Pemkab Sleman Serahkan 426 Bantuan Jelang Peringatan HUT ke-79 RI

Sleman – Sambut Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sleman menyalurkan 426 tali asih dan bantuan kepada veteran dan pelajar, Kamis (15/8). Bantuan diserahkan oleh Bupati Sleman dengan didampingi Wakil Bupati Sleman, Ketua Baznas Sleman, dan Ketua Bidang Bakti Sosial di Pendopo Parasamya kepada 25 perwakilan penerima bantuan.

Bupati Kustini menyampaikan pemberian bantuan menjadi wujud terima kasih Pemerintah Kabupaten Sleman kepada veteran sekaligus mengenang jasa pahlawan. Selain itu, bantuan yang diserahkan diharapkan juga dapat membantu siswa SD dan SMP penerima bantuan.

“Bantuan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa handarbeni atau rasa saling memiliki dan rasa saling peduli di antara masyarakat Kabupaten Sleman. Semoga tali asih dan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat,” kata Kustini.

Ketua Bidang Bakti Sosial Nur Fitri Handayani mengatakan, kegiatan pemberian tali asih dan bantuan merupakan hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Baznas Sleman. Bantuan yang diberikan berupa dana stimulan bedah rumah untuk 17 rumah, peralatan sekolah sebanyak paket, dan sepeda sebanyak 15 unit.

“Juga ada program yatim ceria yang melibatkan 470 anak dan pasar murah sembako pada kemarin 14 Agustus di Wedomartani,” kata Fitri.

Dilanjutkan Fitri, rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Sleman akan dilanjutkan dengan agenda gebyar Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, pemberdayaan petani milenial, penyerahan bantuan beasiswa pendidikan, bantuan sarana prasarana difabel dan bantuan penanganan lahan kritis di Sleman.




Bupati Sleman Serahkan 59 Sertifikat Graduasi KPM PKH Kapanewon Tempel

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahkan Sertifikat Graduasi kepada 59 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kapanewon Tempel pada Kamis, (15/8) di Pendopo Kapanewon Tempel.

Kustini turut bangga atas keberhasilan para pendamping PKH yang telah berhasil melakukan pendampingan dan pelatihan kepada keluarga penerima manfaat menjadi sejahtera dan mandiri. Kustini berharap KPM PKH Kapanewon Tempel yang telah menerima sertifikat graduasi ini menjadi panutan dan menggerakkan warga di lingkungannya agar termotivasi untuk terus produktif.

“Melalui graduasi ini saya berharap KPM PKH menjadi panutan dan menggerakkan warga di lingkungannya agar termotivasi untuk terus produktif agar lulus KPM PKH. Semoga graduasi ini dapat meminimalisir kesenjangan sosial serta memastikan penerima bantuan sosial PKH tepat sasaran,” ujar Kustini

Lebih lanjut, Kustini berharap semoga dengan pendampingan yang tepat akan lebih banyak KPM PKH yang lulus. Kedepannya, untuk seluruh Pendamping PKH dapat mengawal KPM PKH agar tidak lagi bersatus Jatuh Miskin Lagi (Jamila).

Sementara itu, Panewu Anom Kapanewon Tempel, Dyah Purwanti menyampaikan jumlah KPM PKH di Kapanewon Tempel saat ini berjumlah 2742 orang dan yang telah menerima sertifikat graduasi tahun 2024 yakni 59 orang.

“Dengan 59 penerima sertifikat graduasi ini semoga menjadi motivasi serta bantuan yang diberikan melalui program PKH dapat tepat sasaran dan diterima oleh KPM yang membutuhkan,” ujar Dyah

Prosesi graduasi KPM PKH yang akan melepaskan statusnya diawali dengan penandatanganan surat pernyataan yang disaksikan secara langsung oleh Bupati Sleman. Dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat graduasi KPM PKH kepada simbolis penerima oleh Bupati Sleman.




Bupati Sleman Mengukuhkan 75 Anggota Paskibraka Kabupaten Sleman

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengukuhkan 75 Siswa tingkat SMA sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (15/8) malam.

Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyematan atribut dan penyerahan duplikat bendera pusaka oleh Bupati Sleman kepada perwakilan Paskibraka Kabupaten Sleman.

Sebelumnya, seluruh anggota Paskibraka mengikuti seleksi dan pemusatan latihan Calon Paskibraka Kabupaten Sleman tahun 2024 di Balai Besar Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (BBPPM) DIY.

Selain itu, para anggota Paskibraka berlatih di lapangan Pemda Sleman sejak tanggal 6 Juli 2024 lalu. Sementara mulai 13 Agustus 2024 Paskibraka ini melakukan latihan di Lapangan Denggung tempat upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Kabupaten Sleman akan dilaksanakan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa Anggota Paskibraka adalah pemuda-pemudi pilihan yang mendapatkan kehormatan dan kepercayaan untuk mengemban tugas negara pada hari bersejarah.

Menurutnya tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk terpilih menjadi anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT RI ke-79 tingkat Kabupaten Sleman.

“Anggota Paskibraka merupakan putra putri terbaik dari Kabupaten Sleman yang memiliki keistimewaan. Pasukan pengibar bendera dan penurunan bendera pada upacara peringatan HUT Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia adalah kader-kader muda yang mampu menjadi role model keteladanan dalam prestasi, disiplin, moral dan jiwa nasionalisme tinggi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Ia juga berpesan ketugasan pada 17 Agustus mendatang agar dijadikan sebagai tonggak penting dan tonggak bersejarah dalam melangkah ke depan, mempersiapkan diri untuk menjadi putera – puteri terbaik bangsa.




Ikut Meriahkan HUT ke-79 RI, Pamong Kalurahan Condongcatur Adakan Berbagai Perlombaan

Sleman – Menyemarakkan moment peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Relublik Indonesia,  Lurah beserta Pamong Kalurahan Condongcatur turut mengadaakan beberapa lomba lomba khas 17-an yang biasa digelar oleh masyarakat  seperti tepung disembur, air mengalir, trenngiling, empuk jeru, lempar balon air dengan sarung yang dilaksanakan di pelataran Pendopo Kromoredjan Kalurahan Condongcatur, Jumat (16/8/2024).

Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, yang juga selaku panitia lomba mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk menyemarakkan dan memeriahkan hari kemerdekaan ke-79 Indonesia. Peserta berasal dari pamong Kalurahan Condongcatur dan pihak Kapanewon Depok.

Panitia telah menyiapkan 50 lebih doorprize serta hadiah utama yaitu sapi dalam bentuk boneka dan sachet. Namun, hal utama dalam lomba ini yaitu meningkatkan keakraban, dan canda tawa dalam berbagai bentuk hiburan.

“Harapanya pamong Kalurahan Condongcatur semakin kompak, maju dan semakin terdepan. kami ucapkan terimaksih atas partisipasi dari segenap pamong Kalurahan Condongcatur yang menyempatkan waktunya ditengah kesibukanya melayani masyarakat dan semoga tahun depan dapat diadakan lomba dengan lebih meriah lagi,” ucapnya.

Sementara, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji turut mengapresiasi kegiatan lomba ini.

“Hampir semua warga RT, RW dan padukuhan setiap moment 17-an mengadakan lomba lomba. Kita sebagai pamong juga ikut mengisi moment ini dengan berbagai kegiatan. Salah satunya lomba lomba ala anak-anak. Jika melihat realitanya perlombaan tersebut tidak hanya ditemukan di wilayah pedesaan, tetapi juga di daerah perkotaan,” ungkap Reno.

“Di tengah gempuran media sosial yang menyebabkan seseorang semakin individual, lomba 17 Agustus bisa berfungsi sarana pertemuan warga yang murah. Ada banyak makna positif yang bisa diambil dari perlombaan itu. Selain ketangkasan, lomba itu juga menandakan adanya semangat gotong royong dan juga strategi. Tetapi yang paling utama adalah permainan tanpa ada permusuhan, melatih sportifitas dan sebagai hiburan, nusantara baru, Indonesia Maju, selamat 79 tahun merdeka Indonesiaku,” tandasnya.

Lebih lanjut, Staf Kamituwa, Candra Widiantoro yang pada kesempatan itu menjadi salah satu peserta mengungkapkan, ia sangat senang dengan lomba lomba ini. Sebab perlombaan tersebut mengingatkan masa kecilnya dulu, yang selalu ikut lomba dan selalu mendapat hadiah .  

“Alhamdulillah akhirnya bisa kembali kemasa dulu. Terimakasih semoga kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunya dengan hadiah doorprize yang lebih menarik lagi,” ungkap Candra. (Wasana/Kim Depok).




Pemerintah Kapanewon Tempel Lakukan Sosialisasi Perizinan Online dan Pemanfaatan TKD untuk PAUD-TK

Sleman – Pemerintah Kapanewon Tempel melangsungkan sosialisasi perizinan berbasis online dan pemanfaatan tanah kas desa (TKD) yang digunakan untuk lembaga pendidikan PAUD dan TK, di Pendopo Kapanewon Tempel, Jum’at pagi (16/8/2024).

Sosialisasi tersebut dihadiri Penewu Tempel yang diwakili oleh Penewu Anom Dyah Purwanti, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, Asisten Sekretariat Daerah mewakili Bupati Sleman, serta 51 perwakilan lembaga pendidikan PAUD dan TK se-Kapanewon Tempel.

Sub-Koordinator Kelompok Substansi Usaha Lainnya Bidang Pelayanan Terpadu Satu Pintu II DPMPTSP Sleman, Martinus Doni Purbo Kuncahyo, menerangkan saat ini DPMPTSP Sleman terus mengembangkan inovasi. Hal ini untuk meningkatkan pelayanan dan mempermudah penanaman modal di Sleman.

“Salah satu inovasi yang dikembangkan DPMPTSP Sleman yakni layanan perizinan online melalui aplikasi SINOM, meliputi pelayanan pendaftaran, informasi, konsultasi, pengaduan dan sebagainya,” ungkap Doni.

Doni menambahkan, aplikasi SINOM ini sudah dimunculkan semenjak adanya pandemi. Masyarakat dapat mengakses layanan itu melalui , dengan membuat akun email yang aktif. Di dalam aplikasi SINOM, ada tutorial membuat akun maupun cara membuat file pdf.

“Untuk mengaksesnya melalui laman perizinan , yang perlu diperhatikan yaitu email yang aktif dan nomor WA karena ada komunikasi aktif melalui email. Password dibuat dengan kombinasi huruf besar angka dan simbol. Ketika ijin sudah terbit bisa di-download,” terangnya.

Selain itu, DPMPTSP Sleman juga membuka ruang konsultasi untuk pendampingan perijinan dengan mengajukan surat.

Selanjutnya, Kepala Seksi Kelembagaan PAUD dan Dikmas, Disdik Kabupaten Sleman, Mayang Sutrisna menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman tidak melayani ijin pendirian TK baru. Untuk itu, lembaga pendidikan terkait diminta untuk mengurus ijin pendirian terlebih dahulu.

“Lembaga diminta mengurus ijin pendirian terlebih dahulu. Serta diharapkan bisa menurunkan jumlah rombongan belajar (rombel) menjadi 5 rombel,” kata Mayang.

Pada kesempatan itu, Kabid Pembinaan PAUD Kabupaten Sleman, Insan Yudhanarto menambahkan perijinan lembaga yang masa berlakunya telah habis atau bermasalah, diharapkan segera menyelesaikan permasalahannya melalui bimtek tersebut.

“Perijinan lembaga yang masa berlakunya sudah habis dan bermasalah dengan adanya bimtek ini diharapkan semua kendala yang terkait dengan perijinan diselesaikan dengan adanya kehadiran dari panewu, DPMPTSP, perwakilan Bupati, serta lurah. Diharapkan ada titik temu, diharapkan 2024 masalah ijin sudah clear,” ungkap Insan.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Kepala Seksi Penanganan Permasalahan Pertanahan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, Sigit Priyatno.  Pada kesempatan itu, ia mengingatkan lembaga yang menggunakan TKD/kalurahan dan sultan ground, segera mengurus perijinan tanah di gubrenur, dan berkordinasi dengan pihak kalurahan.

“Bagi lembaga yang masih menggunakan tanah kas desa/kalurahan dan sultan ground diharapkan untuk mengurus perijinan penggunaan tanah di gubernur, kordinasi dengan pihak kalurahan,” terangnya.

“Sebaiknya dilaksanakan secara bersamaan. Pengajuan ditandatangani oleh ketua yayasan, dan bentuk ijin bukan untuk sewa melainkan kerjasama dan bisa berjangka waktu selama 20 tahun,” imbuh Sigit.

Sebelum acara berakhir, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Sleman, Ir. Suparmono,MM mewakili Bupati Sleman menyampaikan permohonan maaf Bupati tidak bisa hadir karena mengikuti pidato kenegaraan, serta menyampaikan program pemerintah Kabupaten Sleman.

“Bupati mempunyai program Sleman Pintar untuk anak-anak miskin dan rentan miskin,” tutup Suparmono. (Sih Budi Daryanto/Kim Tempel).