Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo bekerja sama dengan Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Mikro dan Menengah Kabupaten Sleman menggelar Bimbingan Teknis tentang Strategi Pemasaran bagi pelaku UMKM (PUPM) di wilayah Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel dengan tema “UMKM Sleman Naik Kelas Ekonomi Tancap Gas”. Hadir sebagai peserta adalah 20 orang pelaku UMKM pelatihan digital marketing tingkat lanjut (PUPM) yang sudah terseleksi sesuai dengan kriteria Bimtek pada hari Senin dan Selasa, 19 dan 20 Agustus 2024, di Prima SR Hotel & Convention Sleman.
Lurah Margorejo Abdul Aziz Muh Ridwan, dalan sambutannya sekaligus membuka acara bimbingan teknis ini mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi di bidang pengelolaan administrasi keuangan dan memberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran produk
“Pemasaran dan pembukuan memegang peranan penting dalam suatu usaha, baik mikro maupun tentang keduanya ini perlu dimiliki bagi para pelaku usaha/UMKM agar dapat mengukur keberhasilan kinerja dan pelaporan itu sangat penting, ketika pembukuan dan pelaporannya itu tidak sinkron, maka teman-teman pelaku usaha nanti akan kesulitan melihat keuntungan dan modal,” kata Muh Ridwan.
Ditambahkan oleh Ridwan perlunya memberikan edukasi tentang metode keuangan yang sederhana dinilai mampu memudahkan pelaku usaha melakukan pencatatan hasil usahanya.
“Diharapkan para peserta untuk dapat memetakan produk apa saja yang diminati dan menjadi trend di masyarakat. Hal ini sebagai bagian dari strategi lihat yang menjadi kebutuhan masyarakat. Bukan keinginan kita. Kita belajar melihat khas dari wilayah yang menjadi target pasar kita, agar produk kita mudah diterima di pasaran,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh materi mengenai strategi pemasaran (Mindset Bisnis, Promosi Digital, WhatsApp Business, Dasar Layanan Prima, Branding Produk) serta praktek foto produk, Secara umum, strategi pemasaran adalah usaha terstruktur untuk memasarkan produk atau jasa agar lebih dikenal luas oleh masyarakat, selain itu, salah satu fungsi strategi pemasaran adalah untuk memastikan agar pembeli mengenal, menilai dan memverifikasi, serta mengulangi pembelian produk yang ditawarkan.
Di hari pertama, narasumber yang menyampaikan materi yaitu Agung Bayu Dewanto,MM (seorang trainer, consultant dan coach yang juga sebagai owner dari Nazma Office, sebuah perusahaan konsultan tekhnologi informasi). Dipaparkan oleh Agung Bayu Dewanto, MM bahwa permasalahan yang saat ini banyak terjadi pada UMKM yakni perihal produksi.
“Produk yang dihasilkan saat ini banyak tidak memiliki merek, kemasan terbilang sederhana dan kurang menarik, serta tidak disertai label. Hal tersebut merupakan faktor yang dapat menghambat proses pemasaran karena produk yang dihasilkan tidak dapat dikenali oleh konsumen dengan mudah. Untuk itu, sangat penting bagi pelaku usaha untuk memberi nama merek, memperbaiki kemasan, dan memberi label pada produknya. Untuk itu dalam bimtek kaki ini kita sampaikan pentingnya merek dan kemasan untuk produk. Karena dengan merek yang unik dan kemasan yang menarik, tentu akan lebih mudah untuk mendorong konsumen agar melakukan pembelian. Kemasan juga dapat melindungi produk, sehingga pembeli juga akan merasa bahwa produk yang dijual bersih, aman, dan rapi.” paparnya.
Agung juga mengenalkan digital payment kepada peserta dengan menyampaikan keuntungan dari penggunaan digital payment tersebut.
Pemateri kedua di hari ini tentang branding foto dan video untuk meningkatkan audiens di sosial media yang disampaikan oleh Risti Yuliana.
“Selain teknik pengemasan yang unik agar menarik minat konsumen, ia juga mengingatkan para pelaku usaha untuk selalu berinovasi. Menjalin kerjasama dengan sesama pelaku usaha, bertukar informasi dan pengetahuan sehingga produk UMKM Kalurahan Margorejo memiliki ciri khas yang berbeda dari daerah lain. Kita harus bisa melihat potensi apa yang dapat menjadi produk unggulan. Semua mungkin punya potensi, kita pilih satu atau dua produk yang bisa mengangkat nama daerah,” ungkapnya.
Risti juga menyampaikan pentingnya untuk membedakan penggunaan WhatsApp biasa dengan WhatsApp business. Ia juga menyampaikan tips dan trik mengenai teknik dan aspek aspek yang perlu menjadi perhatian dalam pengambilan foto produk. Peserta pun langsung diajak untuk mempraktekkannya dengan melakukan foto produk mereka bersama sama. (sbd_kimtempel)