JP-ZIS Banyuraden Lakukan Studi Banding Tingkatkan Keterampilan Pengelolaan Dana

Sleman – Guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus dalam mengelola dana zakat infak dan shadaqah secara efektif dan efisien, maka pengurus Jaringan Pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah (JP-ZIS) Ranting Nahdlatul Ulama Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas berupa studi banding dengan pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (LAZISNU) Cabang Kabupaten Sragen.

Kegiatan dilaksanakan di Kantor Sekretariat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kalijambe yang berlokasi di Dusun Kaliyoso, Kalurahan Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Minggu (4/8/2024). 

Rombongan Jaringan Pengelola Zakat Infak dan Shadaqah Ranting Nahdlatul Ulama Kalurahan Banyuraden yang dipimpin oleh Suhartono selaku Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kalurahan Banyuraden bersama Rois Syuriah, Kyai Ahmad Shofi disambut dan diterima secara baik oleh Lulus Sriyono selaku Ketua LAZISNU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sragen yang didampingi Khatib Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kalijambe, KH. Muhammad Rosyid di ruang kantor sekretariatnya.

Dalam diskusinya, Lulus Sriyono menguraikan teknis pengelolaan program koin Nahdlatul Ulama yang dilakukan jajarannya dari tingkat kabupaten hingga tingkat kalurahan. Menurutnya keberhasilan program dapat diraih melalui penguatan jaringan dan kerjasama antar pengurus JP-ZIS di berbagai tingkat, mulai dari tingkat kalurahan sampai dengan kabupaten melalui pelatihan dan workshop yang diadakan sehingga pengurus dapat saling bertukar pengalaman, berbagi strategi dan solusi dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan demi menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam upaya pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan di daerahnya.

“Adanya pengurus yang terlatih dan berkompeten maka diharapkan pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah dapat dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola Zakat Infak dan Shadaqah dapat meningkat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa perlu adanya pemahaman dan peningkatan kesadaran bagi seluruh pengurus Jaringan Pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah dalam hal penanaman nilai-nilai kepemimpinan yang islami yang harus dimiliki oleh setiap pengurus yang diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan integritas, kejujuran, dan dedikasi yang tinggi untuk menciptakan lembaga pengelola zakat infak dan shadaqah yang profesional dan berorientasi pada kesejahteraan umat.

Sementara itu, Suhartono selaku Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kalurahan Banyuraden merasa pihaknya perlu meningkatkan inovasi dan teknologi dalam pengelolaan dana zakat, infak dan shadaqah karena memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai teknologi informasi maka jajaran pengurus dapat memanfaatkan berbagai alat dan platform digital untuk mendata, mengumpulkan, dan mendistribusikan dana tersebut secara lebih efektif sehingga membantu perluasan jangkauan penerima manfaat.

“Dengan bekal pengetahuan dan wawasan yang diperoleh dari kegiatan studi banding ini, kami dapat merancang program pemberdayaan masyarakat berbasis dana zakat infak dan shadaqah yang tepat sasaran dan berkelanjutan, sehingga dampak dari pengelolaannya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas,” harapnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Panti Asuhan Bina Remaja Donoharjo Gelar Perayaan HUT ke-42

Sleman – Peningkatan kapasitas pengelola Panti Asuhan Difabel Bina Remaja Donoharjo menjadi salah satu pilihan kegiatan dalam rangka memperingati ulang tahun Panti Asuhan yang ke-42 pada Sabtu (3/8/2024).

Peningkatan Kapasitas diselenggarakan dalam bentuk mini workshop yang melibatkan seluruh pengelola panti yang berjumlah 13 orang dengan mengambil tema tentang struktur organisasi dan tata laksana, berlokasi di Kompleks Panti Asuhan.

Ketua Panti Asuhan, Saptono Budi Samodro menjelaskan bahwa kegiatan diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan komunikasi, kerjasama dan kekompakan dalam melaksanakan kegiatan pengasuhan.

“Kegiatan juga bertujuan untuk melakukan refresh dan menata kembali tugas-tugas agar keseluruhan kegiatan dapat tertangani dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu malam sebelumnya, Jumat (2/8/2024) juga dilakukan upacara sederhana berupa doa bersama dan pemotongan tumpeng serta penampilan badut untuk menghibur anak-anak Panti Asuhan.

Dalam sambutannya Saptono sebagai ketua Panti Asuhan menyampaikan rasa syukur atas kelahiran panti yang ke 42.

“Sudah cukup umur, sudah banyak pengalaman sejarah. Dulu pinjam ke kalurahan lalu menempati barak pengungsian. Tahun 2000 memiliki gedung ini. Tasyakuran ini sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT karena sudah bermanfaat terutama bagi anak asuh difabel yang pernah dan masih diasuh di sini, dan hingga kini masih berkembang cukup baik,” ungkap Saptono.

“Terimakasih kepada semua pihak terutama kepada pengasuh yang sudah menyantuni dan memelihara.  Juga semua pihak yang mendukung panti. Ulang tahun adalah momen bersyukur dan memperbaiki niat kita dalam mengabdi sehingga Insya Allah,  Allah swt ridho dengan apa yang kita lakukan,” (Endarwati/KIM Donoharjo)




Adaptasi Terhadap Perubahan Pasar Bantu Usaha Tetap Kompetitif dan Inovatif

Dalam menjalani perjalanan sebagai wirausahawan, penting untuk selalu belajar dan beradaptasi dengan perubahan pasar serta memahami tren bisnis terbaru guna membantu usahanya tetap kompetitif dan inovatif. Selain itu, membangun jaringan yang kuat dengan sesama wirausahawan dan profesional lainnya dapat membuka peluang baru.

Hal tersebut dituturkan oleh Dr. Totok Budisantoso seorang wirausahawan sekaligus Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atmajaya Yogyakarta selaku narasumber dalam workshop bagi anggota Koperasi Credit Union Cindelaras Tumangkar (CUCT) Condongcatur yang berlangsung di Ruang 3309 Kampus Universitas Atmajaya Yogyakarta, Sabtu (3/8/2024).

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Basuki Ruswanta selaku Ketua Pengurus Koperasi CUCT Condongcatur diikuti sebanyak 15 peserta yang merupakan anggota aktif yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam paparan materinya, Dr. Totok menyatakan berwirausaha merupakan sebuah langkah berani yang memerlukan motivasi tinggi dan tekad yang kuat. Karenanya, menjadi seorang wirausahawan memiliki kebebasan untuk mengembangkan ide-ide kreatif demi mewujudkan mimpi untuk menjadi kenyataan. Motivasi dalam berwirausaha dapat berasal dari keinginan untuk mandiri secara finansial, hasrat untuk menciptakan sesuatu yang baru, maupun dorongan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar juga bisa menjadi sumber motivasi yang kuat.

“Dengan adanya motivasi yang kuat dan pengelolaan dana yang sehat maka kesuksesan dalam berwirausaha bukanlah sesuatu yang mustahil dapat diraih,” tegasnya bersemangat.

Lebih lanjut, Ia memberikan tips seperti yang sudah dilakukannya mengenai kunci keberhasilan dalam berwirausaha untuk ditularkan kepada para peserta. Berdasarkan pengalamannya, seorang wirausahawan harus bisa mengelola dana dengan sehat yang artinya harus mampu membuat perencanaan keuangan secara baik, mulai dari pengalokasian modal awal, pengelolaan arus kas, hingga investasi untuk pengembangan bisnisnya.

“Penyusunan anggaran yang realistis dan pengawasan rutin terhadap pengeluaran sangat penting untuk memastikan bisnis tetap berada dalam jalur yang tepat. Sehingga dengan pengelolaan dana yang sehat, risiko kebangkrutan dapat diminimalisir dan peluang untuk mengembangkan bisnis semakin terbuka lebar,” terangnya.

Menurutnya, Kunci pelaku usaha agar dapat menjadi pemimpin pasar yaitu harus memiliki visi yang jelas dan fokus pada inovasi. Adanya visi yang jelas akan membantu menetapkan tujuan jangka panjang dan arah yang ingin dicapai dalam usahanya. Sedangkan inovasi merupakan kunci untuk tetap relevan dan unggul di pasar yang kompetitif. Dengan selalu berusaha mengembangkan produk atau layanan yang lebih baik dan unik, maka wirausahawan dapat menarik perhatian konsumen dan membedakan diri dari pesaingnya.

Di akhir pencerahannya, Dr. Totok menekankan bahwa kemampuan untuk berpikir kreatif dalam menciptakan inovasi baru dan beradaptasi terhadap perubahan, serta kualitas pelayanan yang baik kepada pelanggan adalah faktor penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pasar karena pelanggan yang puas cenderung menjadi pelanggan setia dan merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain.

“Sehingga, pelaku usaha harus fokus pada kebutuhan dan kepuasan pelanggan, memberikan layanan yang cepat dan responsif, serta membangun hubungan yang baik dengan pelanggan melalui pengumpulan dan analisis umpan balik dari pelanggan agar dapat meningkatkan produk dan layanan sesuai dengan harapan pasar,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Anggota DPRD Bersama Kundha Kabudayan DIY Sosialisasikan Perda DIY Nomor 2 Tahun 2021 di Seyegan

Sleman – Bertempat di SMP Sultan Agung Margokaton Seyegan,  Jum’at (2/8/2024) diadakan kegiatan sosialisasi PERDA DIY Nomor 2 tahun 2021 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan aksara Jawa.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah SMP Sutan Agung, H. Tahajudin, , yang menyampaikan bahwa bahasa Jawa memang belum dilestarikan dengan sungguh sungguh meskipun ada program setiap hari Sabtu dianjurkan semua kegiatan di sekolah menggunakan komunikasi dalam bahasa Jawa. Tapi ternyata belum berjalan secara efektif. Paling tidak upaya inilah yang ditempuh untuk membiasakan berbahasa Jawa dalam pergaulan secara umum.

Anggota DPRD DIY, Syukron Arif Muttaqin, dalam pengarahannya menyampaikan bahwa sebagai anggota Panwas Perda DIY, mempunyai tanggung jawab moral untuk mensosialisasikan Perda berkaitan dengan bahasa, sastra dan aksara Jawa.

Syukron juga menambahkan bahwa ada kesalahan dalam metodologi pengajaran bahasa dan aksara Jawa.

“Siswa hanya diminta untuk menghapal bahasa dan aksara Jawa, sehingga karakter yang melekat pada bahasa dan aksara Jawa tidak didapatkan. Yang lebih memprihatinkan adalah banyak sekolah yang guru bahasa jawanya bukan dari mapel bahasa Jawa sehingga pengajaran bahasa Jawa tidak mendalam,”ujarnya.

Syukron juga menyatakan keprihatinannya pada kondisi dimana banyak guru muda yang lebih menggunakan bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan anak didiknya.

Sementara itu, Setia Anjar Prasaja, Kepala Seksi Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa KUNDHA KABUDAYAN DIY menyampaikan bahwa Perda DIY No. 2 tahun 2021 tentang  Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan aksara Jawa merupakan salah satu Perda yang diinisiasi oleh DPRD DIY.

“Bahkan Perda ini telah menjadi Pergub. Bukan tanpa alasan, Perda ini dibuat. Dari mulai penggunaan bahasa yang bisa dikatakan punah dikalangan anak muda sampai pengaruh budaya dan bahasa asing yang masuk ke Indonesia adalah beberapa alasan yang mendasari terbitnya Perda tersebut,” jelasnya.

“Tentunya tidak cukup dengan kegiatan sosialisasi, namun pelatihan dalam upaya pelestarian budaya dan bahasa Jawa tentu menjadi prioritas dalam pemeliharaan budaya Jawa,” tambah Anjar.

Anjar mengingatkan bahwa kebudayaan akan punah bila bahasanya punah. Menjadi tugas utama dalam menguatkan pondasi bahasa Jawa untuk tetap bisa lestari dan penanaman karakter adalah pilihan yang tidak bisa ditunda lagi.

Achmad Fikri, Nara sumber dari Rumah Aksara dalam sosialisasi tersebut,  menyampaikan dalam pengantarnya mengenai jasa Raja Mataram Islam yaitu Sultan Agung yang berjasa dalam meletakkan dasar pembelajaran kebudayaan Jawa termasuk bahasa, sastra dan aksara Jawa. Sultan Agung juga yang meletakkan dasar untuk menciptakan kalender Jawa yang berdampingan dengan kalender Masehi. Harapan Fikri, SMP Sultan Agung yang mengambil nama dari Raja Mataram Islam tersebut juga dapat mengambil spirit dari jasa yang telah dilakukan sehingga bahasa, sastra dan aksara Jawa dapat dikenal dan dilestarikan hingga sekarang.

Dalam penjelasannya, Achmad Fikri menyampaikan metode yang tepat dalam pelestarian aksara Jawa yaitu mengenal bentuk dan karakter aksara Jawa dan metode visual tanpa hapalan. Fikri juga mengajak semua pihak untuk ikut bertanggung jawab dalam melestarikan budaya Jawa karena sebagai pewaris mempunyai kewajiban untuk mengembangkannya dengan cara menggunakan dan mengajarkan adat budaya Jawa kepada generasi penerus.

Diakhir paparannya, Fikri menyampaikan bahwa sosialisasi ini tidak menjadi kegiatan terakhir tapi justru menjadi awal untuk dilanjutkan dengan kegiatan kegiatan pelatihan yang memperkuat pelestarian budaya Jawa. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab peserta dengan Nara sumber. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Padukuhan Soka Tegal Gelar Narik Namari

Sleman – 𝙱𝚎𝚛𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚍𝚒 𝙷𝚊𝚕𝚊𝚖𝚊𝚗 𝚃𝙿𝙰 𝙰𝚕-𝙷𝚞𝚍𝚊 𝙿𝚊𝚍𝚞𝚔𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚂𝚘𝚔𝚊 𝚃𝚎𝚐𝚊𝚕, 𝙺𝚊𝚕𝚞𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝙼𝚎𝚛𝚍𝚒𝚔𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘 𝙺𝚊𝚙𝚊𝚗𝚎𝚠𝚘𝚗 𝚃𝚎𝚖𝚙𝚎𝚕, 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚔𝚜𝚊𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚘𝚟𝚊𝚜𝚒 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚔𝚘𝚕𝚊𝚋𝚘𝚛𝚊𝚜𝚒 𝙺𝚊𝚍𝚎𝚛 𝙿𝙺𝙺 𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚜𝚋𝚒𝚗𝚍𝚞 𝙿𝚊𝚍𝚞𝚔𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚂𝚘𝚔𝚊 𝚃𝚎𝚐𝚊𝚕 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚗𝚊𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 “𝙹𝙰𝚁𝙸𝙺 𝙽𝙰𝙼𝙰𝚁𝙸” 𝚜𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒  𝙹𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚂𝚎𝚑𝚊𝚝, 𝙿𝚎𝚛𝚒𝚔𝚜𝚊 𝙺𝚎𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗 𝙶𝚛𝚊𝚝𝚒𝚜, 𝚂𝚎𝚗𝚊𝚖 𝙼𝚊𝚜𝚜𝚊𝚕, 𝚍𝚊𝚗 𝙼𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚂𝚒𝚊𝚗𝚐 𝙶𝚛𝚊𝚝𝚒𝚜, Minggu (4/8/2024).

𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚍𝚒𝚑𝚊𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙳𝚠𝚒 𝚆𝚊𝚑𝚢𝚞𝚗𝚘 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝙺𝚊𝚖𝚒𝚝𝚞𝚠𝚘 𝙼𝚎𝚛𝚍𝚒𝚔𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘, 𝚂𝚞𝚢𝚊𝚝𝚒𝚗 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝙳𝚞𝚔𝚞𝚑 𝚂𝚘𝚔𝚊 𝚃𝚎𝚐𝚊𝚕, 𝚂𝚞𝚍𝚊𝚛𝚜𝚘𝚗𝚘 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝚔𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙺𝚊𝚖𝚙𝚞𝚗𝚐 𝚂𝚒𝚊𝚐𝚊 𝙱𝚎𝚗𝚌𝚊𝚗𝚊 (𝙺𝚂𝙱), 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚋𝚞-𝚒𝚋𝚞 𝙿𝙺𝙺 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝙻𝚊𝚗𝚜𝚒𝚊 𝚍𝚒 𝙿𝚊𝚍𝚞𝚔𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚂𝚘𝚔𝚊 𝚃𝚎𝚐𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚙𝚎𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗.

𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚝𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝙺𝚊𝚖𝚒𝚝𝚞𝚠𝚘 𝙼𝚎𝚛𝚍𝚒𝚔𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘, Dwi Wahyuno 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚑𝚠𝚊 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚐𝚎𝚛𝚊𝚔 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚜𝚝𝚊𝚛𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚒𝚗𝚒𝚜𝚑 𝚍𝚒𝚋𝚊𝚕𝚊𝚒 𝚙𝚊𝚍𝚞𝚔𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚂𝚘𝚔𝚊 𝚃𝚎𝚐𝚊𝚕 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚒𝚔𝚞𝚝𝚒 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚂𝚘𝚔𝚊 𝚃𝚎𝚐𝚊𝚕 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚔𝚒𝚝𝚊𝚛𝚗𝚢𝚊.

“𝙺𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚒𝚊𝚜𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚎𝚛𝚒𝚕𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚘𝚕𝚊𝚑𝚛𝚊𝚐𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞𝚒 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝, 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚗𝚊𝚖 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊. 𝚂𝚎𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚒𝚝𝚞 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚔𝚘𝚖𝚒𝚝𝚖𝚎𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚙𝚎𝚛𝚎𝚛𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚊𝚝𝚞𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚞𝚖𝚙𝚞𝚕 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊. 𝙰𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚑𝚊𝚛𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚒𝚔𝚜𝚊𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚐𝚛𝚊𝚝𝚒𝚜, 𝚍𝚊𝚗, 𝚍𝚒𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚒𝚊𝚗𝚐 𝚐𝚛𝚊𝚝𝚒𝚜, 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚘𝚟𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕 𝚔𝚘𝚕𝚊𝚋𝚘𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚊𝚍𝚎𝚛 𝙿𝙺𝙺 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚜𝚋𝚒𝚗𝚍𝚞 𝙿𝚊𝚍𝚞𝚔𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚂𝚘𝚔𝚊 𝚃𝚎𝚐𝚊,” ujarnya.

“𝙳𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗  𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚞𝚓𝚞𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚊𝚖𝚘𝚗𝚐 𝚔𝚊𝚕𝚞𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝. 𝙿𝚎𝚖𝚎𝚛𝚒𝚗𝚝𝚊𝚑 𝙺𝚊𝚕𝚞𝚛𝚊𝚑𝚊𝚗 𝙼𝚎𝚛𝚍𝚒𝚔𝚘𝚛𝚎𝚓𝚘 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚌𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚊𝚗𝚒𝚝𝚒𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚕𝚎𝚗𝚐𝚐𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚒𝚊𝚙𝚊𝚗 𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚎𝚜𝚊𝚒, 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚞𝚌𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚠𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚙𝚊𝚛𝚝𝚒𝚜𝚒𝚙𝚊𝚜𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚗𝚒,” tambah Dwi.

𝙳𝚒𝚝𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙳𝚞𝚔𝚞𝚑 𝚂𝚞𝚢𝚊𝚝𝚒𝚗, 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚊𝚍𝚊𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚒𝚗𝚘𝚟𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚘𝚕𝚊𝚋𝚘𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚔𝚊𝚍𝚎𝚛 𝙿𝙺𝙺 𝚍𝚊𝚗  𝚙𝚘𝚜𝚋𝚒𝚗𝚍𝚞 𝚙𝚊𝚍𝚞𝚔𝚞𝚑𝚊𝚗 𝚂𝚘𝚔𝚊 𝚃𝚎𝚐𝚊𝚕 𝚒𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚐𝚞𝚜 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚔𝚊𝚖𝚙𝚊𝚗𝚢𝚎𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚘𝚕𝚊 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚒𝚊𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚒 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚔𝚒 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝, 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚒𝚊𝚜𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚒𝚔𝚜𝚊𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚜𝚎𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗, 𝚍𝚒𝚝𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚗𝚊𝚖.

“𝚂𝚎𝚍𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝙿𝚘𝚜 𝙿𝚎𝚖𝚋𝚒𝚗𝚊𝚊𝚗 𝚃𝚎𝚛𝚙𝚊𝚍𝚞 (𝙿𝚘𝚜𝚋𝚒𝚗𝚍𝚞) 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗  𝚠𝚞𝚓𝚞𝚍 𝚙𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚛𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚐𝚒𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚝𝚎𝚔𝚜𝚒 𝚍𝚒𝚗𝚒, 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚗𝚝𝚊𝚞𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚒𝚗𝚍𝚊𝚔 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚗𝚒 𝚏𝚊𝚔𝚝𝚘𝚛 𝚛𝚎𝚜𝚒𝚔𝚘 𝙿𝚎𝚗𝚢𝚊𝚔𝚒𝚝 𝚃𝚒𝚍𝚊𝚔 𝙼𝚎𝚗𝚞𝚕𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚖𝚊𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚜𝚒𝚗𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗,” 𝚙𝚞𝚗𝚐𝚔𝚊𝚜 𝚂𝚞𝚢𝚊𝚝𝚒𝚗.

𝚂𝚎𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞, 𝚂𝚞𝚍𝚊𝚛𝚜𝚘𝚗𝚘, 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚔𝚞 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚊 𝙺𝚂𝙱 𝙼𝙴𝚁𝙳𝙸𝙺𝙾 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚗𝚝𝚊𝚗𝚐 𝙺𝚊𝚖𝚙𝚞𝚗𝚐 𝚂𝚒𝚊𝚐𝚊 𝙱𝚎𝚗𝚌𝚊𝚗𝚊.

“𝙵𝚞𝚗𝚐𝚜𝚒 𝙺𝚂𝙱 𝚋𝚊𝚐𝚒 𝚖𝚊𝚜𝚢𝚊𝚛𝚊𝚔𝚊𝚝 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚞𝚖𝚞𝚖𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊𝚔𝚗𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚗𝚌𝚊𝚗𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚖𝚊𝚗𝚏𝚊𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚕𝚘𝚐𝚒𝚜𝚝𝚒𝚔 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚍𝚊,” 𝚍𝚎𝚖𝚒𝚔𝚒𝚊𝚗 𝚝𝚞𝚝𝚞𝚙 𝚂𝚞𝚍𝚊𝚛𝚜𝚘𝚗𝚘. (SBD/KIM Tempel)