Canangkan PUSLATKAB KONI, Bupati Sleman Dukung Atlet Sleman Pertahankan Prestasi di Ajang PORDA 2025

Sleman – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman resmi mencanangkan Pusat Pelatihan Kabupaten (PUSLATKAB) tahun 2024. Pencanangan PUSLATKAB dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman bertempat di Gedung Serbaguna Pemkab Sleman, Sabtu (27/7).

Ketua KONI Sleman, Joko Hastaryo mengatakan pencanangan PUSLATKAB ini sebagai persiapan menghadapi perhelatan Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY tahun 2025 yang akan berlangsung di Kabupaten Gunung Kidul.

“Pencanangan PUSLATKAB ini sebagai tanda dimulainya persiapan latihan seluruh Cabang Olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Sleman untuk menghadapi PORDA DIY 2025,” jelasnya.

Ia menuturkan, sebanyak atlet dan 300 pelatih dari 46 cabor akan mengikuti PUSLATKAB selama 15 bulan ke depan.

Seluruh atlet tersebut, dijelaskan Joko, merupakan atlet pilihan yang telah diseleksi melalui ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) sebagai rangkaian persiapan PORDA DIY 2025 yang berlangsung sejak bulan April lalu.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan dukungannya kepada KONI Sleman yang tengah mempersiapkan atlet dari 46 cabor di Sleman.

Ia berharap, seluruh atlet yang ikut dalam PUSLATKAB dapat berlatih secara serius, fokus dan dapat mencapai target-target latihan yang ditetapkan. Terlebih, Kabupaten Sleman telah menjadi juara umum selama tiga tahun berturut-turut dalam ajang PORDA DIY yaitu pada tahun 2017, 2019, dan 2022.

“Prestasi olahraga dapat mengangkat harkat dan martabat diri, keluarga, daerah bahkan Negara. Saya berharap kepada para atlet yang rata-rata generasi muda ini untuk terus semangat dalam berjuang. Jangan mudah menyerah terus berlatih, fokus dan serius untuk meraih prestasi,” ujar Kustini. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Dorong Anggota IPHI dan MTP Berperan Aktif di Tengah Masyarakat

Sleman – Jumat (26/7), Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menghadiri Pengajian Tahun Baru Muharram 1446 H bersama pengurus Ikatan Persaudaran Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sleman. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati itu juga dilakukan penyerahan santunan yatim dan piatu kepada 6 perwakilan duafa, pelajar tingkat SMP dan SMA.

Ketua PD IPHI Sleman, Noor Hamid menuturkan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Tahun Baru Hijriah, sekaligus menjadi pengingat bagi para pengurus terkait tugas dan amanah yang harus diselesaikan. Untuk penyerahan santunan, Noor Hamid menjelaskan terdapat 53 bantuan yang diberikan kepada penerima manfaat.

“Kami harap melalui kegiatan ini dapat terus meningkatkan silaturahmi dan juga meningkatkan program yang telah ditetapkan sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. Semoga santunan yang diserahkan juga dapat menjadi manfaat bagi seluruh penerima manfaat,” jelas Noor Hamid.

Bupati Kustini menerangkan, Keberadaan IPHI dan Majelis Taklim Perempuan (MTP) Kabupaten Sleman memiliki peran penting dalam mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meningkatkan kebersamaan dan persaudaraan diantara umat Islam dalam aktivitas sosial keagamaan, ekonomi, hingga pembentukan akhlak umat. Bupati mendorong agar anggota IPHI dan MTP dapat berperan aktif dalam melestarikan nilai kemabruran haji.

“Saya menghimbau IPHI dan MTP Kabupaten Sleman untuk memotivasi seluruh anggotanya agar ikut berperan aktif dan mengambil bagian dalam upaya memelihara dan melestarikan nilai-nilai kemabruran haji serta pembentukan akhlak umat,” kata Bupati.       

Kustini juga menyampaikan agar pertemuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dengan menyusun berbagai program dan kegiatan yang dapat menjawab dan mengatasi berbagai persoalan. Dengan demikian, Bupati berharap keharmonisan, kebersamaan dan kekompakan IPHI dan MTP  Kabupaten Sleman dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. (Humas Sleman)




Pemkal Donoharjo Salurkan Sarpras Budidaya Ikan Air Tawar

Sleman – Pemerintah Kalurahan Donoharjo bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Sri Taman Rejeki menggelar acara pelatihan budidaya ikan air tawar dilanjutkan dengan penyaluran sarana dan prasarana kepada kelompok budidaya ikan air tawar di wilayah Donoharjo. Kegiatan ini  sebagai bentuk dukungan pemerintah Kalurahan terhadap peningkatan budidaya ikan di wilayah donoharjo. Acara berlangsung di UPR (Unit pembenihan rakyat ) Budi Fish Farm Donolayan Donoharjo Ngaglik Sleman pada Sabtu (27/7/2024).

Seto Aji Kusumantoro selaku Ulu-Ulu donoharjo menjelaskan bahwa pelatihan dan penyaluran sarana dan prasarana tersebut merupakan satu upaya strategis pemerintah Kalurahan Donoharjo dalam mendukung  pemberdayaan masyarakat guna menunjang ketahanan pangan melalui budidaya  ikan air tawar.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana pemerintah  kelurahan memastikan bahwa budidaya ikan air tawar yang selama ini digeluti oleh beberapa kelompok petani ikan benar-benar tumbuh dan berkembang, hasilnya bisa dinikmati untuk meningkatkan status gizi keluarga dan meningkatkan ekonomi/kesejahteraan masyarakat,” kata Seto.

“Manfaatkan apa yang telah diberikan ini dengan maksimal, pergunakan dengan sebaik-baiknya jangan sampai setelah menerima bantuan usaha nya tidak berkembang,” pesan Seto.

Seto menambahkan, bantuan sarpras ini bersumber dari dana desa diberikan kepada 7 kelompok tani ikan di wilayah donoharjo.

Dua kelompok tani ikan dari Padukuhan Kayunan dan Banteran mendapatkan bantuan kolam terpal,  bibit ikan dan pakan. Sedangkan Pokdakan dari padukuhan Donolayan, Jetis Donolayan, Bakalan, Panasan, Gondang lutung mendapatkan paket bibit ikan dan pakan.

Sementara itu,  Albertus Budi Setiawan selaku Direktur Bumkal Sri Taman Rejeki  menyampaikan bahwa bibit ikan yang diberikan adalah jenis Patin dengan pertimbangan budidaya ikan patin lebih mudah beradaptasi dengan air yang terbatas.

“Ikan patin sangat toleran dengan air yang tidak mengalir, bahkan air tidak perlu diganti,  berbeda dengan nila yang harus dipelihara pada air deras atau air mengalir. Di samping itu penjualan ikan patin tidak menuntut ukuran tertentu petani tidak perlu terburu-buru untuk menjualnya semakin besar ukuran ikan akan semakin laku dan apabila  terlalu besar bisa diolah menjadi berbagai produk olahan ikan misal, naget, abon, bakso, siomay, empek-empek, dan lain-lain,” jelas Budi.

Pada kesempatan tersebut Budi menyampaikan harapan besar agar usaha budidaya ikan yang selama ini baru berorientasi untuk hiburan atau untuk pancingan , ke depan benar benar sebagai usaha yang berorientasi ekonomi.

“Harapannya agar donoharjo ini menjadi sentra budidaya ikan air tawar karena didukung oleh sumber daya alam berupa air yang melimpah dan adanya sentra pakan mandiri seperti yang dikerjakan di UPR Budi Fish farm,” kata Budi.

“Kesempatan usaha di bidang perikanan masih terbuka lebar apalagi berdasarkan survei tingkat konsumsi ikan masyarakat DIY pada tahun 2022 adalah 34, 74 per kapita per tahun masih sangat rendah di bawah rata rata nasional yang mencapai 60 kg per kapita per tahun,” tutup Budi. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)




Pengurus Rintisan Kalurahan Budaya Sumbersari 2024-2027 Dikukuhkan

Moyudan – Pengurus rintisan  kalurahan budaya Sumbesari telah terbentuk dan dikukuhkan oleh Bupati Sleman pada Minggu (28/7/2024) di Pendapa Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Dalam sambutannya Lurah Sumbersari Sukadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya karena  Sumbersari ditunjuk menjadi kalurahan rintisan budaya.

“Mohon arahan,  pembinaan serta  dukungannya kepada Ibu bupati, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dan semua pihak agar kalurahan Sumbersari kedepan dapat menjadi lebih baik dan maju budayanya,” ungkapnya.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kepada 36 pengurus. Adapun susunan kepengurusannya adalah Ketua 1, Ahmad Mastur  Saleh, Ketua 2 Marius Mujiyono, Sekretaris 1 Rahmat Riyadi, Sekretaris 2 Puspa Ningtyas Atmaja, Bendahara 1 Sri Windari, bendahara 2 Bagus Prabantoro, dan dilengkapi 6 seksi.

Dalam sambutannya Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan  apresiasinya  atas terbentuknya pengurus rintisan kalurahan di Sumbersari.

“Dengan adanya rintisan kalurahan budaya ini bisa menumbuhkan inspirasi, wadah untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Jawa yang adiluhung,” tuturnya.

Ia berharap kedepan Sumbersari bisa menjadi kalurahan mandiri budaya.

Acara pengukuhan itu disemarakkan oleh karawitan Sekarmas, dari Dukuh Nglahar, macapatan dari Riyanto dan Siti Fatimah dari generasi senior  dan Dafa yang merupakan anak remaja. Selian itu juga penampilan kesenian angklung dadi BKL Mugi Waras Blendung, tari-tarian dari Sanggar Mawar Biru Menulis. Adapun penampilan tari klasik dipersembahkan  oleh penari tunggal Aurel Mawasari Widhyaningrum dari Tiwir VII, dan tari kreasi oleh Indah Ari Rahmawati dari Papungan VIII Blendung yg juga mahasiswa FBS UNY  menyuguhkan tari kreasi kolaborasi musik dan gamelan yang merupakan hasil karyanya sendiri. (Eny Ms/KIM Moyudan).




Pendalaman Al-Quran Lewat Kompetisi Seni Kaligrafi

Demi melestarikan dan mengembangkan seni menulis Al-Qur’an, maka Panitia Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kapanewon Gamping menyelenggarakan cabang perlombaan kaligrafi atau sering disebut Musabaqoh Khot Qur’an (MKQ) yang berlangsung di Gedung Pondok Pesantren Miftahunnajah yang berlokasi di Dusun Ngawen, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Minggu (28/7/2024).

Seni kaligrafi merupakan salah satu bentuk ekspresi seni yang sangat dihargai dalam budaya Islam. Melalui lomba ini, bakat dan kreativitas para pelajar yang memiliki minat dalam penulisan kaligrafi dapat dikenali dan diapresiasi. Hal Ini tidak hanya membantu menjaga tradisi, namun juga mendorong munculnya karya-karya baru yang inovatif dan berkualitas.

Berdasarkan keterangan dari Ihsanudin selaku Juri Musabaqoh Khot Qur’an menuturkan bahwa lomba penulisan kaligrafi berfungsi sebagai media pendidikan bagi masyarakat, terutama generasi muda mengenai pentingnya menghormati dan menghargai Al-Qur’an. Di dalam seni kaligrafi mengajarkan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan, serta nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari sehingga secara tidak langsung para peserta lomba dapat belajar untuk mendalami ayat-ayat Al-Qur’an, memahami maknanya, dan mengekspresikannya melalui seni yang indah.

“Dengan adanya lomba kaligrafi maka Musabaqoh Tilawatil Qur’an menjadi lebih bervariasi dan menarik, sehingga dapat menarik minat lebih banyak orang untuk hadir dan mengikuti kegiatan tersebut. Keberagaman lomba dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an, termasuk kaligrafi akan membantu menciptakan suasana yang lebih hidup dan dinamis, serta memberikan kesempatan terhadap berbagai jenis bakat untuk bersinar,” ungkap Ihsanudin.

Adapun lomba kaligrafi tersebut terbagi menjadi golongan naskah putra dan putri, golongan hiasan mushaf putra dan putri, golongan dekorasi putra dan putri, serta golongan kontemporer putra dan putri dengan ketentuan ayat ditentukan oleh panitia dengan lama pengerjaan 8 jam termasuk istirahat.

Mengakhiri keterangannya, juri yang ahli dalam membaca dan menulis pegon tersebut berharap lomba seni kaligrafi bukan hanya sekadar kompetisi formal, melainkan sebagai upaya untuk memperkuat ikatan spiritual dan budaya di kalangan umat Islam, serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya Islam di tengah perkembangan jaman yang semakin modern. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)