan pelajaran dari perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya dalam menegakkan Islam. Sehingga pengajian ini menjadi momen refleksi bagi umat Islam untuk memahami makna hijrah dalam konteks kehidupan modern dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” terang Hj. Fathimatuzzahro dihadapan 200 jama’ah yang hadir.

Menurutnya, pengajian lailatul ijtima merupakan ajang untuk berkumpul, berbagi ilmu dan saling menguatkan dalam kebaikan dalam suasana yang penuh kebersamaan sehingga diharapkan dapat membentuk masyarakat yang lebih solid, harmonis dan selalu berpegang teguh pada ajaran Islam dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.

Tujuan melakukan tholabul ilmi atau menuntut ilmu yang merupakan salah satu perkara yang utama selama masih hidup di dunia selain untuk meningkatkan keimanan dan pemahaman mengenai ajaran agama demi mendapatkan ridha dan berkah dari Allah SWT yaitu memperbaiki kualitas hidup umat Islam. Karena dengan menguasai ilmu maka seseorang dapat mengembangkan keterampilan, memperoleh pekerjaan yang baik, dan berkontribusi positif terhadap masyarakat.

“Ilmu pengetahuan membantu umat Islam untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai khalifah di bumi dengan lebih efektif dan adil. Ilmu juga mendorong inovasi dan kemajuan yang memungkinkan umat Islam untuk menghadapi tantangan zaman dengan lebih siap dan mampu,” cetus Hj. Fathimatuzzahro.

Di akhir pengajian, Ia menyebutkan dengan melaksanakan sholat berjama’ah lima waktu memberikan kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan nasehat dari imam, memperkuat disiplin dalam menjalankan ibadah, serta akan mendatangkan keberhasilan dan kebahagiaan tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Tim Formatur FKIM Sembada Bentuk Kepengurusan Periode 2024 – 2029 

Seiring akan berakhirnya masa bakti kepengurusan Forum kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman pada 17 Juli 2024 maka Tim Formatur pembentukan pengurus FKIM Sembada periode 2024 – 2029 menyelenggarakan rapat koordinasi yang ditujukan untuk menyusun struktur organisasi yang solid dan efektif di Ruang Rapat Lantai II Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Jumat siang (5/7/2024).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Tim Formatur, H. Suripto dan dipandu Sekretaris Forum KIM Sembada, Adnan Iman Nurtjahjo dihadiri perwakilan dari Kelompok Informasi Masyarakat tingkat kapanewon se-Kabupaten Sleman guna menentukan mekanisme sekaligus pembentukan kepengurusan forum lima tahun mendatang.

Mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Forum Kelompok Informasi Sembada maka posisi-posisi penting yang dibutuhkan adalah Ketua, Sekretaris, Bendahara yang dilengkapi bidang-bidang yang relevan. Struktur organisasi yang jelas akan membantu Forum KIM dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, memastikan bahwa setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang terdefinisi dengan baik.

“Dengan terbentuknya kepengurusan Forum KIM yang baru diharapkan komunikasi dan kerjasama antar Kelompok Informasi Masyarakat se-Kabupaten Sleman dapat lebih terorganisir dan terarah sehingga informasi yang disebarkan kepada masyarakat bisa menjadi lebih akurat, cepat dan merata,” ucap H. Suripto.

Lebih lanjut, koordinasi yang baik antar Kelompok Informasi Masyarakat juga akan membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi di berbagai wilayah dan merancang strategi penyebaran informasi yang efektif, termasuk merancang program kerja forum yang mencakup pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi para anggotanya.

Dari hasil musyawarah Tim Formatur telah diputuskan pengurus inti Forum Kelompok Informasi Masyarakat Sembada Kabupaten Sleman periode 2024 – 2029 yaitu Adnan Iman Nurtjahjo Amir (Ketua I), H. Suharno (Ketua II), Sutarto Agus Raharjo (Sekretaris I), Athiful Khoiri (Sekretaris II), Andriyani (Bendahara I), serta Kusnadi Priyono (Bendahara II) yang dilengkapi dengan bidang-bidang yang dibutuhkan guna membentuk jaringan dan kemitraan dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah dan lembaga lainnya dalam mendukung kegiatan forum serta memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tepat sasaran dan bermanfaat. 

Selain harus mampu mengembangkan jaringan informasi yang lebih luas dan efektif di seluruh wilayah Kabupaten Sleman, Pengurus yang baru diharapkan dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal sehingga dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi yang relevan dan bermanfaat, serta mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya literasi digital agar informasi yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan bersama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)