Caturtunggal Salurkan Santunan Untuk 40 Anak Yatim Piatu

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bersama Tim Penggerak PKK kembali menyelenggarakan Pengajian Al Husna Caturtunggal dan Penyampaian Santunan Anak Yatim Piatu pada Jumat (26/07). Bertempat di Pendopo Puspadenta Kalurahan Caturtunggal, kegiatan ini dihadiri oleh Plt Lurah Caturtunggal beserta Jajaran Pamong, Babinkamtibmas dan Babinsa wilayah, Badan Permusyawaratan Kalurahan serta Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (PKK, Karang taruna, LPM, Satlinmas, dan Pokja Posyandu).

Plt Lurah Caturtunggal, Aminudin Aziz mengungkapkan rasa syukur dan pentingnya kebersamaan dalam membangun masyarakat yang peduli.

Setelah sambutan, dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 40 anak yatim piatu yang berasal dari 20 padukuhan di Caturtunggal.

Pengajian Al Husna ini juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustad Imam Syafii. Dalam ceramahnya beliau mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa memperkuat iman dn taqwa, serta terus menjalin silaturahmi dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim piatu.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian Pemerintah Caturtunggal dan TP PKK terhadap masyarakat, terutama anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Diikuti 200 peserta yang berasal dari Kalurahan Caturtunggal, alunan musik Islami oleh kelompok hadroh dari Padukuhan Tambakbayan menambah kekhidmatan suasana.

“ Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi kita untuk terus meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan berbagi,” ungkap Aminudin.

“Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi seluruh warga masyarakat Kalurahan Caturtunggal,” imbuhnya. (Oktaviana/KIM Depok)




Forum Anak FRANS Sumbersari Gelar Lomba Lukis

Sumbersari _ Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ( HAN ) Forum Anak FRANS Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman menggelar Lomba mewarnai dan melukis. Lomba berlangsung pada hari Minggu (28/7/2024) bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari

Yoga Putra Pratama, Ketua Forum Anak FRANS menuturkan bahwa lomba dibagi menjadi 2 kriteria yaitu lomba melukis dan lomba mewarnai. Lomba melukis diperuntukan bagi siwa SD kelas 3 s.d kelas, sedangkam lomba mewarnai diperuntukkan untu TK s.d SD Kelas 2.

Lebih lanjut Yoga juga mengatakan bahwa jumlah peserta lomba ada 70 anak.

“Kami merasa bangga atas atensi peserra untuk megikuti lomba saat ini, semoga bisa memberikan wadah kreatifitas bagi anak-anak.” Tambahnya.

Sedangkan Lurah Sumbersari Sukadi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Forum Anak yang telah menyelenggarakan lomba melukis dan mewarnai. Lebih lanjut Sukadi menyampaikan bahwa anak merupakan aset  yang harus terlindungu  sesuai dengan hak nya, sesuai dengan tema Peringatan HAN tahun 2024 yaitu  Anak terlindungi Indonesia Maju.

”Hari ini akan menjadi pengingat akan pentingnya peran anak sebagai penerus generasi bangsa yang unggul,” ungkapnya.

Sukadi juga berharap agar Forum Anak Sumbersari untuk selalu tetap menjaga eksistensinta di masyarakat, dan Pemerintah Kalurahan Sumbersari akan selalu memberikan dukungannya.

“Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2024, anak-anak adalah bunga-bunga masa depan yang harus dirawat dan dipupuk dengan cinta, jadilah anak-anak yan g cerdas dan berbudi pekerti,” tutup Sukadi. (Giek-KIM Moyudan)




MTQ Kapanewon Gamping Ajang Pembinaan Generasi Muda Berkarakter Mulia

Untuk mengembangkan potensi Qori dan Qori’ah, serta mendukung upaya pembinaan generasi muda agar lebih berakhlak mulia dan beriman kuat, maka digelar Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kapanewon Gamping yang dibuka secara resmi oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana di Pondok Pesantren Miftahunnajah yang terletak di Dusun Ngawen, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Minggu (28/7/2024).

Tampak hadir dalam acara pembukaan antara lain Kepala Kantor Urusan Agama Kapanewon Gamping, Abu Hanifah, didampingi Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Kapanewon Gamping, Dalwanudin, serta Aiptu Prastyanto mewakili Kepala Kepolisian Sektor Gamping.

Dalam sambutan pembukanya, Tamzis Sarwana selaku Panewu Gamping menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan keagamaan berupa Musabaqoh Tilawatil Qur’an sebagai ajang untuk mengapresiasi dan mengakui bakat serta prestasi individu dalam bidang tilawah, hafalan, kaligrafi dan pemahaman Al-Qur’an, sehingga dapat memotivasi lebih banyak orang agar terus belajar dan mendalami kitab suci Al-Qur’an.

“Melalui kegiatan ini, kami harapkan masyarakat dapat lebih mencintai dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an, serta memperkokoh kebersamaan dan kerukunan,” tuturnya.

Sementara, Kyai Ahmad Shofi dalam sambutannya mewakili panitia penyelenggara Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kapanewon Gamping mengatakan perkembangan kehidupan beragama yang selama ini terjadi khususnya di wilayah Kapanewon Gamping secara umum sangat menggembirakan terutama pada tingkat pelaksanaan ritual keagamaan yang didukung dengan meningkatnya penyediaan sarana dan fasilitas keagamaan yang ditunjukkan melalui kegiatan keagamaan yang tumbuh subur.

Salah satu program pembangunan bidang agama adalah adanya peningkatan pemahaman dan pengembangan nilai keagamaan di masyarakat. Satu diantaranya melalui kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an guna melakukan syiar islam dan bentuk ikhtiar guna mengagungkan kalam Ilahi, meneguhkan kesucian-Nya, memperkuat keimanan, serta memperluas fungsi edukatif kitab suci Al-Qur’an bagi umat Islam.

“Karenanya, tema yang kami angkat dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an tahun 2024 ini adalah dengan MTQ Kapanewon Gamping menuju generasi emas yang Qur’ani dan berkarakter mulia,” jelas Kyai Shofi dihadapan peserta dan tamu undangan.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan antusiasme peserta MTQ Kapanewon Gamping Tahun 2024 sangat meningkat karena diikuti oleh seluruh komponen dan lembaga yang ada di wilayah Kapanewon Gamping sejumlah 204 peserta dari 32 cabang lomba yang diselenggarakan sehingga menjadikan peserta terbanyak dengan cabang lomba paling lengkap dari beberapa kali gelaran MTQ yang telah dilaksanakan selama ini.

Di akhir sambutan dirinya berharap adanya dukungan pendanaan yang sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an di tahun depan guna memastikan kelancaran dan keberhasilan kegiatan karena tanpa pendanaan yang memadai maka berbagai aspek teknis seperti penyediaan tempat, sarana prasarana, konsumsi, akomodasi bagi peserta dan panitia akan terhambat, termasuk  uang pembinaan bagi para pemenang lomba sebagai motivasi bagi peserta untuk berkompetisi dengan semangat dan dedikasi tinggi.

“Pendanaan yang cukup juga memungkinkan panitia penyelenggara untuk mendatangkan juri-juri berkualitas, sehingga penilaian dapat dilakukan secara objektif dan professional,” pungkasnya. (Adnan Nurjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon gamping)




Memperbaiki Generasi dari  Ancaman Stunting  dengan Beras Fortifikasi

Sleman – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga pertambahan tinggi anak tidak sesuai dengan umurnya.

Mempersiapkan generasi emas 2045 bukan hal mudah. Pasalnya, stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak dibawah usia dua tahun di Indonesia. Kondisi tersebut harus segera dientaskan karena akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045.

Hal tersebut yang ditekankan oleh Sri Lestari, PLKB Kapanewon Ngaglik dalam acara Penyerahan Beras Fortifikasi Bagi Ibu Hamil di Kalurahan Donoharjo Jumat (26/7/24) di Aula Kalurahan Donoharjo, Ngaglik.

Lebih lanjut Sri Lestari menjelaskan bahwa beras fortifikasi merupakan wujud nyata dalam intervensi gizi sensitif untuk percepatan pencegahan stunting karena memiliki banyak kandungan penting bagi Ibu hamil.

“Kandungan Beras Fortifikasi meliputi Vitamin B1 yang membantu sel tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi,  Vitamin B9 (Asam Folat), menghasilkan sel darah merah yang sehat untuk proses pertumbuhan & metabolisme protein. Kalsium, membangun kesehatan tulang dan gizi,” jelasnya.

“Beras fortifikasi juga mengandung Zat Besi (Iron), yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan fungsi otak untuk perkembangan kognitif anak serta Zinc yang dapat memperkuat sistem imun dan meningkatkan daya ingat. Beras fortifikasi merupakan terobosan untuk akselerasi pengentasan stunting Indonesia, dapat menjadi solusi efektif terhadap penanganan stunting karena harga terjangkau sesuai daya beli masyarakat, akses mudah, tidak merubah budaya konsumsi masyarakat,” tambah Sri Lestari.

Sementara itu Bidan Yofa dari Puskesmas Ngaglik 2 menjelaskan bahwa untuk Donoharjo, setelah melalui proses verifikasi, ada 34 ibu hamil yang mendapatkan beras fortifikasi.

“Tujuan beras Fortifikasi untuk meningkatkan derajat kesehatan. Bagi Ibu hamil dengan  Lingkar lengan kurang serta berat kurang standar, dengan beras Fortifikasi diharapkan kesehatannya dapat meningkat,” ujarnya.

“Namun demikian  harus diimbangi isi piringku yang lengkap, tablet tambah darah dan kalsium setiap hari.  Selain itu harus periksa ke tenaga kesehatan bidan ataupun spesialis kandungan. Usg juga harus dilakukan untuk mengetahui posisi, umur, berat badan apa sudah sesuai,  juga untuk persiapan persalinannya. Tersedia USG gratis di puskesmas pada di trimester 1 dan 3,” tandas Yofa. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Pemkab Sleman Serahkan Beasiswa Sleman Pintar untuk 570 Penerima

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahkan Program Beasiswa Sleman Pintar kepada 570 penerima beasiswa pada Minggu (28/7) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Program ini adalah upaya memutus mata rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak keluarga miskin, rentan miskin dan PKH yang memiliki semangat untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi. Adapun program ini bekerjasama dengan 3 Universitas di Kabupaten Sleman yakni Universitas AMIKOM, Universitas Aisyiyah Yogyakarta dan Polbangtan.

Kustini menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu upaya dalam memutus mata rantai kemiskinan. Dengan pendidikan yang berkualitas ia berharap dapat mengangkat derajat keluarga dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Program ini merupakan upaya yang dilakukan Pemkab Sleman untuk memberikan kesempatan bagi setiap anak Sleman yang berprestasi untuk meneruskan pendidikan hingga ke bangku perkuliahan. Saya harap penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meraih masa depan lebih baik,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini menyampaikan bahwa pendidikan tidak sebatas pendidikan formal di bangku perkuliahan melainkan juga kemampuan sosial dan berorganisasi yang menjadi bekal penting dalam memasuki dunia kerja. Sebelum mengakhiri sambutannya, Kustini berterimakasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi mewujudkan program ini terkhusus 3 universitas yang telah bekerjasama demi kemajuan SDM Sleman.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi melaporkan bahwa jumlah penerima beasiswa ini yakni Universitas Amikom Yogyakarta angkatan 2022 sebanyak 120 mahasiswa, angkatan 2023 sebanyak 118 mahasiswa serta angkatan 2024 berjumlah 120 mahasiswa. Kemudian Universitas Aisyiyah Yogyakarta angkatan 2023 sebanyak 91 mahasiswa, angkatan 2024 berjumlah 117 mahasiwa serta Polbangtan angkatan 2023 sebanyak 4 mahasiswa.

“Adapun total anggaran untuk mewujudkan program beasiswa Sleman Pintar ini sebesar 7,8 miliar yang tentunya untuk mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sleman yakni terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong,” kata Mustadi. (Humas Sleman)