Panwaslucam Sleman Gelar Rakor Strategi Pengawasan Kampanye Pemilihan Bupati dan Wabup Sleman

Sleman – Panwaslucam Sleman mengadakan rakor strategi pengawasan DPSHP – DPT dan persiapan pengawasan kampanye pemilihan Bupati dan wakil Bupati Sleman 2024, di Puri Mataram, Selasa (13/08/2024).

Hadir dalam kegiatan ini Penewu Sleman, lurah desa se-Kapanewon Sleman, termasuk KIM Sleman. Narasumber dalam rakor kali ini ialah perwakilan dari KPU Sleman, Indah Sriwulandari.

Pada kesempatan itu, Indah mengajak para peserta untuk mensinkronkan kepengawasan dan perhatian ketika mulai kampanye. Ia juga menyampaikan beberapa dasar hukum pengawasan, antara lain UU Nomor  6 Tahun 2020 Jo UU Nomor 1 Tahun 2015.

“Sinkronkan kepengawasan dan perhatian kita bersama ketika mulai kampanye. Pengawasan dimulai sejak proses pemutakhiran data pemilih sampai data pemilih tetap,” ungkapnya.

Sementara, Panwaslucam Sleman Basyarudin Naro D juga menyampaikan pesan bahwa larangan kampanye dengan menerapkan UU Nomor 16 Tahun 2016, dan UU  Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN terbebas dari kampanye.

“Dari aparatur pemerintah desa sampai kepala dukuh juga tidak boleh ada yang interfensi,” tutur Basyarudin. (R. Agus N Widayadi / Kim Sleman).




Upacara HUT Pramuka ke-63, Gamping Perkuat Solidaritas Anggota Pramuka

Sleman – Di Tengah tantangan zaman yang penuh ketidakpastian, serta perkembangan teknologi dan komunikasi hingga budaya asing yang telah menggerus semangat gotong royong dan nasionalisme generasi muda, maka diharapkan Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) menunjukkan eksistensinya dalam mempersiapkan generasi muda dan selalu menjadi garda terdepan untuk membentuk anggota Pramuka yang berjiwa Pancasila serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana yang telah ditegaskan pada tema Hari Pramuka ke-63 tahun 2024 yaitu Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI.

Hal tersebut dituturkan oleh Panewu Gamping, Tamzis Sarwana yang bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-63 yang berlangsung di Halaman Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (14/8/2024).

“Diharapkan Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) menunjukkan eksistensinya dalam mempersiapkan generasi muda dan selalu menjadi garda terdepan untuk membentuk anggota Pramuka yang berjiwa Pancasila serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutur Tamzis dihadapan ratusan peserta upacara yang berseragam baju Pramuka lengkap.

Tampak hadir dalam upacara, Anggota Komando Rayon Militer 17 Gamping, beserta jajaran pengurus Kwartir Ranting Kapanewon Gamping yaitu Mundiharto (Ketua) sekaligus Koordinator Pendidikan Wilayah Kapanewon Gamping, Sartana (Wakil Ketua 1), Yuliyanto (Wakil Ketua 2), Siti Rokhayati (Bendahara 2) serta Pengawas Sekolah Dasar Koordinator Wilayah Kapanewon Gamping, Susi Ernawati yang  didampingi Rudi Aris Junaidi selaku Ketua Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia Sub Unit Koordinator Wilayah Kapanewon Gamping.

Sementara peserta upacara terdiri dari perwakilan sekolah-sekolah yang diampu Koordinator Pendidikan Wilayah Kapanewon Gamping, yang beranggotakan 54 Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan dari 32 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Kemudian 12 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, 7 Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan, serta 3 Perguruan Tinggi yang ada di wilayah Kapanewon Gamping.

Tamzis menambahkan sebagai organisasi Pendidikan non formal, Gerakan Pramuka realitanya tidak sekadar menangani pembangunan karakter. Tetapi juga berperan aktif pada bidang lainnya, seperti pengabdian masyarakat yang diantaranya melakukan perbantuan berbagai kebencanaan, terlibat pada Tim Search And Rescue (SAR), melaksanakan kegiatan bakti sosial, serta aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan.

“Saya harap Gerakan Pramuka terus melakukan transformasi kurikulum agar bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman saat ini dan pada masa yang akan datang,” pintanya.

Menurutnya, kontribusi Gerakan Pramuka dalam menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045 sangat dibutuhkan guna mempersiapkan sumber daya manusia yang berjiwa Pancasila, karena telah terdidik dengan pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Sehingga, Pramuka akan menjadi aktor penggerak dan pilar kekuatan negara dalam menuju Indonesia Emas pada tahun 2045 nanti.

“Satu Pramuka untuk satu Indonesia. Jayalah Pramuka dan jayalah Indonesiaku,” tutup Tamzis. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping).




Pemerintah Kapanewon Tempel Adakan Rakor Pelaksanaan Gelar Budaya dan Bazaar UMKM 2024

Sleman – Untuk mematangkan persiapan acara gelar budaya kapanewon dan bazaar UMKM, Pemerintah Kapanewon Tempel mengadakan rapat kordinasi (rakor) bersama para penggerak atau penggiat budaya dan pengurus Forkom UMKM Kapanewon Tempel, di Ruang Rapat Kapanewon Tempel, pada Rabu (14/08/2024).

Rapat yang dipimpin oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tempel, Aris Wibawa  ini, dihadiri oleh Penewu Anom Kapanewon Tempel, Perangkat Kalurahan dalam hal ini Kamituwa se-Kapanewon Tempel, serta perwakilan pelaku seni budaya yang akan tampil di acara gelar budaya.

Rakor) tersebut membahas tentang konsep atau gambaran acara, layout atau gambaran tempat pelaksanaan, anggaran, rundown acara, penataan parkir. Kemudian pertunjukan budaya hadroh, seni tari, jatilan,  kubro siswo, serta penampilan produk-produk dari Forkom UMKM Kapanewon Tempel.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tempel dalam arahannya menyampaikan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini ialah mengimplementasikan visi dan misi Kapanewon Tempel. Diharapkan semua potensi yang dimiliki Kapanewon Tempel dapat ditampilkan secara maksimal.

“Gelar Budaya dan Bazaar UMKM ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Visi dan Misi Kapanewon Tempel. Semoga setiap potensi yang ada bisa ditampilkan secara maksimal dan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Aris.

“Diharapkan pula masyarakat memiliki antusias dan merespon baik dalam kegiatan yang akan dilangsungkan dua hari tanggal 20 dan 21 Agustus 2024  mendatang, serta meningkatkan ekonomi bagi masyarakat terkait optimalisasi UMKM dengan kegiatan bazaar dan lebih meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku UMKM di Kapanewon Tempel,” imbuhnya.

Di samping itu, visi misi program seni budaya dan UMKM di Kapanewon Tempel juga diharapkan dapat terwujud. Dengan begitu, semua pihak saling guyub, rukun, dan pelaku seni dan UMKM bisa berkembang lebih baik lagi.

Pada kesempatan itu, perwakilan dari pelaku seni budaya dan UMKM saling berdiskusi tentang kontribusi mereka dalam acara yang akan digelar minggu depan. Mereka berbagi gagasan dan rencana untuk memperkaya acara tersebut dengan seni, tradisi, dan budaya yang khas di masing-masing kalurahan se-Kapanewon Tempel.

Panewu Anom, Dyah Purwanti mengapresiasi jalan nya rapat koordinasi ini. Ia menuturkan, Pemerintah Kapanewon Tempel berkomitmen memberikan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Penting ditegaskan kolaborasi dalam mempromosikan kekayaan budaya daerah di Tempel, pemerintah Kapanewon selalu memberikan dukungan penuh dengan menggelar acara gelar budaya ini, dengan tujuan menekankan pentingnya memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda” demikian ungkap Dyah.

Sebagai hasil dari rapat koordinasi ini, para peserta sepakat untuk terus berkolaborasi dalam mempersiapkan acara gelar budaya yang akan menjadi momen penting dalam mempromosikan keberagaman budaya di Kapanewon Tempel. Diharapkan acara tersebut akan menjadi wadah yang mempererat tali persaudaraan antar komunitas dan memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas. (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel).




Panen Hasil Tani Jadi Upaya KWT Lestari Padukuhan Gempol Ikut Turunkan Stunting

Sleman – Anggota KWT Lestari Padukuhan Gempol Condongcatur Depok Sleman bersama mahasiswa KKN UNY memanen hasil tani berupa sawi dan cabe hijau, pada Selasa sore (13/08/2024).

Pada proses panen sawi dan cabe kali ini,  adanya inovasi bersama yang diterapkan KWT Lestari Padukuhan Gempol bersama mahasiswa KKN UNY, berupa pengemasan sayur hasil panen dengan plastik berlogo KWT Lestari. Hal ini diungkapkan Ketua KWT Lestari, Sri Asmoroning.

“Untuk lebih meningkatkan nilai jual sayuran, dalam mengemas sayuran hasil panen kami kemas dengan apik menggunakan plastik yang berlogo KWT kami,” ujar Sri disela-sela kegiatan.

Menurutnya, inovasi ini bisa mendongkrak penjualan hasil panen. Sebab dengan pengemasan yang rapi tersebut, menjadikan kulitas sayur yang dipanen terlihat lebih berkelas.

“Menambah hasil panen dengan packing yang apik bisa naik kelas, sehingga nilai jual menjadi lebih tinggi di tengah harga sayuran lagi anjlog saat ini,” terangnya.

Kegiatan panen ini juga berkontribusi dalam program penurunan stunting, yaitu dengan menyumbangkan hasil panen sawi tersebut sebagai tambahan pemberian PMT di Posyandu Tanjung ll Karangasem Gempol.

Hal itu disambut baik oleh ketua Posyandu Tanjung ll Karangasem, Tri Suhartati. Ia mengatakan kolaborasi tersebut patut di acungi jempol. 

“Ke depan, kolaborasi ini diharapkan bisa berlanjut bahwa dari segi sosial juga di pikirkan,” kata Tri.

Dengan berbagai inovasi di upayakan agar KWT Lestari menjadi maju dan tetap eksis, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan anggotanya. (Tri Suhartati / KIM Depok).




Sanggar Widya Pramana Gelar Gladi Resik, Pastikan Pemain Kuasai Materi Karawitan

Sleman – Untuk yang kelima kalinya Sanggar Seni Widya Pramana Banyuraden digandeng oleh The Local Market yang berlokasi di Urban Forest, Cipete, Jakarta Selatan, guna menghibur pengunjung bazar. Untuk mempersiapkan penampilannya, Wono Gembox selaku Koordinator Karawitan Sanggar Widya Pramana Banyuraden menggelar gladi resik yang dilaksanakan di Pendopo Kekandhangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Selasa malam (13/8/2024).

“Malam ini kami latihan terakhir sebelum berangkat ke Jakarta pada hari Kamis malam (15/8/2024) untuk memastikan seluruh pemain karawitan telah menguasai materi yang akan dimainkan, termasuk memastikan semua bagian musik, ritme, dan harmoni berjalan dengan baik agar sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya,” ungkap Gembox sapaan akrabnya.

Menurut keterangannya, Wono Gembox menuturkan perpaduan seni karawitan dengan bazar UMKM memiliki banyak nilai penting baik dari segi budaya, ekonomi, maupun sosial yang akan memperkaya pengalaman pengunjung bazar. Melalui pertunjukan seni karawitan, pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja saja. Namun juga mendapatkan hiburan yang bernuansa budaya, sehingga dapat menciptakan atmosfer yang lebih menarik dan menyenangkan serta meningkatkan daya tarik pengunjung bazar.

Gembox menambahkan selama di Jakarta, Grup Karawitan Widya Pramana akan menampilkan kurang lebih 20 lagu karawitan yang bernuansa lagu perjuangan, lagu berbagai daerah di Indonesia, lagu klasik, termasuk Mars The local Market yang dibawakan secara medley.

Adapun ragam lagu yang dilantunkan dengan aransemen karawitan antara lain lagu Indonesia Raya, Hari Merdeka, Maju Tak Gentar, Halo Halo Bandung, Garuda Pancasila, Satu Nusa Satu Bangsa, Bangun Pemudi Pemuda, Sorak Sorak Bergembira, Bagimu Negeri, Ampar-Ampar Pisang, Cublak-Cublak Suweng, Rasa Sayange, Kicir-Kicir, Rek Ayo Rek, Apuse, dan masih banyak lagu lainnya.

Untuk itu, kegiatan gladi resik malam ini memungkinkan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan teknis sebelum hari pertunjukan. Hal-hal yang diperhatikan  di antaranya penyesuaian pada alat musik, suara dan tempo, serta mengevaluasi apakah semua elemen sudah siap untuk tampil dengan baik di depan pengunjung, termasuk memastikan semua pemain dapat bekerjasama dengan baik, agar bisa menghasilkan pertunjukan yang selaras dan harmonis.

“Selain itu, gladi resik memberikan kesempatan bagi seluruh pemain untuk membangun kepercayaan diri dan menyatukan energi sebelum tampil di hadapan penonton, agar dapat tampil maksimal dan memberikan sajian pertunjukan yang memukau serta sesuai harapan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping).