Margomulyo Gelar Muskal Dalam Rangka Penyusunan RKPKal 2025

Sleman – Bertempat di gedung Serba Guna Kalurahan Margomulyo, Badan Permusyawaratan Kalurahan ( BPKal) Margomulyo menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) tahun 2025, Jum’at (5/7/2027),
Kegiatan menghadirkan 80 undangan dari unsur Pamong, BPKal, Lembaga, tokoh masyarakat, Pendamping Kalurahan. Hadir juga dalam kegiatan Muskal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Panewu Seyegan, Kepala Puskesmas Seyegan dan Babin/Babinkamtibmas.
Supriyadi, Ketua Panitia Muskal dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang rutin dilaksanakan ini merupakan pencermatan dari RPJMKal tahun 2022 – 2027.
“Harapannya kegiatan yang di breakdown dalam RKPKal 2025 bisa mencerminkan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sarjono, Ketua BPKal Margomulyo menyampaikan bahwa Muskal yang diadakan malam itu merupakan tahapan proses penyusunan APBKal dan telah melalui kegiatan musdus (musyawarah Padusunan) yang dikemas dalam kegiatan jaring aspirasi.
Hal serupa juga disampaikan oleh Eko Puji Mulyanto selaku Lurah Margomulyo, bahwa dalam Muskal nanti akan dilakukan pencermatan terhadap kegiatan yang menjadi proses dari Muskal itu sendiri. Eko juga mengingatkan, untuk menjalin komunikasi yang baik dengan anggota Dewan. Hal penting yang disampaikan oleh Eko adalah semua kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Kalurahan, dokumen pelaporannya harus lengkap dan mengacu pada Peraturan Gubernur no 32 tahun 2023. Hal tersebut disampaikan bersamaan dengan pembinaan dari Inspektorat yang menilai Kegiatan pembangunan di Margomulyo yang termasuk kategori layak.
Samino, Panewu Seyegan dalam pengarahannya menyampaikan bahwa Muskal menjadi Forum tertinggi dalam mewujudkan kebutuhan masyarakat. Samino berpesan untuk tidak hanya terpaku pada kegiatan fisik tapi Kegiatan non fisik juga diprioritaskan termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dan Kesehatan.
Haryono, anggota DPRD Kabupaten Sleman yzng hadir dalam acara Muskal tersebut memberi arahan bahwa usulan kegiatan hendaknya yang masuk dalam kegiatan prioritas berdasarkan kebutuhan dari Masyarakat bukan keinginan.
Haryono juga menyampaikan bahwa di tahun 2025 setiap Anggota Dewan akan mendapat alokasi dana aspirasi sebesar 1,75 M. Untuk itu Haryono mengajak untuk saling berkomunikasi dan berkoordinasi dengan anggota Dewan yang ada di wilayah, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dana yang dibawa oleh anggota dewan tetsebut.
Acara inti Musyawarah Kalurahan dipimpin oleh Ketua Panitia dan Carik Margomulyo. Dalam pengantarnya, Supriyadi menyampaikan bahwa Muskal yang diselenggarakan ini sudah melalui beberapa tahapan kegiatan sebelumnya yaitu penjaringan aspirasi dan pra Muskal.
“Dari muskal sendiri nanti akan menghasilkan draft RKPKal yang oleh tim verifikasi akan dibawa ke lapangan dan kemudian akan menghasilkan draft APBKal. Setelah melalui sidang Musrenkal akan disahkan sebagai APBKal Margomulyo tahun 2025,” ungkap Supriyadi.
Pencermatan yang dilakukan oleh peserta terhadap draft RKPKal berjalan dengan lancar. Bidang per bidang, kegiatan per kegiatan mendapat tanggapan dari peserta. Ada beberapa catatan, koreksi dan usulan dari peserta yang menjadi masukan untuk penyempurnaan draft RKPKal.
Pada kesempatan itu juga dibentuk Tim Verifikasi yang akan memverifikasi kegiatan fisik usulan dari masyarakat. Ditempat yang sama, dilakukan penandatanganan berita acara Muskal oleh Lurah, ketua BPKal, perwakilan Lembaga, perwakilan Tokoh Masyarakat dan wakil perempuan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



