Grup Kesenian Angklung BKL Ngentak Pondokrejo Meriahkan Peringatan Harganas Sleman 2024

Sleman – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 dan Hari Anak Nasional (HAN) Sleman ke-40 Tahun 2024 dipusatkan di Gedung Serbaguna Beran, pada Kamis (1/8/2024).
Turut menghadiri puncak acara ini Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang sekaligus memberikan arahan serta meninjau stand pameran. Peringatan Harganas dan HAN kali ini juga dimeriahkan dengan pentas kesenian dari berbagai kalurahan dan kelompok seni lainnya di Sleman.
Salah satunya adalah penampilan grup kesenian angklung BKL ( Bina Keluarga Lansia) Padukuhan Ngentak Kalurahan Pondokrejo Kapanewon Tempel. Penampilan para ibu kader BKL tersebut cukup memukau, terdiri dari penggiat seni angklung pimpinan Budi Nurmila Sari yang juga selaku Carik Kalurahan Pondokrejo.
“Karena kesenian angklung adalah buah dari budaya, dan budaya adalah perisai yang dapat mempertahankan harkat dan martabat suatu bangsa. Untuk itu, kesenian angklung ini akan terus dipertahankan dan dikembangkan dengan menerima banyak tawaran untuk mengisi acara seremonial di tingkat kalurahan, kapanewon, dan hari ini di tingkat kabupaten. (Kami) selalu siaga, karena melakukan latihan rutin setiap minggu.” tutur perempuan yang biasa disapa Mila ini.
Ia juga menambahkan kedepannya kesenian angklung ini akan dijadikan ikon dan pemerintah Kalurahan Pondokrejo sudah mendukungnya. Salah satunya dalam kegiatan gelar budaya di Kapanewon Tempel yang akan digelar tidak lama lagi. Kegiatan tersebut sebagai salah satu wujud mendukung pelestarian budaya. Terlebih, Kalurahan Pondokrejo saat ini hendak menuju Kalurahan berbasis budaya. Maka perlu penyediaan media ataupun sarana yang dapat memfasilitasi pengembangannya.
Acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional 2024 ini juga dihadiri sekitar peserta dari anggota Kampung Keluarga Berkualitas, Perwakilan Sekolah Ramah Anak hingga Prestator Harganas dan HAN.
Pada kesempatan itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengimbau agar seluruh masyarakat Sleman dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, termasuk memberikan perlindungan sebagai upaya pencegahan kekerasan dan eksploitasi anak. Untuk itu, ia berharap momen Harganas dan HAN dapat menjadi kesempatan untuk mewujudkan keluarga dan lingkungan terdekat sebagai ruang bertumbuh yang ideal bagi anak, guna mewujudkan generasi emas Indonesia.
“Melalui momentum peringatan Harganas dan HAN ini saya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung terciptanya Sleman Layak Anak,” imbuh Kustini. (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel).



