FLH Berbah Ajak Santri TPQ Al Istiqomah Pilah Sampah

Sleman – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Kapanewon Berbah mengajak santri TPQ Al Istiqomah pilah sampah pada hari Jumat (28/6/2024) di Kompleks Musala Al Istiqomah Cepor, Sendagtirto, Berbah, Sleman.

M. Zaid Su’di direktur TPQ Al Istiqomah mengatakan bahwa  kegiatan mengenalkan serta pemilahan sampah kepada santri TPQ merupakan salah satu kegiatan dalam rangka Kemah Santri Al Istiqomah tahun 2024, sesuai dengan tema kemah santri Membetuk Generasi Peduli Bumi.

“Harapnya semoga santri dari kecil sudah mengenal jenis sampah dan cara pengelolaannya,” kata M. Zaid.

Sekretaris FLH Awang Kurniawan mengatakan pentingnya pengenalan sampah  dari usia dini. “Harapannya ketika dewasa akan  semakin peduli dengan lingkungan,” ujar Awang.

Disampaikan oleh Awang untuk pengenalan jenis sampah kepada santri yang masih kecil menggunakan metode pendekatan sesuai dunia anak yaitu bermain , disebutkan dengan game mencari harta karun.

“Dengan permainan  ini harapannya santri akan lebih tertanam di dalam kenangannya,” tuturnya.

Yaya dari FLH Berbag menambahkan bahwa kegiatan belajar mengelola sampah adalah salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas semua pemberian berupa alam semesta dan lingkungan yang ditempati makluk hidup.

“Dengan belajar mengelola sampah dari  kecil  sebagai cara menjaga bumi dikemudian hari ketika mereka dewasa,” ucap Yaya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Bersama Cegah Stunting Wujudkan Zero Stunting di Kalurahan Condongcatur

Sleman – Dalam rangka pencegahan dan penanganan stunting tingkat Kalurahan, Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Rembuk Stunting di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur,  Kapanewon Depok, Jumat (26/6/2024).

Acara tersebut dihadiri juga oleh UPT Puskesmas Depok lI , Carik, BPKal , KKB ,KPM Condongcatur, Pendamping Desa/Kalurahan ,Pendamping Lokal, PKK Kalurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Toma, Perwakilan TPPS, Kelompok Sasaran, LPMKal, Tim Dashat, PAUD, Karang Taruhan, Forum Anak, Forum TPA-TPQ, Kader BKB serta  kader Posyandu turut hadir.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam kesempatan tersebut mengajak tiap sektor untuk bekerja sama dan bersinertgi dalam upaya penanganan stunting.

“Kegiatan ini sangat penting dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari risiko stunting. Di tahun 2023 ada penurunan yang signifikan dari 104 menjadi 58 anak yang stunting yaitu 3,01%, suatu prestasi yang sangat bagus,” tuturnya.

Reno juga menekankan tentang pentingnya menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera, khususnya bagi keluarga yang berisiko stunting.

Untuk mendukung hal tersebut, Kalurahan Condongcatur akan terus memberikan dukungan dengan adanya dana Stimulan Posyandu setiap tahun, pemberian alat Antropometri ke 40 Posyandu Balita yang ada di Condongcatur.

“Serta adanya program pemberian PMT mll DASHAT yaitu pemberian PMT kepada balita terkasih dan ibu hamil. Program ini merupakan salah satu upaya untuk pencegahan stunting sejak dini,” imbuh AlThovik Sofisalam, Kamituwo Condongcatur.

Pada sesi akhir paparan dari KPM Condongcatur Tri Suhartati tentang permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam dalam pengisian eHDW( Elektronik Human Development Worker).

“Terjalin komitmen semua pihak untuk memperoleh data yang di butuhkan agar capaian bisa maksimal  di samping itu capaian belum maksimal terkendala Aplkasi eHDW yang belum stabil,” pungkasnya.  (Tri Suhartati_KIM Condongcatur Depok)




Manfaatkan Posyandu untuk Pelayanan Kesehatan Primer dan Terintegrasi

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk memanfaatkan posyandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara primer dan terintegrasi. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Kapanewon Depok bertempat di pendopo Kapanewon Depok, Kamis (27/6/2024).

“Terutama permasalahan stunting,” tegas Kustini.

Kustini menyampaikan, penurunan angka stunting perlu adanya dukungan dari beberapa pihak yaitu orang tua tentang pola asuhnya, kader kesehatan tentang melakukan rutin buka posyandu, dan kalurahan dengan mengalokasikan dana desanya untuk pencegahan stunting.

“Mari semua warga masyarakat di Kapanewon Depok untuk datang ke posyandu masing-masing agar mendapatkan pelayanan kesehatan secara primer dan terintegrasi,” tegasnya.

Sementara Wawan Widiantoro, ., MPA panewu Depok dalam sambutannya, Kapanewon sudah berhasil menurunkan kasus stunting di buktikan dengan data dari EPPBGM dari Puskesmas Depok I, Puskesmas Depok II dan Puskesmas Depok III. Tahun 2023, Puskesmas Depok I berhasil menurunkan 3,77%, Puskesmas Depok II berhasil menurunkan 4,56% dan Puskesmas Depok III berhasil menurunkan 4,13%.

“Penurunan stunting ini atas kerjasama dari kader kesehatan dan kalurahan setempat yang telah mengalokasikan dana desanya untuk pencegahan stunting,” jelasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaborasi bekerja sama dengan Puskesmas Depok Raya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan Kapanewon Depok. Selain kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting, Adapun kegiatan-kegiatan lainnya seperti pemeriksaan IVA, penyuluhan kanker serviks, penyuluhan pencegahan penyakit tidak menular (PTM), sosialilisasi posyandu integrasi layanan primer (ILP).

dr. Puti dari Dinas Kesehatan Sleman memaparkan dalam materinya, perlunya ibu-ibu yang aktif melakukan hubungan seksual untuk melakukan IVA test. IVA test sangatlah penting karena sebagai upaya deteksi dini kanker leher Rahim

“ Selain melakukan IVA test secara rutin perlu juga dilakukan SADARI yaitu pemeriksaan payudara sendiri yang merupakan metode pemeriksaan untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin,” paparnya.

Ardika, Promkes Puskesmas Depok 2 dalam paparannya, posyandu saat ini adalah posyandu integrasi layanan primer (ILP) yaitu layanan kesehatan primer dan terintegrasi mulai dari pendaftaran, pengukuran, skrening sesuai dengan buku KIA, pelayanan kesehatan berupa edukasi dan pemberian PMT bagi ibu hamil dan balita.

“Upaya layanan primer seperti inilah yang mampu menekan adanya stunting di wilayah Kapanewon Depok,” tutur Ardika. (Wasana/KIM Depok)




Milad ‘Aisyiyah ke-107 PCA Turi, Memperkokoh dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta

Turi – Pimpinan ‘Aisyiyah Turi mengadakan Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah ke-107 bersama Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Pemateri Ustadz Muhammad Wildan Wahid yang juga Wakil Ketua PDM Sleman.

Milad ‘Aisyiyah tahun ini mengusung tema “ Memperkokoh dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta “ mengambil tempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi Ngablak, Bangunkerto, Turi, Sleman, Minggu (30/6/2024).

Acara dimulai pukul dengan diawali berdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya dan Mars ‘Aisyiyah. Berikutnya dilanjutkan dengan Sambutan dari PCA, PCM dan PDA.

“Terima kasih kepada berbagai pihak yang saling bahu membahu dalam melaksanakan kegiatan dan menyampaikan bertambahnya satu ranting PRA di Turi,” ujar Kusmiyati dari PCA Turi.

Sedangkan Ketua PCM Turi. Drs. Bambang Rahmanyo menyampaikan apresiasinya terhadap anggota PCA.

“Betapa antusiasnya warga Aisyiyah mengikuti pengajian  serta memuji kekompakan  warga ‘Aisyiyah memakai seragam,” ujarnya.

Di samping itu ia juga menyampaikan kesiapan PCM untuk selalu melayani umat.

“Usia 107 bagi kita adalah usia lansia. Usia yang sudah tentu telah memberi kontribusi yang sangat banyak untuk umat, bangsa dan negara. Usia yang sangat matang untuk selalu hidup dengan mempedonani Al Quran dan Sunnah, yang di Muhammadiyah dituangkan dalam PHIWM Pedoman hidup islami warga Muhammadiyah,” ucap Ketua PDA, Hanik Rosyada dalam sambutannya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berterima kasih kepada Aisyiyah yang terus mencerdaskan masyarakat di berbagai tingkatan, mulai TK, sampai dengan peguruan tinggi. Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat lebih banyak membaca kitab suci, dan lebih menambah literasi digital.

“Kabupaten Sleman menjadi kabupaten yang SDM nya terbaik nasional. Dengan SDM tinggi harapan hidup menjadi tinggi. Gunakan waktu untuk membaca Al Quran dan untuk literasi. Manfaatkan HP untuk menambah ilmu, sera jaga anak-anak kita dari kejahatan jalanan, didik anak-anak kita sesusuai dengan usianya,” pesannya. (Arief Hartanto)




Kader IMP PPKBD dan Sub. PPKBD Kalurahan Lumbungrejo Gelar Rakor

Sleman – Penyuluh KB Kapanewon Tempel menghadiri Rapat Koordinasi Kader IMP ( Institusi Masyarakat Pedesaan / Tenaga Lini Lapangan ), PPKBD atau IMP di tingkat desa/kelurahan (IMP di tingkat Padukuhan), di Ruang Rapat Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo yang dihadiri oleh Penyuluh KB Kalurahan Lumbungrejo, Bidan Desa, serta kader IMP PPKBD dan Sub. PPKBD kalurahan pada Jum’at (28/6/2024).

Penyuluh KB Kapanewon Tempel Dwi Martini Budi Utami, menyampaikan informasi kegiatan program Bangga Kencana di Kapanewon Tempel. Ketugasan Tim Pendamping Keluarga yang rencananya akan dilakukan setiap bulan, serta pembinaan Posyandu bagi balita di Lumbungrejo.

Dalam monitoring kegiatan posyandu harapannya kader kesehatan dapat membagi sasaran dengan permasalahannya untuk menjadikan prioritas kita melakukan KIE (Komunikasi, Informasi, dan KIE) lebih lanjut. 3

“Penyuluh KB yang bekerjasama dengan Ahli Gizi Puskesmas Tempel I juga diberikan kesempatan untuk melakukan KIE yang berkaitan dengan pengasuhan Anak dan pengolahan MPASI. Hal ini kaitannya dalam menekan kasus stunting dan kekurangan gizi pada anak balita,” ungkap Dwi.

Sebelum mengakhiri materinya, Dwi mengingatkan bahwa Kader IMP tentang  perannya dalam rangka ikut menyukseskan program KB, yang kemudian dikenal istilah Enam Peran Bakti. Keenam peran bakti institusi tersebut adalah: Pengorganisasian, Pertemuan, KIE, dan Konseling, Pencatatan Pendataan, Pelayanan  Kegiatan, dan Kemandirian. 

“Dengan enam peran baktinya, kader IMP telah menjangkau seluruh aspek, sebagaimana diamanatkan dalm UU No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga , yakni Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Kelahiran, Pembinaan Ketahanan keluarga, dan Peningkatan kesejahteraan keluarga,” jelas Dwi.

“Dapat diyakini, jika keenam peran tersebut dapat dijalankan dengan baik, IMP yang ada di Kalurahan akan dapat berfungsi dengan baik dan peran-peran yang dibebankan dapat dijalani dengan baik pula. Bila ini telah terwujud, berarti upaya memberdayakan IMP agar menjadi wahana pembentukan SDM yang berkualitas telah menjadi kenyataan. Sehingga harapan-harapan pemerintah dan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik lewat perjuangan IMP tidak lagi hanya harapan-harapan kosong tanpa kepastian,” ungkapnya. (sbd_kimtempel)