Muskal Donoharjo Prioritaskan Penanganan Stunting

Hadi Rintoko, Lurah Donoharjo menyampaikan bahwa tahun ini, penurunan stunting menjadi prioritas utama program pemerintah kalurahan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan balita, memastikan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas, dan meningkatkan status kesehatan yang baik sehingga tercipta generasi yang sehat dan kuat.

“Stunting bukan hanya masalah gizi tetapi juga berkaitan dengan pola asuh dan kesehatan lingkungan oleh karena itu pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif sangat diperlukan. Oleh karenanya semua elemen masyarakat harus terlibat di dalamnya  menyatukan langkah untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif terhadap stunting dengan harapan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk mendukung pertumbuhan optimal bagi anak-anak,” kata Hadi Rintoko saat Musyawarah Kelurahan (muskal) dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah kelurahan (RKP) untuk tahun anggaran 2025 di Kelurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (4/7/2024).

Lebih lanjut Hadi Rintoko mengatakan untuk menurunkan tren stunting tidak terlepas dari peran kader dan para relawan yang terlibat di dalamnya.

“Selama  ini sistem sosial, kekeluargaan dan gotong royong  berjalan dengan baik, dan ini menjadi modal besar untuk kemajuan kalurahan. Dengan anggaran yang terbatas tentu tidak akan mencukupi jika semua harus mengandalkan dana yang ada. Untuk itu kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para relawan yang dengan tulus ikhlas membantu terlaksananya segala kegiatan di Kalurahan Donoharjo ini,” kata Lurah Donoharjo ini.

Musyawarah kalurahan merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah kelurahan dengan Badan Perwakilan kalurahan (BPKal) sebagai pelaksananya. Musyawarah kalurahan merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkat kalurahan sebagai forum yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat untuk membahas dan mengambil keputusan atas hal-hal  strategis yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2025.

Ketua BPKal Donoharjo Fajar Krismasto mengungkapkan bahwa musyawarah kalurahan ini untuk menyatukan visi dan misi antara pemerintah kalurahan dan BPKal dalam menciptakan dan menghasilkan rencana pembangunan yang tepat dan akurat selaras dengan slogan Donoharjo yang Sritaman Srigunung.

“Di forum ini elemen atau unsur yang terlibat nantinya akan berdiskusi tentang kebutuhan prioritas, alokasi anggaran, dan strategi implementasi untuk mencapai tujuan pembangunan Kalurahan.

Sementara itu Johanes Purnama Setiawan selaku Kepala Bidang Administrasi Keuangan dan Aset Kalurahan  Dinas Pembangunan Masyarakat/Kalurahan Kabupaten Sleman menyampaikan harapan agar rencana program yang telah diusulkan mulai dari tingkat padukuhan menjadi telaksana dengan dukungan dana yang mencukupi.

“Optimalisasi aset kalurahan, pemberdayaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Kalurahan Donoharjo ini,” harapnya. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo).




Petani Pondokrejo Panen Raya Mentimun, Bupati: Tingkatkan Ekonomi Warga

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menghadiri kegiatan panen raya mentimun di lahan yang dikelola pemerintah Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, DIY, Kamis (4/7/2024).

Ia mengapresiasi dana keistimewaan yang dipergunakan untuk membantu budi daya mentimun dan cabai, serta pengembangan ternak kambing di Kalurahan Pondokrejo ini. Menurutnya, melalui budi daya ketiga komoditi ini, masyarakat dapat berdaya melalui bertani dan beternak sehingga dapat menyejahterakan masyarakat khususnya di Kalurahan Pondokrejo.

“Peranan sektor pertanian dan peternakan tidak hanya andil terhadap ketahanan pangan, namun juga memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian terutama terkait dengan pendapatan petani, peternak maupun penyerapan tenaga kerja” kata Kustini.

Paniradya Pati Keistimewaan DIY Aris Eko Nugroho mengatakan ini mendapatkan bantuan danais untuk pemerintah Kalurahan Pondokrejo yang tahun ini sejumlah Rp 1 milyar yang dialokasikan untuk pemanfaatan tanah kas Kalurahan sebagai lahan pertanian , dan peternakan untuk memberdayakan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.

“Jangan sampai petani nglokro dan tidak berpenghasilan. Semoga pemanfaatan tanah kas Kalurahan ini yang dibantu danais ini dapat menjadi tanah yang bermanfaat subur dan menghasilkan banyak manfaat,”  ujarnya.

Ia berharap melalui program dana keistimewaan tersebut masyarakat dapat terbangun dan mengurangi pengangguran sehingga mengurangi kemiskinan dan terjadi secara berkelanjutan.

Lurah Pondokrejo, R. Widiyatma, menyampaikan tanah milik pemerintah Kalurahan Pondokrejo ini selain ditanami untuk pembudidayaan mentimun dan cabai, juga digunakan untuk pengembangan ternak kambing.

Disampaikan juga bahwa dari lahan yang ada seluas 5 hektar, digunakan untuk penanaman mentimun dan selanjutnya cabai, dimana tahap pertama ini seluas 3 hektar yg sudah bisa dilakukan panen mentimun, sedang yang 2 hektar masih dalam proses pertumbuhan.

“Sampai dengan panen mentimun di tahap pertama ini sudah mencapai hasil lebih dari 6 ton,” ujar Widyatama.

“Harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani sebagai alternatif pertanian hortikultura,” walaupun untuk harga mentimun sekarang cenderung fluktuatif dari harga Rp. 800 sampai Rp dan saat ini harga Rp ,” tambahnya. (sbd_kimtempel)




Siapkan Bekal Calon Pengantin, KUA Depok Gelar Bimwin

Sleman – Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi Kantor Urusan Agama (KUA) berdasarkan Peraturan Menteri Agama nomor 34 Tahun 2016, dalam bidang pelayanan bimbingan keluarga sakinah, Kantor Urusan Agama (KUA) Depok Sleman kembali melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri kepada 27 pasang calon pengantin, Rabu (3/7).

Salah satu tujuan dari Bimwin adalah mewujudkan keluarga bermutu yang sakinah mawaddah warrahmah serta mengantisipasi adanya perselisihan, perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, serta mewujudkan generasi berkualitas.

Anggota Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) KUA Depok Sleman Sussi Sulistyaningsih selaku pemateri Bimwin menyampaikan, bahwa salah satu upaya untuk mempersiapkan rumah tangga sakinah dan generasi yang berkualitas ialah dengan memberikan bimbingan pembekalan dan pengetahuan kepada calon mempelai yang akan melangsungkan akad nikah.

Dikatakan oleh Sussi, hal ini dimaksudkan agar mereka siap menjadi sepasang suami istri yang memahami peran dan tanggungjawabnya masing-masing, dan menjadi orang tua yang baik nantinya ketika telah memiliki keturunan.

“Kegiatan ini akan bekal awal teman-teman dalam membina rumah tangga agar lebih siap secara lahir dan batin,” ungkap Sussi, sebelum menjelaskan lebih lanjut bahwa, “Menikah merupakan salah satu cara untuk mendapatkan ketenangan dan menciptakan generasi yang baik secara moral dan sosial,” papar alumnus UPN Veteran Yogyakarta ini.

Dengan adanya kegiatan ini, ungkap Sussi, setiap calon pengantin diharapkan mendapatkan ilmu pengetahuan yang cukup, baik dari sisi agama, sosial-kemasyarakatan, kesehatan reproduksi, dan cara bagaimana mewujudkan generasi berkualitas.

“Selain itu, kami berharap dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya pondasi dalam membangun fondasi yang kuat dalam membangun rumah tangga ke depannya,” imbuh Sussi. (Athiful/KIM Depok)




Gandeng Dukcapil Sleman, UPN Veteran Adakan Aktivasi Kependudukan Digital

Sleman – Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman gencarkan program pendataan kependudukan masyarakat luar daerah, melalui Aktivasi Kependudukan Digital untuk masyarakat Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Kampus UPN Condongcatur Depok dan Gedung Agus Salim (FISIP) Kampus UPN Tambakbayan Caturtunggal Depok ini bertujuan untuk mendata mahasiswa dan tenaga kependidikan UPN Veteran Yogyakarta, Rabu (3/7).

Penelaah Teknis Kebijakan dan Koordinator Bidang Pendaftaran Penduduk Irfan Miaguratji mengungkapkan bahwa acara ini merupakan program yang dilaksanakan Dukcapil Sleman untuk mendata seluruh lapisan masyarakat yang menetap di Kabupaten Sleman.

Irfan melanjutkan, kegiatan ini dilakukan di Instansi perguruan tinggi dengan tujuan bisa menjangkau mahasiswa yang notabene banyak perantau untuk aktivasi dan pendataan terlebih dahulu, dan tidak perlu ke kantor Dukcapil terlebih dahulu.

 “Program ini memang diadakan untuk Instansi perguruan tinggi terlebih dahulu agar bisa mendata mahasiswa lebih cepat dan memudahkan mereka,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, program ini dilakukan sebagai bentuk pendataan sekaligus untuk digitalisasi KTP fisik agar perlahan-lahan masyarakat bisa beralih ke KTP digital. Dengan diadakannya digitalisasi ini, lanjut Irfan, diharapkan mampu perlahan-lahan menekan anggaran pencetakan kartu fisik, dan mulai berubah ke aplikasi dan KTP Digital.

Tidak hanya melakukan program ini ke instansi perguruan tinggi, Irfan mengungkapkan program pendataan ini juga diadakan di seluruh Kapanewon Kabupaten Sleman hingga layanan pendataan ke rumah untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat agar semuanya terdata.

Diharapkan dengan adanya program ini mampu mempermudah aktivitas masyarakat yang memerlukan data tersebut untuk administrasi apapun.

“Dengan adanya digitalisasi diharapkan masyarakat yang memerlukan data tersebut mampu mengakses informasi administrasinya kapan pun dan di mana pun, tanpa perlu mengeluarkan KTP, KK, dan sebagainya hanya perlu smartphone saja,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Workshop Best Practice dan Publikasi Karya Ilmiah SMK Muhammadiyah 1 Tempel

Sleman – Guru-guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan memiliki pengalaman dalam pengelolaan kelas, kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan insidental lain. Namun, seringkali berbagai kegiatan tersebut belum terdokumentasi dengan baik sebagai laporan atau dokumen bukti fisik yang menggambarkan telah terlaksananya kegiatan.

Hal ini diungkapkan Dr. Pujianto, dosen Departemen Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam workshop pendampingan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Tempel Sleman dalam kegiatan best practice dan publikasi karya ilmiah, Rabu (3/7).

Lebih lanjut, Pujianto menambahkan terkait pentingnya penyusunan laporan best practice yang juga diperlukan sebagai dokumen pendukung akreditasi atau rujukan bagi sekolah-sekolah sekitar yang memerlukan model percontohan.

“Best practice merupakan kegiatan yang telah diselenggarakan guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, yang memberi dampak signifikan terhadap pengelolaan sekolah, pembiasaan yang baik,” ungkapnya, menjelaskan.

Ditambahkan oleh Pujianto, bahwa dampak secara luas akan lebih terwujud jika hasil best practice dari lembaga pendidikan, tidak terkecuali sekolah tingkat menengah kejuruan, dikirim ke jurnal terakreditasi, sebab akan banyak pembaca yang mengetahui temuan yang sudah diterapkan di sekolah.

“Namun demikian, saya kira masih banyak guru yang belum memiliki rasa percaya diri dalam membuat artikel dan mengirimkannya ke jurnal ilmiah,” imbuhnya.

Hal ini, menurut Pujianto, dapat menghambat program keprofesian berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini, Pujianto menegaskan, ditujukan untuk melakukan pendampingan terhadap kepala sekolah dan guru-guru di SMK Muhammadiyah 1 Tempel Sleman dalam menyusun laporan best practice dan artikel ilmiah.

“Hasil akhir kegiatan diharapkan dapat memberikan atmosfir akademik yang positif bagi lingkungan sekolah ini nantinya,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, Pujianto berharap beberapa manfaat yang diperoleh. Antara lain, bagi para peserta pelatihan, dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan maupun keterampilannya dalam menulis laporan best practice maupun karya ilmiah.

Sedangkan, bagi SMK Muhammadiyah 1 Tempel Sleman, kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Adapun manfaat yang diperoleh Fakultas MIPA UNY, tempat Pujianto mengajar, kegiatan ini dapat memperkuat terjalinnya kerja sama yang saling menguntungkan antara sekolah dengan kampus dalam rangka meningkatkan kinerja guru dan kualitas layanan.

“Bagi UNY, khususnya Fakultas MIPA, tempat kami, kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai sarana untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas, tentang potensi dan layanan yang dapat diberikan di Perguruan Tinggi dan sebagai wujud pelaksanaan tri dharma Perguruan Tinggi” pungkasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel Ahmad Maftuhin menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, best practice dimaknai sebagai cerita keberhasilan terbaik dalam menyelesaikan masalah ketika melaksanakan tugas sebagai pendidik.

Maftuhin berharap kegiatan ini mampu mengembangkan cara baru dan inovatif dalam mengatasi suatu masalah dalam pendidikan khususnya pembelajaran di SMK Muhammadiyah 1 Tempel Sleman.

“Kami sangat menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini, mudah-mudahan kerjasama antara SMK Muhammadiyah 1 Tempel dan Fakultas MIPA UNY ini dapat berlanjut lagi di kesempatan yang lain,” ucapnya.

Kegiatan yang diinisiasi Profesor Mundilarto, Dr Pujianto, Dr Yusman Wiyatmo, Bayu Setiaji, MPd, Tsania Nur Diyana, MPd, dan dibantu tim mahasiswa Moh. Zoelfikar Romicio Malanua, Ignatius Andrew Joeng, Istiqomah Falahintari Prayudi, dan Amrina Rosyada ini diikuti oleh guru dan tenaga pengajar SMK Muhammadiyah 1 Tempel Sleman. (Athiful/KIM Depok)