SMP N 2 Moyudan Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum

Sleman – Dalam rangka memasuki tahun pelajaran baru, tahun pelajaran 2024/2025 SMP Negeri 2 Moyudan yang berlokasi di Setran, Sumberarum, Moyudan, Sleman menggelar workshop Pengembangan Kurikulum. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari Senin (1/7/2024) bertempat di Sekolah setempat.

Workshop tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Eri Widaryana dan Pengawas SMP Supriyana. Selain itu juga diikuti oleh seluruh guru dan Karyawan, Komite Sekolah, Perwakilan Peserta didik dan orang tua siswa.

Kepala Sekolah SMP N 2 Moyudan Suhartono dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada Kepala Dinas Pendidikan Sleman atas kehadirannya. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum memasuki tahun pelajaran baru terlebih dahulu harus menyusun pengembangan Kurikulum.

“Kurikulum ini yang nantinya akan kita jadikan dasar dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada tahun pelajaran 2024/2025 di sekolah kita,” ungkap Suhartono.

Sedangkan Eri Widaryana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada warga SMP N 2 Moyudan yang telah menyelenggarakan workshop Pengembangan Kurikulum. Eri juga menambahkan bahwa Kurikulum merupakan Dasar dalam KBM yang bisa dikembangkan sesuai dengan situasi setempat.

“Selamat mengikuti workshop semoga menghasilkan yang terbaik, untuk meningkatkan target yang ingin dicapai pada tahun Pelajaran 2024/2025,” tuturnya. (Giek/ KIM Moyudan)




Project B dan UII Adakan Training Online Penyusunan Dokumen Studi Kelayakan IPAL Domestik

Sleman – Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Butik Daur Ulang Project B Indonesia mengadakan Training Online Penyusunan Dokumen studi Kelayakan (FS) Infrastruktur Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada hari Sabtu (29/6/2024).

Sekretaris Jurusan Teknik Lingkungan UII sekaligus Founder Butik Daur Ulang Project B Indonesia, Dr. Hijrah Purnama, ST, MT, dalam sambutannya menyampaikan bahwa training yang diadakan sekarang merupakan training online ke-2 setelah 2 Minggu yang lalu diadakan training online serupa dengan pokok bahasan Rencana Induk IPLT.

Harapan Hijrah, materi yang disampaikan sekarang dapat menambah pengetahuan kepada peserta yang didominasi oleh ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk mendampingi supervisi dari pihak ketiga. Dan bagi masyarakat umum untuk pengembangan pengolahan air limbah di masa yang akan datang. Akhirnya secara resmi Training online dibuka oleh Hijrah.

Dr. Muhammad Sonny Abfertiawan, Dosen Teknik Lingkungan ITB Bandung menjadi pembicara tunggal dalam training online kali ini. Sonny secara spesifik mempresentasikan materi studi kelayakan perencanaan IPAL Domestik. Diawali dengan potensi air yang ada di dunia kemudian sumber air tersebut yang berpotensi timbulnya masalah.

Penggunaan air didunia didominasi untuk kegiatan pertanian 70%, industri 20 % dan domestik 10 %. “Dalam kurun 50 tahun, pengambilan air tawar akan meningkat 3 x lipat,” begitu penjelasan Sonny.

Adapun kebutuhan air tawar di dunia saat ini sekitar 64 milyar m3 per tahun. Di sisi lain pembuangan air limbah yang tidak diolah dengan baik akan mengancam lingkungan, kesehatan manusia serta kehidupan secara luas.

Sonny kemudian menerangkan tentang air limbah domestik yang menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan no. LHK. Sekjen/2016 tentang baku mutu air limbah domestik didifinisikan sebagai air yang berasal dari aktivitas hidup sehari hari manusia yang berhubungan dengan air.

Mengenai kategori air limbah sendiri ada 2 yaitu black water (tinja) dan grey water (air bekas cuci, mandi dan dapur).

“Berdasarkan Permen PUPR No. 4/2017 tentang Penyelenggaraan sistim Pengelolaan air limbah domestik, ada 2 sistem yaitu SPALD-S (Setempat) yang terdiri dari sub sistem pengolahan setempat, sub sistem pengangkutan dan sub sistem pengolahan. Sedangkan yang kedua adalah SPALD-T (Terpusat) yang terdiri dari sub sistem pelayanan, sub sistem pengumpul dan sub sistem pengolahan,” jelas Sonny lagi.

Sonny juga menjelaskan maksud studi kelayakan yaitu untuk mengetahui tingkat kelayakan usulan pembangunan SPALD di suatu wilayah Pelayanan ditinjau dari aspek kelayakan teknis, keuangan dan ekonomi.

“Adapun tahapan studi kelayakan sendiri meliputi  survey, perencanaan, perizinan, penyiapan lahan, konstruksi, operasinal dan pengembangan,” tambah Sonny.

Khusus untuk perencanaan melalui 3 tahapan lagi yaitu rencana induk yang meliputi proyek kajian, pilihan sistem, tahapan pembangunan dan prakiraan biaya. Berikutnya adalah studi kelayakan yang meliputi kajian teknis, ekonomi dan keuangan dan yang terakhir adalah perencanaan teknis rinci (DED) yang meliputi disain jaringan pipa, disain IPAL, rancangan biaya.

Ruang lingkup dalam pelaksanaan studi kelayakan meliputi ahli Teknik Lingkungan, Teknis sipil, Teknik Hidrologi, ahli sosial Ekonomi, Ahli Keuangan, Ahli  Manajemen dan AMDAL.

Di bagian akhir, Sonny menjelaskan secara detail muatan studi kelayakan secara lengkap yang meliputi perencanaan sistem pengolahan air limbah yang ada, perkiraan debit air limbah yang diolah, data karakteristik dan kadar air limbah, kondisi ekonomi, sosial dan budaya, kelembagaan, program pengembangan, AMDAL, rencana operasional dan maintenance, perkiraan biaya investasi, analisa ekonomi keuangan, dan kajian sumber pembiayaan.

Training online kemudian dilanjukan dengan sesi tanya-jawab dengan peserta yang jumlahnya lebih dari 300 orang. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Peringati Hari Bhayangkara ke-78 di Sleman, Polda DIY Beri Penghargaan Pahlawan Keamanan

Sleman – Dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-78 Tahun 2024, terdapat dua warga sipil mendapatkan penghargaan dari Polda DIY. Apresiasi ini diberikan kepada mereka karena dinilai berjasa karena ikut menjaga keamanan di masyarakat.

Yang pertama adalah Eko Nurdianto, seorang satpam mal yang berhasil mengamankan pelaku pencurian, kemudian Amin Surahman, seorang karyawan swasta yang berhasil mengamankan pelaku pencabulan, serta Diki Setiawan seorang satpam yang juga telah mengamankan pelaku penipuan.

“Ini kekuatan kebersamaan antara organisasi dan masyarakat,” kata Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan pada perayaan Hari Bhayangkara ke-78 di Lapangan Pemda Sleman, Senin (1/7).

Melalui momentum Hari Bhayangkara ini pula, Suwondo turut berharap menjadi momentum untuk polisi bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat. Polri adalah alat negara, kalau kurang baik, diperbaiki, bukan dimusuhi.

Dalam kesempatan itu, Suwondo menjelaskan, bahwa upacara ini semestinya dilakukan di tingkat provinsi. Namun, pihaknya mengambil inisiatif untuk turun ke bawah sehingga memilih lokasi di kabupaten Sleman.

“Secara simbolis ditandai penerimaan tumpeng oleh bupati,” tambahnya.

Pada tahun ini, tema yang diusung adalah “Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas.”

Untuk itu, Suwondo menyatakan bahwa pihaknya turut mengajak elemen masyarakat melalui pengadaan bazar UMKM yang produknya dibagikan secara gratis.

“Ada juga stan yang sifatnya ilmu. Ada proses percobaan tes masuk polisi dan pameran peralatan kami,” jelas Suwondo.

Suwondo menjelaskan kegiatan percobaan tes masuk tersebut penting lantaran penerimaan anggota Polri yang dilakukan secara sektoral. Mereka yang mendaftar di Sleman akan bersaing dengan masyarakat Sleman.

“Jadi semacam local boy for local job,” katanya.

Pihaknya juga mengaku memberikan fasilitas pengecekan narkoba melalui tes urine. Bagi mereka yang memperoleh hasil positif, Suwondo menuturkan tidak akan dilakukan penahanan. Ini salah satu cara untuk merehabilitasi masyarakat.

“Kami terus melaksanakan perbaikan terhadap organisasi Polri,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, salah seorang warga Sleman, Siti menjelaskan, bahwa ia sengaja datang untuk ikut menyaksikan Hari Bhayangkara. Baginya, acara bagus untuk mempromosikan kepolisian kepada masyarakat. Siti berharap polisi ke depannya bisa lebih maju dan semakin dekat dengan masyarakat. (Athiful/KIM Depok)




Koramil Depok Sleman Berikan Materi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Sleman – Bertempat di Lapangan Bumi Perkemahan Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Danramil 11/Depok Jajaran Kodim 0732/Sleman Mayor Infantri Nurhadi Siswanto memberikan materi terkait wawasan kebangsaan dan bela negara PPG Prajabatan gelombang 1 tahun akademik 2023/2024 Taman Siswa yang diikuti 270 peserta, Sabtu (29/6).

Dalam materinya, Mayor Inf Nurhadi mengatakan, bahwa pemberian materi wawasan kebangsaan dan bela negara ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan peserta, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, kekompakan, loyalitas, serta rasa tanggung jawab.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan karakter peserta dapat terbentuk dengan baik sebagai antisipasi dari berbagai pengaruh negatif, sehingga para pelajar dapat meraih cita-citanya,”ujarnya.

Lebih lanjut, Mayor Inf Nurhadi menekankan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk peserta sebagai bekal penerus tongkat estafet kepemimpinan Indonesia di masa depan.

“Kegiatan ini merupakan contoh konkret kepedulian TNI AD kepada generasi penerus bangsa melalui Komando Kewilayahan, baik Kodim maupun Koramil, serta menjadi wujud dari kemanunggalan TNI dengan rakyat,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Rakor MUI Depok, Bahas Ekonomi Umat hingga Tanggung Jawa Ulama

Sleman – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok Sleman kembali menggelar rapat koordinasi lintas Komisi bertempat di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Depok, Jalan Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jum’at (28/6).

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Ketua MUI Depok Sleman KH. Martono Fajar Swasono ini, dibuka langsung oleh Ketua MUI Depok Sleman KH Sunhaji. Hadir dalam rapat tersebut pengurus harian MUI Depok, Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI Depok, Komisi Pemberdayaan Perempuan, dan Komisi Pemuda dan Seni Budaya MUI Depok.

Ketua MUI Depok Sleman KH Sunhaji saat memberikan sambutan mengatakan, bahwa salah satu tanggung jawab ulama, dalam hal ini yang tergabung sebagai anggota MUI Depok, adalah memperkuat dan membangun ekonomi umat, khususnya di wilayah kerjanya.

Sunhaji menambahkan, kalau ingin melihat majunya sebuah bangsa, maka semua pihak harus bersatu-padu dan saling membantu. Bila semua berkolaborasi membuat satu kesepahaman, hasilnya akan kuat.

“Melalui Rakor kali ini, kita harus menghasilkan legacy guna kemaslahatan umat, sehingga orang akan melihat karya yang kita tinggalkan. Marilah terus memberi manfaat bagi umat, bangsa hingga kehidupan semesta, khususnya di wilayah Depok kita tercinta ini,” harapnya.

Lebih lanjut, Sunhaji mengatakan bahwa ke depan, MUI Depok akan mengagendakan rapat bergilir dari rumah ke rumah pengurus. Dan, juga akan silaturahim bersama jajaran Kapanewon dan Kalurahan se-Depok Sleman.

“Seperti kita ketahui, bersatunya pemerintah dan ulama akan menghasilkan kedamaian. Demikian pula sebaliknya,” ujarnya.

Sunhaji juga menjelaskan, di internal MUI ada komisi yang menangani ekonomi umat. Hal ini selaras dengan perhatian ulama terhadap ekonomi umat.

“Masalah perekonomian di Depok sudah cukup mengkhawatirkan, bagaimana pinjol, judi online, dan sebagainya sudah mewabah, sudah semestinya kita berusaha mengantisipasi untuk menanggulanginya,”

Dihadapan peserta rapat koordinasi, Sunhaji mengajak para anggotanya untuk menjalankan amanah kepengurusn MUI Depok 2024-2029 dengan sebaik-baiknya, dengan harapan berbagai program kerja yang telah disusun ditetapkan dengan cermat.

Dengan begitu, ujar Sunhaji, perjalanan MUI Depok ke depannya dapat benar-benar dirasakan kiprah dan perannya di tengah masyarakat Depok Sleman dalam mewujudkan kesejahteraan umat, khususnya di wilayah metropolitan ini. (Athiful/KIM Depok)