Sebanyak 1.068 KPM di Kalurahan Margorejo Kembali Terima Bantuan Beras CPP Agustus 2024

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, kembali menyalurkan Bantuan Sosial Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada 1068 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Selasa (13/8/2024) pagi di Gedung Serbaguna Kalurahan Margorejo. Bantuan ini berupa beras 10 kg untuk alokasi bulan Agustus 2024.

Kamituwa Anwar Margorejo, Insani mengatakan bahwa penyaluran bantuan yang berasal dari pemerintah pusat ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya, khususnya beras,” kata Anwar.

Lebih lanjut, Anwar berharap bantuan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan dapat membantu meningkatkan taraf hidup mereka.

“Semoga dengan adanya bantuan ini, masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangannya dan taraf hidup mereka dapat meningkat,” harapnya.

Salah satu penerima bantuan dari Padukuhan Ngebong, Eko Susanto mengaku senang dan bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, saya senang sekali menerima bantuan ini. Beras ini sangat membantu saya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Eko.

Ditambahkan olehnya, dengan bantuan ini, ia dapat menghemat pengeluaran untuk membeli beras.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya bisa menghemat uang untuk membeli beras dan bisa digunakan untuk membeli kebutuhan lain,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Samsuri, dari Padukuhan Tegalrejo. Ia mengatakan bahwa bantuan ini sangat bermanfaat baginya dan keluarganya.

“Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga,” kata Samsuri.

Samsuri juga menjelaskan dengan bantuan ini, ia dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarganya dengan lebih mudah.

“Bantuan ini sangat membantu saya dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Saya berharap bantuan ini dapat terus berlanjut agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” harapnya. (sbd_kimtempel)




5.600 Kepala Keluarga se-Kabupaten Sleman Terima Bantuan dari Kementrian Sosial RI

Sleman – Sebanyak 5600 Kepala Keluarga Sejahtera yang se-Kabupaten Sleman menerima bantuan dari Kementerian Sosial RI yang rencananya akan dilaksanakan dalam 2 hari, 13 dan 15 Agustus 2024. Salah satu penyalurannya dilakukan di Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Selasa (13/8/2024).

Feri Istanto, selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Sosial Kabupaten Sleman menjelaskan manfaat dari program ini adalah masyarakat akan menerima bantuan program keluarga harapan dan program sembako melalui kartu yang dibagikan.

“Jadi kartunya itu ada yang kartu program PKH ada yang kartu program sembako tetapi semuanya sama eee lewat ATM Bank Mandiri jadi sekalian cuma programnya nanti,” ujar Feri.

“Jumlahnya berbeda-beda untuk nominal yang didapatkan oleh masyarakat kalau program sembako itu per bulan sementara kalau program keluarga harapan berdasarkan komponen atau anggota rumah tangga yang dimiliki karena dihitung setiap anggota rumah tangga itu nanti akan ada perhitungan bantuannya contohnya misal lansia ibu hamil itu per bulan anak SD itu , anak SMA itu per bulan,” lanjut Feri. ( Eka Sastra – Kim DSN)




Sanggar Widya Pramana Banyuraden Siap Pentaskan Tari Wira Pertiwi di Jakarta

Menjelang pentasnya dalam acara bazar The Local Market selama 3 hari yang berlokasi di Urban Forest, Cipete, Jakarta Selatan 16-18 Agustus 2024 mendatang, maka Sanggar Widya Pramana Banyuraden telah melakukan latihan beberapa jenis tarian kreasi baru yang berlangsung di Pendopo Kekandhangan, Dusun Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Senin malam (12/8/2024).

Latihan menari dilakukan oleh 3 orang penari dipimpin oleh Endang Ismoyowati yang akan menyajikan salah satu tariannya yaitu tari Wira Pertiwi dengan menggunakan properti atau perlengkapan tarian berupa Sampur, Gunungan Wayang, dan Gendewa Panah, termasuk kostum guna memperkaya ekspresi dan makna tarian, serta menambah dimensi visual dan artistik pada tarian yang dibawakan.

Menurut Endang, properti sangat membantu penari dalam mengkomunikasikan cerita, tema, atau emosi yang ingin disampaikan melalui gerakan. Umpamanya, penggunaan Sampur dalam tari tradisional melambangkan kelembutan dan keanggunan, sedangkan Gendewa Panah dalam tarian perang dapat menggambarkan keberanian dan kekuatan sehingga akan memperkuat karakterisasi dan identitas budaya dalam sebuah pertunjukan. Sedangkan penggunaan Gunungan Wayang dalam tarian mengandung pesan mengenai keseimbangan antara dunia material dan spiritual yang mencerminkan dinamika antara kekuatan baik dan jahat, keteraturan dan kekacauan, serta perputaran kehidupan.

“Adanya properti memungkinkan penari untuk memperkaya koreografi dan menciptakan variasi gerakan yang lebih kompleks sehingga akan menambah ritme, pola gerakan, atau bahkan menciptakan interaksi antara penari,” jelas Endang di sela jeda latihannya.

Gerakan dalam tari Wira Pertiwi sangat energik dan penuh semangat mencerminkan keberanian dan tekad yang menggambarkan rasa cinta tanah air yang mendalam serta semangat untuk melindungi dan mempertahankan negeri. Sehingga, setiap gerakan di dalamnya memiliki makna simbolis seperti kesiapan untuk berperang, keberanian, dan dedikasi kepada bangsa.

Lebih lanjut, Endang menuturkan bahwa lewat pertunjukan Tari Wira Pertiwi ini, pihak penyelenggara ingin menekankan pentingnya mengingat sejarah perjuangan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan. Di samping itu, Tari Wira Pertiwi yang merupakan tarian kreasi baru yang diciptakan oleh Maestro Tari Indonesia, Bagong Kussudiardjo dapat dijadikan sarana untuk mengedukasi generasi muda yang hadir dalam acara tersebut.

Menurutnya, di tengah arus globalisasi saat sekarang penting bagi generasi penerus untuk tetap terhubung dengan warisan budaya Indonesia. Melalui penampilan tarian tradisional kegiatan tersebut berupaya menyampaikan pesan bahwa budaya lokal memiliki nilai yang harus dijaga dan dilestarikan lantaran tarian ini menjadi simbol kekuatan dan kebanggaan bangsa Indonesia yang relevan bagi generasi saat ini.

“Tarian ini mencerminkan semangat dan pengorbanan para pejuang yang sejalan dengan tujuan acara yang ingin membangkitkan rasa bangga terhadap produk dan budaya lokal. Dengan memasukkan elemen budaya tradisional seperti tarian, maka The Local Market mengajak pengunjung untuk tidak hanya berbelanja, tetapi juga merenungkan arti dari identitas nasional,” tutupnya.  (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Sukseskan Pilkada Sleman 2024, Panwaslu Tempel Gelar Rakor

Sleman – Sehubungan dengan masuknya tahapan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih pada pemilihan bupati dan wakil bupati Sleman tahun 2024, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kapanewon Tempel menggelar acara rapat koordinasi bertempat di Joglo Jamal, pada Senin sore (12/8/2024)

Rakor ini dibuka oleh Ketua Panwaslu Kapanewon Tempel, Prasetyo Wibowo.  Hadir dalam kesempatan ini Komisioner Bawaslu Kabupaten Sleman periode 2017-2023,Vici Herawati, sebagai narasumber, turut hadir Koordinator Sekretariat Panwaslu Kapanewon Tempel, Staf Pengelola Keuangan, Staf Teknis dan Pendukung, Panwas Kalurahan/Desa (PKD) se Kapanewon Tempel, dan turut dihadiri juga oleh perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan se Kapanewon Tempel, perwakilan KUA Tempel, perwakilan penyandang disabilitas, serta Jawatan Umum Kapanewon Tempel.

Ketua Panwaslu Kapanewon Tempel, Prasetyo Wibowo, mengharapkan melalui rakor ini semua stakeholder yaitu dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, KPU dan Bawaslu agar bersama sama saling berkoordinasi dan saling bertukar informasi dalam proses pengawasan terhadap tahapan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman nanti.

“Seperti sudah kita ketahui, masih banyak penduduk di wilayah kita yang masih belum terdata, seperti ada yang meninggal dunia, ada yang pindah domisili, serta ada juga masyarakat yang baru masuk ke wilayah Tempel. Ini adalah kerja keras kita bersama untuk mendata kembali data kependudukannya” harap Prasetyo.

Ditambahkan pada pada saat ini, di Kapanewon Tempel terdapat 85 TPS dengan jumlah pemilih lebih dari 42 ribu orang, inilah nantinya yang akan dilakukan bersama sama dalam proses pengawasan terhadap tahapan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilihnya.

Sementara itu, Vici Herawati, pada kesempatan ini juga berharap adanya kerjasama antara semua stakeholder serta bersinergi dalam melaksanakan tugas di lapangan.

“Seperti yang tadi disampaikan, setiap tahun nya terus ada permasalahan data pemilih ini. Oleh karena itu diharapkan bagi semua untuk betul betul memahami dalam pemutakhiran data tersebut,” harap Vici.

“Untuk lebih ditingkatkan lagi pengawasan terhadap pengumuman daftar pemilih sementara sampai nanti menjadi daftar pemilih tetap serta meningkatkan pengetahuan dalam mewujudkan kesamaan pandangan khususnya dalam proses pemutakhiran data pemilih, sedang yang menjadi sasaran nya adalah memastikan Pemilih yang sudah wajib memilih terdaftar dalam daftar pemilih pada pemilihan bupati dan wakil bupati Sleman nanti,” tambahnya.(sbd_kimtempel)




Pengajian Seroja Kekandhangan Angkat Sirah Nabawiyah Dalam Hikmah Kemerdekaan

Guna memahami cara menjaga dan mengembangkan kemerdekaan dengan penuh tanggung jawab demi kebaikan umat dan bangsa, maka Komunitas Kekandhangan Banyuraden menggelar kegiatan pengajian sehat rohani dan jasmani (Seroja) dengan mengangkat tema ‘Siroh Nabawiyah Dalam Hikmah Kemerdekaan’ yang dilaksanakan di Pendopo Kekandhangan, Dusun Cokrowijayan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Minggu sore (11/8/2024).

Melalui Sirah Nabawiyah maka kita dapat mengingat bahwa kemerdekaan merupakan sebuah anugerah yang harus disyukuri dan dijaga dengan baik. Karenanya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah tidak boleh disia-siakan dan harus dimanfaatkan untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan lebih beradab. Hal tersebut dituturkan oleh Galih Aryo Utomo yang memberikan ceramahnya di depan 30 orang ibu-ibu anggota pengajian Seroja.

Dalam ceramahnya, Ia menuturkan ketika Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya dihadapkan pada penindasan dan penganiayaan di Mekah, mereka menghadapinya dengan sabar dan teguh dalam iman. Ini mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak bisa diraih tanpa pengorbanan dan kesabaran melainkan harus diperjuangkan dengan penuh kesabaran, tetap berpegang teguh pada prinsip dan nilai-nilai kebenaran dalam menghadapi tantangan yang tidak mudah.

Menurutnya, kemerdekaan tidak bisa diraih dengan cara-cara yang sembarangan, namun memerlukan strategi yang matang dan langkah-langkah yang tepat. Dengan demikian perencanaan yang baik dan strategi yang tepat adalah kunci untuk mencapai hasil yang diinginkan.

“Kemerdekaan sejati hanya bisa dicapai jika ada persatuan diantara elemen-elemen masyarakat. Perjuangan untuk kemerdekaan harus melibatkan semua lapisan masyarakat dalam jalinan kerjasama demi mencapai tujuan bersama,” tegas Aryo.

Dalam kehidupan sehari-hari, Sirah Nabawiyah ini dapat diimplementasikan dengan cara membangun kerja sama yang baik di lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat yang dibarengi dengan prinsip menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan produktif.

“Selain itu, kita juga diajarkan untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah, melainkan terus berusaha dan tawakal kepada Allah SWT,” imbuhnya.

Sebagai pungkasan, hikmah yang dapat diambil yaitu dalam kehidupan bermasyarakat penting bersikap adil dalam mengambil keputusan, tidak memihak pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, serta selalu menjaga kepercayaan yang telah diberikan dalam pekerjaan, keluarga, maupun masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)