Pemkal Merdikorejo Selenggarakan Pelatihan Pendataan Sosial Ekonomi Kalurahan Tahun 2024

Sleman – Pemerintah Kalurahan Merdikorejo melaksanakan pelatihan pendataan sosial ekonomi kalurahan tahun 2024, di Taman Merdiko Kalurahan Merdikorejo, Selasa (6/08/2024). Pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan langkah antara petugas pendata lapangan dan petugas pemeriksa lapangan, sehingga pelaksanaan pendataan sosial ekonomi dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang valid.

Acara ini dihadiri oleh Panewu Tempel, Agung Dwi Maryoto, dan yang di tunjuk perwakilan Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman. Pada kesempatan itu, Panewu Tempel menyampaikan bahwa penyelenggara kegiatan pendataan sosial ekonomi ini ialah Pemerintah Kapanewon Tempel, atas dawuh (perintah) Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku Gubernur.

Sementara, pendanaan kegiatan ini berasal dari Dana Keistimewaan dengan tujuan untuk memperoleh data yang valid tetang kondisi sosial ekonomi di DIY. Sebab,   angka kemiskinan DIY cukup tinggi. Setelah memperoleh data ril tentang kondisi sosial ekonomi di DIY, tentu akan menjadi bahan pengambilan kebijakan oleh pemerintah baik dari Pemerintah Kalurahan, Pemerintah Kabupaten, Pemda DIY, Pemerintah Pusat, maupun pihak lain yang terkait.

BPS selaku pembina dalam pendataan ini, akan memberikan pelatihan kepada petugas yang telah ditunjuk. Di mana, proses pendataan akan dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2024 sampai dengan 25 September 2024.

Diharapkan semua pihak yang hadir dalam sosialisasi ini, dapat menyampaikan informasi yang diperolehnya kepada masyarakat. khususnya terkait dengan pendataan sosial ekonomi, sehingga masyarakat bisa menerima dan melayani petugas pendata dengan memberikan informasi yang sejujur-jujurnya. (Dony/Kim Tempel).




Kalurahan Lumbungrejo Gelar Sosialisasi Tahapan Pilkada Serentak Kabupaten Sleman Tahun 2024

Sleman – Kalurahan Lumbungrejo melaksanakan sosialisasi tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2024, di Ruang Pertemuan Aula Kalurahan Lumbungrejo, Selasa (6/08/2024).

Acara ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Lumbungrejo beserta seluruh pengurusnya, penyelenggara pemilu di tingkat kalurahan atau PPS Lumbungrejo yang terdiri atas Ketua dan Divisi SDM Parmas dan Sosdiklih, serta seluruh anggota TP PKK Kalurahan dari masing masing padukuhan se-Kalurahan Lumbungrejo.

Ketua Penggerak PKK Kalurahan Lumbungrejo, Sulastri menuturkan bahwa sosialisasi ini penting diadakan. Hal itu bertujuan untuk memastikan pesta demokrasi di Kabupaten Sleman berjalan dengan baik.

“Sehingga pesta demokrasi di Kabupaten Sleman nantinya dapat di jaga dengan baik. Penyaluran kepada hak masyarakat dalam pemilihan agar dapat dijaga, sehingga seperti hajatan pemilu yang kemarin dari sisi kehadiran sangat tinggi. Sosialisasi ini semoga dapat diserap dengan baik, dan dapat ditularkan kepada masyarakat luas,” tutur Sulastri saat membuka acara tersebut.

Pada kesempatan itu, Ketua PPS Lumbungrejo, Sih Budi Daryanto menjelaskan ada dua agenda besar pada tahun 2024 ini, yaitu pemilu di bulan Februari, dan pilkada serentak pada 27 November nanti.

“Kami diberikan amanah untuk melaksanakan sosialisasi tahapan pilkada ini, bertujuan untuk berpartisipasi dalam mensosialisasikan akan adanya pilkada nanti pada bulan November. Terkait dengan adanya pemilihan sebuah sarana kedaulatan rakyat, UU Nomor 10 Tahun 2016 merupakan dasar yang digunakan dalam melaksanakan seluruh tahapan. Suksesnya sebuah pelaksanaan ada 2 penentu, yaitu kualitas dan kuantitas,” ungkap Sih Budi.

Hal itu dipertegas salah satu anggota PPS Lumbungrejo Divisi Parmas SDM dan Sosdiklih, Zidni Fahma Selma Navi. Ia mengungkapkan pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sebagai upaya menyebarluaskan informasi terkait pelaksanaan pilkada serentak tersebut.

“Dalam rangka penyebarluasan informasi terkait pilkada serentak Sleman tahun 2024 kepada masyarakat, Panitia Pemungutan Suara Lumbungrejo mengadakan kegiatan sosialisasi dengan berbagai elemen masyarakat. Kepada ibu ibu PKK, dan nantinya kepada unsur-unsur masyarakat yang lainnya, kalangan pemuda atau pemilih pemula juga menjadi sasaran kami,” ungkap Zidni.

Lebih lanjut, materi yang disampaikan PPS Lumbungrejo dalam sosialisasi itu, di antaranya: 1) Waktu pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024; 2) Cara mengecek pemilih secara online melalui ; 3) Jumlah pemilih di Kalurahan Lumbungrejo untuk pilkada tahun 2024; 4) Cara pemilihan pada pilkada tahun 2024.

“Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman akan dilaksanakan pada hari Rabu, 27 November 2024. Masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya, dan tidak golput,” tandas Zidni. (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel).




Paskibra Gamping Lakukan Simulasi Pastikan Pengibaran Bendera Secara Presisi

Untuk memastikan kelancaran teknis upacara pengibaran bendera merah putih dalam peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, maka tim pelatih Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kapanewon Gamping menggelar simulasi pengibaran bendera yang dilaksanakan di lapangan sepakbola Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (6/8/2024).

Tim Pelatih Paskibra Kapanewon Gamping yang terdiri dari Serma Acip Mulyawana, dan Serka Sugiyono dari Komando Rayon Militer 17 Gamping melatih 75 anggota Paskibra yang berasal dari SMA Negeri 1 Gamping, SMK Pelayaran Putra Samodera, SMA Islam, SMK Muhammadiyah Gamping, serta SMK Yayasan Pendidikan Kejuruan dan Ketrampilan Kapanewon Gamping.

Berdasarkan pengalaman Serma Acip Mulyawana, dengan melakukan latihan berulang kali maka para petugas dapat mengidentifikasi dan mengatasi berbagai kendala teknis yang mungkin timbul, seperti masalah pada tiang bendera atau kesalahan dalam koordinasi. Karenanya, simulasi perlu dilakukan agar pada saat pelaksanaan upacara yang sebenarnya tidak ada hambatan yang mengganggu prosesi pengibaran bendera.

“Latihan yang intensif dan terarah guna memastikan setiap gerakan dan langkah dalam upacara pengibaran bendera dilaksanakan dengan presisi, sehingga pelaksanaan pada hari H dapat berjalan dengan khidmat dan tanpa kesalahan,” tuturnya.

Menurutnya, simulasi dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang telah gugur berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia. Karena, dengan melaksanakan upacara bendera secara penuh khidmat dan tanpa kesalahan menunjukkan penghargaan atas pengorbanan yang telah diberikan oleh para pahlawan, serta menjadi momentum refleksi bagi semua peserta upacara untuk mengingat sejarah perjuangan bangsa.

Sementara itu, Serka Sugiyono berpesan kepada seluruh anggota Paskibra bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena diajarkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, serta tanggung jawab guna menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air terutama kepada generasi muda. Melalui partisipasi aktifnya anggota Paskibra dapat merasakan langsung pentingnya menghormati simbol-simbol negara, seperti bendera merah putih. 

“Dengan latihan yang intensif, kita dapat memastikan pelaksanaan upacara peringatan hari kemerdekaan dapat berjalan lancar, penuh khidmat dan bermakna. Karena setiap gerakan, langkah, dan sikap kita mencerminkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air demi penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih sebagai simbol kedaulatan negara,” pungkas Serka Sugiyono. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




FIAI UII Gelar FGD, Kupas Manajemen Bencana Perspektif Islam

Sleman – Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) Sleman, Yogyakarta menggelar focus group discussion (FGD) terkait manajemen bencana dari perspektif Islam sesi IV, Selasa (6/8).

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung KHA Wahid Hasyim FIAI UII dan membahas kerangka teoritis Islam, terkait manajemen bencana ini diikuti oleh tenaga akademik, tenaga kependidikan, komunitas UII peduli, dan simpul pemberdayaan masyarakat untuk ketangguhan bencana (SPMKB) UII. Diskusi dibuka langsung oleh Dekan FIAI UII, Dr. Asmuni.

Dalam sambutannya, Asmuni mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, tema yang diangkat relevan dan kontekstual dengan kondisi Indonesia saat ini.

“Tema ini sangat relevan untuk merumuskan kerangka teoritis fikih bencana, terutama dari isyarat-isyarat ilmiah Al-Qur’an,” ungkap doktor jebolan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. “Karena Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam dan sumber ilmu pengetahuan sekaligus,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, hadir sebagai narasumber antara lain, Dr. Mukhsin Ahmad dan M. Husnaini, Ph.D. Keduanya merupakan tenaga akademik program magister FIAI UII Yogyakarta.

Dalam materinya, Husnaini menyampaikan epistemologi fikih kebencanaan menurut Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Muhammadiyah, ungkap Husnaini, mendefinikasikan bencana sebagai gangguan serius yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia, yang bisa melumpuhkan fungsi-fungsi masyarakat yang dibangun untuk menopang keberlangsungan hidup, melindungi aset-aset, kelestarian lingkungan, dan menjamin martabatnya sebagai manusia, sebagai bagian dari perintah agama.

“Fungsi tersebut lumpuh karena terjadi kerugian dari sisi manusia, materi, ekonomi atau lingkungan yang meluas yang melampaui kemampuan komunitas atau masyarakat yang terkena dampak untuk mengatasi dengan menggunakan sumber daya mereka sendiri,” imbuh doktor jebolan IIUM Malaysia ini.

Sedangkan menurut definisi Nahdlatul Ulama, Husnaini mengatakan, bahwa yang disebut bencana adalah sesuatu yang menyebabkan atau menimbulkan kesusahan, kerugian, penderitaan, malapetaka, kecelakaan, dan marabahaya, serta dapat juga berarti gangguan, godaan, dan tipuan.

“Baik Muhammadiyah dan NU sepakat, bahwa bencana bukanlah azab,” ujar Husnaini. “Hal ini karena balasan suatu dosa hanya akan terjadi pada hari kiamat nanti,” tegasnya. (Athiful/KIM Depok)




Panwaslu Tempel Sosialisasikan Pilkada Sleman Tahun 2024 Kepada Karang Taruna

Sleman – Panwaslu Kapanewon Tempel berkolaborasi dengan PPS Merdikorejo Tempel,  melaksanakan kegiatan sosialisasi tahapan dan pengawasan pilkada Sleman tahun 2024 pada pertemuan rutin Karang Taruna ‘Manunggal’ Padukuhan Salam Trumpon Kalurahan Merdikorejo Kapanewon Tempel pada Selasa (6/8/2024) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran komisioner panwaslu Kapanewon Tempel beserta staf pendukung nya, PPS Merdikorejo divisi SDM Parmas dan Sosdiklih, serta  para pemuda karang taruna dan pemilih pemula.

Yumariyah, anggota PPS Merdikorejo yang mengampu kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik kepada peserta mengatakan tentang tujuan diadakannya kegiatan ini.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada pemilih pemula yang baru berusia 17 tahun agar dapat memberikan suara dalam pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sleman yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024. Selain itu, sosialisasi ini  juga dilakukan untuk menghindari terjadinya golput,” ungkap Yumariyah.

“Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2024 merupakan pemilihan kepala daerah serentak yang melibatkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, serta Walikota Dan Wakil Walikota. Pemilu ini juga merupakan kesempatan bagi pemilih pemula untuk memberikan suara mereka dalam menentukan pemimpin untuk lima tahun ke depan,” tambahnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Anggota Panwaslu Kapanewon Tempel yang juga sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hukum, Ninda Eka Nur Vitasari menjelaskan pentingnya para pemuda dan pemilih pemula terlibat dalam proses pemilihan serentak di tahun ini. Karena pemilihan serentak merupakan hajat bersama dan terbuka kesempatan bagi semua komponen masyarakat untuk berpartisipasi agar pemilihan berlangsung aman dan damai.

“Karang Taruna sebagai organisasi yang independen dan memiliki jejaring hingga ke tingkat RT/RW diharapkan mempunyai tekad yang sama untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Sleman tahun 2024,“ jelas Ninda.

Dibagian akhir kegiatan ini, Ketua Panwascam Tempel, Prasetyo Wibowo menambahkan, peran serta kaum muda dalam wadah Karang Taruna sangat penting untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan kualitas pemilu.

“Kami juga mengajak teman teman Karang Taruna untuk bekerjasama melakukan sosialisasi selain mengenai pemutakhiran data pemilih dan pendidikan pemilih tetapi juga aktif dalam kegiatan pengawasan terhadap jalan nya proses dan tahapan Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sleman Tahun ini, mudah mudahan yang hadir disini bisa mencerna apa yang disosialisasikan oleh teman teman KPU melalui PPS Merdikorejo dan juga dari panwaslu Kapanewon Tempel kemudian bisa menyampaikan kembali kepada masyarakat luas,” tutup Prasetyo. (sbd_kimtempel)